Beranda blog Halaman 942

Isran: Bendali Suka Rahmat Akan Segera Dibangun Tahun Ini!

0
Isran Noor, Gurbernur Kalimantan Timur (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Bendungan Pengendali (Bendali) banjir di Desa Suka Rahmat akan segera dibangun tahun ini. Setidaknya 2 atau 3 bulan mendatang. Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltim, Isran Noor saat saat menghadiri puncak HUT Damkar ke-104, Kamis (9/3/2023).

“Sudah dikordinasikan dengan pusat, untuk bahan-bahan serta material sudah ada.” jelasnya saat ditemui awak media.

Bendali tidak hanya diharapkan dapat mengatasi banjir untuk beberapa tahun mendatang, tapi diharapkan juga sebagai sumber air untuk Bontang. Sekiranya, Bendali Suka Rahmat nantinya akan menyumbangkan air baku sebanyak 150 liter/detik.

Diketahui, bendali yang terletak di Desa Suka Rahmat tersebut belum juga dilakukan pembangunan hingga saat ini. Padahal bendali tersebut merupakan salah satu upaya Pemkot Bontang, untuk mengantisipasi banjir yang terjadi di Kota Bontang.

Terkendalanya pembangunan bendali dikarenakan pembangunannya masuk ke dalam proyek pembangunan jalan nasional, sehingga Pemerintah Bontang dan provinsi tidak memiliki otoritas kewenangan untuk memperbaiki. (sya)

Masalah Pembuangan Sampah, Wali Kota: Harus Dicarikan Solusinya!

0
Wali Kota Bontang Basri Rase. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengaku belum mendapat laporan, terkait kebijakan pengambilan bak-bak sampah di pinggir jalan. Namun permasalahan yang terjadi harus dicari solusi penyelesaiannya.

Basri menyebutkan, pasca pencapaian Piala Adipura Kencana, seharusnya Bontang memiliki inovasi-inovasi dalam masalah kebersihan kota.

“Harus ada inovasi. Harus ada aturan tidak boleh lagi membuang sampah sembarangan. Ini harus dibiasakan mulai sekarang membuang sampah di TPS 3R,” ungkapnya.

Karenanya Ia menginstruksikan kepada lurah-lurah, agar terus mengimbau kepada forum RT, untuk melakukan edukasi kepada warga agar memahami larangan pembuangan sampah.

“Melalui forum RT dapat disampaikan edukasi agar masyarakat tahu. Bisa saja masyarakat tidak tahu atau memang pura-pura tidak tahu,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya selalu melihat kondisi di lapangan sesuai dengan keadaan yang nyata.
“Hari ini kita bahas dengan DLH dan tim pengendalian banjir,” katanya. (adv/yah)

Seleksi Provinsi Pra PON dan Kejurprov, Basri Tekankan Pembinaan Atlet

0
Pembukaan seleksi provinsi pra PON dan kejurprov Kaltim di Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Seleksi Provinsi Pra PON dan kejuaraan provinsi kelompok umur Kaltim 2023 untuk atlet tenis meja dilaksanakan di Kota Bontang, Rabu (8/3/2023) di GOR Pupuk Kaltim.

Pelaksanaan seleksi Pra PON ini diikuti 8 kabupaten/kota di Kaltim, yakni Balikpapan, Samarinda, Kukar, Kubar, Kutim, Berau, Bontang dan Paser.

Ketua PTMSI Provinsi Kaltim, Sambas mengatakan, seleksi pra PON dan Kejurprov ini memiliki peran penting dalam melakukan pembinaan atlet ke depannya di Kaltim. Seleksi ini dapat mengasah para atlet Kaltim dalam menghadapi pertandingan, baik nasional maupun internasional.

“Prestasi atlet tenis meja di awal tahun 2023, yaitu ada beberapa atlet masuk seleksi nasional dalam persiapan Sea Games dan ada satu atlet yang telah masuk pelatnas untuk Sea Games,” kata Sambas.

Perlu diadakan kejuaraan-kejuaraan tenis meja, untuk membentuk semangat para atlet dalam berprestasi di Kaltim. Sehingga dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, para atlet tenis meja dapat bertanding dengan semangat sportifitas dan mengedepankan kebersamaan.

“Karena keberhasilan dari pertandingan ditentukan dari penyelenggara dan juri atau wasit. Kalau penyelenggaranya ada intervensi, maka pertandingan tidak akan berhasil,” jelas Basri saat membuka seleksi pra PON dan kejurprov, Rabu (8/3/2023).

Hal lainnya Basri menekankan, tidak ada lagi atlet-atlet dari luar yang mewakili baik tingkat kota maupun provinsi. Karena harapan ke depannya yakni melakukan pembinaan atlet secara berkesinambungan.

“Di setiap kesempatan saya sampaikan kepada pengurus KONI. Bukan hanya prestasi yang kita inginkan tapi pembinaan berkelanjutan bagi atlet,” ungkapnya.

“Saya akan membantu memfasilitasi KONI Bontang, tapi saya ingin ada pembinaan atlet selanjutnya,” tambahnya. (adv/yah)

Dua Warga Bonles Hampir Baku Parang, Cuma Masalah Sepele

0
Mediasi kedua belah pihak oleh Bhabinkamtibmas Bonles. (ist)

BONTANG – Hanya karena salah paham, dua warga Bontang Lestari (Bonles) nyaris saling serang menggunakan senjata tajam jenis parang, Selasa (7/3/2023), sekira pukul 10.00 wita.

Dikatakan Kapolsek Bontang Selatan melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Bontang Lestari, Bripka Syamsiar Fadly, awalnya seorang pria berinisial SU singgah di warung kopi di wilayah Segendis, Bontang Lestari.

Karena hujan, dia pun memindahkan sepeda motornya. Pada saat memindahkan kendaraannya, dia mendengar pemilik warung berteriak-teriak, lalu ditanya oleh SU.

“Pemilik warung berinisial PI menjawab tidak apa-apa” ungkapnya.

Usai mendengar pertanyaan tersebut, pemilik warung melihat SU seolah emosi, sehingga dia masuk ke dalam rumah dan mengambil parang.

“SU menghindari PI yang membawa parang sampai terjatuh. Untung ada warga yang bantu menghentikan upaya penyerangan,” ujarnya.

Tak selesai sampai di situ, SU merasa tak terima dengan perlakuan itu. SU kemudian pulang dan turut mengambil parang, berniat membalas perbuatan PI yang mengancamnya menggunakan parang.

“Beruntung masih bisa ditahan sama warga sekitar,” katanya.

Kejadian ini pun berhasil diatasi oleh Bhabinkamtibmas Bontang Lestari, yang berupaya menenangkan kedua belah pihak. Masalah dapat diselesaikan dengan mediasi yang berujung damai.

“Dibuatkan kesepakatan untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama, karena pengancaman menggunakan sajam bisa berakibat fatal,” tutupnya. (hms)

Bersihkan Wilayah, Kelurahan Loktuan Laksanakan Putar Gasing

0
Para pegawai Kelurahan Loktuan melaksanakan Putar Gasing. (Dok. Kelurahan Loktuan)

BONTANG – Kelurahan Loktuan bersama para pegawainya melaksanakan Patroli Seputar Kelurahan Menjaga Kebersihan Lingkungan (Putar Gasing), Rabu (8/3/23).

Lurah Loktuan, Hadi Jumianto mengatakan, Putar Gasing merupakan inovasi dari Kelurahan Loktuan, guna menjaga kebersihan lingkungan.

“Fokusnya adalah memantau kebersihan di badan jalan, serta trotoar jalan utama sepanjang Jalan RE. Martadinata, Slamet Riyadi hingga Pos 7,” jelas Hadi saat dihubungi awak media.

Kegiatan ini melibatkan para pegawai kantor kelurahan dan mitra Kelurahan Loktuan, untuk bergotong royong menjaga kebersihan wilayah sekitar.

Putar Gasing ini akan dilakukan setiap pagi hari, mulai pukul 8 pagi sampai jam 10 pagi. Kemudian akan dilanjutkan pukul 2 siang, “Jadi kan ini patroli, tiap hari akan dipantau,” tegasnya.

Pihak kelurahan juga meletakkan beberapa tanaman di trotoar jalan, agar tidak ada warga yang menaruh sampah atau membuangnya sembarang. Oleh sebab itu, Hadi mengimbau warga untuk disiplin.

“Warga diharapkan bisa membuang ke tempat sampah yang sudah disediakan. Saya juga berharap kesadaran warga, jika ada sampah berserakan jangan hanya dibiarkan,” harapnya.

Ia juga mengatakan, warga jangan bergantung kepada inovasi dari kelurahan tersebut, namun harus ikut membantu menjaga kebersihan sekitar jalanan. Apalagi, kalau hanya bergantung kepada pembersih jalan. (sya)

Personel Kodim 0908/Bontang Latihan Menembak

0
Prajurit Kodim 0908/Bontang berlatih menembak. (ist)

BONTANG – Kodim 0908/Bontang kembali menggelar latihan menembak (latbak) senjata ringan (jatri) laras panjang. Latihan pada triwulan l tahun 2023 itu, dilaksanakan di Lapangan Tembak Denarhanud Rudal 002/ABC, Kelurahan Gunung Elai, Rabu (8/3/2023).

Kapten Inf, Norkem selaku Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 0908/Bontang juga sebagai koordinator latihan menembak mengungkapkan, latbak jatri merupakan salah satu program pembinaan latihan bidang operasi. Dilaksanakan setiap triwulan, untuk pembinaan prajurit Kodim 0908/Bontang secara terprogram dan terencana. Tujuannya untuk memelihara dan mengasah kemampuan prajurit dalam hal menembak.

“Kemampuan menembak merupakan salah kemampuan dasar prajurit yang harus dikuasai dan dipelihara, sehingga dapat tercapai prajurit yang profesional di bidangnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sebelum melaksanakan latihan, terlebih dahulu diadakan apel pengecekan sekaligus penyampaian, bahwa latihan menembak merupakan program dari komando atas yang dijabarkan oleh satuan bawah ke dalam kalender latihan satuan.

“Dengan dilaksanakannya latihan menembak diharapkan, kemampuan menembak personel Kodim 0908/Bontang dapat terpelihara dengan baik,” ujarnya.

“Latihan akan dikatakan berhasil, bila dalam latihan itu tidak ada yang mengalami kecelakaan. Karena itu saya tekankan kepada seluruh peserta latihan, untuk selalu perhatikan faktor keamanan. Ikuti prosedur, mulai dari pengambilan senjata, amunisi, serta pergerakan di dalam lapangan tembak,” katanya. (Pendim Btg)

Basri: Buktikkan Bontang Laik Tuan Rumah Rakor Damkar Nasional!

0
Basri Rase, Wali Kota Bontang saat memberikan sambutan. (Syakurah)

BONTANG – Rapat Koordinasi (Rakor) Dinas  Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) se-Kalimantan Timur (Kaltim) dilaksanakan Rabu (8/3/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Rakor ini dibuka oleh Wali Kota Bontang, Basri Rase dan dihadiri 10 dinas pemadam kebakaran seluruh kabupaten/kota yang ada di Kaltim.

Basri mengatakan, Bontang menjadi salah satu list kota yang direncanakan oleh pemerintah pusat, untuk dijadikan tuan rumah dalam rangka rakor tingkat nasional. Sebab itu ia berharap DPKP Bontang dapat membuktikan kepantasannya.

Rakor Damkar tingkat nasional rencananya berlangsung Maret 2024 mendatang. “Harus kita usahakan agar diadakan di Bontang, mari kita buktikan ke pemerintah pusat” harapnya.

Dilanjutkan, petugas damkar harus memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Petugas damkar tidak hanya bertugas untuk memadamkankan api, tapi juga membantu masyarakat.

“Damkar itu banyak bisanya, menangkap ular, buaya, dan setahu saya pekerjaan paling kecil yang dilakukan itu memotong cincin yang tidak bisa lepas dari jari, itu ada loh,” ungkap Basri.

Pemerintah kota juga sudah banyak melengkapi sarana di Damkar Bontang. Ia meyakini Bontang memilik SDM yang berkualitas, sehingga kelengkapan alat juga harus ditunjang.

“Kunci keberhasilan Damkar Bontang adalah memiliki peralatan yang lengkap, jadi pekerjaan Damkar tidak akan tertunda.” jelasnya. (adv/sya)

Banjir Rob dan Salah Arah Pengelolaan Kawasan

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Sejumlah warga terdampak banjir rob di Kelurahan Bontang Kuala sebanyak 800 warga, Kelurahan Tanjung Laut Indah sekitar 900 orang, Kelurahan Berbas Pantai sekitar 850 orang, dan Kelurahan Api-api sekitar 100 orang. Empat fasilitas pendidikan juga turut terendam. Diantaranya MAN Bontang, MTS Al-Ikhlas, SD Negeri 001 Bontang Utara, dan TK Negeri 3. (klikkaltim.com, 21/2/2023)

Banjir rob (Remaining On Board) Bontang hanya sebagian kecil dari wajah bopeng kapitalisme yang salah arah mengelola kawasan.

Pembangunan Kawasan Pesisir

Banjir rob terjadi akibat luapan air laut. Terjadinya air pasang di laut ini menahan aliran sungai yang seharusnya menuju ke laut. Namun karena tumpukan air sungai berlebih yang kemudian menyebabkan tanggul jebol akibat tak mampu menampung luapan air dan membuat air meluap ke daratan.

Banjir rob memang disebabkan faktor kombinasi antara naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah. Faktor lain yang berhubungan dengan aktivitas manusia adalah pembangunan infrastruktur yang melebihi daya dukung fondasi tanah dan pengambilan air tanah secara berlebihan. Jika penurunan tanah lunak ini terjadi di bibir pantai, akan terjadi rob seperti di Bontang Kuala.

Kondisi lahan pesisir tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini tidak semestinya menjadi pemukiman. Kawasan pesisir harus terjaga aspek lingkungan dan konservasinya sehingga tidak mudah menjadi lahan kritis.

Visi perikanan maritim semestinya dapat dimajukan. Aspek budidaya dan pengolahan hasil perikanan juga bisa menjadi bagian dari konsep yang potensial untuk pemanfaatan kawasan pesisir.

Tetapi realitas pengelolaan kawasan pesisir saat ini dalam kacamata kapitalisme. Maka akibatnya atas nama asas kemanfaatan ekonomi, kapitalisme merestui industrialisasi. Sehingga, krisis demi krisis pun marak terjadi dan lingkungan makin rusak.

Menjadi tabiat kapitalisme, yakni rakus dalam memanfaatkan suatu kawasan. Karakter materialistis kapitalisme telah gelap mata membuahkan pembangunan ekonomi berupa industrialisasi yang ugal-ugalan dan berakibat pada parahnya kerusakan lingkungan.

Bukan hanya karena pasang air dan tingginya curah hujan, banjir sebabnya karena pembukaan lahan oleh tambang, sawit, deforestasi, dan pemukiman. Rusaknya kapitalisme yang mengeksploitasi alam sehingga merusak lingkungan.

Kebijakan dan tata kelola pejabat saat ini wajar banjir berulang. Percuma jika hanya perkara teknis menangani banjir dalam keadaan tata ruang dan tata kelola SDAE yang masih materialis liberalis. Persoalan banjir termasuk dalam perkara sistemik ideologis tidak lagi teknis.

Banjir rob Bontang hanya sebagian kecil dari wajah bopeng kapitalisme yang salah arah mengelola kawasan. Masyarakat pesisir jadi gigit jari. Keahlian dan ekonomi kearifan lokal mereka dalam memanfaatkan potensi pesisir teramputasi, dan terpaksa menjadi bagian kawasan industri kapitalisme karena ketiadaan visi ideologis yang sahih.

Visi dalam Sistem Islam

Hal yang berbeda dengan sistem Islam. Allah Taala berfirman dalam QS Al-A’raf [7]: 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Islam mengajarkan untuk mengelola suatu kawasan berdasarkan potensinya agar terjaga dari kerusakan, sehingga tidak ada lahan kritis sehingga yang menyebabkan rob. Tidak perlu memaksakan kondisi lahan pesisir yang tidak bisa digunakan sebagai kawasan industri ataupun permukiman, walaupun kawasan pantai potensial untuk menjadi pelabuhan.

Seperti dalam sejarah masa kesultanan Islam di kawasan Pantura Jateng adalah kawasan perdagangan dan pelabuhan, bahkan menjadi bagian dari pertahanan militer angkatan laut sebagaimana kisah Ratu Kalinyamat maupun Kesultanan Demak yang saat itu mampu mengirimkan pasukan untuk menghadapi Portugis di Malaka.

Hal ini menunjukkan potensi kawasan pesisir saat itu bervisi jihad. Tetapi, saat ini pesisir telah bergeser menjadi kawasan industri dan pemukiman padat tanpa menyisakan visi politik.

Maka itu, penting adanya visi ideologi Islam untuk pembangunan kawasan pesisir sehingga potensinya tidak hanya demi kemanfaatan ekonomi melainkan dapat menjadi aset masa depan generasi berikutnya. Visi ini tidak terwujud dalam konteks kapitalisme yang selalu sarat eksploitasi.

Islam Mengatasi Banjir

Islam memberikan solusi untuk mengatasi kerusakan lingkungan dengan fokus pada akar masalah penyebab segala kurusakan lingkungan. Islam akan menghentikan tata kelola SDAE liberalistik dengan mengembalikannya kepada tata kelola SDAE Islam.

Islam melarang kepemilikan SDAE dikuasai oleh individu, swasta, atau asing. SDAE dalam Islam kepemilikan umum akan dikuasai oleh negara untuk kesejahteraan umat. Islam memiliki kebijakan canggih dan efisien untuk mengatasi banjir dan genangan. Kebijakan tersebut mencakup sebelum, ketika, dan pascabanjir.

Pertama, banjir karena keterbatasan daya tampung tanah terhadap curahan air, maka akan dibangun bendungan yang bisa menampung curahan air dari aliran sungai, curah hujan, dan lain sebagainya.

Islam akan memetakan daerah rendah yang rawan genangan air dan melarang membangun di sana atau jika dana cukup maka akan dibangun kanal-kanal baru atau resapan agar air yang mengalir di daerah tersebut bisa dialihkan alirannya, atau bisa diserap oleh tanah secara maksimal. Dengan cara ini, maka daerah-daerah dataran rendah bisa terhindar dari banjir atau genangan.

Adapun daerah pemukiman yang awalnya aman dari banjir dan genangan, namun sebab tertentu terjadi penurunan tanah sehingga terkena genangan atau banjir, maka akan ditangani genangan tersebut. Jika tidak memungkinkan, maka akan dievakuasi penduduknya, dipindahkan ke daerah lain dengan memberikan kompensasi.

Secara berkala, akan dikeruk lumpur di sungai atau daerah aliran air agar tidak terjadi pendangkalan. Akan dilakukan penjagaan ketat kebersihan sungai, danau, dan kanal dengan cara memberikan sanksi bagi siapa saja yang mengotori atau mencemarinya. Dan juga akan dibangun sumur resapan di kawasan tertentu yang sewaktu-waktu juga bisa digunakan untuk kemarau.

Kedua, dalam aspek undang-undang dan kebijakan, akan dibuat kebijakan pembukaan pemukiman dengan menyertakan variabel-variabel drainase, penyediaan daerah serapan air, penggunaan tanah berdasarkan karakteristik tanah dan topografinya. Dengan kebijakan ini, Islam mampu mencegah kemungkinan banjir atau genangan.

Islam menetapkan daerah-daerah tertentu sebagai daerah cagar alam yang harus dilindungi. Ditapkan juga kawasan hutan lindung dan kawasan buffer yang tidak boleh dimanfaatkan kecuali dengan izin.

Dalam menangani korban bencana alam Islam akan bertindak cepat dengan melibatkan warga terdekat. Akan did ediakan tenda, makanan, pakaian, dan pengobatan. Selain itu, akan dikerahkan para alim ulama untuk memberikan taushiyyah bagi korban agar mereka mengambil pelajaran sekaligus menguatkan keimanan mereka agar tetap tabah, sabar, dan tawakal.

Demikianlah kebijakan penguasa Islam mengatasi banjir. Kebijakan tersebut tentu berbeda dengan sekarang yang pandangannya kapitalis sehingga SDA dibabat tanpa peduli aturan Ilahi.

Wallahu’alam.

30 Peserta Berlatih Komposisi Musik dan Lagu

0
Penyajian materi komposisi lagu menggunakan software dan hardware musik digital. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang mengadakan Pelatihan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengkomposisi karya musik dan lagu, Selasa (7/3/2023). Kegiatan ini bekerjasama dengan Studio Taman Musik yang bertempat di Jalan Gendang I, Kelurahan Bontang Baru.

Kegiatan ini berupa pelatihan bagaimana membuat sebuah lagu, mengaransemen, hingga memproduksinya menjadi sebuah lagu yang layak disajikan ke telinga penikmat musik. Menggunakan piranti-piranti musik digital, baik software mauapun hardware.

Pelatihan berlangsung selama 3 hari sejak Selasa hingga Kamis (7-9/3/2023). Diikuti sebanyak 30 peserta yang terbagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 peserta. Setiap harinya peserta belajar sejak pukul 09.00 wita hingga pukul 15.00 wita.

Ruslan, salahsatu instruktur di Studio Taman Musik menjelaskan, di materi membuat lagu peserta diajarkan bagaimana mengkomposisi lagu dan bagan-bagan aransemen sebuah lagu.

Sementara untuk materi produksi lagu, peserta diajarkan bagaimana mengaransemen lagu menggunakan software ataupun hardware musik digital.

“Kemampuan yang harus dimiliki peserta minimal bisa memainkan chord-chord dasar alat musik. Kalau vokalis setidaknya nyanyinya tidak fals,” ujarnya.

Sementara itu, Kadispopar Ahmad Aznem melalui Staf Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan & Ekraf, M Deddy Arianto mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya peningkatan kapasitas SDM pariwisata & Ekraf tingkat dasar dari Dispopar Bontang. Merupakan komitmen Pemkot Bontang pada sub sektor ekonomi kreatif musik.

“Anak-anak muda Kota Bontang potensial, produktif, dan berkreasi baik SDM dan prasaarananya. Dispopar tangkap peluang ini untuk dikembangkan. Agar jadi SDM yang memiliki karya-karya musik yang berkualitas nantinya,” ujar Dedy.

Pelatihan ini akan memberi panduan bagi kreator musik tingkat pemula, agar bisa membuat karya yang berkualitas. Diikuti pelaku ekonomi kreatif musik tingkat pelajar dan umum. (adv/al)

Tahun Ini Bontang Jadi Tuan Rumah TTG Tingkat Provinsi

0
Kepala Bidang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Andi Nur Fatmawati. (Syakurah, Radarbontang.com)

BONTANG – Bontang terpilih menjadi tuan rumah untuk menggelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat provinsi tahun 2023 ini.

Hal itu diungkapkan Andi Nur Fatmawati, Kepala Bidang Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang saat ditemui awak media, Selasa (7/3/23).

TTG merupakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tidak merusak lingkungan, dapat dimanfaatkan dan dipelihara oleh masyarakat dengan mudah, serta meningkatkan nilai tambah dalam aspek ekonomi dan lingkungan.

Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) merupakan lembaga kemasyarakatan yang memberikan pelayanan teknis, informasi dan orientasi berbagai jenis TTG. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Wali Kota Bontang, yaitu pariwisata maju, UMKM bangkit.

Bontang menjadi tuan rumah karena pada tahun 2022 lalu, Bontang menjadi juara pertama untuk lomba TTG di Provinsi Kalimantan Timur. Bahkan berhasil maju ke tingkat nasional di Sumedang.

“10 kabupaten/kota se-Kaltim nanti akan hadir semua ke sini, membawa alat dari masing-masing daerah,” jelasnya.

Ditanya soal kesiapan Kota Bontang sendiri, Fatmawati menuturkan, bahwa persiapan Kota Bontang sudah melakukan koordinasi ke provinsi dan ditetapkan SK Gubernur terkait lokus tuan rumah gelar TTG tingkat provinsi.

“Dari provinsi sudah survei lokasi pelaksanaan. Ditetapkan di Stadion Bessai Berinta (Lang-lang) dan akan dilaksanakan pada Bulan Mei mendatang,” Lanjutnya. (sya)