Beranda blog Halaman 949

HUT Pasura ke-18 Dirayakan Sederhana, Ketua: Harus Sering Kumpul!

0
Perayaan HUT Pasura di rumah Ketua Pasura. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Paguyuban Arek-arek Surabaya (Pasura) ke-18 dirayakan secara sederhana, Sabtu (25/02/23), di rumah Ketua Pasura, Ngudiyo Basuki Rahmat di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD).

Basuki berharap, perayaan sederhana tersebut dapat membuat seluruh anggota semakin kompak dan akrab satu sama lain, “Harus sering kumpul-kumpul, jangan hanya di grup whatsapp ramenya,” ujarnya.

Perayaan HUT Pasura kembali dilaksanakan setelah sempat vakum karena pandemi, “Pandemi dirasa sangat berpengaruh terhadap Pasura. Biasanya, mereka rutin mengadakan pertemuan sebulan sekali,” jelas Mandiyono, Ketua Harian Pasura.

Mandiyono merasa kembali bernostalgia ke 18 tahun lalu, di mana Pasura baru didirikan, “Saya ingat waktu itu hari Kamis, para perantauan Surabaya ngumpul dan membangun Pasura. Sesama orang Surabaya bisa saling berkumpul di Bontang ini,” ungkap Mandiyono.

Dirinya pun berharap Pasura dapat terus bersinergi dengan masyarakat serta pemerintah. Membangun Bontang bersama etnis. Sehingga Bontang selalu memiliki daya tarik.

Pasura punya keinginan mengangkat salah satu kesenian asal Surabaya, Jawa Timur, yaitu Tari Remo.

“Tarian ini merupakan tarian untuk menyambut tamu. Ini tarian khas Surabaya,” imbuhnya.

Dalam berkesenian, Pasura akan berupaya untuk mendatangkan pelatih khusus, agar dapat melatih para penari. Sehingga, ke depannya dalam acara-acara yang ada di Bontang, Tari Remo dapat ditampilkan.

Hal ini tentu untuk menarik para generasi penerus Pasura, “Alhamdulillah penerus Pasura sudah banyak, sehingga ke depannya anak-anak muda akan ikut berkumpul dan dilibatkan dalam acara-acara Pasura,” pungkas Mandiyono. (sya)

Suara Bising Berkurang, Kapolres Sebut Razia Knalpot Racing Efektif

0
Petugas Satlantas Polres Bontang saat mendapati pengendara dengan knalpot racing. (ist)

BONTANG – Satlantas Polres Bontang melaksanakan patroli dan hunting system, terhadap pemilik kendaraan pengguna knalpot racing, Minggu (26/2/2023).

Upaya ini termasuk Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat, yang merasa terganggu dengan suara bising dari knalpot yang biasa disebut knalpot brong tersebut.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasat Lantas AKP Toni Joko Purnomo menyampaikan, penertiban terhadap pemilik kendaraan secara hunting system cukup efektif diterapkan.

“Terbukti semakin berkurang suara bising di jalan raya yang dihasilkannya. Sasaran kita stop, kita tegur secara humanis, dan kita arahkan untuk mengganti dengan yang standar,” ucap AKBP Yusep.

Ditambahkannya, kebanyakan pengguna knalpot brong yang terjaring merupakan remaja. Para orangtua dihubungi, meminta anak yang terjaring membuat pernyataan mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi.

“Setelah itu mereka harus mengganti knalpot brong dengan knalpot standar. Baru kita pulangkan,” pungkasnya. (hms)

Babinsa Koramil 0908-03/Anggana Hadiri Peresmian Jembatan Gantung di Wilayah Binaan

0
Peresmian jembatan gantung di RT 12, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Sidomulyo mewakili Danramil 0908-03/Anggana, Kodim 0908/Bontang, Serma Muryanto menghadiri peresmian jembatan gantung RT 12, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (26/2/2023).

Selain Serma Muryanto, peresmian itu dihadiri Anggota DPR RI, Irwansyah, Dinas PUPR, Rarmat Fajar, Camat Anggana, Rendra Abadi, AKP Andy Wahyudi, Kades Sidomulyo Agus Hariyanto, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga setempat yang sudah antusias menunggu acara tersebut.

Serma Muryanto menerangkan, jembatan tersebut merupakan jembatan gantung dengan panjang 80 meter dan lebar 2 meter, berada di RT 12, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana.

“Semoga jembatan ini bermanfaat dengan maksimal. Tak hanya dijadikan alat penghubung saja, tetapi dapat meningkatkan perekonomian warga. Semoga nantinya akan lebih maju dan berkembang lagi,” ucapnya.

Danramil 0908-03/Anggana, Kapten Inf, Leonardo menambahkan,”Jembatan yang baru saja diresmikan itu, tentunya akan memberikan motivasi kepada warga setempat dalam mendukung aktifitas masyarakat.” katanya.

Masyarakat harus selalu menjaga dan merawat jembatan ini. Pembangunan desa tidak akan berjalan dengan sempurna, jika tidak ada dukungan dari masyarakat dan pihak-pihak lainya, guna mewujudkan wilayah yang berkembang. (Pendim Btg)

Babinsa BK Ikut Kerja Bakti di Hari Peduli Sampah Nasional

0
Babinsa Bontang Kuala, Serka Purnomo ikut kerja bakti bersama warga BK. (ist)

BONTANG  – Dalam rangka  Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2023, Babinsa Kelurahan Bontang Kuala (BK), Koramil 0908-01/Loktuan, Kodim 0908/Bontang, Serka Purnomo mengikuti kerja bakti bersama warga.

Kerja bakti serentak dilaksanakan di semua RT se-Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Minggu (26/2/2023).

Serka Purnomo mengatakan, kerja bakti itu dilakukan dengan membersihkan parit yang tersumbat, rumput liar, serta drainase. “Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh 21 Februari 2023,” ujarnya.

Kerja bakti bersama dengan warga ini untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat, mencegah adanya sarang penyakit dan virus.

Dikatakannya, kerja bakti bersama ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Lebih lanjut, kegiatan itu juga sebagai upaya agar masyarakat selalu peduli dengan kondisi kebersihan lingkungan sekitar.

“Semoga dengan adanya sinergitas, gotong royong dan jalinan kerja sama yang baik dengan warga ini, akan semakin memperkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat,” tutur Serka Purnomo. (Pendim Btg)

Tahun 2021 Bontang Peringkat ke-4 Kawasan Rawan Narkoba se-Kaltim

0
ilustrasi narkoba (ist)

BONTANG – Di tahun 2021 Kota Bontang merupakan kawasan rawan narkoba tertinggi ke 4 di Kalimantan Timur (Kaltim) setelah Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara. Hal ini diungkapkan M. Nurfan Tandayu, Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang, Jumat (24/02/23).

Peringkat itu diambil berdasarkan tingkat kerawanan daerah, tingkat peredaran, kasus yang didapatkan, prevalensi penggunaan, serta peran serta masyarakat di wilayah tersebut.

Survei dilakukan menggunakan alat bernama 8 titik 5, yang merupakan pengukur skala penilaian suatu daerah mulai dari tempat rawan, kos-kosan bebas, tempat hiburan malam dan lain-lain.

Pelaksana survei tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Lipi) dan Universitas Indonesia yang bekerjasama dengan BNN.

“Tidak hanya lembaga, dari masyarakat, pemerintah serta BUMN juga dinilai,” jelasnya.

Total populasi dan peredaran, pengguna sangat tinggi apabila dihitung dari populasi Bontang yang tidak terlalu banyak dibandingkan dengan kota lain.

“Kota lain dengan populasi yang banyak dibandingkan dengan Bontang, rata-rata pengguna itu hampir sama saja,” bebernya.

Banyaknya peredaran tentu bergantung dengan banyak pengguna, semakin banyak pengguna peredaran juga akan bertambah.

“Bontang ini tempat transit barang, bisa jadi membagi atau dipendam barang-barang tersebut, dan rata-rata peredaran itu 100 gram per minggu,” ujar Tandayu.

Wilayah yang masuk dalam kategori berbahaya ada di Kelurahan Loktuan, Api-api, Berbas Pantai dan Tanjung Laut.

Data tersebut, merupakan data tahun 2021. Untuk tahun 2022 sudah dilakukan perhitungan hanya saja belum diterbitkan.

Untuk perhitungan sementara ini indeksnya mengalami kenaikan dari 1,8 persen menjadi 1,9 persen. Terungkapnya pengguna maupun pengedar juga dikarenakan mereka yang mengaku.

“Bisa saja sebelumnya dia memang pengguna, tapi pengen sembuh. Nah , kalau itu terungkap di 2022 otomatis perhitungan akan naik,” lanjutnya. (sya)

Harga Beras Meroket, Serius Cuma karena Gagal Panen?

0
Djumriah Lina Johan

Djumriah Lina Johan

(Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban)

Harga komuditas beras di Bontang terus merangkak naik. Gejolak kenaikan harga beras ini berlangsung sejak Januari hingga per hari ini, Kamis (16/2/2023). Disinyalir kenaikan harga diakibatkan gagal panen lantaran cuaca buruk. Bahkan diperkirakan harga beras masih akan terus melonjak hingga beberapa bulan kedepan. (Tribun Kaltim, Kamis, 16/2/2023)

Benarkah Hanya karena Gagal Panen?

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Bank Dunia menyebut harga beras di Indonesia selama satu dekade terakhir secara konsisten adalah yang termahal dibandingkan negara Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) lainnya.

Harga beras Indonesia 28% lebih mahal dari Filipina, bahkan dua kali lipat dari Vietnam, Kamboja, dan Myanmar. (Laporan terbaru Bank Dunia “Indonesia Economic Prospect (IEP) December 2022”).

Dari sini saja sudah terlihat bahwa propaganda yang dilemparkan ke tengah-tengah masyarakat, bahwa kenaikan harga beras akibat gagal panen lantaran pengaruh cuaca telah terbantahkan.

Apalagi jika ditelisik lebih mendalam, yakni adanya akumulasi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat. Kebijakan yang demikian tidak bisa pula dilepaskan dari penerapan ekonomi kapitalisme—diakui atau tidak—telah menjadi pakem dalam melahirkan seluruh kebijakan.

Kebijakan intensifikasi pertanian, misalnya, malah makin membuat lesu produktivitas pertanian. Pengurangan subsidi pada pupuk, benih, dan saprodi jelas membuat ongkos produksi jadi makin mahal.

Pada saat yang sama, kebijakan impor pangan malah dibuka lebar-lebar.

Walhasil, harga pangan lokal kalah bersaing dari harga pangan impor. Jika sudah begitu, gairah petani untuk menanam pun memudar.

Terjadilah penurunan produksi yang menyebabkan ketersediaan pangan turut berkurang. Bukankah ini ancaman bagi kedaulatan pangan?

Kebijakan ekstensifikasi pertanian juga tidak sejalan dengan cita-cita swasembada pangan nasional. Alih fungsi lahan pertanian besar-besaran untuk pemukiman real estate, ataupun pembangunan jalan dan kawasan industri, malah makin masif. Bukankah ini pula penyebab menurunnya produksi pangan?

Selain kebijakan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian, kebijakan yang dilandasi sistem ekonomi kapitalisme hanya berfokus pada produksi, sedangkan distribusinya diserahkan pada mekanisme pasar.

Uang menjadi pengendali tunggal dalam distribusi. Akhirnya, pangan hanya akan mengalir lancar pada orang mampu, tetapi tidak pada kaum miskin.

Seluruh kebijakan yang berlandaskan sistem ekonomi kapitalisme ini, didukung dengan sistem pemerintahan demokrasi yang rapuh yang hanya bisa menghasilkan penguasa rasa pengusaha. Seperti terkait memberantas mafia beras, pemerintah seolah mandul dan kondisi ini telah nyata membuat rakyat menderita.

Islam Solusi Tuntas Kedaulatan Pangan

Sistem negara Islam, yaitu Khilafah, memiliki sejumlah mekanisme bagaimana mewujudkan kemandirian pangan.

Pertama, mengoptimalkan kualitas produksi pangan. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian.

Ekstensifikasi bisa dilakukan dengan menghidupkan tanah mati. Intensifikasi dilakukan dengan peningkatan kualitas bibit, pupuk, dan alat-alat produksi dengan teknologi terkini.

Kedua, mekanisme pasar yang sehat. Negara melarang penimbunan, penipuan, praktik riba, dan monopoli. Kebijakan pengendalian harga dilakukan melalui mekanisme pasar dengan mengendalikan supply and demand bukan dengan kebijakan pematokan harga.

Ketiga, manajemen logistik. Negara akan memasok cadangan lebih saat panen raya. Negara akan mendistribusikan secara selektif bila ketersediaan pangan berkurang.

Keempat, mengatur kebijakan ekspor impor antar negara. Kegiatan ekspor impor merupakan bentuk perdagangan luar negeri. Ekspor boleh dilakukan jika seluruh rakyat terpenuhi kebutuhan pokoknya.

Adapun impor, hal ini berkaitan dengan kegiatan perdagangan luar negeri. Aspek yang dilihat dalam perdagangan luar negeri adalah pelaku perdagangan, bukan barang yang diperdagangkan.

Kelima, prediksi cuaca. Yaitu, kajian mendalam tentang terjadinya perubahan cuaca. Hal ini didukung fasilitas dan teknologi mutakhir. Sebagai bentuk antisipasi perubahan cuaca ekstrem dalam mempengaruhi produksi pangan negeri.

Keenam, mitigasi kerawanan pangan. Negara menetapkan kebijakan antisipasi jika bencana kekeringan atau bencana alam lainnya.

Itulah beberapa langkah strategis negara Khilafah dalam mengatasi persoalan pangan. Dengan kebijakan yang tersistematis, pangan yang menjadi kebutuhan pokok bagi rakyat akan terpenuhi tanpa harus khawatir harganya meroket.

Sebagai contoh riil, dikutip dari Republika, masa kekhalifahan merupakan masa kejayaan penerapan sistem ketahanan pangan.

Umar bin Khaththab menerapkan inovasi soal irigasi untuk mengairi area perkebunan. Kawasan delta Sunga Eufrat dan Tigris serta daerah rawa sengaja disulap dengan dikeringkan menjadi lahan-lahan pertanian. Kebijakan itu diteruskan hingga Dinasti Umayyah. Swasembada pangan dengan sistem khilafah itu sangat logis, riil, dan aplikatif.

Selain itu, dalam Alquran dicontohkan bagaimana Nabi Yusuf  membangun ketahanan pangan.  Nabi Yusuf berhasil menterjemahkan mimpi raja Mesir tentang 7 sapi kurus dan 7 sapi gemuk, dengan tafsiran siklus ekonomi 7 tahunan negeri Mesir saat itu, yaitu akan terjadi 7 tahun masa panen yang subur dan disusul 7 tahun masa kering paceklik dan kemudian subur kembali.

Oleh Nabi Yusuf, tidak semua produk pangan di masa subur akan dikonsumsi, tetapi ada yang disimpan untuk cadangan.  Untuk itu perlu dikembangkan teknik pengawetan pangan, sistem sirkulasi, standar bangunan penyimpanan pangan, serta pegaturan gaya hidup dan konsumsi masyarakat, merupakan komponen yang harus diperhatikan sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan negara.

Setidaknya ada lima prinsip pokok tentang ketahanan pangan yang digagas dan diterapkan oleh Nabi Yusuf AS yang pernah dijalankan di masa yang panjang dari Kekhilafahan Islam, yang tetap relevan hingga masa-masa mendatang.

Pertama, optimalisasi produksi, yaitu mengoptimalkan seluruh potensi lahan untuk melakukan usaha pertanian berkelanjutan yang dapat menghasilkan bahan pangan pokok.

Di sinilah peran berbagai aplikasi sains dan teknologi, mulai dari mencari lahan yang optimal untuk benih tanaman tertentu, teknik irigasi, pemupukan, penanganan hama hingga pemanenan dan pengolahan pasca panen.

Kedua, adaptasi gaya hidup, agar masyarakat tidak berlebih-lebihan dalam konsumsi pangan.  Konsumsi berlebihan justru berpotensi merusak kesehatan (wabah obesitas) dan juga meningkatan persoalan limbah.

Nabi juga mengajarkan agar seorang mukmin baru “makan tatkala lapar, dan berhenti sebelum kekenyangan”.

Ketiga, manajemen logistik, dimana masalah pangan beserta yang menyertainya (irigasi, pupuk, anti hama) sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah yaitu dengan memperbanyak cadangan saat produksi berlimpah dan mendistribusikannya secara selektif pada saat ketersediaan mulai berkurang.  Di sini teknologi pasca panen menjadi penting.

Keempat, prediksi iklim, yaitu analisis kemungkinan terjadinya perubahan iklim dan cuaca ekstrim dengan mempelajari fenomena alam seperti curah hujan, kelembaban udara, penguapan air permukaan serta intesitas sinar matahari yang diterima bumi.

Kelima, mitigasi bencana kerawanan pangan, yaitu antisipasi terhadap kemungkinan kondisi rawan pangan yang disebabkan oleh perubahan drastis kondisi alam dan lingkungan.  Mitigasi ini berikut tuntunan saling berbagi di masyarakat dalam kondisi sulit seperti itu.

Sebagian ilmuwan pertanian dalam sejarah Islam menuliskan semua prinsip ketahanan pangan itu nyaris dalam satu buku.  Di dalamnya, dibahas soal jenis lahan pertanian dan pilihan tanah, pupuk kandang dan pupuk lain, alat pertanian dan karya budidaya, sumur, mata air, saluran irigasi, tanaman, pembibitan, penanaman, pemangkasan, dan pencangkokan buah.

Mereka juga membahas soal budidaya serealia, kacang-kacangan, sayuran, bunga, umbi-umbian, dan tanaman untuk parfum. Pun, tentang tumbuhan dan hewan beracun serta pengawetan buah.  Bahkan tentang fiqih pertanahan dan akhlak petani.

Khilafah juga mengembangkan iklim yang kondusif bagi penelitian dan pengembangan di bidang pertanian. Banyak laboratorium perpustakaan dan lahan-lahan percobaan dibangun.

Para ilmuwan diberi berbagai dukungan yang diperlukan, termasuk dana penelitian, selain penghargaan atas karya mereka. Lalu lahirlah banyak sekali ilmuwan pelopor di bidang pertanian.

Misalnya, Abu Zakaria Yahya bin Muhammad Ibn Al-Awwan, tinggal di Sevilla. Ia menulis buku Kitab al-Filahah yang menjelaskan rincian tentang hampir 600 jenis tanaman dan budidaya 50 jenis buah-buahan, hama dan penyakit serta penanggulanganya, teknik mengolah tanah: sifat-sifat tanah, karakteristik dan tanaman yang cocok; juga tentang kompos.

Ada juga Abu al-Khair, seorang ahli pertanian abad-12. Ia menulis dan menjelaskan empat cara untuk memanen air hujan dan membuat perairan buatan. Khair menegaskan perlunya penggunaan air hujan untuk membantu proses reproduksi pohon zaitun dengan cara stek. Ia juga menguraikan teknik pembuatan gula dari Tebu.

Ahmad al-Muwairi dalam bukunya Nihayah al-Arab fi Funun al-Adab menjelaskan, pada masa itu juga telah berkembang industri gula yang didukung oleh perkebunan tebu di Faris dan al-Ahwaz, yang kemudian menyebar ke seluruh wilayah Laut Tengah. Ia juga menginformasikan penggunaan bajak berat (maharit kibaar) yang digunakan sebelum penanaman tebu.

Ada pula ahli pertanian dari Damaskus, Riyad ad-Din al-Ghazni al-Amiri (935/1529). Dia menulis sebuah buku tentang pertanian yang terperinci.

Ibnu Bassal (1038-1075), seorang ilmuwan di Andalusia, memelopori penggunaan teknologi “flywheel” (roda gila) untuk meningkatkan. kemampuan Na’ura (roda kincir air). Teknologi kincir termasuk kincir angin sudah dijelaskan dalam Kitab at-Hiyal karya Banu Musa bersaudara abad ke-3 H (9 M).

Muhammad bin Zakaria ar-Razi dalam kitabnya al-Hawi (abad X M), menggambarkan kincir air di Irak yang bisa mengangkat sebanyak 153.000 liter perjam, atau 2.550 liter permenit. Buku ini juga menggambarkan output dari satu kincir air dengan ketinggian 5 meter di Irak dapat mencapai 22.000 liter perjam.

Wallahu ‘alam.

Produksi Gas Lapangan Merakes Melonjak, Kilang LNG Bontang Bangkit Lagi?

0
Produksi Kilang LNG Badak akan kah bangkit kembali. (Kumparan.com)

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan proyek gas Lapangan Merakes di wilayah kerja East Sepinggan, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan produksi hingga melampaui target awal.

Arifin menuturkan, awalnya lapangan gas yang dikelola oleh Eni East Sepinggan ini memproduksi gas hanya sebesar 99 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Namun ternyata, produksi bisa naik sekitar 700 MMSCFD.

Capaian ini pun melampaui target SKK Migas bahwa Lapangan Merakes bisa memproduksi gas sebesar 368 MMSCFD. Proyek yang direncanakan bisa beroperasi di kuartal III 2020 ini baru bisa melaksanakan produksi pertama pada April 2021.

“Kabar bagus, ENI Merakes produksinya kan kemarin 99 MMSCFD, naik menjadi 790 MMSCFD, naik beberapa kali lipat,” ungkap Arifin kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/2).

Dengan lonjakan produksi tersebut, Arifin menjelaskan Lapangan Merakes bisa menjadi tumpuan bagi produksi gas alam cair (liquified natural gas/LNG) di Kilang LNG Bontang yang terus mengalami penurunan produksi.

Berdasarkan catatan kumparan, proyek Lapangan Merakes yang dikelola Eni East Sepinggan ini memiliki nilai investasi sebesar USD 1,3 miliar atau setara Rp 18,5 triliun (kurs dolar Rp 14.258).

Lapangan Merakes ini disiapkan untuk menunjang produksi FPU Jangkrik. Ini dilakukan lewat skema pemakaian fasilitas bersama antara Eni Muara Bakau untuk FPU Jangkrik, dengan Pertamina Hulu Mahakam dan PT Badak melalui penggunaan pipa dan fasilitas existing.

Nantinya, pengembangan proyek dengan nilai investasi Rp 18,5 triliun ini bakal dirancang menggunakan total kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 31,72 persen. Sehingga bisa secara langsung mendongkrak perekonomian nasional.

Selain itu, proyek ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan pemerintah sebesar USD 1,6 miliar atau kurang lebih sebesar Rp 22,8 triliun. Proyek ini juga dinilai akan membantu pemenuhan pasokan gas pipa di Kalimantan Timur serta kebutuhan LNG baik domestik maupun ekspor. (Kumparan.com)

Wawali Ingin Petugas Kebersihan Dapat Bonus, Ini Alasannya?

0
Kondisi jalanan Kota Bontang yang terlihat bersih. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Pemkot Bontang bakal mengganjar bonus kepada petugas kebersihan di Dinas Lingkuhan Hidup (DLH). Lantaran Bontang berhasil mendapatkan penghargaan Adipura Kencana dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu disampaikan Wawali Bontang, Najirah.

Pemberian penghargaan akan diberikan pada 28 Februari 2023 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

Najirah mengatakan, pemberian bonus kepada petugas kebersihan merupakan wewenang kepala daerah. Pemberian bonus itu untuk memotivasi petugas kebersihan yang telah menjaga kebersihan Kota Bontang, dan mempertahankan penghargaan Adipura Kencana.

“Semoga makin memotivasi petugas kebersihan,” kata Najirah kepada Mediakaltim.com, Sabtu (25/2/2023).

Dijelaskannya, bonus akan diberikan kepada masing-masing petugas kebersihan. Sementara jumlahnya masih belum dibicarakan.

“Nantinya bonus itu merupakan kejutan bagi petugas kebersihan. Insya Allah pemkot akan menyiapkan. Nantilah, biar ‘surprise’ saja ke petugas kebersihan,” katanya.

Dari informasi yang dihimpun, terakhir kali penghargaan Adipura Kencana diterima pada tahun 2013 dan 2016. Pada tahun ini akan mendapatkan kembali penghargaan Adipura Kencana 2022 untuk kota bersih. (yah)

Akui Tunjangan Kinerja ASN Terlambat, Najirah: Sabar Saja!

0
Ilustrasi ASN. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah mengakui ada keterlambatan tunjangan kinerja (tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) Bontang sejak Bulan Januari 2023 lalu. Namun Najirah belum mengetahui sebab pasti keterlambatan tersebut.

Dikatakan Najirah, saat ini Sekda Bontang, Aji Erlinawati sedang tidak di Bontang. Namun sedang dinas di luar kota.

Najirah akan mencari tahu sebabnya setelah Sekda balik ke Bontang.

“Sabar saja, Sekda Bontang sedang di luar kota. Karena yang tanda tangani tidak ada,” kata Najirah saat dihubungi Mediakaltim.com, Sabtu (25/2/2023).

Diketahui sebelumnya, media ini mendapat informasi dari beberapa ASN yang  mengeluhkan belum menerima tukin pada Januari 2023 lalu. Salahsatu ASN yang enggan disebutkan namanya tersebut menyebutkan hingga Februari 2023 ini ada keterlambatan tukin. (yah)

Turap Ambruk di Kanaan, Begini Instruksi Wawali ke OPD

0
Najirah tinjau turap ambruk di Kelurahan Kanaan. (Ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah bakal instruksikan dinas terkait agar segera memperbaiki turap ambruk di Kelurahan Kanaan. Perbaikan bisa menggunakan anggaran dana tidak terduga untuk penanganan bencana.

Hal itu disampaikan Najirah saat memantau turap ambruk di Jalan Damai, RT 11, Kelurahan Kanaan, Kamis (23/2/2023) kemarin.

“Harus secepatnya, karena lokasi itu merupakan jalan umum. Jangan sampai tambah melebar dan semakin hancur,” jelas Najirah kepada Mediakaltim.com.

Walaupun begitu, Najirah mengatakan pemkot hingga kini masih mempelajari dan mencari solusi bagaimana penanganan turap ambruk itu, agar bisa menggunakan anggaran tidak terduga untuk bencana.

“Masih kami rapatkan. Kejadian ini termasuk bencana. Bisa saja menggunakan dana tak terduga, kan ada anggarannya, seperti penanganan bencana-bencana yang ada. Akan secepatnya untuk penanganannya,” pungkas Najirah. (yah)