Beranda blog Halaman 920

Tingkatkan Pelayanan, Pegawai dan Staf RSUD Bontang Ikut Training Race for Excellence

0
Tingkatkan Pelayanan, Pegawai dan Staf RSUD Bontang Ikut Training Race for Excellence
Pegawai dan staf RSUD Bontang saat mengikuti pelatihan peningkatan SDM. (Yahya Yabo)

BONTANG – Karyawan dan Staf seluruh unit RSUD Taman Husada Bontang mengikuti pelatihan peningkatan SDM bertema ‘Race For Excellence’ pada 30 Oktober sampai 2 November 2023 bertempat di Hotel Tulip Balikpapan.

Kepala Bagian Hukum, Kehumasan dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Hidayat mengatakan, kegiatan dilaksanakan dalam rangka peningkatan SDM untuk pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dan memberikan bekal kepada karyawan, dalam melayani masyarakat dengan ramah dan memiliki kekompakan bersama karyawan.

“Seluruh unit mengikuti kegiatan peningkatan SDM untuk pelayanan kepada masyarakat. Sesuai motto dan tata nilai RSUD Bontang,” jelasnya.

Sementara materi yang diberikan Trainer Bota Public Speaking, Anggi V Goenadi mengenai bagaimana peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Fokus pemberian materi tentang 6C pada abad 21 Century Skill. Seperti Critical Thinking, Creativity, Communication Skill, Colaboration, Computational Thinking dan Compassion.

Selain pemberian materi yang disampaikan secara komprehensif, juga melalui Bound Challenge yang berisi aktifitas kelompok, game dan kompetisi.

“Tujuannya agar tim RSUD Bontang memiliki bekal keterampilan dan siap berdaya saing, sekaligus membangun kekompakan dan kerja tim yang solid dalam mencapai visi RSUD,” terangnya. (adv/yah)

RSUD Bontang Studi Orientasi ke RSUD AWS Samarinda, Belajar Tata Kelola Kegawatdaruratan

0
RSUD Bontang Studi Orientasi ke RSUD AWS Samarinda, Belajar Tata Kelola Kegawatdaruratan
Kunjungan Tim RSUD Bontang untuk studi orientasi ke RSUD AWS Samarinda. (Yahya Yabo)

BONTANG – Perawat dan bidan RSUD Taman Husada Kota Bontang mengunjungi RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) di Samarinda. Kunjungan dimaksudkan studi orientasi untuk melihat tata kelola Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD AWS Samarinda.

Sub Koordinator Penunjang Keperawatan RSUD Taman Husada Bontang, Bambang Sri Mulyono mengatakan, perawat dan bidan disambut oleh Wakil Direktur Penunjang RSUD AWS, dr Mazniati, MPH dan pemberian materi oleh pihak RSUD AWS Samarinda terkait tata kelola IGD.

“Perawat dan bidan yang ikut berjumlah 30 orang. Kami didampingi Kepala IGD AWS, melihat SDM, sarana prasarana, dan proses pelayanan di IGD,” ungkap Bambang, Selasa (7/11/2023).

Selanjutnya, Ia mengatakan tujuan dari kegiatan studi orientasi perawat dan bidan yakni agar memahami penatakelolaan IGD dan memperluas pengetahuan mengenai pengelolaan kegawatdaruratan.

“Agar perawat dan bidan mengetahui bagaimana pengelolaan dan tata kelola kegawatdaruratan,” terangnya.

Bambang menambahkan, melalui studi orientasi ini, harapannya untuk pelayanan IGD dapat menjadi pelayanan kegawatdaruratan terdepan sesuai moto dan tata nilai RSUD Bontang.

“Harapannya pelayanan kegawatdaruratan menjadi terdepan sesuai moto melayani sepenuh hati dan tata nilai Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif dan Aman (CERIA),” sebutnya. (adv/yah)

Terapkan Sistem Kluster Agar Pasien Tak Perlu Lama Antre

0
Terapkan Sistem Kluster Agar Pasien Tak Perlu Lama Antre
Kabid Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Bontang, dr Tri Ratna Paramita. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang menggunakan sistem kluster atau pengelompokan pasien untuk beberapa poli klinik yang tersedia. Hal ini demi memudahkan pasien, agar tidak perlu mengantre lama pasca mendaftar online.

“Dalam rangka efektivitas pelayanan dan meminimalisir banyaknya antrean. Untuk memberikan kepastian layanan yang sesuai dengan waktu jam pelayanan sesuai pendaftaran,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu RSUD Taman Husada Bontang, dr Tri Ratna Paramita.

Ditambahkannya, saat ini ada klinik saraf dan tiga klinik lainnya yang telah melakukan klaster untuk pasien pada saat pemeriksaan. Pengelompokan waktu pelayanan ini sesuai dengan waktu pendaftaran, dan jam pelayanan dengan dikelompokkan dalam satu waktu.

“Yang sudah melakukan klaster ada klinik saraf. Ketika melakukan pendaftaran online maka sudah otomatis akan mendapatkan nomor dan waktu kedatangan,” jelasnya.

Selain itu, tiga klinik lainnya yakni klinik anak, klinik penyakit dalam, dan klinik paru telah melakukan klaster atau pengelompokan dimulai sejak 8 November 2023.

“Per tanggal, jadwal sesuai dengan waktu jam pengelompokannya. Pasien yang datang sesuai dengan jam layanannya, apabila pasien datang tidak sesuai jam pelayanan maka tidak dilayani. Harapannya pasien datang sesuai dengan jam pelayanan agar tidak menunggu lama,” terang dr Mitha.

Pengklasteran atau pengelompokan pasien ini baru dilaksanakan RSUD pada Agustus lalu, dan berlanjut pada November ini pada beberapa klinik.

“Harapan ke depannya bisa berurutan dengan pasien-pasien klinik lainnya, agar mengurangi antrean di ruang tunggu dan mengurangi penularan penyakit melalui airborne atau udara. Pasien bisa datang paling cepat 30 menit sebelum jadwal pelayanan yang tertera pada saat booking pendaftaran,” pungkasnya. (adv/yah)

Dorong Kemandirian Petani, Program Makmur Pupuk Kaltim Dongkrak Hasil Padi Pinrang hingga 9,1 Ton Per Hektare

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Makmur kembali berhasil mendorong produktivitas hasil pertanian masyarakat, khususnya komoditas padi di Kecamatan Campa Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Keberhasilan ini ditandai panen raya padi oleh Manajemen Pupuk Kaltim bersama perwakilan Pemkab Pinrang, pada 23 Oktober 2023.

PM Agrosolution Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, mengatakan pada program Makmur kali ini Pupuk Kaltim menggandeng Kelompok Tani Mattirowalie Kecamatan Campa, dengan luasan lahan mencapai 1.200 Hektare (Ha).

Program ini telah berjalan sejak 2022 lalu, dengan kenaikan hasil panen sebesar 2,5 ton per Ha, atau total mencapai 9,1 ton per Ha, dari sebelumnya maksimal 6,5 ton per Ha. Hasil tersebut didapatkan dengan pengukuran ubinan seluas 2,5 x 2,5 meter persegi, dengan hasil rata-rata 6,5 Kilogram (Kg).

“Program ini didampingi langsung tim agrosolution Pupuk Kaltim, dengan pengaplikasian produk unggulan seperti NPK Pelangi 20-10-10, Pupuk Hayati Ecofert dan Biodekomposer Biodex hasil produksi Pupuk Kaltim,” ujar Yusva, Senin (30/10/2023).

Menurut Yusva, sejak berjalan mulai tahun lalu, kenaikan hasil produksi padi program Makmur di Kecamatan Campa menunjukkan kenaikan signifikan, diawali panen tahap awal sebesar 8 ton per Ha. Jumlah itu terus meningkat seiring pengembangan program, hingga pada sesi panen kali ini mampu mencapai 9,1 ton per Ha.

Hal ini menjadi bukti program Makmur mampu mendorong produktivitas hasil komoditas, dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi dan tata kelola lahan secara benar menggunakan pupuk non subsidi.

“Ini menjadi tujuan utama program Makmur dilaksanakan, dimana hasil pertanian masyarakat mampu ditingkatkan secara optimal, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan petani,” lanjut Yusva.

Dijelaskan Yusva, Program Makmur juga digagas untuk mendorong peningkatan penggunaan pupuk non subsidi oleh petani, guna mengurangi ketergantungan akan pupuk subsidi dengan target lahan yang jauh lebih produktif. Hal ini didukung berbagai produk unggulan Pupuk Kaltim yang telah teruji cocok dengan beragam jenis tanaman dan karakteristik lahan, seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi serta produk hayati Biodex dan Ecofert.

Sejalan dengan itu, Program Makmur pun tidak sekadar upaya meningkatkan kapasitas produksi, tapi juga mendorong penguatan kemandirian petani yang dilibatkan dalam satu ekosistem bisnis pertanian seperti off taker, distributor pupuk, penyedia benih dan pestisida, Dinas Pertanian Daerah, serta lembaga keuangan dan asuransi. Sehingga petani tidak hanya terbantu dari sisi produktivitas, namun juga memberikan kepastian pembelian hasil pasca panen hingga antisipasi kerugian akibat gagal panen.

“Dari upaya tersebut, kemandirian petani dapat terwujud dan diperkuat melalui satu ekosistem bisnis pertanian yang saling terhubung, dan kedepannya diharap mampu mendorong kesejahteraan. Hal inilah yang terus dikembangkan Pupuk Kaltim di berbagai daerah guna membantu petani Indonesia,” tambah Yusva.

Bupati Pinrang melalui Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian Nuraini, mengapresiasi program Makmur yang dikembangkan Pupuk Kaltim untuk membantu petani dengan mendorong produktivitas hasil pertanian di daerahnya. Dikatakan Nuraini, masyarakat Kabupaten Pinrang mayoritas berprofesi sebagai petani terutama padi, dengan luas sawah produktif mencapai 50.000 Ha. Total lahan tersebut merupakan salah satu terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga adanya program Makmur Pupuk Kaltim diharap semakin membantu petani meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian.

“Sekitar 80 persen warga Kabupaten Pinrang merupakan petani, dan program Makmur menunjukkan hasil memuaskan dalam membantu petani kami meningkatkan kesejahteraan untuk mencapai kemandirian,” ucap Nuraini.

Dirinya pun mengimbau petani Pinrang khususnya di Kecamatan Campa mulai membiasakan diri menggunakan pupuk non subsidi, melihat hasil nyata yang didapatkan pada program Makmur Pupuk Kaltim dengan kenaikan produksi cukup signifikan. Jika upaya ini terus dikembangkan, dirinya yakin petani Pinrang akan semakin sejahtera dengan hasil panen yang sangat memuaskan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang telah membantu dan mendampingi petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian padi Pinrang, khususnya di Kecamatan Campa. Kami harap ini bisa menjadi dorongan bagi petani untuk tidak ragu menggunakan pupuk non subsidi,” tandas Nuraini.

Ketua Kelompok Tani Mattirowalie Said Gatta, pun mengaku sangat terbantu dengan Program Makmur Pupuk Kaltim, karena terbukti berdampak langsung terhadap peningkatan produksi padi yang dikelola anggota kelompok tani. Dirinya pun berharap program Makmur dapat terus diperluas Pupuk Kaltim, sehingga makin banyak petani yang bisa terbantu untuk mendapakan hasil lebih maksimal.

“Program Makmur jelas sangat bermanfaat bagi petani, karena terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 20 persen dari sebelumnya. Kami pun berharap program ini semakin diperluas, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh petani di wilayah lain,” tutur Said. (ADV)

Elnino Jadi Kendala Program Wolbachia

0
Elnino Jadi Kendala Program Wolbachia
Ilustrasi program wolbachia. (ist)

BONTANG – Kondisi cuaca panas terik atau yang biasa disebut elnino menjadi kendala tersendiri dalam pengaplikasian Program Inovasi Wolbachia di Bontang. Teriknya panas matahari disinyalir menyebabkan telur-telur wolbachia gagal menetas.

Hal itu diungkapkan, Kasi Surveilans, Imunisasi, Wabah, dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang Adi Permana beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, bahwa panasnya sengatan sinar matahari akan menyebabkan kapasitas air di ember-ember wolbachia menyusut. Apabila kapasitas air berkurang, maka telur-telur wolbachia di dalam ember akan sulit untuk menetas. Kalaupun menetas hanya sebagian saja.

Karenanya pihaknya meminta kepada masyarakat, apabila menemukan ember-ember wolbachia yang posisinya terkena langsung sinar matahari, agar memindahkan posisinya. Ember-ember itu agar dipindah di tempat teduh, atau yang tidak langsung terkena sinar matahari.

“Jangan ditaruh di bawah seng. Teduh memang tapi kondisi panasnya di bawah atap seng juga bisa menyebabkan air menyusut. Juga taruh di tempat yang tidak terjangkau anak-anak,” ujarnya.

Selain itu, meletakkan ember wolbachia juga jangan di tempat yang bersemut. Lantaran di dalam ember tersebut terdapat telur nyamuk dan makanannya. Makanan yang disediakan adalah makanan ikan yang berbau sehingga mengundang serangga datang.

“Kalau didatangi semut atau serangga lain, telur-telur itu akan dimakan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, di setiap ember wolbachia terdapat 250 telur Nyamuk Wolbachia. Biasanya rata-rata yang berhasil menetas sekira 50 telur. Dari 50 telur yang menetas itu tidak semuanya betina ada pula jantannya.

“Kalau menetas 50 telur itu sudah bagus. Nanti yang sudah menetas akan terus meningkatkan populasinya di alam,” pungkasnya. (al)

RSUD Bontang Punya 9 Ambulance untuk Gawat Darurat dan Jenazah

0
RSUD Bontang Punya 9 Ambulance untuk Gawat Darurat dan Jenazah
Ketersediaan mobil Ambulance RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Bontang saat ini memiliki total sebanyak 9 unit Ambulance. Terdiri dari 5 ambulance untuk gawat darurat dan pelayanan kesehatan, serta 4 ambulance jenazah.

Koordinator Ambulance RSUD Bontang, Nurdiansyah mengatakan, untuk kelengkapan alat-alat kesehatan sendiri, Ambulance RSUD Bontang telah dilengkapi sesuai dengan standar Kemenkes RI.

“Ambulance RSUD Taman Husada Bontang  terdiri dari 2 kendaraan Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat,” katanya.

Ada tiga kendaraan ambulance yang berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien, yang dilengkapi dengan peralatan kesehatan seperti oksigen, brankar ambulance, Scoop Stretcher.

“Ambulance gawat darurat yang berisi peralatan kesehatan gawat darurat terdiri dari emergency kit (obat-obat gawat darurat sesuai dengan standar Kemenkes). Ambulance lainnya berfungsi untuk mendukung pelayanan kesehatan pasien yang dilengkapi dengan alat-alat kesehatan,” sebutnya.

Ambulance digunakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan sesuai fungsinya, dengan digunakan di dalam Kota Bontang maupun luar Kota Bontang.

“Ambulance RSUD Taman Husada Bontang selain melayani dalam kota juga melayani luar kota,” tambahnya.

Sementara untuk Ambulance jenazah, RSUD Bontang memiliki empat Ambulance yang terdiri dari tiga mobil Ambulance penggerak belakang untuk melayani dalam dan luar Kota Bontang, dan satu mobil Ambulance penggerak roda depan dan belakang (four wheel drive) untuk menjangkau medan berat.

“Total kendaraan 9 Ambulance. 5 Ambulance pasien dan 4 Ambulance jenazah. Satu menggunakan kendaraan medan berat (penggerak roda depan dan belakang four wheel drive) dengan tujuan dapat melayani dan menjangkau daerah-daerah yang sulit dilalui,” jelasnya. (adv/yah)

36 Karyawan dan Staf RSUD Bontang Ikut Pelatihan Personal Development

0
36 Karyawan dan Staf RSUD Bontang Ikut Pelatihan Personal Development
Pelatihan yang diikuti karyawan dan staf RSUD Taman Husada.(Yahya Yabo)

BONTANG – Sebanyak 36 karyawan dan staf RSUD Taman Husada Bontang mengikuti pelatihan meningkatkan personal development aparatur, dalam rangka membangun budaya kerja di Rumah Sakit yang dilaksanakan pada (3-4/11/2023) berlokasi di Hotel Astara, Balikpapan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Pengendalian Mutu, dr Tri Ratna Paramita mengungkapkan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan SDM karyawan dan staf rumah sakit.

Ia mengatakan, tujuan pelatihan ini agar para pegawai mampu melakukan inovasi-inovasi dan memiliki daya saing dalam bekerja. Kemudian karyawan memiliki budaya kerja yang tinggi dan dapat bersikap profesional.

“Karyawan dapat memiliki integritas tinggi. Karyawan juga akan memiliki daya saing dalam pelayanan kesehatan, sehingga mampu menjalankan motto dan tata nilai RSUD yang harus dibudayakan setiap hari,” jelasnya.

Pelatihan diikuti semua peserta yang berasal dari semua perwakilan unit-unit yang ada di RSUD Bontang.

“Semua unit mengikuti, bukan hanya pegawai yang melayani pasien namun semua pegawai harus memiliki nilai budaya kerja yang dijalankan,” katanya.

“Teman-teman ini dalam bekerja memiliki budaya yang tinggi dengan perilaku profesional. Seperti melakukan pelayanan yang cepat, efisien, sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan standar rumah sakit,” pungkasnya. (adv/yah)

Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!

0
Maraknya Pelajar Bolos Sekolah, Rusli: Pemerintah Harus Turun Tangan!
Rusli, Anggota Komisi I DPRD Bontang. (Dwi)

BONTANG – Butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan orangtua, untuk mencegah maraknya pelajar bolos sekolah akhir-akhir ini. Pemerintah pun diminta turun tangan menyelesaikan. Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli.

Rusli mengatakan, sangat butuh kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua. Selain itu kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diperlukan. Sehingga tidak hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Saya sudah sering ungkapkan ini dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), jangan saling ego. Karena jika semua dibebankan pada dinas pendidikan, rata-rata tidak mungkin bisa langsung selesai,” ucapnya saat dihubungi via telepon, Senin (06/11/2023).

Rusli menyampaikan, jika pemerintah hadir dalam hal ini wali kota atau wakil wali kota pun dapat mendudukan semua OPD, terkhusus pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bisa melakukan pembinaan. Masalah-masalah seperti ini tidak akan bisa tuntas, jika tidak ada kerja sama.

“Harus diadakan sosialisasi, pembinaan kerohanian. Insyaallah bisa teratasi. Akan tetapi, jika saling melempar tugas percayalah masalah seperti ini tidak akan bisa cepat terselesaikan,” paparnya.

Rusli juga berharap, pemerintah ikut campur serta lebih serius dapat menyelesaikan persoalan-persoalan seperti ini. Banyak anggaran yang terpakai untuk kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) di luar daerah, akan tetapi untuk mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, bentuk pembinaan sangat jarang dilakukan. Menjadi pemimpin itu harus kreatif, selama tidak melarang aturan.

Diketahui, belakangan ini marak pelajar kedapatan membolos sekolah. Terdapat belasan pelajar tertangkap basah Satpol PP di tempat-tempat berkumpul, seperti lapak-lapak pedagang Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang), warung kopi (karkop), Pujasera BSD, Mangrove Berbas Pantai, bahkan masih banyak lagi.

Penulis: Dwi S

Editor: Yusva Alam

RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21

0
RSUD Gelar Singing Contest, Ajang Pembinaan Bakat dan Perayaan HUT ke-21
Salahsatu peserta yang tampil di singing contest HUT ke-21 RSUD Taman Husada Bontang. (Yahya Yabo)

BONTANG – RSUD Taman Husada Kota Bontang menggelar Singing Contest Solo Performance dalam rangka HUT RSUD ke-21, bertempat di Ruang Nusa Indah, lantai 5 RSUD Bontang, Senin (6-7/11/2023) dan akan dilanjutkan babak final pada Kamis (9/11/2023).

Direktur RSUD Taman Husada Kota Bontang, dr Suhardi, Sp. JP mengatakan, singing contest dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-21 RSUD. Di mana peserta yang mengikuti lomba berasal dari semua unit di RSUD Bontang. Ia juga mengatakan, singing contest sebagai bentuk pembinaan untuk bakat karyawan yang akan ikut lomba di luar RSUD.

“Ini juga bagian dari pembinaan talent RSUD. Nanti ada penyanyi khusus dari RSUD untuk mengikuti lomba di luar,” kata dr Suhardi, Sp. JP saat pembukaan singing contest, Senin (6/11/2023).

Pelaksanaan singing contest dapat memberikan kebahagiaan bagi para karyawan dan staf RSUD Bontang. “Selamat berkompetisi, semoga dapat memberikan kemeriahan. Dengan singing contest ini seluruh karyawan ikut merayakan suasana kemeriahan HUT ke-21 RSUD Bontang,” jelasnya.

Dr Suhardi juga menambahkan, rangkaian HUT RSUD ke-21 ini dapat memberikan keceriaan pada staf dan karyawan RSUD. “Ada 23 peserta yang mewakili masing-masing unit di RSUD Taman Husada Bontang,” pungkasnya.

Peserta singing contest HUT ke-21 RSUD, Mita Widiyani mengatakan, persiapan yang dilakukan sangat singkat dikarenakan dirinya juga melaksanakan kerja dalam pola shift atau bergantian. Ia mengikuti singing contest untuk memeriahkan HUT ke-21 RSUD.

“Sudah sering mengikuti di setiap HUT RSUD. Tahun ini ikut solo. Persiapannya untuk mewakili ruang keperawatan Bougenvile. Ikut menggembirakan HUT ke-21 kali ini,” ungkapnya.

Sementara ada tiga juri yang akan memberikan penilaian yakni Elimson Simarmata, Gita Novia dan Dina Rante. (adv/yah)

4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’

0
4 Buaya Berukuran 3 Meter Lebih Kembali Dievakuasi, Salahsatunya ‘Ompong’
Salah satu buaya yang berhasil dievakuasi. (ist)

BONTANG – Pasca Buaya Riska dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Kalimantan Timur ke Balikpapan Oktober lalu, terdapat total 4 buaya lain yang kembali berhasil dievakuasi BKSDA. Salahsatunya buaya yang disebut ‘ompong’ oleh masyarakat setempat.

Pada Jumat (3/11/23) lalu,  BKSDA bersama masyarakat menangkap buaya ompong berjenis kelamin betina dengan panjang 448 cm dan lebar perut 62 cm.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Lurah Guntung, Denny Febrian. Ia menjelaskan, bahwa buaya-buaya tersebut memang sudah menjadi incaran BKSDA.

“Memang ada 4 buaya yang ditandai ciri-cirinya, dan itu semua memang direncanakan untuk dievakuasi,” jelasnya saat dihubungi Senin (6/11/23)

Dari laporan warga sekitar memang terdapat 4 buaya berukuran lebih dari tiga meter yang sering bolak-balik. Relokasi ini juga bertujuan untuk menyelamatkan satwa, selain itu juga demi keamanan dan keselamatan warga.

“Buaya-buaya besar tersebut direlokasikan di Lembaga Konservasi di Balikpapan sana,” tambahnya.

Adapun buaya-buaya kecil yang sering didapat oleh warga, buaya tersebut akan dibawa langsung ke Dinas Pemadam Kebakaran untuk diletakkan di penangkaran.

“Sejauh ini semua target buaya yang berukuran tiga meter lebih sudah di evakuasi semua, jadi belum ada target lagi,” ujarnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam