Beranda blog Halaman 950

Suami Injak Pundak dan Ancam Badik Istri

0
Pelaku sudah diamankan di Polsek Marangkayu. (ist)

BONTANG – Seorang pria berinisial AG (42) ditangkap jajaran Polsek Marangkayu, Senin (20/2/2023) pukul 17.30 wita. Sebabnya, pria itu melakukan penganiayaan dan pengancaman menggunakan senjata tajam kepada istrinya sendiri.

Kejadiannya pada Sabtu (18/2/2023) pukul 13.00 di Desa Santan Ulu, Marangkayu. Permasalahannya sepele. Kala itu anak pertama mereka membuatkan adiknya susu. Saat dotnya terjatuh, sang suami pun emosi. Dia lantas membuang dot tersebut ke jendela.

Tak hanya itu, dia juga menginjak pundak bagian kiri sang istri. Saat sang istri ingin meninggalkan rumah lantaran kejadian tersebut, sang suami  mengancam menggunakan badik.

“Saat korban bergegas pergi meninggalkan rumah bersama anak-anaknya, tersangka melakukan pengancaman akan membunuh korban dan keluarganya,” ujar Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Marangkayu, AKP Slamet Riyadi.

Tersangka pun dijerat pasal 351 jo 53 KUHPidana dan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951. Dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. (hms)

Tuduh Selingkuhan Suami, Wanita di Marangkayu Lakukan Penganiayaan

0
Ilustrasi penganiayaan.(ist)

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Marangkayu menangkap seorang wanita berinisial WS (48), Senin (20/2/2023) pukul 16.00. WS diamankan lantaran melakukan penganiayaan kepada seorang wanita lainnya.

WS terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan. Ia menjambak, mencakar pipi dan leher bagian belakang korban yang juga merupakan seorang wanita di Marangkayu.

Hal itu dilakukan WS lantaran wanita korban penganiayaan tersebut dianggap WS merupakan selingkuhan suaminya.

Awalnya WS datang ke rumah korban, tepatnya pada Minggu (19/2/2023) sekira pukul 19.00. Dia nampak emosi dan menuduh korban sebagai selingkuhan suaminya.

Namun korban menampik hal itu dan memerintahkan WS untuk membuktikkan kalau suaminya ada di rumah korban. Tak mau menuruti perintah korban, WS justru melakukan penganiayaan kepada korban.

“Korban suruh dia cek apakah ada suaminya atau tidak, tapi tersangka tidak mau dan langsung melakukan penganiayaan,” bebernya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (al/hms)

Kapolres Serahkan Bantuan Korban Tanah Longsor Loktuan

0
Kapolres bersama Wawali Bontang saat menyerahkan bantuan. (ist)

BONTANG – Polres Bontang menunjukkan kepedulian kepada korban longsor di Jalan Kapal Layar, RT 22, Kelurahan Loktuan. Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya menyerahkan bantuan kepada korban, Jumat (24/2/2023) kemarin.

Sebelum menyerahkan bantuan sosial tersebut, Kapolres Bontang beserta Wakil Wali Kota Bontang, Najirah dan rombongan meninjau lokasi longsor.

“Kegiatan ini merupakan program Polres Bontang dan Pemkot Bontang peduli. Bertujuan untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana alam tanah longsor di wilayah hukum Polres Bontang,” terang Kapolres Bontang.

Korban longsor penerima bantuan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) tersebut di antaranya Akhirudin, Andreas, Kristina, Pascal dan Jessy.

Diberitakan sebelumnya, tanah lonsor menerjang pemukiman warga. Tepat seusai hujan deras di Jalan Kapal Layar RT 22 Kelurahan Loktuan sekitar pukul 12.30 wita. (hms)

Sosialisasikan Perda Pencegahan Peredaran Narkoba, Kadir Tappa: Cara Saya Lewat Pendidikan dan Agama!

0
Kegiatan sosialisasi penyebarluasan perda tentang penyalahgunaan narkoba oleh Abdul Kadir Tappa. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Abdul Kadir Tappa, Anggota DPRD Provinsi Kaltim mengadakan Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan daerah (Perda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) nomor 4 tahun 2022, terkait pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, prekursor dan psikotropika di Hotel Tiara Surya, Jum’at (24/02/23).

Kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk kepedulian Abdul Kadir Tappa terhadap penanganan peredaran narkoba yang kian marak di Bontang.

“Narkoba semakin merajalela di Bontang. Saya tidak akan pernah lelah untuk mendidik masyarakat, agar narkoba di Bontang ini bisa berkurang,” ungkapnya membuka sosialisasi.

Menurut Kadir Tappa, pengedar narkoba semakin lihai memasarkan barang haram tersebut. Selihai-lihainya petugas kepolisian tidak kalah lihai pengedar narkoba.

“Masalah peredaran narkoba ini harus kita keroyok bersama. Walaupun tidak tuntas yang penting grafiknya terus menurun,” tegasnya.

Dirinya memiliki cara tersendiri dalam upayanya mencegah narkoba, tanpa kekerasan. Yaitu melalui pendidikan dan agama.

Dikatakannya, tanpa pendidikan dan agama tidak akan bisa narkoba berkurang. Melalui pendidikan agama yang berkualitas akan didapatkan SDM yang unggul. Yang kuat menghadapi setiap permasalahan yang ada.

“Di Bontang sudah ada sekolah gratis tahfids. Ada juga SMP yang bebas biaya gedung, yaitu di SMP IT Taman Firdaus. Masyarakat tinggal memilih saja,” ujarnya.

Ia berharap dengan menjadi tahfidz, anak tidak akan mudah terjerumus ke dalam narkoba, sehingga generasi muda dapat ikut serta dalam mengurangi pecandu dan peredaran narkoba.

Untuk mendukung acara ini, dihadirkan dua narasumber. Pertama, Muhammad Nurfan Tandayu, Penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang dan Selamat Said Sanib, Trainer sekaligus Motivator.

Nurfan Tandayu menyebutkan, Kota Bontang masuk dalam peringkat 4 penguna narkoba tertinggi se-Kaltim. Sekira 100 gram per minggu rata-rata pengguna di Bontang. Karenanya di Kota Taman, sebutan Kota Bontang ini pencegahan harus terus diupayakan.

“Bagi BNN pencegahan itu yang paling utama. Sedangkan rehabilitasi itu urusan belakang,” ujar Tandayu.

BNN mengajak masyarakat agar lebih cerdas menyikapi narkoba. Pasalnya, Presiden RI, Jokowi di tahun 2015 lalu mengatakan Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba.

Sementara itu, Selamat Said menjelaskan rata-rata orang menggunakan narkoba lantaran dirinya terbelenggu dan kurang bersyukur. Banyak manusia yang selalu merasa kurang, padahal Allah SWT selalu memberikan manusia rezeki yang cukup bagi manusia.

Bisa juga karena perhatian dari lingkungan keluarga yang kurang. Sehingga anak-anak mencari pelarian dari masalahnya ke narkoba.

“Karena narkoba berbahaya, perhatian keluarga sangatlah penting, karena kalau orang tua tidak peduli sama anak, nanti pelarian mereka bisa ke narkoba,” kata Said. (sya)

Babinsa Anggana Gotong Royong Bersama Warga

0
Kegiatan gotong royong Babinsa Anggana bersama masyarakat. (ist)

BONTANG – Babinsa Desa Anggana, Koramil 0908-03/Anggana, Kodim 0908/Bontang, Kopka Muhammad Yunus melaksanakan gotong royong bersama warga Jalan Cendana RT 04, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jum’at (24/2/2023).

Sasaran pembersihan adalah drainase kiri kanan jalan, serta merapikan rumput kiri kanan jalan, dan sampah-sampah yang ada di sekitaran jalan.

Kopka Muhammad Yunus mengatakan, kegiatan gotong royong ini sudah rutin dilakukan, dengan sasaran khusus pembersihan mulai dari sampah, rumput, dan drainase. Bersama pihak-pihak terkait seperti kecamatan, polri, masyarakat, dan pihak desa.

“Sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah. Lebih enak dipandang mata, serta dijauhkan dari sumber penyakit. Apalagi saat ini musim penghujan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga untuk membangkitkan dan meningkatkan semangat gotong-royong, dan kepedulian kita terhadap lingkungan. Semangat harus ditingkatkan, jiwa kebersamaan harus dijaga.

“Tanamkan pada diri kita maupun generasi muda sebagai penerus bangsa ini, yang mana saat ini budaya gotong royong sudah mulai luntur,” ujar Kopka Muhammad Yunus.

Semua ini dilakukan merupakan kepedulian dan kepekaan jajaran Babinsa Koramil 0908-03/Anggana terhadap wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Sebagai bentuk kedekatan TNI kepada masyarakat, serta memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat.

“TNI akan selalu siap membantu rakyat. Kegiatan ini juga merupakan sebagian bentuk aplikasi TNI dalam mengimplementasikan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga kegiatan gotong royong ini semakin sering kita lakukan, yang kesemuanya adalah untuk kita bersama,” tegasnya. (Pendim Btg)

Mendekat ke Masyarakat, Babinsa Tanjung Laut Gelar Komsos

0
Agenda komsos Babinsa Tanjung Laut bersama lurah dan tokoh masyarakat. (ist)

BONTANG – Jajaran Kodim 0908/Bontang, melalui Babinsa Kelurahan Tanjung Laut, Koramil 0908-01/Loktuan, Serka Dwi Siswanto, bersama Lurah Tanjung Laut, Mustamin Sail dan tokoh masyarakat, Ahmad Jaya melaksanakan komunikasi sosial (komsos) di Kantor Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Jum’at (24/2/2023).

Menurut Danramil 0908-01/Loktuan, Kapten Inf, Niko Katani, tujuan komsos untuk mendekatkan babinsa dengan masyarakat. Hal ini untuk menciptakan komunikasi dan hubungan kerja yang bersinergi.

Selain itu agar babinsa dapat ajak warga menjaga kondusifitas wilayah. Serta mengurangi pencemaran lingkungan dan kebersihan lingkungan.

“Untuk kesehatan masyarakat di wilayah tugas masing-masing babinsa,” jelas Danramil.

Setiap kegiatan dapat dikoordinasikan guna mencapai hasil yang maksimal. Selain itu, sebagaimana kita ketahui bersama, seorang aparat kewilayahan yang bertugas di wilayah, wajib harus mampu membaur dengan masyarakat dari berbagai kalangan.

Kegiatan komsos yang dilakukan babinsa tersebut merupakan salah satu pelaksanaan metode Binter TNI AD. Bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan rakyat – TNI.

“Sehingga ke depan akan mempermudah dalam melakukan koordinasi, guna menangani permasalahan yang timbul di wilayah,” pungkasnya. (Pendim Btg)

Rusdiansyah Ingin Bontang Sukses di Porprov 2024

0
Rusdiansyah Aras, Ketua Umum Koni Provinsi Kaltim (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras berharap prestasi atlet Bontang kembali menggeliat. Lantaran dahulu Bontang termasuk salahsatu daerah penyumbang medali emas terbanyak di Kaltim.

Hal itu disampaikan Rusdiansyah saat menghadiri Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) VII KONI Bontang, Kamis (23/02/23) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Rusdiansyah datang ke Musorkot KONI Bontang kali ini memiliki misi, untuk memotivasi para pengurus cabang olahraga (cabor) Bontang. Agar bisa menyumbangkan lebih banyak medali emas dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2024 mendatang.

“Biasanya kalau musorkot seperti ini yang hadir yang lain. Tapi saya khusus datang untuk menyemangati Bontang agar prestasinya kembali seperti dulu,” ujar Rusdiansyah saat memberikan sambutan.

Dikatakannya, Kota Bontang dulunya merupakan penyumbang medali emas ketiga setelah Balikpapan dan Samarinda. Namun di Porprov Berau kemarin berada di urutan ke enam.

“Saya harap tahun 2024 Bontang kembali bangkit prestasinya,” ungkap Rusdiansyah.

Ia juga berharap agar Ketua KONI Bontang yang baru, Jamaluddin dapat berkomitmen untuk pembinaan mobilisasi olahraga prestasi.

“Saya ingin melihat Bontang atletnya kembali menggeliat lagi, oleh sebab itu saya datang dalam musyawarah ini untuk memberi semangat kepada mereka,” pungkasnya. (sya)

Rusdiansyah: Mutasi Atlet Harus Sesuai Prosedur!

0
Ilustrasi pertandingan Porprov (ist)

BONTANG – Kasus mutasi atlet yang terjadi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Berau beberapa waktu lalu, menjadi evaluasi KONI Kaltim untuk keberlangsungan Porprov tahun 2024 mendatang.

Pasalnya, mutasi atlet sering dilakukan tanpa mengikuti prosedur. Jika didapati hal tersebut di lapangan, nantinya atlet dapat dikenakan pinalti.

“Seperti, atlet renang dari Makassar yang menjadi atlet Berau di Porprov kemarin. Medali emas yang mereka dapatkan akhirnya langsung dibatalkan.” ungkap Rusdiansyah Aras, Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Mutasi atlet tidak akan dilarang jika sudah melewati prosedur yang ditetapkan, karena sebenarnya, atlet di Kaltim masih kurang.

“Kalau prosedurnya 2 tahun ya diikuti, jangan baru 3 bulan sudah ikut main,” Tegas Rusdiansyah saat ditemui di Musyawarah Olahraga Kota VII KONI Bontang.

Diakui Rusdiyansyah, kesejahteraan atlet masih sangat kurang, karena dari persentase APBN untuk kesejahteraan atlet masih di bawah 1 persen.

“Bisa jadi APBD juga di bawah 1 persen,” tegas Rusdiansyah.

Adapun kesejahteraan atlet yang dilakukan oleh KONI provinsi, berupa asuransi dalam mengikuti perlombaan nasional beserta bonus untuk pelatih dan atlet. Koni Provinsi juga bekerjasama dengan perguruan tinggi, jadi atlet yang memiliki prestasi dapat masuk perguruan tinggi lewat jalur prestasi.

“Sama dengan masuk kepolisian juga bisa jika memiliki prestasi,” lanjutnya

Ia berharap porprov ke depannya dapat berjalan sesuai dengan prosedur, sehingga tidak ada lagi pembatalan pemberian emas kepada pemenang. (sya)

Turap di Jalan Damai Kanaan Ambruk

0
Turap dan badan jalan ambruk di Jalan Damai, Kanaan. (Syakurah/Radarbontang.com)

BONTANG – Akibat terkikis sungai serta curah hujan yang tinggi, turap serta badan jalan di Jalan Damai, RT 11, Kelurahan Kanaan, Kamis (23/02/23) kemarin ambruk.

Ketua RT 11, Daud mengatakan, sehari sebelum ambruk ia telah memberikan laporan kepada kelurahan agar segera ditangani, karena sebelumnya badan jalan tersebut sudah mengalami keretakan.

“Awalnya jalannya saja yang retak, ternyata besoknya turap ikut ambruk. Sebenarnya turap itu juga sudah lama dibangunnya,” ungkap Daud.

Ia menjelaskan, bahwa sebelumnya sudah ada pelaksanaan pembuatan turap baru, namun karena pembangunannya belum menyeluruh, turap yang lama mengalami longsor.

“Kalau saya liat turap yang baru itu kokoh, cuma karena anggaran, jadi belum bisa semuanya diperbarui,” lanjutnya.

Daud mengatakan, sudah ada kunjungan dari Dinas PUPR Bontang untuk melihat kondisi lapangan. Ia berharap segera dilakukan tindakan awal.

Untuk solusi sementara, warga bergotong royong membuat jalan tembusan menuju dekat kantor kecamatan. Agar warga yang rumahnya berada di dalam gang tersebut, bisa kembali beraktivitas serta menggunakan kendaraan bermotor.

“Sudah ada jalan setapak sebenarnya, jadi tinggal kita lebarin sedikit dan di cor agar motor bisa lalu lalang,” jelas Daud.

Pembuatan jalan juga sudah diajukan Daud ke Kelurahan. Namun, ia kembali mendapat jawaban tergantung dengan anggaran yang tersedia di kelurahan.

Ia berharap penanganannya bisa cepat dilaksanakan, agar tidak berdampak pada rumah warga, jembatan, serta pipa yang ada di samping turap tersebut.

“Takutnya kalau terlalu lama ditindak, makin terkikis tanah, rumah warga kena dampaknya, jembatan ikut retak, terus karena tanah geser, pipa ikut rusak,” pungkasnya. (sya)

Jamaluddin, Ketua Umum KONI Bontang yang Baru

0
Jamaluddin (duduk, kemeja hitam) bersama pengurus demisioner KONI Bontang. (ist)

BONTANG – Di Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ke-VII yang dilangsungkan di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (23/2/2023) pagi tadi, Jamaluddin terpilih sebagai Ketua Umum KONI Bontang yang baru. Jamaluddin terpilih secara aklamasi.

Ini artinya, Jamaluddin akan menduduki posisi kursi Ketua Umum KONI selama periode empat tahun ke depan. Jamal mendapat dukungan 41 cabang olahraga (cabor). Ditambah dua organisasi fungsional KONI Bontang. Cabor yang terdaftar di KONI sendiri berjumlah 62 dan tiga organisasi fungsional.

Ketua Umum KONI Bontang periode sebelumnya, Aminullah mengatakan, KONI Bontang membutuhkan orang-orang yang mengerti olahraga, agar dapat membawa kemajuan pada prestasi olahraga di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Karenanya ia merasa tepat Jamaluddin terpilih sebagai Ketua Umum KONI yang baru. Lantaran Jamal bukanlah orang baru.

Jamal berasal dari cabang olahraga (cabor) Ski air. Jamal juga pernah menjabat Wakil Ketua 1 di periode pertama Aminullah memimpin KONI Bontang. Di periode kedua kepemimpinan Emil, sapaan akrab pria tersebut, Jamal juga menduduki posisi Wakil Sekretaris KONI Bontang.

“Sangat tepat saudara Jamal yang terpilih,” tegas Emil saat dihubungi Radarbontang.com.

Emil banyak berharap pada Ketua KONI yang baru. Ia berharap Jamal dapat melanjutkan program-program positif periode sebelumnya.

“Yang jelek-jelek jangan dilanjutkan,” ujarnya singkat.

Dapat mendorong pemerintah agar dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada para atlet prestasi. Lantaran pengurus KONI sebelumnya sudah sering membahas terkait masalah tersebut kepada Pemkot Bontang. Sekarang giliran pengurus baru yang memfollow up masalah tersebut agar segera mendapatkan solusi.

“Kalau atlet berprestasi itu diberikan pekerjaan dia tidak akan kemana-mana lagi,” pungkasnya. (al)