Beranda blog Halaman 959

Lima Tahun Buron, Polres Bontang Ringkus Pemalsu Dokumen di Madiun

0
Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Bontang saat menangkap pelaku LE di Madiun. (ist)

BONTANG – Tim Rajawali Satuan Reskrim Polres Bontang berhasil menangkap LE, pelaku tindak pidana pemalsuan dokumen.

Pria berusia 30 tahun itu diringkus di rumahnya di Dusun Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Minggu (23/1/2022). Kapolres Bontang melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, pelaku sudah buron sejak dua tahun lima bulan yang lalu.

“Keberadaaanya diketahui setelah mendapat laporan dari korban FIR. Warga Jalan Perumahan Kledan Mas RT 06, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang,” beber Suyono.

Pelaku, lanjut Suyono, sebelumnya bekerja di salah satu perusahaan leasing di Bontang. Modus penipuannya, LE memalsukan dokumen salah satu syarat pengajuan pinjaman, atas nama seorang nasabah. Yang mana jumlah pengajuan pinjaman, di luar batas kemampun nasabah dalam hal mengangsur pembayaran sesuai pokok utang yang diajukan.

Ketika perusahaan leasing menagih, nasabah yang bersangkutan membantah pernah mengajukan pinjaman. Saat dicari, pelaku sudah kabur ke luar daerah. “Akibatnya perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 255.725.749,” terangnya.

Kini LE beserta barang bukti diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, LE dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (bms)

Telan Rp 17 Miliar, Mal Pelayanan Publik Akan Dibangun di Lahan Kantor Disdamkartan

0
Lokasi Kantor Disdamkartan yang akan dialihfungsikan menjadi Gedung MPP. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Pemkot Bontang berencana membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) pada tahun 2022. Tujuannya mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai perizinan dan pelayanan dalam satu gedung atau satu lokasi.

Noni Agetha, Kabid Sarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) mengatakan, MPP dibangun di atas lahan seluas 9.900 meter per segi, dengan luas bangunan 4.944 meter per segi.

Anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 17 miliar dengan skema tahun tunggal (single year). “Mulai DED (Detail Engineering Design) dan anggarannya sudah siap semua,” ujarnya, saat ikut meninjau lapangan bersama Komisi III DPRD Bontang, (24/1/2022).

Bangunan empat lantai itu, direncanakan akan didirikan di kawasan kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala.

Saat ini, pihaknya bersama tim masih menyusun strategi agar aktivitas Disdamkartan serta Bidang Pertamanan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang ada di lokasi tersebut tidak terganggu.

Sehingga tetap bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Untuk alternatifnya belum bisa kami pastikan. Kami masih akan rapatkan lagi dengan Sekda. Yang pasti, akan ada solusinya,” terangnya.

Menanggapi kebijakan itu, Kasubbag Umum Disdamkartan Bontang, Sarkani menyampaikan, pihaknya pada dasarnya siap mengikuti apa yang telah direncanakan pemkot.

Namun untuk lokasi alternatif, diharapkan bisa ideal seperti yang dimiliki Disdamkartan saat ini. Mulai dari segi parkiran armada yang luas, dan tersedia sumber air. “Info dari Bapelitbang kami akan dipindah di belakang (Kantor Disdamkartan),” tandasnya. (bms)

Sempat Kesulitan Dapat Material, Perbaikan Jembatan Bontang Kuala Molor

0
Pekerjaan perbaikan jembatan kayu di kawasan RT 04 Bontang Kuala. Foto: Radar Bontang

BONTANG – Ketiadaan material papan dan balok ulin, sempat menjadi kendala proses perbaikan jembatan di wilayah permukiman atas laut Kelurahan Bontang Kuala (BK). Ditambah faktor cuaca yang tidak mendukung. Alhasil, Program Produta 2021 di beberapa RT di BK molor hingga akhir Januari 2022.

Kendati begitu, kini material sudah tersedia dan pengerjaannya dipastikan rampung dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disampaikan M Aras, Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kuala Laut Sejahtera. “Kalau perbaikan jembatan sudah selesai. Sisa pengerjaan pagar di RT 10,” ujarnya di sela kunjungan lapangan Komisi III DPRD Bontang, Senin (24/1/2022).

Dia mengatakan, dalam program yang ditangani pokmas yang dia pimpin, ada tujuh jenis kegiatan. Tiga di antaranya perbaikan jembatan, lalu pembuatan pagar, pengadaan tandon air, pembuatan parit, dan pembangunan gapura. Dia memastikan pekerjaan yang dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat setempat, sesuai dengan ketentuan.

Ditambahkan anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdu Samad, usai meninjau ke lokasi pembangunan jembatan kayu di RT 03, 04 , dan 10 Bontang Kuala, pihaknya memastikan pekerjaan pagar yang belum rampung di RT 10, bisa selesai dalam lima hari ke depan. “Nanti saya akan kontrol lagi untuk memastikan,” bebernya

Adanya keluhan masyarakat yang menyebut pekerjaan perbaikan jembatan belum rampung karena volume yang belum terpenuhi, dia memastikan volume pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai ketentuan. “Nanti kekurangannya sepanjang 20 meter yang arah ke masjid (RT 06) itu, akan dimasukkan dalam kegiatan Dinas Perkim (DPKPP) tahun ini. Saya sudah koordinasi dengan kepala Perkim tadi,” tutur Politisi Hanura itu. (bms)

Perbaikan Jembatan Bontang Kuala untuk Atasi Banjir Rob

0
Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Perbaikan jembatan kayu di beberapa RT yang ada di wilayah perumahan atas laut, salah satu fungsi utamanya untuk penanganan banjir rob.Dengan ditinggikannya jembatan, diharapkan bisa menjadi lokasi evakuasi saat air laut pasang. Demikian disampaikan Lurah Bontang Kuala, Suiza Ixan Saputro.

“Jadi warga bisa langsung selamatkan barang-barangnya di jembatan itu. Kalau jembatannya ikut terendam juga, akhirnya tidak ada tempat evakuasi warga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/1/2022).

Perbaikan jembatan ini, sambung Suiza, dilakukan secara swakelola oleh kelompok masyaraikat. Dari jembatan tiga RT yang diperbaiki, nilai perbaikan masing-masing RT berbeda. Untuk di RT 03 sebesar Rp 50,5 juta. Di RT 04 sebesar Rp 46,6 juta, dan di RT 10 sebesar Rp 56,3 juta.

Bahkan dengan sistem swadaya masyarakat, realisasi pekerjaan perbaikan jembatan justru melebihi dari target yang telah ditentukan. “Sekarang semua jembatannya sudah bisa dilewati,” terangnya.

Diakuinya, ketiadaan material di Bontang dan keterlambatan datangnya material dari luar daerah, menjadi kendala dalam perbaikan jembatan ini. Pekerja harus menunggu 3-4 minggu baru material tiba di Kota Taman. Namun ketika material kini sudah ada, dia optimistis pekerjaan pagar di RT 10 sudah bisa dirampungkan dalam beberapa hari ke depan. (bms)

Jabat Lagi Kepala Satpol PP, Ahmad Yani Bangga Berada Diantara Orang-orang Pilihan

0
Jabat Lagi Kepala Satpol PP, Ahmad Yani Bangga Berada Diantara Orang-orang Pilihan

BONTANG – Masa jabatan Ahmad Yani dalam mengemban tugas sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) Bontang selesai sudah. Selanjutnya Ahmad Yani menempati pos baru menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang.

Sebelum menjadi Kepala BPBD, Ahmad Yani pernah menjabat Kepala Satpol PP, setelah itu dirinya diberi amanah menjadi Kepala BPBD selama sekitar 7 tahun.

“Tanggal 5 Maret 2015 saya dilantik, dan per tanggal 17 Januari 2022 saya resmi dimutasi jadi Kepala Satpol PP. Sebanyak 2.547 hari saya mengemban amanah ini,” katanya, Senin(24/01/2022).

Dirinya mengungkapkan rasa haru sekaligus bahagia, karena semenjak menjabat sebagai Kepala BPBD, ia merasa beruntung berada di tengah orang-orang pilihan.

“Yang jelas saya bersyukur dan bangga berada diantara orang-orang pilihan Allah SWT. Ke 41 anggota saya dari mulai terbentuk sampai sekarang tetap setia, hanya pejabat struktural yang berubah, karena pekerjaan disini yang dibutuhkan kualitas bukan kuantitas, “ungkapnya.

Pria kelahiran Kubar, 31 Desember 1968 ini, mengaku bahwa pekerjaan serta amanah yang diembannya merupakan pekerjaan yang mulia karena bekerja dengan mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Satu hal, ketika kita menjadi orang pilihan Allah SWT. Hal itu menjadi modal untuk bekerja karena ini soal kemanusiaan. Implementasinya yaitu ketika ada bencana, sebelum itu terjadi kita sudah hadir. Setelah kejadian pun kita tetap hadir, ” jelasnya.

Berbagai rintangan, suka dan duka telah dilewatinya bersama dengan seluruh staf dan anggota. Yang paling diingat, ketika ia baru dilantik sebagai Kepala BPBD, dan dalam kondisi tidak punya peralatan yang cukup, terjadi musibah tenggelamnya Kapal Titian Muhibah dengan rute Bontang menuju Mamuju.

“Kami sedang latihan tenda di Berbas Pantai, belajar apa sih bencana dan penanganannya. Tiba-tiba Allah SWT memberikan hadiah besar yaitu tenggelamnya Kapal Titian Muhibah, saat itu kami tidak ada anggaran, kantor, personal dan peralatan, bahkan kurang ilmunya, tapi saat itu harus ditangani dan telah menjadi isu nasional,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, perjalanan BPBD Bontang dibawah kepemimpinan Ahmad Yani terus menunjukkan eksistensi, profesional, dan totalitasnya dalam bekerja menanggulangi dan siap siaga terhadap bencana. Berbagai inovasi dan prestasi membawa BPBD Bontang menjadi contoh bagi OPD lain, dan juga role model untuk BNPB Pusat.

“Itu yang membangun kami, dan sampai akhirnya bisa jadi yang terbaik se-Indonesia, mensinergikan semua, saya kemarin dipanggil Desember dengan pusat, InsyaAllah kinerja dan sistem kami akan menjadi role model untuk BNPB pusat,” terangnya.

Ahmad Yani berpesan semoga semangat yang telah terbangun tetap terus terjaga sampai kapanpun. “Bentuk kekeluargaan kami sangat erat sehingga ada ikatan batin antara kami dan itu harus terus menjadi semangat bagi kita semua,” tandasnya. (ahr)

Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Edarkan Sabu, Kembali Ditangkap Polisi

0
Busman dan barang bukti diamankan di Mapolsek Bontang Selatan (ist)

BONTANG – Baru dua bulan menghirup udara bebas, residivis kasus narkotika bernama Busman (46) kembali berulah. Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan di kediamannya, Jalan sutan Syahrir RT 08, Kelurahan Tanjung Laut, Sabtu (22/1/2022) pukul 20.30 Wita, karena mengedarkan sabu-sabu.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, saat rumahnya digeledah, polisi menemukan 23 bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat kotor 6,97 gram.

Selain itu juga ada barang bukti satu korek gas, satu alat hisap (bong), satu HP, empat plastik klip, dan uang tunai Rp 222.000. “Seluruh barang bukti itu diakui kepemilikannya oleh pelaku,” terang Suyono.

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, sabu-sabu tersebut didapat dari Samarinda. Dia memesan kepada seseorang, lalu barang haram itu dikirim lewat jalur darat. Alasan pelaku nekat menjalankan bisnis haram ini karena terhimpit ekonomi. Apalagi saat ini dia tidak memiliki pekerjaan alias menganggur.

Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 114 Ayat 1 Junto Pasal 112 Ayat 1, Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman empat tahun penjara. (bms)

Dua Rumah Terdampak Tanah Longsor, Babinsa Ikut Evakuasi

0
Babinsa bersama warga membantu membersihkan sisa longsoran yang menimpa rumah warga di RT 05 Tanjung Laut. (ist)

BONTANG – Musibah tanah longsor menimpa dua rumah warga di lingkungan RT 05, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (23/1/2022). Dua rumah tersebut rusak, terutama di bagian ruang tamu. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Menurut keterangan Mujianti, ketua RT 05 Tanjung Laut, penyebab musibah longsor itu yaitu kontur tanah yang terlalu lunak. Apalagi tidak ada parit di sekeliling rumah, sehingga air sering tertahan dalam tanah di sekitar rumah. “Posisi rumah juga berada di turunan,” terangnya.

Usai kejadian itu, warga setempat dibantu aparat kelurahan dan Babinsa, langsung membantu mengevakuasi dan membersihkan sisa-sisa longsoran. “Usai dapat laporan, kami langsung tanggap membantu warga. Dalam kondisi seperti ini, kami tentu sangat dibutuhkan,” ucap Babinsa Tanjung Laut, Serka Dwi Siswanto. (bms)

Rusak Parah, Jalan Soekarno-Hatta Diperbaiki Baru Diperbaiki Februari

0
Beginilah konidis Jalan Soekarno-Hatta Bontang Lestari.

BONTANG – Kerusakan jalan di wilayah Bontang masih menjadi permasalahan. Kerusakan terjadi di jalan milik provinsi/kota, maupun di jalan nasional. Tingkat kerusakan mulai sedang hingga rusak parah.

Dari pantauan Media Kaltim, kerusakan yang parah terdapat di Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), meliputi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Moh Roem, dan Jalan Urip Sumuharjo, yang berbatasan dengan Desa Santan, Kecamatan Marangkayu Kutai Kartanegara (Kukar). Sementara jalan di dalam wilayah kota, terdapat kerusakan ringan di sepanjang Jalan KS Tubun. Untuk jalan nasional, yang mengalami kerusakan di Jalan R Suprapto.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK), Anwar Nurdin mengatakan, perbaikan Jalan Soekarno-Hatta dimulai Februari nanti. Perbaikan ini mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik reguler senilai Rp 4 miliar. Perbaikan menyasar titik-titik kerusakan dari simpang RSUD Taman Husada hingga Kantor Kelurahan Bonles sepanjang 9,6 kilometer.

“Perbaikan sebagian besar pengecoran di titik-titik yang rusak. Untuk pengaspalan hanya di titik yang kondisi betonnya retak,” kata Anwar, belum lama ini.

Terkait Jalan Moh Roem dan Urip Sumuharjo dia mengatakan, akhir 2021 perbaikan sudah dilaksanakan. Meskipun tidak menyasar keseluruhan badan jalan. Melainkan hanya di lokasi-lokasi yang kondisinya parah. Untuk perbaikan Jalan Moh Roem sepanjang 3 km dan Urip Sumuharjo sepanjang 4,9 km. Anggaran senilai Rp 400 juta melalui APBD Perubahan.

Kerusakan ketiga jalan di Bonles ini sangat berpengaruh pada perekonomian Kota Taman. Karena jalan ini menjadi salah satu akses penghubung antara Bontang dengan Kukar. Ditambah adanya kantor pusat pemerintahan dan sejumlah industri, menjadikan jalanan ini selalu dilalui ratusan pegawai pemkot, pegawai DPRD Bontang, hingga ratusan karyawan industri.

Sementara perbaikan kerusakan Jalan KS Tubun juga sangat mendesak. kawasan yang menghubungkan Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) dengan Bontang Kuala itu banyak ditemukan lubang di sepanjang badan jalan. Ditambah kondisi jalan yang sempit, membuat sering terjadi kemacetan.

Kondisi terburuk terjadi di kawasan dekat bangunan pasar lama. Di kawasan itu kanan-kiri badan jalan dipenuhi pedagang. Ditambah kondisi jalanan yang berlumpur dan tergenang jika hujan tiba. Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Samad, menjadi salah satu yang mendesak perbaikan segera dilakukan dan dimasukkan dalam skala prioritas pemkot.

Sementara untuk jalan nasional yang membentang dari Tugu Selamat Datang Bontang hingga Kawasan Bontang Kuala, tahun ini mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat untuk memperbaiki Jalan R Supapto. Tepatnya di lajur kanan dekat RS Amalia. Adapun lajur kiri, dipusatkan di depan Hotel Grand Raodah. Nilainya mencapai Rp 35,4 miliar.

“Tetapi pagu itu tidak hanya di dalam lingkup dalam Kota Bontang. Tetapi juga jalan Santan-Bontang,” terang Anwar. (bms)

IWAPI Bontang Dilantik, Nurhasanah Berharap Sinergi dengan Pemkot

0

BONTANG – Dewan Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Bontang Periode 2022-2027 dikukuhkan oleh Wali Kota Bontang sebagai pembina, di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (20/1/2022) lalu. Pada pengukuhan ini juga dilakukan pelantikan pengurus IWAPI Cabang Bontang oleh Pengurus IWAPI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Wali Kota Bontang Basri Rase menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas partisipasi dan kontribusi IWAPI Bontang dalam perekonomian daerah selama ini. Karena IWAPI merupakan mitra strategis pemerintah juga sebagai wadah pelaku usaha kaum wanita yang memiliki peranan penting dalam upaya meningkatkan UMKM di Bontang.

“Bontang ini PDRB nya melesat tinggi dari non migas di masa pandemi ini dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya,” ujar Basri.

Basri juga meminta IWAPI Bontang untuk melakukan penandatanganan MoU dengan Disnaker Bontang dalam hal pelatihan-pelatihan. “IWAPI hadir disini untuk menjadi pengusaha-pengusaha yang bergerak dibidangnya,” ungkap Basri.

Salah satu visi misi Pemerintah Kota Bontang yakni membangun sentra UMKM. Sehingga kalau membuat event, Basri menganjurkan agar berskala regional, nasional, bahkan kalau perlu internasional. Supaya terjadi perputaran dan pergerakan ekonomi di Bontang.

Dalam sambutannya, Ketua IWAPI Bontang periode 2022-2027 Nurhasanah Syarif mengatakan, akan menjalankan tugasnya sebagai ketua dengan sebaik mungkin sehingga IWAPI dapat ikut memajukan perekonomian di Kota Bontang. Dikatakannya, IWAPI akan memberdayakan pengusaha-pengusaha wanita yang ada di Kota Bontang untuk dapat mandiri dan selalu berinovasi. “Saya berharap adanya dukungan dari Pemerintah Kota Bontang kepada IWAPI agar kami dapat bersinergi dengan pemerintah mewujudkan visi dan misi Kota Bontang,” ucapnya.

Sementara, Ketua DPD IWAPI Kaltim Ernawaty Gafar, menyebutkan bahwa IWAPI sendiri merupakan organisasi yang tediri dari pengusaha wanita, di mana anggota IWAPI sebagian besar merupakan pelaku UMKM yang tersebar dari berbagai kota di Indonesia.

“Saya berharap kedepannya IWAPI Bontang dapat lebih baik dalam menjalankan 3 program utamanya, yaitu peningkatan SDM bagi pengusaha wanita, pasar digitalisasi usaha, dan akses permodalan,” harapnya. (rls)

Suamiku, Sopir Truk Tragedi Rapak

0
Oleh: Muthi Masfu’ah, A.Md, CN NLP
Embun masih mengayun-ayun di bawah ranting pohon.. Masih dingin pagi itu…

“Ummi, Abi terlambat pagi ini.” Tangan kekar lelaki usia 48 tahun bergegas memakai sepatu dan menghabiskan segelas kopi.

Segera ia berpamitan, mencium kening istrinya. Istrinya mencium tangannya. Sebaik doa terukir dalam hati sang istri menatap sendu suami yang akan segera bekerja. Menjadi sopir yang sudah belasan tahun ia tekuni.

“Abi aku belum salim,” gadis cantik lincah berusia 12 tahun berlari memeluk sang ayah dan mencium tangannya.

“Baik-baik di rumah ya,” pesan lelaki bertubuh tinggi ini. Tak lama.. Subuhpun segera berlalu.

Seraya berselawat Nabi, pak Ali demikian nama panggilan akrabnya, menyetir truk dengan was-was karena terlambat pagi ini. Kali ini truk tronton yang ia kemudikan, bermuatan kontainer 20 fit berisikan kapur pembersih air dengan berat 20 ton bergerak menuju Kampung Baru.

Truk tronton dikendarai oleh pak Ali dan bertolak dari lokasi parkir di Jalan Pulau Balang Km 13 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Masih suasana pagi yang dingin walau agak terburu ia mengendarainya.

Sesampainya di depan Rajawali Foto, lelaki yang juga memiliki kesibukan mengaji ini, mulai mengurangi persneling dari empat ke tiga. Namun, saat sampainya di depan Bank Mandiri, persisnya di turunan jalan simpang Muara Rapak, rem truk tiba-tiba mendadak blong alias tidak berfungsi. Pak Ali panik… sementara jalanan menurun tajam… dan di depannya, dari kejauhan kendaraan lain sudah ramai. Saat jam kerja pagi segera dimulai.

Pak Ali makin panik… Secepat kilat hitungan detik… Truk yang dikendarainya meluncur dengan tidak terkendali dan …

Prakkkkk… Prakkkkk… Prakkkkk…

“Allahuakbarrrr, ya Allahhh…” Suara lelaki itu serak campur panik yang menjadi-jadi…

Allahu Akbarrr… Allahu Akbarr… Suara dari luar kendaraannya…. bercampur erangan kesakitan…

Pak Ali menatap nanar… ia tak menyangka apa yang terjadi pagi imi…

Truk yang ia kendarai, menabrak siapa saja pengendara yang ada didepannya. Yang saat itu sedang menunggu pergantian traffic light di Muara Rapak.

Mata dan hatinya beku… truknya benar-benar telah memakan korban. Kendaraan yang ditabrak tidak tanggung-tanggung yakni 6 mobil roda empat dan 14 kendaraan bermotor.

Dari enam mobil tersebut, dua di antaranya adalah angkutan kota (angkot), dua kendaraan pribadi, dan dua pickup.

Di antaranya ada 4 pengendara yang dinyatakan tewas di lokasi kejadian dan beberapa orang yang mengalami luka berat…

Allah… Pak Ali tak menyangka pagi ini begitu tragis… matanya datar, hatinya gerimis…

“Turun Pak, turun Pak…” teriak lelaki kekar, memakai seragam coklat.

Menariknya keluar truk dan menggiringnya ke sebuah mobil.

Matanya tak sanggup melihat yang terjadi disekelilingnya. Andai ia bisa menggantikan korban itu, ia yang akan di sana… Tapi… hatinya tak kuat, matanya kosong menatap langit…

Suara masih ramai di jalan, suara takbir, kepanikan yang membuncah bumi… Erangan panjang para korban… Allah… ucapnya berkali-kali..

*

Sementara istrinya bergetar, berurai air mata membaca status sahabatnya seorang penulis…

PAK SOPIR TABRAKAN BERUNTUN PAGI INI… (Jika engkau ayahku/suamiku/kakak atau adikku bahkan jika anakku…)

Pak aku tatap wajahmu dalam-dalam…

Yang begitu viral hari ini…

Dadaku sesak seketika…

Tatapan matamu kosong…

Berjuta pilu ada disana

Meski tertutup sebagian oleh masker…

Pak…

Tak perlu Bapak ceritakan bagaimana pilu itu…

Sedih yang sangat mendalam dari goresan wajahmu…

Mungkin pagi ini tak seperti yang engkau bayangkan..

Seumur hidupmu…

Aku masih memandang wajah gundahmu…

Tak terbersit dalam pikiranku, bila itu faktor kesengajaanmu…

Menyalahmu, apalagi…

Tak ada dalam pikiranku…

Mungkin saat ini nanar datar tatapanmu kosong

Memikirkan bagaimana beratnya beban amanah tanggungjawab keluargamu… Anak-anakmu…

Apalagi korban yang wafat dan terluka yang tidak sedikit…

Atau ganti rugi yang tak masuk dalam nalar sederhanamu…

Aku tak akan menyalahkanmu Pak..

Andai engkau Ayahku atau suamiku atau kakakku atau adikku bahkan jika engkau anakku..

Aku pasti memelukku, menguatkanmu…

Meyakinkan bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, bahkan dalam kacamata kita manusia sederhana… Karena kelalaian, karena kepanikan hingga keliru mengambil langkah…

Yakinlah…

Pasti ini adalah juga takdir Allah…

Meski pula harus dipertanggungjawabkan…

Tapi aku tidak semata menyalahkanmu…

Pak sopir, kuat pak…

Dan hatiku gerimis…

Goresan Muthi’ Masfu’ah

Rapak, Balikpapan Utara, 21 Jumat 2021

Istrinya berkaca-kaca, tak terbendung lagi… menguatkan doa yang panjang… Untuk suami yang sudah dua puluhan tahun bersamanya…

Matahari mulai meninggi… menyengat wajah dan hati… Tapi doa terbaik akan terus dipanjatkan untuknya, dari ketulusan sang istri untuk pejuang pencari nafkah yang tengah mempertanggungjawabkan lembar terburuk yang tak terduga… sepanjang usianya… (**)