Beranda blog Halaman 950

Talk Show ‘Teras Inspirasi’ Garapan Fordasi, Minyak Goreng Langka, Bontang Bisa Apa?

0

BONTANG – Kelangkaan minyak goreng beberapa bulan terakhir membuat masyarakat Indonesia bertanya-tanya. Sebagai negara produsen minyak nabati terbesar di dunia, Indonesia semestinya tidak mengalami kekurangan stok kebutuhan dapur ini.

Berangkat dari persoalan itu, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Inspirasi (Fordasi) Bontang menggelar kegiatan Talk Show Teras Inspirasi Senin (21/3/2022) malam di Kopi Inspirasi, Kantor Radar Bontang Kompleks Ruko Halal Square, Jl. Achmad Yani, Kota Bontang.

Ketua Fordasi Bontang, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, diskusi lewat forum ini diharapkan menjadi wadah untuk membangun kepekaan generasi muda di Bontang. Apalagi isu kelangkaan minyak goreng juga sangat berdampak bagi warga Bontang.

“Ada banyak pihak yang terasa. Misalnya penjual gorengan yang setiap hari butuh minyak. Diskusi ini akan kita kawal ke pemangku kebijakan,” katanya.

Mengusung tema “Minyak Goreng Langka, Bontang Bisa Apa ?” Fordasi mengundang dua narasumber dari tokoh pemuda Ahmad Nugraha dan politisi Taqiyuddin.

Dalam pemaparannya, Ahmad Nugraha menjelaskan, sejumlah faktor dan alasan kelangkaan minyak goreng. Pertama, soal kenaikan harga minyak dunia, kedua memanasnya situasi perang Rusia-Ukraina menjadi sentimen utama yang membuat harga minyak melonjak tinggi. “Rusia pun terancam kena sanksi. Salah satunya adalah larangan ekspor ke pasar,” terangnya.

Lantas, dia melanjutkan bagaimana Indonesia sebagai negara penghasil sawit juga mengalami kelangkaan ? Ini karena adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi ini untuk kepentingan pribadi.

“Kementerian perdagangan bahkan sempat kewalahan melawan mafia-mafia ini. Meski kemarin sudah ditetapkan lima orang tersangka,” bebernya.

Dia menambahkan, hal lain yang membuat minyak goreng sulit ditemukan karena adanya konsumsi CPO yang mengalami pergeseran. Jika dulu CPO hanya digunakan untuk memenuhu industri pangan saja. Sekarang pemerintah mewajibkan untuk industri biodiesel.

“Sekarang CPO tidak dipakai di Industri pangam saja. Ada peralihan. Pola pergeseran konsumsi ini yang praktis memengaruhi pasokan minyak untuk pangan,” tambahnya.

Sementara, narasumber lain, Taqiyuddin mengungkapkan pemerintah kesulitan untuk mengatur harga minyak di pasaran. Pasalnya, pemerintah kewenangannya sangat terbatas. “Sebatas menjaga distribusi saja. Tidak sampai bicara harga,” katanya.

Sehingga kata dia, pada mekanisme pasar bebas saat ini diperlukan regulasi yang kuat untuk membuat instrumen pemerintah lebih punya dominasi.

Politisi Bontang itu mengungkapkan, operasi pasar yang dilakukan pemerintah dan PT Energi Unggul Persada juga belum bisa jadi solusi. “Karena ini sifatnya hanya sementara. Sedangkan kebutuhan masyarakat terus-menerus,” pungkasnya. (yus)

PKT Pastikan Pengusaha Lokal dapat Peluang dan Kesempatan Sama di Industri

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) siap bersinergi dan meningkatkan dukungan terhadap pengembangan para pelaku usaha lokal di berbagai bidang.

Hal itu ditegaskan Direktur Keuangan dan Umum PKT Qomaruzzaman, saat silaturahmi dan dialog bersama BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bontang, di Hotel Grand Equator, Kamis (17/3/2022).

Diungkapkan Qomaruzzaman, PKT sangat terbuka dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat di Kota Bontang, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam pemberdayaan pelaku usaha lokal secara berkesinambungan.

Hal ini pun sejalan dengan instruksi Kementerian BUMN, agar korporasi terlibat untuk pengembangan usaha di tataran lokal, baik dalam bentuk pembinaan maupun kerjasama pemberdayaan di berbagai bidang.

Langkah tersebut salah satunya direalisasikan melalui program Pasar Digital Pengadaan Barang dan Jasa BUMN (PADI BUMN), yang mengamanahkan agar pengadaan barang dan jasa di lingkungan perusahaan menggandeng sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.

“PKT memastikan selalu mendukung UMKM dan pelaku usaha lokal agar lebih berdaya saing serta mampu berkembang dengan baik. Hal ini menjadi komitmen PKT bagi masyarakat, sehingga apapun kebutuhan perusahaan akan terlebih dulu memprioritaskan di tataran lokal,” papar Qomaruzzaman.

Menurut Qomaruzzaman, pada prinsipnya PKT akan selalu terbuka bagi rekanan lokal untuk menjalin kerjasama di berbagai bidang, selama dalam koridor aturan dan sejalan dengan prinsip Good Corporate Gorvernance (GCG).

Ini menjadi hal mutlak yang wajib dipenuhi PKT dalam aktivitas bisnis maupun pengadaan barang dan jasa, sehingga tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Maka dari itu, pelaku usaha lokal khususnya yang tergabung dalam BPC HIPMI Bontang, diimbau dapat terus meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing secara optimal, sehingga peluang untuk bersaing dalam skala lebih besar semakin terbuka.

PKT dipastikan akan memberi kesempatan yang sama, sekaligus siap memberi pendampingan ataupun pembinaan agar pelaku usaha lebih berdaya saing. Bahkan beberapa anggota BPC HIPMI Bontang kini telah menjadi rekanan PKT untuk pengadaan barang maupun jasa, yang diharap semakin berkembang seiring kepercayaan perusahaan terhadap kualitas yang diberikan.

“Apapun kendala yang selama ini dihadapi untuk menjadi rekanan atau binaan PKT bisa kita carikan solusi bersama, sehingga peluang akan semakin luas dan tak hanya di lingkup lokal tapi juga bisa bersaing di luar,” tambah Qomaruzzaman.

Ketua BPC HIPMI Bontang Amriadi, menyambut positif sekaligus mengapresiasi dukungan PKT bagi para pelaku usaha di Kota Bontang agar mampu bersaing, sehingga kedepan memiliki kesempatan yang sama untuk diberdayakan maupun dibina oleh perusahaan guna pengembangan kapasitas usaha yang dijalankan.

Dirinya menyebut komitmen PKT sejalan dengan semangat HIPMI sebagai wadah pengusaha muda di Kota Bontang, sehingga mampu membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal melalui jalinan kerjasama maupun pemberdayaan oleh perusahaan di berbagai bidang.

“Kami mengapresiasi komitmen PKT bagi pengusaha lokal, dengan memberi peluang untuk dibina maupun diberdayakan. Apalagi seluruh bidang usaha ada di HIPMI dan kami harap bisa didukung sepenuhnya oleh PKT agar lebih berkembang,” kata Amriadi.

Dirinya pun berharap sinergi antara BPC HIPMI Bontang dan PKT berjalan berkesinambungan, sehingga generasi muda yang menekuni bisnis secara mandiri dapat semakin berdaya saing dengan adanya pembinaan maupun kesempatan yang diberikan PKT.

“Semoga ini menjadi langkah baik untuk kedepannya, agar peluang bagi pengusaha lokal semakin terbuka. BPC HIPMI pun siap berkolaborasi dengan PKT dalam mendukung kemajuan sektor industri di Kota Bontang,” tutur Amriadi. (adv)

Pengendara Motor Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Pupuk Raya

0

BONTANG – Sebuah batang pohon tiba-tiba patah di Jalan Tembus Pupuk Raya atau Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Bontang, tak jauh dari bundaran Sintuk, Kamis (10/3) sekitar pukul 13.00 Wita.

Bhabimkamtimbas Loktuan AKP Ahmad Bajuri mengatakan, patahan pohon tersebut menimpa seorang wanita pengendara sepeda motor yang melintas dari arah kota. Untungnya, ibu tersebut hanya mengalami luka memar. “Tidak ada korban. Ibu pengendara motor hanya mengalami memar,” kata Bajuri.

Untuk menghindari kemacetan, pohon yang tumbang langsung dibersihkan dan ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bontang dibantu Satlantas, FKPN Loktuan, security PKT dan relawan. (mk)

HUT SMSI ke-5: Kerja Sama TNI AD- SMSI Diapresiasi Jenderal Dudung Abdurachman

0

JAKARTA – Kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diapresiasi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, SE, MM.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Iroth Sonny Edhie dalam pidatonya ketika mewakili KASAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam acara menyambut Hari Ulang Tahun ke-5 SMSI di Hotel Jayakarta, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Senin malam, 7 Maret 2022.

Dalam kerja sama ini, SMSI melalui perusahaan media siber anggotanya telah menyebar-luaskan berita-berita positif TNI AD. SMSI kini beranggotakan sekitar 1.700 pengusaha perusahaan media siber yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Chemistry antara SMSI dan TNI AD sudah semakin kuat,” tutur Iroth Sonny Edhie dalam presentasi yang dimoderatori oleh Dr Retno Intani ZA, M.Sc (Ketua Bidang Pendidikan SMSI Pusat).

Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sengaja bekerja sama dengan TNI AD, dalam hal ini Pusat Sandi dan Siber TNI AD, supaya dalam pemanfaatan teknologi terbaru SMSI tidak meleset.

“Kami ingin saling memperkuat dan ingin menjadikan industri pers sebagai alat melawan hoax,” kata Firdaus.

Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri oleh para pimpinan SMSI dari 22 provinsi di Tanah Air. “Seyogyanya pertemuan ini dihadiri para pimpinan SMSI dari seluruh provinsi, tetapi karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, maka tidak semua hadir,” kata Ketua Panitia HUT SMSI ke-5 Aat Surya Safaat.

Para tokoh penting yang hadir dalam kesempatan itu, selain Brigjen Iroth, Pendiri Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko yang juga Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch. Bangun, Direktur Utama Bank Banten Dr. Agus Syabarudin, dan Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina Prof Yuddy Chrisnandi yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat, serta penasihat SMSI Pusat Ervik Ary Susanto.

Menurut Iroth, kerja sama SMSI- TNI AD ini sudah pasti bertujuan untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, kita harus mengenali ancaman-ancaman melalui siber.

Sekarang ini, kata dia, perang generasi kelima berbasis informasi, data, dan siber. Ancaman siber menjadi ranah TNI. Karena itu, kerja sama tersebut akan ditindak lanjuti hingga Kodam-Kodam dan SMSI di daerah-daerah. (rls)

Masjid Terapung Jumat Diresmikan, Tahun Ini Dibangun Pagar Pengaman

0

BONTANG – Masjid Terapung di Kampung Selambai, Loktuan akan diresmikan, Jumat (11/3/2022) nanti. Peresmian masjid ditandai dengan salat Jumat oleh warga Bontang. “Usai diresmikan, siangnya kami akan salat Jumat di sini,” terang Wali Kota Bontang Basri Rase saat mengunjungi Masjid Terapung, bersama rombongan anggota Komisi II dan III DPRD Kota Bontang, Senin (7/3/2022).

Untuk itu, Basri meminta, OPD terkait untuk menyiapkan acara peresmian masjid senilai kurang lebih Rp 60 miliar itu. “PUPRK Bontang tolong disiapkan,” terang Basri.
Ditambahkannya, Pemkot berencana membentuk UPTD masjid yang nantinya mengelola dua masjid milik pemerintah. Yakni Masjid Terapung di Kampung Selambai dan Masjid Al Hijrah di Jalan Wr Soepratman, Tanjung Laut.

Untuk pembentukan Badan Pengelola Masjid terapung, menurut Basri baru akan dibentuk usai kunjungan. Dalam kesempatan tersebut, Basri Rase menunjuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) menjadi ketua takmir Masjid Terapung. “SK-nya setelah ini akan dibuat. Karena ini berada di lingkungan Dishub maka takmir di ketuai oleh kadisnya. Tentu untuk anggota takmir kita libatkan warga sekitar,” ucapnya.

Soal adanya insiden kapal yang pernah menabrak bangunan Masjid Terapung, Basri mengatakan akan dibangun pagar pengaman yang mengitari masjid. “Sudah saya minta (PUPRK dan Bapelitbang, Red.) siapkan anggarannya di APBD Perubahan,” tandas Ketua DPC PKB Bontang ini.

Menurutnya, pagar pengaman tersebut mendesak dibangun karena bangunan masjid rawan ditabrak kapal yang melakukan bongkar muat di sekitar Pelabuhan Loktuan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Kota Dinas Pekerja Umum dan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang Roby Malissa mengatakan pagar pengaman rencananya dibuat melingkar dengan jarak 10 meter mengitari bangunan masjid.

Selain sebagai pengaman, masyarakat juga bisa berjalan di pagar tersebut sambil menikmati pemandangan sekitar Loktuan. “Kami harpkan masjid ini bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga akan menjadi ikon wisata religi baru di Kota Bontang,” tuturnya. Berapa anggaranannya? “Nanti dilihat perencanaannya, dan kita anggarkan bersama pembangunan area parkir ,” sebutnya.

Termasuk kata dia, kelengkapan masjid seperti karpet, mimbar dan lainnya, baru akan dibahas usai peninjauan Wali Kota Bontang. “Yang jelas untuk peresmian dulu diatur nanti,” pungkasnuya. (ahr)

Peduli Korban Banjir Bontang Utara, PKT Proaktif Salurkan 600 Paket Makanan

0

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui program PKT Proaktif, salurkan bantuan 600 paket makanan bagi masyarakat korban banjir di Kelurahan Api-api dan Guntung Kecamatan Bontang Utara. Bantuan disalurkan langsung ke masing-masing Kelurahan dan diterima secara simbolis oleh Camat Bontang Utara Sutrisno di Kantor Kelurahan Api-api, Minggu (6/3/2022).

SVP Sekretaris Perusahaan PKT Teguh Ismartono, mengungkapkan bantuan ini sebagai respon cepat PKT dalam menyikapi kondisi banjir yang kembali menggenang di sejumlah wilayah Bontang Utara dalam dua hari terakhir. Bantuan ini merupakan kesinambungan kepedulian PKT bagi masyarakat, khususnya pemenuhan makanan akibat terbatasnya aktivitas di pemukiman yang terendam banjir. Seluruh paket makanan selanjutnya dibagikan langsung tiap Kelurahan, masing-masing 500 paket di Kelurahan Api-api dan 100 paket di Guntung.

“Bantuan ini bagian dari program PKT Proaktif dalam merespon kondisi sosial yang terjadi di Kota Bontang. Apalagi saat banjir melanda, kebutuhan makanan merupakan hal utama yang wajib dipenuhi bagi warga,” ujar Teguh.

Melihat kondisi banjir yang terus berulang, PKT siap memberi dukungan bagi Pemkot Bontang untuk mencari solusi penanganan persoalan tersebut, agar kedepan tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat akan dampak yang ditimbulkan saat hujan turun cukup deras.

Teguh menegaskan, PKT akan terus berupaya membantu masyarakat melalui sinergi dan kolaborasi aktif bersama pemerintah, sebagai wujud kontribusi perusahaan untuk memberi manfaat optimal di berbagai bidang.

“PKT siap mendukung Pemkot Bontang untuk mencari solusi penanganan banjir, agar kejadian yang terus berulang ini bisa kita antisipasi dan atasi bersama,” tambah Teguh.

Camat Bontang Utara Sutrisno, mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih atas kepedulian PKT yang secara konsisten membantu Pemerintah melalui respon cepat yang diberikan. Hal ini sangat membantu pemerintah untuk pemenuhan kebutuhan makanan, sebagai hal prioritas bagi masyarakat saat terjadi bencana.

Tercatat, dari banjir yang menggenang dua hari terakhir, ada 1.131 orang dari 377 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di Kelurahan Api-api, serta 100 orang dari 4 RT di Kelurahan Guntung.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami dan langsung disalurkan relawan bersama pihak Kelurahan ke tiap RT yang terdampak,” kata Sutrisno.

Dirinya pun berharap kesinambungan dukungan PKT terhadap pemerintah dalam menyikapi kondisi banjir di Kota Bontang, tak hanya berupa bantuan langsung seperti makanan bagi masyarakat tapi juga infrastruktur untuk penanganan banjir. Kontribusi perusahaan sangat diharap membantu Pemkot Bontang, sehingga kedepan kejadian serupa dapat diantisipasi dengan baik.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepedulian PKT melalui bantuan ini. Kami harap PKT dapat terus berperan membantu pemerintah, agar persoalan banjir ini bisa kita carikan solusi bersama,” pungkas Sutrisno. (adv)

Kota Bontang Banjir Lagi, Warga: Kami Butuh Tindakan Bukan Progam

0

BONTANG – Hingga minggu (6/3) pagi ini, banjir masih merendam sejumlah kawasan di Kota Botang. Pantauan mediakaltim.com, banjir yang terjadi sejak Sabtu (5/3) kemarin, masih menggenangi permukiman warga, terutama di Kelurahan Api-Api dan Gunung Elai.

Meskipun air terlihat mulai surut, tetapi genangan air masih terlihat masuk ke rumah warga dengan kedalaman yang bervariasi. Seperti banjir di Jalan Achmad Yani, Jalan Tomat, Jalan Atletik, Jalan Polo Air dan beberapa kawasan lainnya.

Banjir paling parah, terlihat di Perumahan Bontang Permai. Ketinggian air ada yang masih mencapai 40 cm, terutama di Blok E. Warga yang rumahnya tergenang air di kawasan ini, terpaksa memarkir kendaraannya di halaman parkir Kenari Water Park. Lokasinya di depan pintu masuk Perumahan Bontang Permai.

Warga mengaku, terpaksa tidak tidur semalam karena menunggu surutnya air. “Bagaimana bisa tidur, kalau airnya masuk ke dalam rumah. Sampai jam 2 (dini hari, Red.) tadi, air masih tinggi. Syukurlah, pagi ini sudah mulai surut,” ucap warga, yang ditemui mediakaltim, Minggu (6/3) pukul 06.30 Wita.

Warga mengaku sudah lelah menyampaikan keluhan banjir. Sebab, kawasan Perumahan Bontang Permai sudah menjadi langganan banjir dan terjadi bertahun-tahun, ketika hujan lebat mengguyur Kota Taman. Kondisinya diperparah ketika terjadi air pasang. “Ini seperti Negeri Seribu Dongeng,” keluh Parno, pria berkaos sinlet yang sedang memantau ketinggian air.

“Kami ini butuh tindakan, bukan lagi program dan program. Kalau program, dari dulu bagus-bagus programnya. Bahkan, sampai berkunjung ke Belanda, untuk belajar mengatasi banjir. Nah, sekarang ini bagaimana tindakannya? Uangnya sudah ada. Kapan proyeknya dilaksanakan?” tanyanya. “Terlalu banyak pansus (panitia khusus, Red.),” timpal warga lainnya yang ikut berbincang dengan mediakaltim.com.

Dilanjutkan Parno, mengatasi banjir di Bontang, seharusnya sudah bisa dimulai dengan normalisasi saluran air dan membuat kolam besar untuk menampung air dilengkapi dengan pintu-pintu air.

“Sudah sering kami sampaikan aspirasi kami ini. Setiap pejabat yang datang selalu kami sampaikan. Ada Bu Wawali, Kapolres, Dandim dan lainnya. Sekarang tinggal kapan dilaksanakan,” pungkasnya. (mk)

Membara di Loktuan, 4 Rumah Hangus Terbakar

0
Suasana kebakaran di Gang Merpati Loktuan, Bontang, Minggu (27/2). Foto: Mediakaltim.com

BONTANG – Warga di Gang Merpati RT 34 Jalan RE Martadinata Loktuan, Bontang, dikejutkan api yang tiba-tiba membesar, Minggu (27/2) sekira pukul 08.30 Wita. Api yang diduga berasal dari salah satu rumah bangsal 3 pintu tersebut, begitu cepat membesar dan merembet ke rumah sebelahnya.

Untungnya petugas pemadam kebakaran cepat datang ke lokasi, sehingga api tidak melebar lagi ke pemukiman padat penduduk. Berdasarkan pantauan mediakaltim.com, berselang satu jam dari kebakaran, petugas sudah berhasil mengendalikan api dan melakukan pendinginan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan (Disdamkartan) Kota Bontang Amiluddin mengatakan, musibah kebakaran ini telah menghanguskan 3 rumah bangsal dan 1 bangunan rumah. “Jadi total ada 4 rumah yang habis terbakar, dan beberapa bangunan juga ikut terdampak. Tapi detailnya, masih pendataan petugas,” kata Amiluddin yang ditemui di sela memimpin pemadaman di lokasi kejadian.

Soal kesulitan petugas untuk memadamkan kebakaran, Amiluddin mengatakan, lokasi kebakaran yang berada di ujung gang kecil dan kerumunan warga, menyulitkan petugas untuk bisa langsung berada di lokasi.

Sebanyak 5 mobil pemadam yang diterjunkan, terpaksa hanya bisa di parkir di jalan utama Jalan RE Martadinata. “Ini yang sedikit menyulitkan petugas kami. Tapi untungnya petugas sigap dan cepat memadamkan api, sehingga kebakaran tidak melebar ke rumah-rumah warga lainnya,” tuturnya.

Terkait penyebab kebakaran, ia mengaku belum mendapatkan infromasi akurat dan masih dalam penyelidikan kepolisian. “Para pemilik rumah juga belum bisa diminta keterangan. Kita serahkan ke polisi untuk menyelidikinya,” pungkasnya. (mk)

Demi Minyak Goreng Murah, Warga Bontang Lestari Rela Antre

0
Warga Kelurahan Bontang Lestari saat mengantre minyak goreng murah.

BONTANG – Ratusan warga Kelurahan Bontang Lestari rela mengantre untuk membeli minyak goreng murah seharga Rp 11.500 per liter.

Operasi pasar minyak goreng murah pada Sabtu(26/2/2022), dilaksanakan Pemkot Bontang bersama PT Energi Unggul Persada (EUP).

Asisten Manager External Relations PT EUP Bontang Jayadi mengatakan, pihaknya menyiapkan minyak goreng murah sebanyak 8 ton atau 8.000 liter bagi warga Bontang Lestari.

“Per liternya kita hargai Rp 11.500,” ucap Jayadi kepada awak media di lokasi penjualan, di Perumahan Korpri.

Jayadi menjelaskan, kegiatan serupa akan dilakukan di 14 kelurahan lain, sesuai jadwal yang sudah ditentukan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan dalam pertemuannya yang berlangsung 25 Februari 2022.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir, sebab pihaknya berkomitmen menyiapkan 120 ton minyak goreng murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bontang.

“Ini percobaan, sebelum nantinya akan masuk ke 14 kelurahan lain. Rencananya kita akan mulai dari Kelurahan Kanaan,” terangnya.

Sementara Lurah Bontang Lestari Andriyana mengatakan, total sebanyak 2.400 kepala keluarga berhak mendapatkan minyak goreng murah ini.

“Jadi per KK akan dibatasi 5 liter, tapi kalau masih ada sisa, warga dapat kembali lagi mengantre dengan membawa jeriken 5 liter,” ucapnya.

Ia menjelaskan, informasi terkait operasi pasar minyak goreng murah sudah sampai ke seluruh warga lewat Whatsapp grup RT atau media sosial kelurahan. “InsyaAllah informasinya sudah sampai,” pungkasnya. (ahr)

Ustads Kami Tewas Dibunuh Santri

0

Cerpen: Muthi’ Masfu’ah

Malam masih membelah bumi, saat suara Ustadz Edi dengan tekun mengajari kami mengaji di musala. Kupandangi wajah teduh bertubuh besar itu dengan lekat. Sabar banget Ustadz Edi, padahal terlihat kantung mata lelahnya yang tak dapat disembunyikan, batinku malam itu. Haru melihatnya. Apalagi tak semua santri pandai mengaji. Apalagi tak semua santri berasal dari keluarga yang didik secara Islami di rumahnya. Tiba-tiba…

“Ustadz, mana HP kami?!” teriak Anto menahan marah, entah tiba-tiba berteriak kasar, saat kami menyimak Ustadz Edi mengajarkan konsep mengaji.

Santri lain yang duduk melingkar di musala  malam itu kaget seketika. Siapa yang tidak tahu Anto, santri berwatak keras dan sering kasar kepada kami. Jangankan kepada Ustadz, sesama santri saja demikian tidak santunnya.

Aku menunduk. Santri lain terdiam.

“Ustadz, mana HP kami?” teriak Toni keras di depan ustadz Edi.

Ya Allah, Toni sama saja dengan Anto, tak santun sama sekali, batinku mengutuknya malam itu.

Entah apa yang disampaikan Ustadz Edi, hingga Anto dan Edi keluar musala malam itu dengan wajah keruh bercampur jengkel. Kami hanya bisa menunduk.

HP lagi, HP lagi… Upsss memang gak bisa hidup tanpa HH? Aku terus membatin…

Malam itu masih terdengar suara jangkrik di luar sana, bersahut-sahutan. Entah seolah menjadi malam mencekam terasa di hatiku. Aku memandang sekelilingku. Aku memandang dinding-dinding, wajah-wajah santri melantunkan irama indah di kalbuku… Al Fatihah…

Allah, aku melihat darah bercecer di lantai. Banyak. Banyak sekali. Aku pucat. Allah. mataku pejamkan lekat-lekat. Aku mendengarkan suara takbir, suara kesakitan yang sangat. Darah-darah itu kocar-kacir di lantai, di… Allah… Aku istiqfar berkali-kali… mata inderaku terbuka lagi… tidak, tidak… aku tidak mau jadi anak indogo lagi.

Allah, aku melihat wajah Ustadz Edi berlumuran darah malam itu.

“Tidakkkkk… Allah…,” teriakku keras memecah kesunyian di musala dan senyap malam itu. Aku pingsan lagi. Aku dengar suara sabar Ustadz Edi mencoba menyadarkanku, menepuk pipiku.

Aku dengar… Aku dengar… Tapi aku tak kuat… Air mataku menetes dalam pingsan… Allah apa yang terjadi esok pagi? Mataku hanya melihat merah… Merah darah dimana-mana… Setelah itu aku benar-benar tak ingat apa-apa lagi.

*

Aku baru sadar, ketika subuh itu. Aku berada di ruang UKS lagi. Entah kesekian kalinya.

Suara azan begitu sahdu memanggilku subuh itu. Begitu sahdu. Tapi entah mencekam hatiku. Aku masih ingat kejadian malam tadi.

“Ahmad, sudah bangun? Gak pusing lagi?” tanya Fatih, sahabatku yang setia menemani aku, saat sering pingsan begini.

“Alhamdulillah…” suaraku datar.

“Kamu melihat apalagi Ahmad? Tapi kemampuan indogomu sudah berkurang kan masuk pondok kita ini?” tanya Fatih bertubi-tubi.

Aku mengangguk lemah. “Alhamdulillah, aku sudah tak melihat makhluk yang aneh-aneh lagi. di pondok ini aku bisa tenang Fatih. Hanya saja, aku masih bisa melihat kejadian-kejadian.”

“Kejadian apa Ahmad?”

Aku memandangnya. Fatih mengguncang tubuhku. Mataku berkaca. Hanya Allah yang tahu jawabnya.

“Ayo kita ke musala, azannya sudah hampir selesai,” tanganku menarik tangan Fatih, ia masih bingung.

Tak lama kami berlarian ke musala, seperti biasanya.

Aku duduk bersila bersama santri lain, melantunkan dzikir pagi itu. Aku terus menenangkan hati. Memejamkan mataku yang berkaca.

“Ustadzz… Ustadzzz…” teriak beberapa santri berlarian masuk ke musala dengan wajah pucat.

Ustadz Maulana yang memimpin dzikir pagi itu seketika berdiri.

“Ustadz Edi… Ustadz Edi…”

“Ustadz Edi dipukuli santri…”

Ustadz Maulana panik pucat dan berlari keluar mushola , diikuti semua santri. Mengikuti santri yang melapor.

Dadaku berdegup kencang.

Berkali-kali aku beristiqfar. Merah-merah dimana-mana. Aku berteriak sejadi-jadinya, takbir sekuat-kuatnya.

Mataku datar melihat, sesosok tubuh kekar dan sabar itu. Bersimbah darah di kepalanya. Entah berapa sobekan di dahinya.Tergeletak di pinggir jalan. Tak bergerak. Tak bergerak sama sekali.

Brukkkk aku pingsan, tak kuasa melihat semuanya.

***

Aku masih terbaring lemah di ruangan putih ini lagi.

“Ahmad… lihat ini,” Fatih dengan suara menahan tangis melihatkan print berita dari media sosial untukku.

Mataku terkesiap membaca berita itu.

TAK TERIMA HP DISITA, 2 SANTRI BUNUH GURU PESANTREN

Tak terima HP disita, 2 Santri inisial A dan T di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tega mengeroyok E (43) guru pesantren tempat mereka menimba ilmu. Penyebabnya, AA dan HR tidak terima karena HP miliknya disita oleh korban saat belajar.

“Pelaku kesal lantaran handphone di sita korban, hingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Polsek Sungai Pinang, Kompol Irwanto, saat dikonfirmasi, Rabu (23/2/2022).

Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Rabu (23/2) di Jalan Assadah, Samarinda. Usai E selesai beribadah di masjid, di jalan pulang ke rumah, E pun telah ditunggu oleh T yang mengajak A untuk meminta ponsel milik HR dikembalikan.

“Korban tidak memberikan Handphone tersebut. Yang akhirnya pelaku kesal langsung mengeroyok korban, dengan menggunakan balok,” ungkapnya.

Usai mengeroyok, kedua remaja pun langsung meninggalkan korban yang sudah terkapar, beberapa waktu kemudian, seorang warga yang melihat korban langsung membawanya ke rumah sakit dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Jadi ada satu saksi yang melihat korban sudah terkapar langsung segera membawa korban menuju rumah sakit. Tepat pukul 07.30 Wita, korban akhirnya meninggal dunia,” Kata Irwanto.

Aku tak melanjutkan membaca berita itu. Mataku berkaca.

Allah, tega sekali. Dimana hatimu teman.

Mata batinku terus menangis, tak terbendung lagi. Suara teduh itu tak akan terdengar lagi, berirama dalam mushola dan kelas-kelas kami. Tak salah Ustadz Edi menyita HP Santri. Karena diingatkan berkali-kali, mereka berdua tidak menggubris.

Pondok ini bukan pabrik mengubah akhlaq santri dalam kilatan waktu. Apalagi mereka bukan dari sekolah yang sama seperti kami. Berkali-kali kami melihat sabar para ustadz membimbing dan menasehati kami. Dalam peluh dan lelah mereka yang dapat kami rasakan yang tak sebanding dengan materi yang mereka punya. Yang tak sebanding dengan ribuan peluh mereka yang jatuh membasahi tanah pondok ini untuk kami para santri.

Ustadz Edi, kami selalu merindukanmu.  Suara teduh, tegas dan sabarmu. Pesan-pesan indahmu menghiasi hati-hati kami yang selalu merindu.

Ustadz Edi, jika engkau lebih dulu menginjak indahnya surga diakhirat kelak. Karena keunggulan amalmu. Carilah kami. Carilah kami para santrimu. Para santri yang merindukanmu… kami ingin berkumpul di surga terindahMu… ya, bersamamu Ustadz Edi.

Siang itu begitu terik, matahari begitu tajam menyinari hati-hati kami yang pilu.. mataku bathinku terus berkaca… entah sampai kapan… mungkin menunggu waktu untuk bertemu sosok yang kami rindu… Ustadz Edi..

*) Penulis adalah Direktur Pelaksana Harian Yayasan RK Salsabila, Ketua Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis, Kampung Dongeng Bontang dan Ketua Abi Literasi Kaltim