Beranda blog Halaman 944

Satu Anggota Polres Bontang Terima Penghargaan Kenaikan Pangkat Pengabdian

0
Satu Anggota Polres Bontang Terima Penghargaan Kenaikan Pangkat Pengabdian
Aipu Rusmana saat menerima penghargaan kenaikan pangkat pengabdian. (ist)

BONTANG – Aiptu Rusmana mendapat kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi, Kamis (31/8/2023). Kenaikan pangkat tersebut didapat atas dedikasi dan loyalitas selama menjadi anggota Polri.

Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian digelar di halaman Mapolres Bontang. Dipimpin oleh Waka Polres Bontang serta dihadiri para PJU, Personil Polres Bontang, dan Bhayangkari cabang Bontang.

Personel penerima kenaikan pangkat pengabdian Aiptu Rusmana menjabat sebagai Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Bontang saat ini menyandang pangkat Ipda.

Kapolres Bontang melalui Kabag Sumda AKP H. M Slamet mengatakan, bahwa kenaikan pangkat pengabdian merupakan kenaikan pangkat efektif yang diberikan kepada anggota Polri menjelang pensiun.

Kenaikan pangkat ini diberikan minimal tiga bulan sebelum yang bersangkutan memasuki masa pensiun.

“Tidak semua personel Polri mendapat kenaikan pangkat pengabdian,” ungkapnya mengutip dari Polresbontang.com.

Hal ini tidak terlepas dari penilaian aspek moral, mental, kepribadian, kemampuan, prestasi kinerja, melaksanakan tugas tanpa catatan pelanggaran selama berdinas, serta dapat dijadikan suri tauladan bagi personel lainnya.

“Kenaikan pangkat pengabdian adalah salah satu wujud penghargaan dari pimpinan dan institusi Polri kepada anggota yang berdedikasi, serta mempunyai loyalitas yang tinggi dengan dibuktikan pelaksanaan dinas yang baik, serta tentunya tanpa catatan pelanggaran selama aktif berdinas,” jelas dia.

Editor: Yusva Alam

Kenalkan Wisata Melalui Pembangunan Infrastruktur, Dinas PUPRK Gelar Lomba Video Pendek

0
Kenalkan Wisata Melalui Pembangunan Infrastruktur, Dinas PUPRK Gelar Lomba Video Pendek
Opening ceremony lomba video objek wisata di Halaman Parkir Bontang Kuala. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang melaksanakan opening ceremony kegiatan lomba video objek wisata Malahing, Pasilan, Beras Basah dan Pulau Sejagah, Jumat (29/9/23) di Halaman Parkir Bontang Kuala.

Kepala Dinas PUPRK, Usman menjelaskan, bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pariwisata di Kota Bontang, karena sejauh ini pembangunan Kota Bontang belum ada kemandirian.

“Selama ini uang untuk pembangunan Kota Bontang selalu bagi hasil, sementara gas dan batu bara perusahaan-perusahaan di Bontang sebentar lagi akan habis,” ucapnya dalam sambutan.

Hal tersebut dinilai dapat berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang. Oleh sebab itu pemkot telah mencanangkan peningkatan sektor pariwisata. Maka Dinas PUPRK pun ikut berperan aktif dalam pariwisata dengan pembangunan infrastruktur untuk menunjang pariwisata.

“Hal seperti ini harus ada konektivitas, makanya kami melengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan tupoksinya,” imbuhnya.

Contoh pembangunan yang akan dikerjakan berupa terminal pelabuhan serta penyediaan air bersih untuk wilayah pesisir.

Ada beberapa lokasi yang memiliki keunggulan, namun masyarakat Kota Bontang sendiri belum mengetahui, untuk ini dengan adanya lomba video pendek ini bisa menjadi acuan untuk mengabarkan lokasi-lokasi yang indah, namun belum terekspos.

Besok, mereka akan melakukan snorkling di wilayah Pasilan dan Beras Basah, untuk membuktikan keindahan Pasilan tidak kalah dari daerah-daerah lain seperti Maratua, Bunaken, dan Derawan.

“Dengan adanya lomba ini nantinya Pasilan bisa diolah, dan kita akan berkolaborasi dengan provinsi juga, jadi bisa ada penginapan, snorkling juga,” tambahnya.

Total hadiah mencapai Rp 30 juta dengan penerima lomba juara 1 hingga juara harapan, dengan tema ‘Peran Dinas PUPR Mendukung Infrastruktur Destinasi Wisata.’ Pengambilan video akan dilakukan serentak. Peserta berasal dari wilayah Bontang dan Balikpapan

Wali Kota Bontang diwakili Asisten II, Lukman menjelaskan, bahwa lomba ini merupakan upaya nyata Pemkot Bontang untuk mendorong ekonomi kreatif masyarakat, serta mempromosikan objek-objek keindahan yang ada di Kota Bontang.

“Setelah kita mendapatkan juara 3 Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, akan ada kunjungan kerja dari 33 kabupaten/kota se-Kalimantan pada November mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa wisata di Kota Bontang dapat bersaing dengan wilayah lain,” tutupnya.

Penulis: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Pemkot Gelar Penyusunan RPJPD Bontang 2024-2045, Basri: Jangan Remehkan!

0
Pemkot Gelar Penyusunan RPJPD Bontang 2024-2045, Basri: Jangan Remehkan!
Wali Kota Bontang hadir di Ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Bontang 2024-2045. (ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase meminta kepada jajarannya agar tidak menganggap remeh penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), lantaran aktivitas tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan dan program pemkot.

Hal itu disampaikannya saat Ekspose Laporan Pendahuluan Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Bontang 2024-2045 oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitang).

Kegiatan ini diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (25/09/2023) lalu. Dipimpin langsung Wali Kota Bontang Basri Rase. Bersama dengan Sekretaris Daerah, Aji Erlynawati, acara tersebut turut mengundang seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Taman.

Dalam arahannya, Basri Rase mengungkapkan RPJPD harus menjadi perhatian serius bagi seluruh komponen pemerintahan.

“Masalah ekonomi, tingkat pengangguran semakin tinggi, padahal daerah industri. Apalagi industri Bontang bukan semakin naik tapi semakin berkurang seiring berkurangnya bahan baku, harus berani dapatkan industri hulu ke hilir,” ungkapnya mengutip dari ppid.bontangkota.go.id.

Basri berpesan agar seluruh pihak yang hadir dapat memberikan masukan terkait penyusunan RPJPD ini.

“RPJPD ini harus berani, bagaimana kelemahan, kekurangan, potensi kita. Inklusif sosial. Jangan berpikir untuk kita, berpikir untuk kami. Saya menggugah kita semua untuk mencoba lebih serius lagi memberikan masukan kepada tim ahli kita dalam menyusun RPJPD,” tukasnya.

Selain jajaran pemkot, turut hadir Tim Ahli Pranata Pembangunan dari Universitas Indonesia.

Ada beberapa temuan dalam sosialisasi awal yang dilakukan oleh Tim Pranata Pembangunan UI. Di antaranya, peran Kota Bontang setelah masa migas, peran Kota Bontang dalam pembangunan IKN, manfaat industri terhadap masyarakat lokal, kebutuhan pengembangan UMKM, keberlanjutan pengelolaan air bersih, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, penanggulangan banjir, kebutuhan pengembangan infrastruktur intra dan antar wilayah, tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, masalah ketenagakerjaan, dibutuhkan peningkatan kualitas sdm, program pemulihan ekonomi pasca pandemi, kebutuhan peningkatan layanan Kesehatan, tingginya angka stunting, hilirisasi dan permasalahan social masyarakat.

Editor: Yusva Alam

Mengenal Pengelolaan BBM dalam Islam

0
Mengenal Pengelolaan BBM dalam Islam
Adiah Murwidiaswati S. Si. (ist)

Oleh:

Adiah Murwidiaswati S. Si

(Aktivis dakwah)

Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisi Bahan Bakar Umum (SPBU) masih terjadi di Bontang. Antrean  sudah berlangung sejak awal September dan masih terjadi sampai saat ini. Antrean ini khususnya untuk kendaraan yang mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pertalite.

Disiyalir penyebabnya adalah karena warga panik (panic buying) akibat adanya  kenaikan harga BBM. Penyebab lainnya juga karena beralihnya konsumen BBM non subsisi ke BBM bersubsidi.

Mengutip dari laman resmi Pertamina (https://mypertamina.id/fuels-harga)(01/09/2023), harga pertamax menjadi Rp 13.600 atau naik Rp 800 per liter, pertamax Turbo naik Rp 1.500 per liter menjadi Rp 16.250, pertamina Dex menjadi Rp 17.250 atau naik Rp 2.600 per liter dan  exlite dari Rp 14.250 menjadi Rp 16.700. Sementara dua jenis BBM subsidi pertalite dan bio Solar masih tetap alias tidak mengalami perubahan harga, tetap Rp 10 ribu dan Rp 6.800 per liter.

Masalah kenaikan harga BBM ini tidak berhenti pada terjadinya antrean panjang saja. Namun akan berimbas pada beberapa sektor salah satunya adalah kenaikan harga bahan makanan pokok dan hajat hidup lainnya. Inflasipun banyak dikeluhkan masyarakat.

Fenomena kenaikan harga BBM yang merugikan rakyat ini terus berulang, karena paradigma dalam tata kelola energi terutama minyak dan gas dipengaruhi sistem kapitalis. Kebijakan kenaikan BBM tidak lepas dari usaha meliberalisasi sektor hilir, setelah sukses meliberalisasi sektor hulu.

Kebijakan ini adalah konsekuensi logis dari penerapan sistem ekonomi kapitalis liberal. Saat negara melepas harga BBM ke pasar Internsional lalu mengembalikan harga BBM pada skema harga pasar yang tinggi, artinya pengelolaan BBM dijadikan bisnis dengan menyerahkannya pada mekanisme pasar.

Kesalahan dalam mengadopsi sistem ekonomi kapitalis khususnya dalam pengelolaan BBM, telah menjerumuskan rakyat dalam kesengsaraan. Rakyat membutuhkan alternatif tatanan hidup yang  lebih baik dan shahih yaitu tatanan ekonomi Islam.

Dalam Islam ketersediaan energi termasuk salah satu yang dijamin oleh negara. Sistem ekonomi Islam menetapkan pengelolaan migas dalam prinsip-prinsip sebagai berikut:

Pertama, migas adalah kekayaan milik umum. Ini segala sesuatu yang sifat kepemilikan harta milik umum tidak boleh dikuasai individu, swasta, asing, ataupun korporasi.

Terdapat penjelasan hadits tentang barang yang menjadi hajat hidup orang banyak (kepemilikan umum). Dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma-, ia berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda: “Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api. Dan harganya adalah haram. (HR. Ibn Majah). Dalam hal ini negara hanya bertindak sebagai pengelola migas yang diberi mandat rakyat agar dapat melakukan eksplorasi dan eksploitasi bukan sebagai pemilik.

Kedua, dalam hal distribusi hasil pengelolaan BBM tersebut dikembalikan kepada rakyat dengan distribusi BBM merata dengan harga murah. Negara tidak boleh menjualnya kepada rakyat dengan asas mencari keuntungan. Harga jual kepada rakyat sebatas harga produksi. Apabila ada kelebihan negara boleh menjual ke luar negeri. Itupun dalam rangka mengoptimalkan penerimaan negara.

Dengan tata kelola minyak yang berlandaskan pada syariat Islam, negara akan mampu memenuhi bahan bakar dalam negeri untuk rakyat. Negara juga memberikan harga yang murah bahkan gratis.

Indonesia adalah negeri yang memiliki sumber daya yang melimpah, tetapi secara ekonomi dan politik tetap tunduk kepada Barat dengan sistem ekonomi kapitalisnya.

Membatasi subsidi BBM dan menaikkan harga BBM, akan terus menjadi kebijakan yang diambil jika masih menerapkan ekonomi kapitalisme.

Oleh karenanya, apabila sungguh-sungguh mendambakan kesejahteraan, harus dengan mengubah sistem yang gagal ini dengan sistem yang bersumber dari Zat Yang Maha Benar dan Maha Maha Adil.

Wajib pula untuk menghadirkan pemimpin yang mau tunduk dengan syariat-Nya agar memimpin dengan penuh amanah.

Dikucur Rp 26 Miliar dari Bankeu Provinsi, Sebentar Lagi Jalan Urip Sumoharjo Mulus

0
Dikucur Rp 26 Miliar dari Bankeu Provinsi, Sebentar Lagi Jalan Urip Sumoharjo Mulus
Kondisi peningkatan Jalan Urip Sumiharjo, Kelurahan Bontang Lestari. (ist).

BONTANG – Proyek peningkatan Jalan Letjend Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan hampir rampung.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin.

Dikatakannya, peningkatan jalan itu dilakukan pada jalan sepanjang kurang lebih 6 meter. Proyek ini mendapat kucuran dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur dengan total nilai kontrak sebesar Rp 26 miliar.

Pengerjaan peningkatan jalan dilakukan mulai dari simpang tiga hingga menuju PT Graha Power Kaltim (GPK).

“Semua masih on progres,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, progres jalan kali ini tidak lagi dilakukan penambalan, tetapi peningkatan jalan. Hal itu lantaran untuk penambalan tak bertahan lama. Sering rusak setelah baru ditambal.

“Penambalan ini dinilai hanya menghabiskan anggaran,” imbuhnya.

Apalagi ruas jalan sepanjang Bontang Lestari melewati area industri, sehingga kebutuhan saat ini dilakukan peningkatan jalan.

Adapun target kontrak selesai pada Bulan Desember 2023 mendatang.

“Sampai Desember target kami,” beber dia.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Sering Transaksi Narkoba, Pria Asal Tanjung Laut Indah Ditangkap Depan Hotel

0
Sering Transaksi Narkoba, Pria Asal Tanjung Laut Indah Ditangkap Depan Hotel
Pelaku diamankan bersama barang bukti. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang bersama Unit Reskrim Polsek Bontang Barat berhasil membongkar kasus narkoba. Seorang Warga Tanjung Laut Indah berinisial MZ 43 tahun ditangkap pada Rabu (27/9/2023) pukul 22.30 Wita.

Kapolres Bontang melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid mengatakan, penangkapan dilakukan di depan sebuah hotel di KM 6, Bontang Barat.

“Kita sudah lakukan penyelidikan, tersangka ini sering melakukan transaksi narkoba,” ujarnya mengutip dari Polresbontang.com.

Saat ditangkap tersangka mengendarai sepeda motor dan berhenti tepat di depan hotel.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan satu bungkus plastik berisi sabu yang disimpan di belakang casing HP, dan satu bungkus lainnya di dalam lipatan uang dengan total 0,81 gram.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp500 ribu dan pipet kaca.

“Sebagian sabunya sudah dijual,” sebutnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

Editor: Yusva Alam

BKPSDM Bontang Sambut Inovasi Pelayanan BKN, Berikan Akses bagi Pegawai untuk Memeriksa Progres Layanan Kepegawaian Secara Mandiri

0
Tepat waktu Penyerahan SK Pensiun

BONTANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang bersiap menyambut inovasi pelayanan yang akan diluncurkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), yaitu memberikan akses kepada setiap pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengakses progres layanan kepegawaian secara mandiri.

Informasi ini disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, yang merujuk pada hasil Rapat Koordinasi Teknis Pelayanan Penetapan NIP CASN, Peningkatan Kenaikan Pangkat, dan Layanan Mutasi Pegawai di wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin yang berlangsung pada 12 September 2023 di Balikpapan.

Hal ini sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Periodisasi Kenaikan Pangkat (KP) yang mulai berlaku pada 1 Januari 2024.

Peraturan ini memuat perubahan signifikan dalam periodisasi KP, yang awalnya terdiri dari 2 periode menjadi 6 periode. Penambahan periodisasi KP ini adalah salah satu hasil dari penyederhanaan layanan BKN dengan tujuan mempercepat proses bisnis kepegawaian.

Saat ini, sudah ada 3 layanan kepegawaian yang telah disederhanakan, dan manfaatnya telah dirasakan oleh para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Beberapa di antaranya adalah layanan kenaikan pangkat, pensiun, dan pindah wilayah kerja. Layanan kepegawaian lainnya, seperti penetapan NIP, pencantuman gelar, dan lainnya, juga akan mengikuti.

Penyerahan SK tepat waktu

 

Pemberian ucapan terimakasih dari Pemkot bontang kepada penerima SK Pensiun yg disampaikan dengan tepat waktu

Untuk merealisasikan penyederhanaan layanan kepegawaian ini, diperlukan komitmen tinggi dari BKN dan pengelola kepegawaian di instansi-instansi. Diperlukan langkah-langkah strategis tertentu untuk mencapai standar layanan yang telah ditetapkan.

Hal ini melibatkan pendekatan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat di daerah setempat tanpa melanggar regulasi kepegawaian yang berlaku.

Sudi menambahkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan hasil Rapat Koordinasi Teknis sebagai forum koordinasi antara pusat dan daerah, terutama dalam membangun sinergi yang kuat untuk mendukung program-program prioritas pemerintah di bidang kepegawaian sesuai arahan dari BKN.

Rapat Koordinasi Teknis ini juga diikuti dengan pemberian penghargaan kepada instansi di wilayah kerja Kantor Regional VIII Banjarmasin yang telah berhasil mewujudkan percepatan layanan kepegawaian.

Salah satunya adalah penghargaan kepada Pemerintah Kota Bontang sebagai yang terbaik dalam Percepatan Layanan Pengangkatan, Kenaikan Pangkat, dan Pensiun. (ADV)

Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang

0
Renovasi Tugu Selamat Datang Bakal Tambah Tiang dan Tata Ulang
Renovasi Tugu Selamat Datang Bontang. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Akan ada penambahan tiang pada renovasi di Tugu Selamat Datang Bontang. Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bontang, Usman melalui Kabid Tata Ruang dan Bangunan, Robysai Manassa Malisa.

Dikatakannya, pembangunan tiang-tiang ini tidak menyentuh bangunan utamanya. Nantinya akan ada 10 tiang di kanan kiri jalan, “Sepuluh itu menandakan Bulan Oktober, karena hari jadi Bontang pada bulan sepuluh,” jelasnya saat dihubungi redaksi, Rabu (27/9/23).

Total terdapat 20 tiang yang masing-masing di pucuknya akan diberikan ornamen berbentuk seperti api, tapi berwarna emas.

“Ornamennya itu dibuat menggunakan 3D printer, warnanya emas. Kalau malam ada lampunya, bisa nyala,” tambahnya.

Tinggi tiang tersebut diperkirakan 5 meter dengan jarak masing-masing tiang satu setengah sampai dua meter. Pemilihan ornamen api dipucuk karena dalam logo Kota Bontang juga terdapat api obor.

“Api obor itukan lambang Kota Bontang, karena kita termasuk kota industri dan ada dua perusahaan terkenal di dalamnya,” imbuhnya.

Karena pembuatan logo menggunakan printer 3D, kemungkinan per ornamen akan memakan waktu 4 hari, sehingga penyelesaian pembangunan tiang tersebut akan tuntas diperkirakan pada Bulan Desember mendatang.

Anggaran APBD yang dikeluarkan sekira Rp 1.3 miliar yang termasuk dalam dana perbaikan Tugu Selamat Datang. Adapun penataan ulang akan dilakukan di tugu tersebut.

“Karena di sana banyak pedagang kami akan konfirmasi dengan dinas terkait, untuk mengatur ulang pedagang-pedagang di sana agar lebih rapi,” tutupnya. (sya/adv)

Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 Persen

0
Penurapan Sungai di Jalan Simon Tampubolon Sudah 70 persen
Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Penurapan sungai di Jalan Simon Tampubolon HOP VI saat ini progresnya sudah mencapai 70 Persen. Hal itu dinyatakan oleh Pejabat Fungsional Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Sumber Daya Air PUPR Kota Bontang, Bambang Permadi.

Sungai tersebut akan diturap sepanjang 36 meter. Penurapan yang dilakukan tidak hanya pemasangan beton atau semenisasi, namun juga pembongkaran ulang agar sungai tersebut lebih luas.

“Untuk pengerjaan kita keruk pinggir sungainya agar lebih lebar, setelah itu baru kita mulai penurapan,” jelasnya.

Selain melakukan 36 meter penurapan, pihaknya juga melakukan penambalan atau memplester turap yang sudah ada, sehingga terdapat dua pengerjaan di situ.

“Jadi kami 36 meter melakukan penurapan dan 36 meter lagi melakukan plester dengan turap yang ada, kita sempurnakan,” tambahnya.

Pengerjaan ini diperkirakan akan selesai pada Bulan Desember mendatang. Projek ini merupakan proyek tender yang juga menggunakan perusahaan lokal. Untuk anggarannya mengucur sekira Rp 1 miliar.

Ia juga mengungkapkan, bahwa tidak ada kendala dalam proses pembangunannya. Pihaknya juga terbantu dengan kondisi cuaca yang panas, sekalipun hujan tidak ada banjir.

“Tidak ada kendala, secara progres pekerjaan deviasinya juga surplus. Kendala cuaca juga tidak ada, jadi pengerjaan bisa selesai sesuai target,” tutupnya. (sya/adv)

Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder

0
Proyek Pembangunan Jembatan di Jalan Pontianak Tinggal Tunggu Girder
Pengerjaan jembatan di Jalan Pontianak masih terus dikebut. (ist)

BONTANG – Pengerjaan pembangunan jembatan di Jalan Pontianak, Kelurahan Gunung Telihan, saat ini tinggal mengerjakan progres yang kecil-kecil. Sementara untuk progres besarnya sudah rampung.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Kota Bontang Usman melalui Kepala Bidang Bina Marga (PUPRK) Kota Bontang Anwar Nurdin.

“Sudah selesai untuk progres besarnya, seperti pembangunan tiang pancang,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Saat ini proses pengerjaan menggunakan metode pelaksanaan pekerjaan abutmen. Selanjutnya tinggal menunggu pemasangan girder jembatan. Untuk pemasangan girder, kontur dari oprit jembatan harus dipastikan rata dan padat. Karena balok girder bakal disusun pada bagian oprit tersebut.

“Kami tinggal menunggu girder datang,” imbuhnya.

Anwar menambahkan, pembangunan ini berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp 49 miliar. Anggaran dibagi dari beberapa pengerjaan jalan, seperti Jalan Soekarno Hatta Bontang Lestari, Jalan Urip Sumaharjo Bontang Lestari, Jalan Damai Kelurahan Kanaan, dan Jembatan Pontianak Kelurahan Gunung Telihan.

Sementara anggaran jembatan di Jalan Pontianak sebesar Rp 6,5 miliar. Itu sudah satu paket dengan pengerjaan jalan hingga di simpang tiga Jalan Soekarno Hatta.

“Jadi untuk pengaspalan sama pelandaian ke jalan simpang 3 termasuk jembatan,” bebernya. (al/adv)