Beranda blog Halaman 959

Macet Saat Kapal Sandar di Pelabuhan Loktuan Dikeluhkan Anggota Dewan

0
Macet Saat Kapal Sandar di Pelabuhan Loktuan Dikeluhkan Anggota Dewan
Pelabuhan Loktuan saat kapal sandar. (ist)

BONTANG – Mewakili warga Selambai, Kelurahan Loktuan dan sekitarnya, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal mengeluhkan kondisi macet di Pelabuhan Loktuan saat kapal bersandar kepada Wali Kota Bontang.

Hal itu disampaikannya saat Rapat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Diungkapkan Politisi dari Partai Nasdem ini, setiap ada kapal bersandar di Pelabuhan Loktuan, maka kondisi macet tidak terelakkan. Lantaran lalu lintas penjemput penumpang maupun penumpang kapal itu sendiri yang berlalu lalang di pelabuhan menimbulkan kemacetan.

Aktivitas kemacetan di jalanan menuju pelabuhan dikatakannya luar biasa macet. Sehingga membuat warga sekitar pelabuhan terganggu.

“Setiap ada kapal kami merasa terganggu. Warga sekitar kesulitan keluar masuk wilayahnya. Bahkan toko-toko di pinggir jalan pun terimbas,” keluh Faisal.

Wali Kota Bontang menanggapi keluhan tersebut dengan mengatakan, pihaknya akan berusaha melakukan pembebasan lahan di sekitar pelabuhan. Hal itu menjadi solusi kemacetan yang terjadi saat kapal bersandar.

“Parkiran pelabuhan di perubahan ini kami akan lakukan apraisal pembebasan lahan. Ada beberapa yang akan kita apraisal untuk pembebasan lahan di pelabuhan. Lainnya seperti perbaikan folder, sekolah, pemakaman, dsb. Mudahan tahun depan bisa dibebaskan. Kalau sudah dibebaskan semoga parkirannya semakin bagus,” jelas Basri. (adv/al)

Pendataan Warga Miskin Pesisir Tak Maksimal, Pemkot Terkendala Kewenangan

0
Pendataan Warga Miskin Pesisir Tak Maksimal, Pemkot Terkendala Kewenangan
Ilustrasi kampung pesisir Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking menyoroti pendataan warga miskin yang dirasa kurang maksimal. Khususnya pendataan warga miskin yang berada di kawasan pesisir Bontang.

Hal itu diungkapkannya saat Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dijelaskan Raking, mengapa pendataan di kawasan pesisir dirasa kurang, lantaran masih banyaknya warga pesisir yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Pendataan warga di kampung-kampung pesisir tidak maksimal. Bantuan-bantuan pemerintah yang seharusnya bermanfaat buat masyarakat miskin belum terlalu dirasakan oleh warga pesisir,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota Bontang menanggapi sorotan tersebut, bahwa masalah kemiskinan selalu jadi perhatian bagi Pemkot Bontang. Namun begitu, pemkot menemui kendala terkait pendataan warga miskin ini. Lantaran data yang dipakai pemkot merupakan data dari Kementerian Sosial RI.

“Masalahnya kita gak punya kewenangan untuk pendataan secara objektif dan riil di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa kriteria kemiskinan ini juga terkadang menjadi permasalahan sendiri. Karena menurutnya masih banyak orang yang sebenarnya mampu namun mengaku miskin.

“Coba lihat di kantor pos kalau ada yang antri bantuan pakai hape, pakai motor, karena ingin dapatkan bantuan-bantuan dari Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja dan lain sebagainya,” ucap Basri. (adv/al)

Keluhan Sekolah Diterima, Pemkot Alokasikan Anggaran Relokasi SDN 007 Guntung

0
Keluhan Sekolah Diterima, Pemkot Alokasikan Anggaran Relokasi SDN 007 Guntung
Kunjungan lapangan Wali Kota Bontang, Basri Rase ke SDN 007 BU. (Syakurah)

BONTANG – Pemkot Bontang bakal menyiapkan anggaran untuk relokasi bangunan SDN 007 di Kelurahan Guntung. Hal itu diungkapkan Wali Kota Bontang, Basri Rase saat meninjau langsung sarana dan prasarana (sapras) SDN 007 Guntung, Rabu (23/8/23)

Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah berterima kasih kepada Pemkot Bontang yang telah merespon proposal yang diajukan. Respon tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Sekda dan Wali Kota Bontang melihat langsung kondisi sekolah lokasi kemarin dan hari ini.

Kepala sekolah SDN 007 Bontang Utara, Nurmiani menjelaskan, beberapa fasilitas utama yang kurang yakni toilet. SDN 007 BU memiliki total 589 peserta didik dan 31 tenaga pengajar, namun toilet yang tersedia hanya 6 saja.

“Untuk idealnya, setidaknya kita memiliki 17 toilet untuk peserta didik sebanyak itu,” terangnya.

Terdapat juga toilet yang ada septi tanknya, namun aliran limbahnya tidak ada, sehingga ketika merembes biasanya ada ular. Pembuatan aliran limbah juga bermasalah karena sudah serba mepet dengan pemukiman.

Selain itu, aroma amoniak juga kerap tercium selama proses mengajar, sehingga menyebabkan beberapa siswa mengeluh tidak bisa bernafas dan lain sebagainya.

Ruang kelas yang juga terbatas membuat pengajaran dijadikan 2 shif, yakni pagi dan siang.

“Karena lapangan kecil, biasanya siswa yang upacara hanya kelas 4,5, dan 6. Itupun mereka tidak mengenal lencang depan, karena kalau mereka lencang depan tidak akan cukup,” tambahnya.

Wilayah tersebut juga dapat tergenang air jika hujan lebih dari 10 menit, bahkan saat dilihat di lokasi sudah terdapat air menggenang karena diguyur hujan pada pagi hari.

Wali Kota Bontang, Basri Rase yang melihat langsung kondisi sapras sekolah tersebut menyatakan, kurang layaknya fasilitas di sana sehingga akan ditindaklanjuti dengan mengalokasikan anggaran terkait lokasi, serta dana pembangunan sekolah dengan dinas pendidikan.

“Seharusnya SD ini bisa menjadi sekolah terpadu, sehat dan hijau, termasuk WC, kantin, perpustakaan, dan UKS. Sekali membangun harus yang berjangka panjang, karena kita menyikapi masyarakat yang tentu makin banyak,” tegasnya.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Yuk Dukung Malahing Jadi Desa Wisata Favorit ADWI 2023! Begini Caranya

0
Yuk Dukung Malahing Jadi Desa Wisata Favorit ADWI 2023! Begini Caranya
Desa Wisata Malahing di malam hari. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang meminta dukungan seluruh masyarakat Bontang agar Desa Wisata Malahing dapat menjadi juara favorit dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2023.

Diketahui, Malahing telah menjadi salah satu nominasi desa wisata dalam ADWI Tahun 2023 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kampung di atas laut ini masuk nominasi di antara 75 desa wisata seluruh Indonesia.

Mengutip dari Instagram Dispopar Bontang, dukungan kepada Desa Malahing berupa vote video Malahing dengan cara like, comment, dan subscribe di channel youtube Kemenparekraf RI dengan klik link di bawah ini:

https://www.youtube.com/watch?v=vzOF9ja13nY&ab_channel=Kemenparekraf

Kadispopar, Ahmad Aznem mengatakan, batas waktu memberikan vote video Malahing dimulai 21 – 25 Agustus 2023. Karenanya dia memohon dukungan seluruh warga Bontang untuk memberikan dukungan.

“Dengan dukungan kita semua, semoga Desa Wisata Malahing bisa mendapatkan Anugerah Desa Wisata Indonesia terfavorit,” harapnya. (adv/al)

Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya

0
Penyandang Tuna Rungu Sudah Bisa Dapat SIM, Begini Proses Mendapatkannya
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya saat menyerahkan simbolis SIM kepada Penyandang tuna rungu. (ist)

BONTANG – Terhitung sejak Senin (21/8/2023), Sat Lantas Polres Bontang mulai menerbitkan SIM bagi penyandang disabilitas tuna rungu atau tuli. Kebijakan ini diberlakukan secara serentak di wilayah Polda Kalimantan Timur.

“Para penyandang tuna rungu ini dalam memperoleh SIM tetap harus mengikuti proses yang ada. Seperti layaknya orang-orang pada umumnya,” ungkap Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengutip dari situs Polresbontang.com.

“Total ada 19 anak penyandang tuna rungu yang mengurus SIM, yang lolos 6 orang,” ungkapnya.

Untuk mempermudah komunikasi, para petugas sudah mendapatkan pelatihan. Selain itu, para penyandang tuna rungu juga membawa pendamping.

Kapolres menjelaskan bagi mereka yang lolos akan diberikan stiker berupa gambar tidak bisa mendengar.

“Ada dua stiker dipasang di helm dan dasbor belakang motor. Kalau mobil di kaca belakang,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Bontang didampingi Kasat Lantas AKP M D Djauhari memberikan SIM secara simbolis kepada enam penyandang tuna rungu, yang dinyatakan telah lolos dan layak untuk mendapatkannya.

Editor: Yusva Alam

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

0
Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris saat meninjau lokasi sekolah bersama Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Kondisi sarana dan prasarana (sapras) di SDN 007 Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara bisa dikatakan cukup memperihatinkan. Lantaran banyak sekali permasalahan yang membuat aktivitas belajar mengajar terganggu.

Beberapa permasalahan yang ada di sekolah ini di antaranya sebagian bangunannya masih menggunakan kayu, kondisi WC yang tidak layak, keterbatasan ruang kelas dan bau amoniak pabrik yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar. Serta sering menjadi daerah langganan banjir.

Selain itu diungkapkan Kepala Sekolah SDN 007 Guntung, Nurmiani ruang kelasnya terbatas, tidak tidak punya pagar dan security, khususnya yang di bagian belakang sekolah.

“Kadang guru lepas pengawasan terhadap anak-anak. Hujan 10 menit langsung banjir. WC sangat tidak memadai kalau hujan airnya meluap dan jadi sarang ular,” ujarnya, Selasa (22/8/2023).

Ditambahkan Nurmiani, bahwa sekolah ini terpaksa menerapkan proses belajar mengajar harus secara bergiliran, lantaran kondisi ruang kelas yang terbatas. Sekolah merupakan satu-satunya sekolah yang menampung 18 RT di Kelurahan Guntung, mencapai 589 siswa.

“Kami berharap kepada pemerintah agar bisa dibuatkan sekolah yang lebih layak. Bau amoniak sangat menyengat dan mengganggu proses belajar mengajar. Banyak anak-anak tidak kuat sampai tidak masuk sekolah. Semoga bisa relokasi ke tempat yang lebih bagus,” harapnya.

Sapras Memprihatinkan, Pemkot Didesak Segera Relokasi SDN 007 Guntung

Sekretaris Daerah Aji Erlynawati menanggapi permasalahan itu dengan segera menindaklanjuti usulan itu, dan kemungkinan akan merelokasi sekolah.

“Memang fasilitasnya kurang representatif, baik WC, ruang UKS-nya, ruang belajar terbatas. Ditambah tengah-tengah sekolah ada rumah warga, juga bau amoniak yang cukup mengganggu. Mungkin memang solusinya akan kita lakukan relokasi,” ujarnya saat meninjau sekolah.

Namun begitu, sebelum merelokasi pihaknya tetap akan membuat masterplan rencana pembangunan sekolah terlebih dahulu, yang lengkap dan detail sesuai standar sembari menyiapkan lahan.

“Rencananya tahun 2024 buat masterplan dulu. Tahun 2025 baru bisa proses pembangunan. Lokasi sudah pernah kami tinjau bersama Disdik, di dekat Rusunawa Guntung. Luas lahannya 1,5 hektare,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris yang hadir dalam tinjauan lapangan tersebut, turut mendesak agar usulan tersebut bisa segera terealisasi. Paling tidak segera dibuat tahap perencanaan terkait relokasi sekolah tersebut

“Harus ditunjang sapras yang baik, agar mencapai pembelajaran yang baik. Maka itu saya mendesak pemerintah harus segera merealisasikan permintaan para guru-guru di sekolah ini, untuk segera mungkin buat masterplan secepatnya. Jadi 2025 bisa segera dibangun,” imbuhnya. (adv/al)

Usulan Penangkaran Buaya Sulit Direalisasikan, Wali Kota: Kita Terbentur Aturan

0
Usulan Penangkaran Buaya Sulit Direalisasikan, Wali Kota: Kita Terbentur Aturan
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal usulkan penangkaran buaya. (Yusva Alam)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal menyarankan agar dibangun sebuah penangkaran buaya di Bontang. Hal ini sebagai solusi mengatasi banyaknya kasus buaya yang muncul ke pemukiman warga beberapa tahun belakangan ini.

Hal itu diungkapkan Faisal saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakannya, kondisi habitat buaya saat ini dan dahulu jauh berbeda. Saat ini dengan semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan di Bontang, maka habitat buaya juga ikut tergeser. Alhasil, semakin banyak buaya yang keluar dari habitatnya untuk mencari mangsa.

Tentunya hal ini menjadi suatu permasalahan, lantaran kehadiran buaya di pemukiman warga akan mengganggu warga yang tinggal di lokasi tersebut. Bahkan seringkali terjadi penerkaman buaya kepada warga.

“Semoga Dinas Pariwisata bisa juga jadikan penangkaran buaya itu sebagai tempat wisata ke depannya. Biar Pak Ambo bisa kasih makan Buaya Riska dan jadi objek wisata pengunjung,” ungkapnya.

Dikatakan Wali Kota Bontang bahwa usulan penangkaran buaya juga pernah diajukannya sewaktu dirinya menjadi Anggota DPRD Bontang Komisi III. Namun usulan tersebut selalu tertolak, lantaran ada aturan yang mengatur terkait buaya.

“Kita terbentur aturan. Buaya ini ranahnya BKSDA Kaltim. Kalau kita yang membuat penangkaran buaya itu justru kita bisa kena sanksi, karena buaya hewan yang dilindungi,” ucapnya.

Ia berharap dari OPD terkait, seperti Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) bisa mengusulkan ke BKSDA Kaltim karena ada juga aturan terkait penangkaran buaya di sungai.

“Kalau BKSDA yang minta bantuan ke kita baru bisa kita bantu. Namun ranahnya tetap di BKSDA,” imbuhnya.

Ditambahkannya, ide yang dahulu pernah ingin dilakukan adalah bukan penangkaran permanen melainkan, penampungan sementara atau tempat singgah bagi buaya.

“Sementara saja. Jadi buayanya masuk di tempat singgah terus dilepas lagi ke alamnya,” pungkasnya. (adv/al)

Apel Pagi Dispopar, Kadispopar Ingatkan Pegawai Harus Bekerja Maksimal

0
Apel Pagi Dispopar, Kadispopar Ingatkan Pegawai Harus Bekerja Maksimal
Suasana apel pagi Dispopar Bontang dipimpin Kadispopar Ahmad Aznem. (Lalu for Radar Bontang)

BONTANG – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadispopar) Bontang, Ahmad Aznem memimpin langsung apel rutin seluruh pegawai Dispopar Bontang. Apel rutin ini digelar di Aula Gedung Graha Pemuda, Senin (21/8/2023).

Dalam amanatnya, Kadispopar memberikan arahan agar setiap bidang yang ada di Dispopar memaksimalkan kegiatan hingga akhir tahun. Ia juga meminta agar semua pegawai baik PNS ataupun TKD bekerja secara maksimal.

“Setiap pegawai baik PNS atau TKD harus siap ditempatkan dimana saja sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya mengutip dari akun Instagram Dispopar Bontang.

Pasca apel pagi selesai, Tenaga Kontrak Daerah (TKD) mendapat arahan lebih lanjut dari Sekretaris Dispopar Bontang, Rita Atin Widiarti. Ia menyampaikan dengan adanya perpanjangan kontrak, TKD Dispopar diharapkan bisa bekerja dengan baik.

Atin juga mengingatkan agar tidak ada yang saling menjatuhkan antar bidang. Semua harus bergerak bersama dan saling berkoordinasi.

“Saya harap semua TKD bisa disiplin akan waktu. Upayakan meminimalisir keterlambatan,” ungkap Atin.

Selain TKD, para ASN di lingkungan Dispopar Bontang juga turut mendapat arahan dari Kadispopar Ahmad Aznem. Aznem menyampaikan PNS harus bisa menjadi teladan bagi para pekerja honorer. Ia juga mengingatkan agar ASN bisa lebih peka untuk memajukan instansi/organisasi.

Bagaimanapun sebagai pegawai negara maupun daerah, yang fasilitasnya ditanggung oleh negara, maka ASN diberikan kewajiban untuk bisa memberikan kontribusi yang baik terhadap negara, daerah, ataupun di instansi tempatnya bekerja.

“Saya berharap kesadaran diri untuk bekerja secara prima lebih ditingkatkan lagi. Terutama menjaga kekompakan satu sama lain juga menjadi hal yang sangat perlu dijaga,” pungkas Aznem. (adv/al)

Pelaku UMKM Pemula Butuh Bantuan Modal

0
Pelaku UMKM Pemula Butuh Bantuan Modal
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking meminta Wali Kota Bontang agar lebih memperhatikan UMKM di Kota Taman, sebutan Kota Bontang. Lantaran meningkatnya perekonomian di Bontang salahsatunya dipengaruhi kondisi UMKM nya.

Hal itu diungkapkan Raking saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakannya, saat ini APBD-P Bontang cukup besar mencapai Rp 2,6 Triliun. Karenanya ia meminta agar anggaran besar tersebut bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan perekonomian Bontang. Setidaknya bantuan dapat diberikan kepada para pelaku UMKM pemula.

Menurutnya, para pelaku UMKM pemula sangat membutuhkan bantuan pemerintah, khususnya dalam hal permodalan. Lantaran, permodalan dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.

“Tolong betul-betul dimaksimalkan untuk bantuan modal UMKM. Agar ekonomi kerakyatan di Bontang bisa meningkat, paling tidak di semester terakhir di tahun 2023 ini, sehingga Bontang menghasilkan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang menanggapi masukkan tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya tak bosan-bosannya terus mensosialisasikan kepada pelaku UMKM, bahwa industri migas di Bontang ini akan habis. Karenanya perlu transformasi agar tidak lagi berharap pada industri migas, namun beralih ke bidang lainnya seperti perdagangan.

“Kami terus sosialisasi ke masyarakat agar jangan lagi berpikir untuk mencari kerja, tapi mulai berpikir bagaimana menyediakan pekerjaan,” kata Basri.

Selain itu pihaknya juga sudah menjembatani para pelaku UMKM dengan perusahaan. Agar difasilitasi pelatihan-pelatihan hingga permodalan. Namun begitu menurutnya, upaya tersebut masih belum membuahkan hasil.

“Sudah difasilitasi bantuan modal tapi masih begitu-begitu aja. Belum ada peningkatan UMKM,” pungkasnya. (adv/al)

Faisal: Parkiran Pasar Citra Mas Perlu Dibenahi!

0
Faisal: Parkiran Pasar Citra Mas Perlu Dibenahi!
Kondisi Pasar Citra Mas, Loktuan saat ini. (ist)

BONTANG – Salahsatu sarana prasarana yang masih dirasa kurang di Pasar Citra Mas Loktuan adalah parkiran. Hal itu diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal saat Rapat Paripurna Penandatangan Nota Kesepakatan Rancangan Perubahan KUA dan Rancangan Perubahan PPAS (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2023 di Pendopo, Rujab Wali Kota, Jumat (18/8/2023).

Dikatakan Faisal, saat ini kondisi parkiran Pasar Citra Mas belum terlalu bagus dan tidak terlihat rapi, sehingga perlu diperhatikan untuk perbaikannya.

Ditambah lagi luas parkiran masih dirasa minim. Menyebabkan banyak kendaraan baik pengunjung maupun pedagang yang terparkir semrawut. Sehingga lalu lintas kendaraan yang akan keluar masuk pasar menjadi terhambat.

“Kondisi ini perlu diperhatikan pak wali, agar pengunjung yang ingin mencari kebutuhan di Pasar Citra Mas semakin bersemangat berbelanja,” ujarnya.

Sementara ini status lahan parkir Pasar Citra Mas, pemerintah masih menggunakan lahan KIE dengan sistem pinjam pakai. Waktunya pun hanya berlangsung selama setahun.

Menjawab masukkan tersebut, Wali Kota Bontang mengatakan akan berkoordinasi dengan  Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP). Ia akan meminta DKUKMP untuk melengkapi dan membenahi kekurangan yang ada pada parkiran pasar.

Menurutnya, tak hanya parkiran di Pasar Citra Mas yang butuh pembenahan. Masih banyak sisi lainnya yang butuh dibenahi, seperti talang, WC, dan lain sebagainya.

“Semoga di perubahan nanti DKUKMP sudah memasukkan usulan itu. Nanti saya akan koordinasikan,” pungkasnya. (adv/al)