Beranda blog Halaman 959

Pasca Pandemi Jumlah Pengunjung Perpustakaan Daerah Melonjak Drastis

0
Jumlah kunjungan di perpustakaan daerah Bontang meningkat pesat di tahun 2022. (Syakura/radarbontang.com)

BONTANG – Jumlah pengunjung di perpustakaan daerah Bontang meningkat pesat pasca pandemi covid-19. Bahkan berdasarkan data melebihi dari target yang ditetapkan.

Alfrita Junain Sande, Kepada Bidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang (DPK) mengatakan, jumlah kenaikan pengunjung dari tahun 2021 ke tahun 2022 sudah melebihi target.

“Jumlah pengunjung kami tahun 2021 hanya sekira 6.240 kunjungan. Tahun itu kan masih pandemi. Di awal tahun 2021 kami buka, namun tidak sampai malam,” ungkap wanita yang akrab disapa Ita itu.

Sementara di tahun 2022 lalu, pengunjung perpustakaan mencapai 51.059. Data kunjungan tersebut dihitung berdasarkan warga yang berkunjung langsung ke DPK, melalui online dengan mengakses ibontang.moco.co.id, kemudian perpustakaan keliling, serta pengunjung di Mal Pelayanan Publik (MPP).

“Sebelumnya kami punya target ada sekitar 30.000 kunjungan pada tahun 2022, namun ternyata lebih dari itu, ” ucapnya bangga.

Perpustakaan juga tetap buka saat akhir pekan. Hari itu menjadi hari emas untuk keluarga. “Pengunjung yang datang saat akhir pekan juga ramai. Rata-rata mereka keluarga, ” jelas Ita.

Karena tingginya antusias masyarakat, Ita merasa kewalahan dengan jumlah staf yang terbatas, namun mereka tetap bekerja semaksimal mungkin. (sya)

Tarik Minat Pengunjung, DPK Siapkan 11 Lomba Sepanjang Tahun 2023

0
Salahsatu lomba yang pernah diadakan di DPK. (ist)

BONTANG – Salahsatu strategi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang (DPK) menarik minat masyarakat Bontang datang berkunjung adalah dengan mengadakan lomba. DPK berencana menyelenggarakan 11 lomba sepanjang tahun 2023 ini.

“Tahun ini untuk meramaikan perpustakaan tentu kita akan membuat acara. Tahun ini sudah ada 11 lomba yang akan diselenggarakan,” beber Alfrita Junain Sande, Kepala Bidang (Kabid) DPK.

Lomba tersebut meliputi lomba menggambar dan mewarnai untuk pelajar SD/MI dan TK, Vidio TikTok tentang perpustakaan Kota Bontang untuk umum, bertutur untuk pelajar SD/MI, Perpustakaan Kelurahan, Perpustakaan SD dan SMP, baca puisi untuk ibu-ibu, fashion show untuk para OPD Kota Bontang, mading 3D untuk pelajar SMP, duta baca untuk umum, resensi buku untuk pelajar SMA dan Bontang Got Talent untuk disabilitas.

“Lomba pertama akan kita adakan Februari ini adalah menggambar dan mewarnai, kemudian mayoritas lomba akan diselenggarakan pada Bulan Mei,” jelas Alfrita.

Dengan acara-acara yang akan diselenggarakan DKP, pihaknya berharap warga Bontang dapat terus berkunjung ke perpustakaan.

“Kami berharap dengan melibatkan seluruh warga Bontang, minat baca akan meningkat, dan memperkenalkan perpustakaan terutama untuk anak-anak,” harapnya. (sya)

Minyakita Langka di Pasar Tradisional, Pedagang: Stok dari Suplier Kosong

0
Pedagang di pasar tradisional sudah jarang yang menjual Minyakita. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Minyak goreng merk Minyakita saat ini sulit didapatkan di pasar-pasar tradisional di Bontang alias langka.

Simanjuntak, salah satu pedagang di Pasar Taman Telihan mengatakan, sudah jarang melihat Minyakita.

“Di Pasar Telihan ini saya lihat sudah tidak ada yang jual. Biasanya saya jual itu juga, belakangan langka sekali,” jelasnya

Walaupun terbilang langka, dikatakannya tidak ada kenaikan harga jika nanti stok Minyakita sudah ada. Harga Minyakita dikatakannya rata-rata Rp 14 ribu per kemasan.

Hal yang sama diungkapkan Jumriah, Pedagang di Pasar Taman Rawa Indah. Kata Jumriah stoknya sudah mulai langka. Suplai Minyakita tidak tepat waktu lagi, sehingga barang menjadi langka.

“Saya order lagi katanya memang stok masih kosong,” ungkapnya.

Melansir dari CNNIndonesia.com diinformasikan, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan produk minyak goreng kemasan yang diberi nama MinyaKita, Rabu (6/7/2022).

Peluncuran dilakukan di lapangan Kementerian Perdagangan sekaligus membuka bazar penjualan MinyaKita. Bazaar ini hanya berlangsung satu hari bagi masyarakat yang ada di sekitar Kementerian Perdagangan.

“Tentu kita bersyukur pagi ini melakukan sesuatu yang penting yaitu peluncuran MinyaKita. Jadi Minyakita ini adalah minyak goreng yang dikemas secara sederhana,” ujarnya saat membuka acara peluncuran.

Minyak goreng kemasan sederhana ini ditetapkan dengan harga tertinggi Rp14 ribu per kemasan dan bisa dijual secara eceran oleh siapapun termasuk warung-warung kecil. Dengan syarat, tidak boleh dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Kemendag.

“Jadi MinyaKita ini bisa dijual di bawah Rp14 ribu, tapi kalau di atas Rp14 ribu tidak boleh,” jelasnya. (sya)

Baznas Adakan Seminar Zakat Nasional, Hadirkan Anre Gurutta Mangkoso

0
Seminar zakat nasional datangkan ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Anre Gurutta Prof Dr AG H.M.Faried Wadjedy.,Lc.,MA.

BONTANG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang bekerjasama dengan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Bontang menggelar seminar zakat nasional, Selasa (7/2/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Seminar zakat ini menghadirkan ulama kharismatik asal Sulawesi Selatan, Anre Gurutta Prof Dr AG H.M.Faried Wadjedy.,Lc.,MA, dengan mengangkat tema ‘Menggagas pemikiran Anre Gurutta Mangkoso & tentang zakat dalam perspektif fikih, sosiologis, dan pendidikan karakter.’

Selain itu hadir pula pimpinan Baznas Kaltim dan jajaran pimpinan Baznas kabupaten kota di Kaltim.

Ketua Baznas Bontang, Kuba Siga menjelaskan, di periode 5 tahun awal Baznas Bontang, pengurus berkunjung ke Kabupaten Barru untuk belajar tentang perzakatan. Usai mendapatkan arahan dari para guru-guru di Barru, Baznas mampu bergerak maju dalam pengumpulan zakat.

“Awalnya hanya mampu kumpulkan Rp 1 miliar per tahun. Sekarang sudah mampu Rp 6,5 miliar per tahun,” ujar Kuba.

Dikatakannya, penduduk Kabupaten Barru mayoritas berprofesi petani. Banyak yang miskin, namun bisa jadi pilot projet dalam pengumpulan zakat.

“Di Barru pengumpulan zakat mampu mencapai Rp 20 miliar per tahun,” singkatnya.

Menurutnya, seharusnya di Bontang dengan adanya 2 perusahaan besar skala dunia harus lebih mampu daripada Kabupaten Barru. Lantaran itu, dirinya mengajak semua pihak bersinergi mengentaskan kemiskinan di Bontang melalui zakat.

Tingginya potensi zakat di Kaltim sangat memberikan peluang lembaga Baznas di Kaltim dan kabupaten kota, untuk terus berinovasi dalam pencapaian ZIS. Ini bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat khususnya di kota Bontang.

Baznas Bontang akan terus bergandengan tangan dengan Pemkot Bontang dan lembaga UPZ yang ada LAZ. Ke depan Baznas akan berkolaborasi dengan semua perusahaan-perusahaan melalui potensi zakat perusahaan/CSR charity perusahaan

Dalam turut serta pengentasan kemiskinan, pengikatan taraf hidup masyarakat (kesejahteraan ummat) melalui berbagai program ekonomi produktif yang dilaksanakan Baznas Bontang.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 Baznas Kaltim, Miswan Tahadi menyambut baik seminar ini. Dikatakannya, ilmu itu ibarat air di sumur. Kalau mau dapat airnya harus menimba terlebih dahulu.

“Alhamdulillah saat ini ilmu itu yang datang sendiri. Maka kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin. Semoga kita dapat merasakan manfaat dari kehadiran beliau.” harap Miswan dalam pidatonya.

Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang, Najirah mengharapkan, acara ini dapat memberikan inspirasi dan pemahaman seputar dunia zakat. Dengan ilmu yang dibagikan dapat membangun masyarakat lebih adil dan sejahtera.

“Zakat wujud kepedulian bersama. Zakat punya peran penting jaga keseimbangan di masyarakat. Serta ibadah yang diwajibkan,” beber Najirah.

Dikatakannya, pemkot dan Baznas Bontang memiliki program gerakan sadar zakat. Melalui program ini diharapkan mampu tingkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Ada bantuan produktif untuk tingkatkan UMKM. Dengan zakat kita bisa bangun masyarakat adil dan makmur,” imbuhnya. (al/adv)

Guru PAI Adakan Pelatihan IKM

0
Para guru PAI saat ikuti pelatihan IKM. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) melaksanakan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), sebagai bagian dari tambahan pemahaman mengetahui kurikulum merdeka belajar. Pelaksanaan diadakan pada 6-8 Februari 2023 di Auditorium 3 Dimensi.

Ketua Pelaksana KKG PAI, Sajarudin mengatakan, pelaksanaan pelatihan berlangsung selama 3 hari, diikuti guru-guru PAI SD se-Kota Bontang. Pelatihan implementasi ini sebagai bagian dari penerapan kurikulum merdeka belajar di sekolah-sekolah, khususnya mata pelajaran PAI.

“Pelatihan disupport dari Pemerintah Kota Bontang. Waktu pelaksanaan sebelumnya sempat ditunda, alhamdulillah bisa terlaksana tahun ini,” kata Sajarudin.

Wawali Bontang, Najirah mengatakan, di Indonesia masih sering mengalami krisis pembelajaran. Beberapa faktor menjadi penyebab kesenjangan pembelajaran. Salah satunya pandemi covid-19 yang telah memperpanjang kesenjangan pembelajaran.

“Banyak anak-anak yang mengalami ketertinggalan pembelajaran, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mencapai kompetensi dasar sebagai peserta didik untuk pemulihan pembelajaran kurikulum merdeka belajar,” jelas Najirah, Senin (6/7/2023).

Selanjutnya, Najirah menambahkan inti dari implementasi kurikulum merdeka belajar, yakni memberikan kepada siswa-siswi kemerdekaan dalam memilih minat dan bakat dalam belajar.

“Hal ini dimaksudkan untuk mendalami minat dan bakat siswa dari masing-masing siswa. Tolak ukur dalam penilaian siswa pasti akan berbeda-beda,” katanya.

Penerapan kurikulum merdeka belajar terbuka bagi satuan pendidikan dari tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA sederajat. “Selain itu, satuan pendidikan menentukan pilihan kesiapan implementasi sesuai dengan angket kesiapan implementasi kurikulum merdeka belajar bagi guru dan sekolah,” terang Najirah. (yah)

Perpustakaan Pelita Ilmu Terus Berinovasi

0
Perpustakaan Pelita Ilmu di Kelurahan Gunung Elai. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Perpustakaan Pelita Ilmu milik Kelurahan Gunung Elai telah terakreditasi tingkat kelurahan. Tak cukup dengan status akreditasi, pihak kelurahan terus berinovasi meningkatkan kualitas perpustakaan.

Beragam inovasi yang dilakukan di antaranya dengan membuat gerobak baca. Bekerja sama dengan sekolah-sekolah PAUD membuka kunjungan ke perpustakaan.

“Selain itu kami juga ikut lomba tingkat kota juara 2. Di tingkat provinsi juara 3 perpustakaan kelurahan/desa,” kata Lurah Gunung Elai, Sulistyo.

Sulistyo berencana akan membuat perpustakaan baru. Dikarenakan ruang perpustakaan saat ini terbilang kecil dan masih bergabung di kantor kelurahan.

“Sebelah kantor nanti akan dibuat perpustakaan. Sudah masuk dalam anggaran. Karena dari perpustakaan provinsi menganjurkan harus memiliki gedung sendiri,” urainya.

Untuk pembangunan perpustakaan sendiri akan dianggarkan Rp 199 juta termasuk pengawasannya. “Karena gedungnya kecil hanya 4×6 meter persegi,” ungkapnya.

Sementara untuk jumlah buku yang dimiliki sebanyak 5000 buku lebih, lantaran ketentuan akreditasi perpustakaan dari provinsi. (yah)

Bawa Sabu di Celana, Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi di Kilometer 3

0
Tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bontang bersama barang bukti. (ist)

BONTANG –  Seorang pemuda (19) pengangguran berinisial IBP diamankan pihak kepolisian, lantaran terlibat peredaran sabu. Warga Kelurahan Gunung Telihan itu tertangkap di daerah Kilometer 3 tepatnya di Jalan Arif Rahman Hakim, Selasa (7/2/2023) sekira pukul 21.00 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid menjelaskan kronologis kejadian.

Anggota Unit Opsnal Sat Resnarkoba Polres Bontang mendapatkan informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya kebenarannya, bahwa di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing sering jadi tempat transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Selanjutnya Tim Opsnal Sat Res Narkoba Polres Bontang menindaklanjuti laporan tersebut dengan melaksanakan penyelidikan. Kemudian anggota Opsanal Sat Res Narkoba Polres Bontang melakukan penangkapan pada tanggal 07 Februari 2023 sekira jam 21.00 WITA terhadap IBP  tepatnya di Gang Makmur.

Pasca dilakukan penggeledahan badan dan pakaian ditemukan barang bukti. Di antaranya 2 bungkus plastik klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu di dalam kantong celana, 1 bungkus besar plastik klip diduga narkotika jenis sabu di bawah jok motor, 2 bungkus plastik klip, 1 helai tisu, 1 bungkus snack mie gemez, 1 Unit hp merk Vivo warna biru muda, 1 unit sepeda motor merk Yamaha Mio No Pol : KT 3607DV, dan 1 buah celana jeans warna abu-abu .

“Diakui IBP bahwa barang-barang tersebut miliknya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Bontang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan pasal 114 atau pasal 112 undang undang RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman penjara 20 tahun,” tegasnya. (al)

 

UFK: Separuh Penduduk Muslim Indonesia Buta Aksara Alquran

0
Ustad Fatih Karim saat mengisi tausiah subuh di Masjid Fathul Khoir BSD. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Separuh lebih penduduk di Indonesia tidak bisa membaca Alquran. Hal itu disampaikan dai kondang, Ustad Fatih Karim saat roadshow dakwah di Kota Taman, sebutan Kota Bontang, Selasa (7/2/2023).

Dai asal Jakarta yang akrab disapa UFK itu menyebutkan, berdasarkan data sensus nasional Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2018, buta huruf Alquran mencapai 54 persen penduduk di Indonesia.

Namun, hasil penelitian berikutnya lebih tinggi lagi. Berdasarkan hasil riset Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ), sekitar 65 persen warga muslim Indonesia masih buta aksara Alquran, terutama di daerah pedesaan atau wilayah pelosok.

Jika mengacu pada data terbaru dari Direktorat Jenderal Pendudukan dan Catatan Sipil atau Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia tahun 2022 secara keseluruhan tercatat sebanyak 275.361.267 jiwa per Juni 2022 atau semester I.

Artinya, diperkirakan sekira 178 juta penduduk muslim yang buta aksara.

Lantaran itu, dalam roadshow perdananya ini ke Kota Bontang dirinya dan Cinta Quran Foundation menggalang dana untuk memberantas buta aksara Alquran.

“Kami sudah berupaya memberantas buta aksara Alquran. Tapi masih banyak kendala,” ujar UFK kepada Radarbontang.com usai mengisi tausiah subuh di Masjid Fathul Khoir, Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), Selasa subuh.

Dijelaskannya, tim Cinta Quran foundation selama ini masuk ke wilayah-wilayah pedalaman, memberikan pelatihan-pelatihan gratis cara membaca Alquran. Namun begitu terdapat keterbatasan dalam upaya tersebut.

Beberapa kendala adalah tidak semua pengajar mau masuk ke wilayah pedalaman. Ditambah lagi banyak yang malu-malu untuk belajar baca Alquran.

“Kita tahu jarak antar wilayah satu dengan yang lainnya di Indonesia ini jauh-jauh. Butuh biaya besar untuk melakoni upaya tersebut. Masih banyak PR kami. Kami berharap kita semua bisa saling bantu,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari upaya tersebut membuahkan hasil. Penurunan jumlah penduduk yang buta aksara Alquran. Namun begitu minim sekali. Lantaran keterbatasan gerak dari tim Cinta Quran Foundation.

“Penurunan ada tapi lambat. Kemampuan kami hanya ratusan ribu yang bisa dibebaskan dari buta aksara Alquran,” pungkasnya. (al)

 

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Turun, Sukmawati: Ibarat Fenomena Gunung Es

0
Ilustrasi kekerasan pada perempuan dan anak (ist)

BONTANG – Kasus kekerasan serta pelecehan pada perempuan dan anak di tahun 2022 mengalami penurunan dibanding tahun 2021. Hasil tersebut berdasarkan laporan yang diterima oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Bontang.

Berdasarkan laporan UPTD PPA Bontang di tahun 2022 menerima 99 laporan kekerasan. Sementara di tahun 2021 laporan yang diterima sebanyak 127 laporan.

Sementara itu, dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) mencatat, terdapat 40 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 64 kasus kekerasan terhadap anak.

Data simfoni adalah data kekerasan yang terdata melalui aplikasi pelaporan online kekerasan perempuan dan anak di tingkat kota, yang dihimpun dari berbagai sumber

Di Simfoni PPA ini, kasus-kasus tersebut biasanya didapat berdasarkan laporan orang sekitar.

“Di dalam Simfoni PPA ini, contoh laporan berasal dari rumah sakit atau tetangga, tapi korban tidak berani melapor,” ungkap Sukmawati, Kasubbag TU, UPTD PPA Bontang.

Disebutkannya, kekerasan pada perempuan biasanya terjadi pada rentang usia 25 sampai 44 tahun. Kebanyakan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Kemudian kekerasan pada anak biasanya hingga umur 18 tahun.

Sementara itu, per Januari tahun 2023, UPTD PPA sudah menerima 9 laporan terhadap 5 perempuan dan 4 anak-anak.

Sukmawati mengatakan, kekerasan ini seperti fenomena gunung es. Terlihat hanya sebagian, namun kita tidak pernah tahu seberapa banyak yang tak terlihat.

Ia berharap masyarakat bisa peka terhadap kekerasan yang ada di sekitarnya, “Kekerasan bentuknya bermacam, ada kekerasan seksual, psikis, fisik, bahkan verbal. Kalau ada kenalan yang sudah terkena kekerasan bisa langsung ke UPTD PPA. Kami pasti akan membantu, kami berharap tidak sampai nyawa yang menghilang karena kekerasan” pungkasnya. (sya)

Potensi Zakat Kaltim Rp 7 T, Baznas Kaltim: Angka Pengumpulan Masih Jauh

0
Ilustrasi zakat. (ist)

BONTANG –  Pengentasan kemiskinan di Kaltim belum bisa berhasil, lantaran total pengumpulan zakat di seluruh daerah di Kaltim oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) masih jauh dari perkiraan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua 1 Baznas Kaltim, Miswan Tahadi dalam sambutannya di seminar zakat nasional garapan Baznas Bontang bekerjasama dengan Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Bontang, Selasa (7/2/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Dipaparkannya, perkiraan potensi zakat per tahun di Kaltim dapat mencapai Rp 6.99 triliun. Namun begitu, zakat yang berhasil dikumpulkan Baznas di seluruh daerah di Kaltim totalnya hanya mencapai Rp 35,5 miliar per tahun. Bahkan jika digabung dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang ada di seluruh Kaltim, totalnya mencapai Rp 70 miliar per tahun.

“Potensi zakat hampir Rp 7 triliun. Tapi pengumpulan zakat di seluruh daerah masih jauh dari angka potensi tersebut,” ujar Miswan.

Dikatakannya, seandainya semua pihak mau bersinergi, maka 6,4 persen total warga miskin di Kaltim dapat dientaskan. (al)