Beranda blog Halaman 957

Wawali Najirah Resmikan Posbindu, Cegah Penyakit Tak Menular

0

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meresmikan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Telihan Bersinar, Senin (31/01/22). Dengan didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hapidah, Najirah secara resmi menetapkan beroperasinya Posbindu Bersinar di gedung pertemuan RT 3 di kawasan Hop 5 tersebut.

Lurah Gunung Telihan Roswan dalam sambutannya berharap Posbindu ini bisa berdampak pada pelayanan masyarakat. “Semoga Posbindu ini bisa membuat pelayanan meningkat. Rencananya juga yang bertugas nanti kita berikan pelatihan,”ucapnya.

Sementara Najirah mengajak masyarakat sekitar untuk dapat secara aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. “Saya mengajak masyarakat di Gunung Telihan rutin memeriksakan kesehatan di Posbindu untuk dapat mencegah terjadinya penyakit tidak menular,” ucap Najirah.

Ia juga menekankan, penyebaran penyakit tidak menular berpotensi untuk melemahkan keadaan sosial ekonomi. Karena itu, Posbindu hadir dalam konsep pencegahan penyakit tidak menular berbasis masyarakat.

Posbindu Bersinar dapat diakses oleh masyarakat sekitar dengan rentang usia 15-50 tahun secara gratis. Diharapkan penyakit tidak menular dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga mengurangi potensi penyakit yang lebih parah.

Pada akhir kegiatan, Wali Kota Bontang Basri Rase menyempatkan hadir guna meninjau langsung keberadaan Posbindu Bersinar Kelurahan Gunung Telihan. (adv)

“Rantang Kasih” untuk Lansia, Dijadwalkan Pekan Kedua Februari

0
Bahtiar Mabe (ist)

BONTANG – Program Rantang Kasih atau pemberian paket makanan gratis kepada para lanjut usia (lansia) berstatus miskin dijadwalkan mulai pekan kedua Februari 2022. Program ini salah satu janji politik pasangan Basri Rase-Najirah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-PM) Bontang, Bahtiar Mabe mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk penyediaan makanan siap saji, rantang, biaya operasional, dan biaya kebutuhan lainnya. “Ada 88 lansia yang masuk kategori mendapatkan bantuan makanan gratis ini,” kata Bahtiar.

Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merealisasikan program tersebut, pihaknya bersama rombongan yang lain juga telah melaksanakan studi banding ke dua kota di Jawa Timur, yang sudah lebih dulu menerapkan program ini, yakni Banyuwangi dan Surabaya. “Tujuan ke sana (Surabaya dan Banyuwangi) untuk belajar bagaimana sistem pelaksanaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Bahtiar memaparkan, program ini tidak sepenuhnya harus dibebankan kepada APBD. Tetapi, juga bisa berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun corporate social responsibility (CSR) perusahaan. Program ini juga bisa menggunakan sistem tender, swakelola, atau belanja langsung pengadaan, dengan memberdayakan warung dan ojek di sekitar lokasi.

“Rencananya, para lansia akan diberi makan dua kali sehari, yakni pukul 10.00 Wita dan pukul 17.00 Wita dengan pemberdayaan kelompok masyarakat di kecamatan,” tandasnya. (bms)

Diseret Buaya di Pantai Teluk Singkama, Bocah asal Bontang Berhasil Selamat

0
Riskianto Papa, Bocah (12) saat diberikan pertolongan di Klinik Pertamina. (Ist)

SANGATTA – Riskianto Papa, bocah asal Jalan Suparman RT 49 Kelurahan Belimbing Bontang Barat diterkam buaya saat sedang asyik berenang di Pantai Teluk Singkama, Sangatta Selatan, Minggu, (30/1/2023) sekitar pukul 12.30 Wita.

Ajaibnya, bocah 12 tahun itu selamat walau sempat diseret ke tengah laut oleh buaya yang diperkirakan sepanjang 2,5 meter itu. Walau berhasil menyelamatkan diri, predator raksasa itu meninggalkan bekas gigitan di tangan Riskianto.

Informasi yang berhasil didapat mediakaltim.com menyebutkan, korban bersama keluarga dan saudaranya berangkat dari Bontang untuk berlibur di Pantai Pasir Putih. Setibanya di lokasi korban langsung bermain bola di bibir pantai.

Bosan bermain bola, mereka lantas menuju ke laut untuk berenang. Pada awalnya beberapa anak itu masih berenang di pinggir pantai, namun lama kelamaan agak ke tengah. Disaat itulah, korban berenang agak berjauhan dengan saudaranya-saudaranya.

“Pamannya sebenarnya sudah melihat buaya itu. Jadi pamannya meneriaki korban, ngasih tau ada buaya di belakang. Cuma korban nggak ngerti, nggak lama disambar sama buaya itu,” jelas Kapolsek Sangatta Utara, AKP Rihard Nixon Sihombing saat dikonfirmasi.

Berdasarkan penuturan saksi, korban sempat dibawa ke tengah laut, ditarik hingga timbul-tenggelam. Disaat itulah keluarga yang berada di bibir pantai langsung meminta pertolongan kepada warga. Hingga akhirnya korban dilepaskan oleh buaya tersebut.

“Gak tau bagaimana itu ceritanya korban bisa lepas. Dia akhirnya bisa kembali ke pantai dan segera ditolong oleh warga dan dibawa ke Klinik Pertamina,” tambah Kapolsek.

Akibat serangan buaya tersebut, korban mengalami robek akibat gigitan buaya di tangan sebelah kanan serta lebam di pinggang kanan. Bocah beruntung itu mendapat 1 jahitan dalam dan 8 jahitan di luar.

Kapolsek telah mengarahkan Bhabinkamtibmas untuk bekerja sama dengan Kepala Desa agar membuat plang pengumuman larangan berenang di pantai. Dirinya juga mengharapkan kepada warga yang ingin berlibur di sepanjang pantai agar selalu waspada. (ref)

Masih Uji Coba, ETLE Statis Segera Difungsikan

0
ETLE statis yang terpasang di depan Denarhanud 002/ABC. (Bams/Media Kaltim).

BONTANG – Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis yang terpasang di depan Denarhanud Rudal 002/ABC bakal difungsikan dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Taufiqurrakhman menuturkan, sampai saat ini alat tersebut masih berstatus uji coba. “Masih ada kendala teknis sehingga belum bisa difungsikan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (30/1/2022).

Nantinya pengaturan pengoperasian server dari pihak penyedia juga bakal dilakukan. Terakhir sebelum diberlakukan, pihaknya juga bakal kembali melaksanakan koordinasi dengan Satlantas Polres Bontang. “Target bisa rampung awal Februari,” terangnya.

Adapun jenis pelanggaran yang dapat ditindak melalui ETLE statis ini yaitu, pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman, bermain handphone saat berkendara, melawan arus, dan tidak menggunakan helm. Kamera akan merekam nomor polisi kendaraan saat melintas di kawasan ETLE statis. (bms)

Kontainer Sangkut Kabel PLN, Disorot DPRD karena Melintas Siang Hari

0

BONTANG – Sebuah truk trailer membawa muatan kontainer tersangkut kabel PLN, saat melintas di depan Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Jalan Jenderal Soedirman, Sabtu (29/1). Untungnya tidak ada korban atas insiden ini.

Namun demikian, kejadian ini sempat sedikit menghambat arus lalu lintas dan menjadi sorotan warga. Pasalnya, truk tersebut melanggar jam operasional saat melintas di jalur kota.

“Maaf yaa, bukannya aturan di Kota Bontang kontainer 40 feet di jam kerja dilarang melintas di jalan kota ya? Seharusnya kan melintas di atas jam 10 malam,” ucap akun instagram @riobagas_24 mengomentari video truk tersangkut kabel yang telah beredar di mendia sosial.

“Tadi lewat sini pas berhenti di sampingku, ya Allah sawan. Langsung kuingat kecelakaan di Balikpapan itu,” timpal akun @indriwati26.

Sorotan serupa disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal. “Seharusnya kejadian di Balikpapan baru-baru ini menjadi pelajaran untuk Kota Bontang agar kendaraan berat tidak beroperasi pagi sampai sore hari di dalam kota. Mohon aparat dan dinas terkait sedikit tegas dengan aturan yang sudah ada,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub), Welly Sakius mengakui, truk trailer itu sudah masuk kategori kendaraan bertonase besar yang mengangkut peti kemas dengan 40 kaki. “Kalau melintas melanggar jam operasional,” ucap Welly kepada wartawan.

Dijelaskannya, untuk kendaraan bertonase besar untuk jam operasional dilarang melintas di wilayah kota antara pukul 21.00 Wita – 06.00 Wita. “Diatas jam itu dilarang,” katanya.

Namun demikian, masih ada toleransi, bila bagi kendaraan bertonse berat yang beroperasi di atas jam itu, harus dikawal polisi Satlantas.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Edy Haruna mengatakan pihaknya hanya memberikan teguran kepada sopir truk. Kabel yang putus, setelah tersangkut di badan kontainer sudah diperbaiki.

Menurut Eddy, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian serupa dan laka lantas, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pengusaha logistik dan Dinas Perhubungan. (mk)

Diperkirakan Sudah 3 Hari, Wanita Paruh Baya Ditemukan Meninggal di Rumahnya

0
Tim Inafis Polres Bontang saat memeriksa jenazah wanita paruh baya yang ditemukan tewas di rumahnya. (ist)

BONTANG – Wanita paruh baya berinisial UP (57) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Surabaya, RT 19, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (28/1/2022) sekitar pukul 17.30 Wita.

UP ditemukan dalam keadaan tengkurap mengenakan kaus berwarna biru dan celana pendek. Posisinya berada di pintu rumah bagian samping. Badannya sudah membiru, wajahnya menghitam, serta mengeluarkan bau tak sedap.

Kapolsek Bontang Barat, Iptu Khoiri mengatakan, kepolisian mendapatkan laporan dari warga sekitar pukul 18.30 Wita dan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Berdasarkan informasi kerabat korban, diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari lalu,” ujar Kapolsek.

Tim Inafis Polres Bontang sudah memeriksa lokasi dan jenazah. Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Namun diketahui, UP pernah memiliki riwayat penyakit tifus dan liver, serta pernah dirawat intensif di RSUD Taman Husada Bontang. (bms)

Tak Layak, Armada DLH Butuh Peremajaan, Tahun Ini Usulkan Truk Konvektor

0
Armada pengangkut sampah milik DLH Bontang. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Sebagian armada pengangkut sampah dan penunjang kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang sudah tidak layak dan butuh peremajaan. Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Bontang, Heru Triatmojo.

“Saat ini kami memiliki 11 unit truk sampah, tiga unit Arm Roll dan dua unit pikap. Bisa dibilang yang layak dan tidak layak fifty-fifty (50:50),” kata Heru saat dikonfirmasi belum lama ini.

Ke depan, pihaknya mengusulkan adanya peremajaan. Beberapa di antaranya yakni pengadaan truk konvektor yang bisa berfungsi sebagai pengepres sampah. Kelebihan lainnya truk konvektor itu yakni lebih ramah lingkungan, lebih efektif dan efisien, serta mengurangi dampak bau tak sedap jika dibandingkan dengan truk terbuka biasa.

”Di PT Badak dan PKT sudah pakai itu. Harapan kami maunya bisa direalisasikan tiga unit. Tetapi kalau tidak bisa (akibat keterbatasan anggaran) ya satu atau dua unit dulu,” pintanya.

Seharusnya, sambung Heru, pengadaan tiga armada itu bisa terealisasi. Sebab tahun lalu Bontang berhasil mendapat kucuran Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat sebanyak Rp 4,8 miliar. Ini berkat Kota Taman meraih predikat sebagai Kota Peduli Sampah.

“Jadi tidak pakai APBD. Apalagi kita (Bontang) sudah meraih penghargaan Clean Land tingkat ASEAN. Jadi minimal harus punya konvektor,” tandasnya. (bms)

Puluhan Layanan Publik Bisa Diakses lewat Aplikasi “BontangKu”

0
Tampilan Aplikasi BontangKu. (tangkapan layar)

BONTANG – Super aplikasi (super apps) bernama “BontangKu” siap diluncurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam waktu dekat. Kabid Penyelenggara E-Government Diskominfo Taufiqurrahman mengatakan, aplikasi ini dapat mengakses puluhan layanan publik hanya melalui genggaman tangan, sehingga dapat memudahkan masyarakat.

Adapun layanan publik yang tersedia seperti pemantauan Closed Circuit Television (CCTV) melalui program Integrasi Tampilan Informasi Pemantauan (INTIP), Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum (JDIH), informasi kebencanaan, Arsip Elektronik (E-Arsip), informasi Covid-19, perizinan digital, Sistem Informasi Pengadaan Barang atau Jasa (Simbaja).

Layanan lainnya yaitu Sistem Informasi Pengellaan Data Statistik Terpadu (Simpatiku), Sistem Informasi Manajemen Pegawai (Simpeg), Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), atau Elektronik Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (E-LAPOR). Juga ada tata naskah (takah),informasi WiFi terdekat, informasi destinasi wisata Bontang, hingga infromasi pemberitaan.

“Saat ini aplikasi masih terus dipersiapkan. Peluncuranya masih menunggu waktu yang pas,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini. (bms)

Kecewa Tak Diberdayakan Perusahaan, Ratusan Sopir Truk Gelar Aksi Demo

0
Ratusan truk mengular di sepajang Jalan Pupuk Raya Kelurahan Guntung.

BONTANG – Ratusan sopir truk lokal yang tergabung dalam Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Bontang menggelar aksi demonstrasi, Kamis (27/1/2022). Dengan membawa kendaraan truk masing-masing, mereka tampak mengular hingga tiga kilometer lebih dari Jalan Pupuk Raya sebelum Pos Hotel Equator yang menjadi lokasi utama aksi.

Dalam aksi itu, mereka menuntut pemberdayaan sopir lokal terhadap kegiatan penimbunan di lingkungan kerja PT Pupuk Kaltim. Termasuk salah satunya pembangunan pabrik Kaltim Amoniak Nitrat (KAN) di kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE).

Mereka kecewa lantaran perusahaan beserta kontraktor perusahaan lebih memprioritaskan truk dari luar Bontang. “Tahun lalu sudah ada kesepakatan bahwa ketika ada kegiatan pengangkutan atau penimbunan, kami dilibatkan. Tapi sekarang itu tidak dilakukan,” kata Sekretaris PLBB, Ludin Limbong.

Aksi ini, kata dia, juga dilakukan lantaran PLBB tak menemukan titik terang dengan perusahaan meski telah berdiskusi. Padahal sebelumnya, mereka mengaku pernah diberdayakan. Namun belakangan terakhir, mereka hanya terlibat sebagai penonton.

Dalam aksi itu, ratusan pendemo dipertemukan dengan perwakilan PT Pupuk Kaltim beserta perwakilan PT Wijaya Karya (Wika) sebagai salah satu subkontraktor. Namun hingga aksi berakhir, kesepakatan final belum menemukan titik terang. Pertemuan dilanjutkan Jumat (28/1/2022).

Perwakilan PT Wika, Alif mengaku, pihaknya membantah jika disebut tidak memberdayakan sopir truk lokal. Sebab tiga subkontraktor yang telah ditunjuk, seluruhnya perusahaan asal Bontang. Ketiganya yakni PT Rajawali Perkasa Teknik, PT Mitra Nusantara Energi, dan PT Krida Sejahtera Jaya. “Kami sudah meminta ketiga perusahaan ini agar menggandeng PLBB,” tandasnya. (bms)

Terseret Arus Air, Bocah di Loktuan Ditemukan Meninggal di Gorong-Gorong

0
Kondisi korban saat dievakuasi lalu dibawa ke RS PKT. (ist)

BONTANG – Seorang anak laki-laki berinisial Fi (8) ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong kawasan Jalan Kapal Layar 3, RT 22, Kelurahan Loktuan, Kamis (27/1/2022) sore. Saluran air tempat Fi meninggal, lokasinya tak jauh dari rumah korban.

Bhabinkamtibmas Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, sebelum ditemukan meninggal, bocah kelas 2 SD itu bermain air hujan di dalam saluran air bersama 5 temannya. “Saat itu main perosotan. Tapi karena aliran airnya deras, korban terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong,” kata Bajuri saat dikonfirmasi.

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 17.00 Wita itu, baru disadari warga ketika ada yang berteriak minta tolong. Namun belum sempat ditolong, nyawa siswa SD kelas 2 tersebut sudah tak bisa diselamatkan. Korban akhirnya dibawa ke RS PKT dengan kondisi badan membiru dan sudah tak bernyawa.

Atas kejadian ini, Aipda Bajuri mengimbau kepada warga dan orang tua, agar lebih berhati-hati saat memantau anak yang bermain di tengah guyuran hujan deras serta aliran air. Sebab hal itu bisa berujung celaka. “Harapannya kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkasnya. (bms)