Beranda blog Halaman 956

517 Pasangan Nikah di KUA Bontang Utara Masa Pandemi

0
Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Belakangan, sosial media dibuat ramai dengan tren menikah gratis di Kantor Urusan Agama (KUA) karena masa pandemi covid-19. Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bontang Utara, bahwa tren menikah di KUA meningkat saat pandemi covid-19 lalu.

Disebutkan Hartono, Kepala KUA Bontang Utara, jumlah pasangan yang menikah di KUA Bontang Utara tahun 2020 lalu sebanyak 517 pasang, kemudian tahun 2021 turun menjadi 463 pasang, dan tahun 2022 kemarin turun lagi jadi 434 pasang.

“Jumlahnya terus menurun seiring berakhirnya pandemi covid-19,” Jelas Hartono, Kepala KUA Bontang Utara.

Namun, menurutnya kebanyakan orang Bontang lebih memilih untuk menikah dan mengadakan acara, agar dapat berkumpul dengan keluarga, dibandingkan di KUA.

“Kalau orang Bontang memang karena keluarga juga, jadi mereka harus buat acara. Tapi ada juga yang karena tidak mau ribet,” lanjutnya.

Dijelaskan lebih lanjut, beberapa alasan orang menikah di KUA ada beberapa, karena masalah ekonomi, ingin menikah dengan sederhana, janda atau duda yang ingin menikah lagi, sampai ada yang karena nikah siri.

“Jadi ada dari salah satu komunitas di Bontang, mereka mendata warga Bontang yang melakukan nikah siri. Akhirnya diajukan untuk menikah secara sah di KUA, dan itu sampai 100 lebih,” jelas Hartono.

Hartono menyayangkan kepada orang-orang yang melakukan nikah siri, karena hal tersebut dapat merugikan, terutama untuk perempuan.

“Kadang juga di nikah siri itu ada juga yang pakai wali palsu. Itu nantinya masuk ke Pengadilan Agama (PA), mereka akan menelusuri keluarga asli serta saksinya. Di Bontang ada saja yang seperti itu,” ungkap Hartono.

Pada awal 2023, warga Bontang tetap banyak yang mengajukan pernikahan di gedung maupun di rumah.

“Saya rasa, kalau tren nikah KUA agak sulit ya, karena pasti keluarga maunya buat acara. Tapi yang mau nikah di KUA juga bisa, gratis selama hari-hari kerja,” pungkasnya. (sya)

Basri: Dana Stimulan untuk Pengembangan SDM dan Tingkatkan Ekonomi!

0
Mini Ekspo Stimulan RT, salahsatu program yang dihasilkan dari dana stimulan RT di Kelurahan BK. (ist)

BONTANG – Pelaksanaan dana stimulan RT harus sesuai dengan visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Hal itu disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase.

Basri mengatakan penggunaan dana stimulan RT yang diberikan tidak dipergunakan dalam pembangunan fisik, namun untuk melaksanakan pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan pendapatan, khususnya di RT dan UMKM.

“Bagi yang berhasil bagus. Dana stimulan ini diperuntukkan dan terserah penggunaannya bagi RT-RT. Mau khusus dana UMKM, dana untuk urban farming, silakan,” kata Basri Rase, Senin (13/2/2023).

Selanjutnya Basri menambahkan, setiap kelurahan memiliki satu produk yang terbentuk dan memiliki ciri tersendiri.

“Keinginan kita cenderung mendorong satu daerah satu produk. Karena sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia,” kata Basri.

Basri menambahkan, dengan adanya produk tersendiri, maka akan dapat memperkenalkan wilayah tersebut melalui produk-produk yang dihasilkan. (yah)

Musrenbang Bontang Selatan Masih Prioritaskan Penanganan Banjir

0
Suasana Musrenbang Kecamatan Bontang Selatan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Musrenbang di tingkat Kecamatan Bontang Selatan masih memprioritaskan infrastruktur dalam penanganan banjir. Membuat folder di wilayah-wilayah kelurahan yang terdampak banjir, seperti di Kelurahan Tanjung Laut dan Tanjung Laut Indah.

Camat Bontang Selatan, Kamsal mengatakan, program yang diusulkan beberapa kelurahan yakni pembangunan fisik gedung kelurahan yang telah terakomodir, serta usulan prioritas yakni pembuatan folder bagi kelurahan yang terdampak banjir.

“Sebelumnya telah dilakukan pra musrenbang. Rata-rata mengusulkan pembangunan fisik. Pembangunan kantor kelurahan juga sudah diakomodir. Ada juga skala prioritas pembuatan folder di wilayah penanganan banjir,” kata Kamsal, Senin (13/2/2023) kepada Mediakaltim.com (jaringan radarbontang.com).

Selain infrastruktur, program skala prioritas lainnya yakni program stimulan RT yang tidak boleh mengusulkan pembangunan fisik, namun dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Untuk yang stimulan jadi program prioritas utama yang disampaikan wali kota. Pembangunan non fisik seperti urban farming, UMKM, dan pemberian makanan untuk anak. Itu semua sudah diakomodir,” jelas Kamsal.

Sementara untuk penanganan stunting di Kecamatan Bontang Selatan akan difokuskan pada Kelurahan Tanjung Laut dan Kelurahan Tanjung Laut Indah.

“Tahun ini difokuskan ke dua kelurahan,” tambah Kamsal.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah mengatakan, Musrenbang Kecamatan Bontang Selatan dapat menjadi solusi permasalahan yang terjadi di masyarakat salah satunya mengenai stunting.

“Terkait masalah stunting, wilayah Bontang Selatan ini cukup tinggi,” kata Najirah.

Dengan penanganan secara bersama, stunting bisa dapat teratasi. (yah)

OPD Ikuti Bimtek, Mbizmarket Segera Hadir di Bontang

0
Seluruh OPD ikuti bimtek Mbizmarket di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang tata cara belanja pengadaan dengan aplikasi toko daring Mbizmarket dilaksanakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin, (13/02/23) sampai Rabu (15/02/23).

Di hari pertama bimbek, Paulinus Didi Darmadi, Team Leader Area Provinsi Bali menjelaskan, Mbizmarket merupakan marketplace yang diciptakan untuk menggapai pasar industri kecil dan menengah di Indonesia.

Mbizmarket sudah ada sejak November 2020 lalu, dan sudah menyebar di 31 provinsi dan 165 kabupaten/kota.

“Mbizmarket tidak hanya untuk produk-produk yang namanya sudah dikenal nasional, tapi bisa juga untuk UMKM dalam kabupaten/kota tertentu. Jadi nanti UMKM di Bontang yang ada di Mbizmarket akan dilihat juga oleh nasional,” jelasnya.

Mbizmarket merupakan satu-satunya Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) yang menyediakan seluruh kategori penjualan. Termaksud jasa, seperti jasa transportasi, kurir, sewa peralatan dan ruangan, akomodasi, dan masih banyak lagi.

“Selain itu kami juga bisa melakukan negosiasi dengan pembeli, kami juga mewajibkan foto dan barang jualan harus sama, pengecekan barang saat diterima nantinya harus dicek, agar tidak ada kesalahan saat sudah menekan tombol barang diterima,” imbuh Didi.

Dengan hadirnya Mbizmarket di Bontang diharapkan perekonomian Bontang dapat makin maju. Mempermudah seluruh transaksi jual beli di Kota Bontang.

Dengan Bimtek yang diberikan untuk OPD di Kota Bontang ini, diharapkan agar Pemkot Bontang dapat memperlancar masuknya Mbizmarket. Namun, aplikasinya baru dapat digunakan pengguna android, untuk pengguna ios masih dalam proses. (sya)

Basri Harap Mbizmarket Mudahkan UMKM Jualan Online

0
Seluruh OPD mengikuti bimtek Mbizmarket. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Pemkot Bontang mengadakan bimbingan teknis (bimtek) tata cara pengadaan dengan aplikasi toko daring Mbizmarket, Senin (13/02/23), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Bimtek dilaksanakan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mbizmarket merupakan merketplace yang dapat mempermudah penjual serta pembeli dalam bertransaksi. Akan segera hadir di Kota Bontang. Diharapkan dengan bimtek ini dapat memperlancar masuknya Mbizmarket ke Kota Bontang.

“Saya harap dari bimtek ini, tak ada lagi OPD yang tidak tahu bagaimana cara penggunaan Mbizmarket. Karena nantinya kita akan membantu para pedagang di Bontang, untuk berjualan menggunakan aplikasi tersebut,” ungkap Basri Rase, Wali kota Bontang dalam sambutannya.

Memasuki zaman yang serba menggunakan teknologi ini, membuat warga Bontang harus ikut maju dalam penggunaan teknologi.

“Dengan adanya teknologi Mbizmarket nantinya, pedagang kecil sampai pedagang besar bisa berjualan online, apalagi aplikasi ini mendapat dukungan dari pemerintah, sehingga UMKM Bontang akan ikut maju,” lanjutnya. (sya)

HIV/Aids Tak Sembarang Menular, Konselor: Jangan Kucilkan, Beri Motivasi!

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Konselor HIV/AIDS dari Puskesmas Bontang Selatan (BS) 2, dr Ruri mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengucilkan penderita HIV/Aids.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada Diskusi Tokoh Lintas Komunitas bertajuk ‘Ibu dan anak terinveksi HIV/Aids, buah rusaknya liberalisme, solusinya?.’ Diadakan Forum Muslimah Bontang (FMB), Sabtu (11/2/2023) di Rumah Boga Resto.

Imbauan tersebut disampaikan lantaran stigma yang tersebar di masyarakat, bahwa HIV/Aids bisa menular dengan berbagai cara. Sehingga masyarakat takut mendekat kepada penderita HIV/Aids.

“Jangan takut dengan penderita. Beri dukungan kepada penderita HIV dengan cara tidak mengucilkan mereka,” saran dr Riri.

Untuk memahamkan masyarakat agar tidak terjebak pada stigma yang salah tersebut, Ruri memaparkan bagaimana cara kerja virus HIV menular.

Prinsip penularan HIV/Aids disingkatnya ESSE, yaitu:

EXIT: Harus ada cairan sumber penularan HIV AIDS yang keluar dari tubuh penderita (darah, cairan kemaluan, ASI).

SUFFICIENT: Jumlah cairan tersebut harus cukup untuk menginfeksi orang lain (dalam 1 tetes darah penderita HIV AIDS mengandung sekitar 1.800an virus, ini sudah cukup untuk menginfeksi orang lain)

SURVIVE: Virus keluar dari tubuh penderita/host dalam keadaan hidup (dalam 1 tetes darah di luar tubuh penderita virus mampu bertahan selama beberapa menit karena setelah itu darah menjadi lisis sehingga virus ikut mati. Virus akan mati jika darah mengering.)

ENTER: Pada orang sehat akan tertular jika ada luka sebagai pintu masuknya.

Di luar tubuh penderita/host virus HIV akan mati dalam beberapa menit. (Tidak ada ketentuan waktu yang sama karena tergantung lingkungan sekitarnya). Kemudian virus tidak akan bertahan jika lingkungan yang di tempati berbeda dengan lingkungan host-nya.

Disebutkannya, cara penularan melalui hubungan seks tidak aman (berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan kondom), pajanan darah terinfeksi virus HIV (transfusi darah, jarum suntik tidak steril), dari ibu ke anak melalui kehamilan, persalinan, dan menyusui (20-40 %).

Dikatakannya, HIV/Aids tidak menular melalui sentuhan tubuh, seperti makan bersama, bersalaman, berpelukan, cium pipi, batuk, bersin dan lain sebagainya. Tidak juga melalui keringat, donor darah, penggunaan toilet umum, di kolam renang, dan lain sebagainya.

Ia kembali menegaskan, bahwa penularan HIV/Aids hanya melalui cairan kemaluan (air mani dan cairan vagina), darah, ASI dan cairan otak, cairan ketuban. Selain dari itu tidak bisa.

Karenanya Dr Ruri pun mengimbau masyarakat agar tetap memberi dukungan kepada penderita HIV/Aids dan tidak mengucilkannya. “Jangan memberi stigma negatif, jangan mendiskriminasi, harus berempati, dan berikan motivasi,” imbaunya. (al)

FMB Gelar Diskusi Tokoh, Paparkan Solusi Islam Masalah HIV/Aids

0
Diskusi Tokoh Lintas Komunitas garapan FMB di Rumah Boga Resto. (ist)

BONTANG – Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, hingga Juni 2022 total pengidap HIV yang tersebar di seluruh provinsi mencapai 519.158 orang. Sementara di Bontang sendiri, kasus HIV masih tergolong tinggi. Tercatat sepanjang 2022, ada 77 warga Bontang yang terpapar HIV Virus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bontang mengatakan, penularan HIV dilatari perilaku seks bebas di luar pernikahan. Adapun sebaran terbanyak didominasi usia 24 hingga 50 tahun. Penularan didominasi kalangan ibu rumah tangga (IRT).

Hal itu terungkap dalam Diskusi Tokoh Lintas Komunitas bertajuk ‘Ibu dan anak terinveksi HIV/Aids, buah rusaknya liberalisme, solusinya?.’ Diskusi tersebut diadakan Forum Muslimah Bontang (FMB), Sabtu (11/2/2023) di Rumah Boga Resto, Jalan Brigjend Katamso.

Narasumber pertama, Konselor HIV/AIDS dari Puskesmas Bontang Selatan (BS) 2, dr. Ruri memaparkan, bagaimana cara kerja virus HIV menular berikut ciri-ciri orang yang terjangkit serta cara penanganannya.

Ia mengimbau agar menerapkan pola hidup sehat. Mengetahui bagaimana virus menular melalui cairan air mani, darah, ASI dan otak.

“Jangan takut dengan penderita. Beri dukungan kepada penderita HIV dengan cara tidak mengucilkan mereka,” saran dr Riri di sela-sela pemaparannya.

Sementara itu, narasumber kedua Ustazah Dian Eliasari S.Kesmas memaparkan solusi permasalahan HIV/Aids ini dari sudut pandang Islam secara menyeluruh.

Menurutnya, angka penderita HIV/AIDS atau ODHA tidak akan menurun atau bahkan dihilangkan, tanpa melihat permasalahan secara keseluruhan. Langkah pihak terkait untuk menangani masalah ini sudah cukup banyak, namun angka penderita tetap bertambah.

Hari ini perbuatan manusia diatur berdasarkan nilai-nilai kebebasan (Liberalisme). Kebebasan ini dijamin dalam Hak Asasi Manusia (HAM). HAM lahir dari pemikiran orang barat (John Lock) sejak tahun 1950.

“Konsep kebebasan ini adalah buah dari ditinggalkannya aturan agama, dan menjadikan akal manusia sebagai penentu segala sesuatu termasuk halal dan haram (sekularisme),” ujar Ustazah Dian.

Selama sekularisme menjadi landasan kehidupan, infeksi HIV/AIDS mustahil diberantas. Sekularisme justru membuka peluang penularan infeksi HIV/AIDS ini.

“Target dunia bebas HIV/AIDS di tahun 2030 ‘Three Zero HIV/AIDS 2030′ akan jauh dari harapan,” tegasnya.

Ia menggambarkan bagaimana Islam mengatasi HIV/AIDS dengan tindakan preventif dan kuratif.

Dikatakannya, Islam sangat menjaga kehormatan dan pergaulan antara pria dan wanita. Islam berupaya menutup pintu pergaulan bebas sekaligus mencegah HIV/AIDS. caranya:

  1. Kewajiban menutup aurat bagi wanita dan laki-laki yang sudah baligh (An-Nur: 31 & Al-Ahzab: 59).
  2. Pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dan perempuan ketika sudah berusia 7 tahun.
  3. Siapa saja yang boleh melihat aurat wanita (An-Nur: 31).
  4. Aturan tentang tempat khusus dan tempat umum bagi wanita.
  5. Larangan mendekati zina (Al-Isra: 32).
  6. Interaksi antara laki-laki dan perempuan yang diperbolehkan.
  7. Perintah untuk menjaga pandangan.
  8. Anjuran menikah bagi yang sudah siap.

Jikalau perzinaan itu benar-benar terjadi, maka negara akan memberikan  sanksi, yaitu sanksi jilid bagi pelaku yang belum menikah dan sanksi rajam bagi yang sudah menikah.

Itu masih sebagian cara Islam mencegahan perzinahan. Masih banyak ragam cara lainnya.

Ustazah Dian pun memberikan tips membentengi diri, keluarga, dan masyarakat dari bahaya paham sekulerisme liberal. Yaitu dengan mengkaji Islam menyeluruh, mengamalkan Islam di kehidupan sehari-hari, dan turut berdakwah jamaah dengan thoriqoh dakwah Rasulullah Saw.

“Agar dapat membangun kesadaran politik Islam di tengah umat, sehingga bisa kembali menerapkan Islam kaffah dalam bingkai khilafah,” pungkasnya. (rls)

 

Minyakita Mahal dan Langka, Akibat Salah Kelola di Sistem Kapitalis

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd

(Pemerhati Sosial)

Minyak goreng merk Minyakita saat ini sulit didapatkan di pasar-pasar tradisional di Bontang alias langka. Simanjuntak, salah satu pedagang di Pasar Taman Telihan mengatakan, sudah jarang melihat Minyakita. (radarbontang.com, 8/2/2023 )

Minyakita adalah minyak goreng kemasan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000, sama dengan HET minyak goreng curah. Kementerian Perdagangan meluncurkan Minyakita pada 6 Juli 2022 untuk mengatasi kenaikan harga minyak yang pada saat itu harganya Rp25.000 per liter.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan salah satu penyebab kelangkaan Minyakita adalah realisasi suplai pasokan dalam negeri yang harus dipenuhi perusahaan sebelum melakukan ekspor atau domestic market obligation (DMO) turun sejak November lalu.

Tetapi, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, mengungkap hal berbeda. Kata beliau, ada perubahan regulasi yang menyebabkan produsen mengalihkan produksi Minyakita ke minyak curah.

Ahli ekonomi dari lembaga riset Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, beranggapan ketika “minat pihak swasta berkurang” untuk memproduksi Minyakita, negara harus mengambil peran lewat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Program biodiesel B35, yang membuat penggunaan CPO (bahan baku minyak goreng) meningkat dan disebut-sebut menteri perdagangan membuat produksi Minyakita berkurang, dibantah oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Arilangga Hartarto. Menurut dia, program B35 tidak akan mengganggu pasokan untuk minyak kebutuhan konsumsi.

Akar Masalah

Terlihat jelas bahwa ada banyak problem yang sebenarnya harus diselesaikan juga regulasi yang ditata ulang dalam mengatur produksi dan distribusi produk minyak goreng ini.

Tetapi, hal ini Seolah-olah akan diselesaikan dengan satu jalan, mendistribusikan minyak goreng kemasan dengan mematok harga seperti harga minyak curah. Satu kebijakan yang sudah bisa diprediksi sejak awal akan berujung pada kegagalan. Sekadar mematok harga tanpa menyelesaikan problem utamanya, tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah.

Jika dikaji dari sudut pandang ekonomi syariah, Islam mengharamkan pematokan harga secara mutlak. Haramnya pematokan harga bersifat umum untuk semua bentuk barang, tanpa dibedakan antara makanan pokok dengan bukan makanan pokok.

Pematokan harga, adalah tindakan berbahaya karena akan menciptakan pasar gelap sehingga harga malah menjadi naik yang akhirnya menyebabkan kerusakan produksi.

Solusi Islam

Problem yang harus diselesaikan dalam masalah minyak goreng ini dimulai dari pembenahan saat produksi, saat distribusi, juga kepemilikan lahan jutaan hektar, serta tekanan luar negeri.

Solusi kepemilikan lahan, Islam melarang pengambilan lahan milik umum seperti hutan untuk dijadikan milik pribadi. Solusi produksi, Islam melarang praktek monopoli, oligopoli, dan lainnya. Solusi distribusi, Islam melarang praktek penimbunan barang di gudang untuk meningkatkan harga pasar.

Solusi tekanan luar negeri, Islam tidak mengikuti regulasi internasional yang berdampak buruk untuk masyarakat luas, seperti regulasi yang menjadikan bahan pangan sebagai sumber energi.

Islam memerintahkan negara agar bertanggung jawab terhadap stabilisasi pasar. Memastikan supply dan demand bertemu di titik equilibrium, secara rida (saling rela), bukan terpaksa karena tidak ada pilihan lain.

Mau tidak mau, harus beli, berapa pun harganya karena kebutuhan, adalah potret situasi pasar dalam sistem kapitalisme sekuler.

Maka, kondisi ideal tersebut hanya bisa diwujudkan oleh sistem Islam, sebuah sistem bermasyarakat dan bernegara yang menggunakan syariat Islam kaffah. Berbagai regulasi Islam mulai produksi sampai distribusi diberlakukan dalam perundang-undangan negara dalam Islam.

Pelanggaran akan ditindak tegas oleh qodhi hisbah, sistem peradilan yang tersebar di berbagai pasar. Dengan mekanisme hukum yang sempurna, maka stabilisasi harga dengan stok barang yang cukup selalu tersedia di pasar-pasar negara Islam.

Salah satunya, bisa dilihat dari potongan kisah di masa Khalifah Umar bin Khathab ra. ketika terjadi masa paceklik di Hijaz, harga makanan naik karena langkanya makanan.

Tetapi, Khalifah Umar sebagai kepala negara tidak mematok harga tertentu. Khalifah Umar mengirim dan menyuplai makanan dari Mesir dan Syam ke Hijaz, sehingga berakhirlah krisis tersebut tanpa mematok harganya.

Wallahualam

Gelar Jalan Sehat, Harlah Satu Abad NU Usung Tema ‘Merawat Jagat, Membangun Peradaban’

0
Jalan sehat Harlah Satu Abad NU dihadiri Wali Kota Bontang, Ketua DPC NU dan Forkopimda Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bontang mengadakan jalan sehat dalam rangka Hari Lahir (Harlah) 1 abad Nahdlatul Ulama, Minggu (12/2/2023) bertempat di Stadion Bessai Berinta.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang, Basri Rase, Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah, Ketua PC NU, Kamilan, dan Forkopimda Bontang.

Jalan sehat diisi dengan senam bersama dan pemberian doorprize bagi warga yang beruntung.

Ketua Pelaksana Harlah satu abad NU di Bontang, Achmad Cholid mengatakan, jalan sehat merupakan rangkaian Harlah satu abad NU di Kota Bontang. Beragam agenda lain di antaranya lomba mars, lomba rebana majelis taklim se-Kota Bontang, lomba mewarnai logo NU, lomba pidato tingkat SMP, cerdas cermat, dan lomba kaligrafi.

“Hari ini kita melaksanakan jalan sehat yang diikuti warga nadhliyin dan paguyuban di Bontang,” kata Cholid.

Lanjut Cholid, kegiatan lainnya yakni mengadakan ruqyah massal di Gedung PC NU. Puncak rangkaian kegiatan Harlah NU akan melaksanakan tablig akbar di Stadion Bessai Berinta.

Ketua PCNU Bontang, Kamilan menambahkan, tema harlah kali ini sesuai filosofi  Nahdlatul Ulama didirikan, yakni ‘merawat jagat, membangun peradaban.’

“NU selalu mengedepankan rasa persatuan dan persaudaraan,” kata Kamilan.

Sementara Basri Rase mengatakan, NU telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin, baik di pemerintahan pusat maupun pemerintah daerah. NU juga telah menjadi garda terdepan dalam menjaga negara Indonesia.

Dirinya juga menyebut bahwa warga nahdliyin akan merawat toleransi, harmoni, dan mengedepankan Islam yang moderat.

“Selalu menjunjung adat ketimuran. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, tanpa melihat status sosial,” kata Basri Rase. (yah)

Hanya 26 dari 45 OPD yang Hadir di Asistensi PPID

0
Kegiatan asistensi PPID di Kantor Diskominfo, Bontang Lestari. (ist)

BONTANG – Menyandang predikat Kota Terinformatif 2 tahun berturut-turut, tidak lekas membuat Pemkot Bontang berpuas diri. Pemkot kembali menggelar asistensi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Publik (PPID) di awal tahun 2023 ini.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang selaku PPID Utama, asistensi digelar selama 5 hari di Kantor Diskominfo, Bontang Lestari.

Asistensi tersebut ialah salah satu upaya Pemkot Bontang untuk melaksanakan keterbukaan informasi publik, sebagaimana amanat Undang-Undang No. 14 tahun 2008.

Asistensi tersebut mengundang seluruh OPD dan kelurahan selaku PPID Pembantu untuk hadir.

Diketahui, dari sebanyak 45 OPD hanya 26 OPD yang hadir. Hal ini tentu menjadi cambuk bagi Kominfo selaku leading sector dan PPID Pembantu untuk semakin meningkatkan Keterbukaan Informasi Publik.

Plt Kadis Kominfo, Iskandar berpendapat bahwa implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik bersifat wajib. Oleh karena itu, walaupun sudah mendapat juara di tingkat provinsi, semakin hari harus semakin ditingkatkan.

“Jangan sampai lengah. Ini harus jadi cambuk agar jangan sampai kita berjalan di tempat sedangkan kabupaten/kota lain sedang berlari,” ujar Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berterimakasih kepada seluruh OPD yang telah antusias mengikuti asistensi tersebut.

“Saya berterima kasih kepada seluruh OPD yang telah mau hadir dan antusias mengikuti asistensi ini. Sedangkan untuk OPD yang masih kurang antusias, saya harap dapat membuka keran informasinya bagi masyarakat. Jangan sampai data yang harus dibuka untuk masyarakat justru ditutupi,” imbuhnya.

Ia juga berharap ke depannya antusias PPID Pembantu semakin meningkat dan peduli terhadap keterbukaan informasi publik.

Sebagai informasi, asistensi PPID Pembantu merupakan salah satu agenda tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Pemkot Bontang sebanyak dua kali dalam setahun.

Agenda ini menjadi kontrol PPID Utama terhadap PPID Pembantu untuk terus mengupdate data dan program pemerintah dengan menguploadnya di e-arsip maupun website. (hms)