Beranda blog Halaman 960

Satlantas Razia Pengendara Knalpot Racing

0
Ilustrasi razia pengendara knalpot racing. (ist)

BONTANG – Satlantas Polres Bontang melaksanakan patroli dan hunting sistem terhadap pemilik kendaraan pemakai knalpot racing, Selasa (7/2/2023).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, yang merasa resah dan terganggu dengan suara knalpot racing/brong. Apalagi di saat jam istirahat.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya, melalui Kasat Lantas AKP Toni, Joko Purnomo menyampaikan, “Penertiban terhadap pemilik kendaraan secara hunting sistem terlihat cukup efektif dilaksanakan. Semakin berkurangnya suara bising di jalan raya yang dihasilkan dari suara knalpot brong/racing. Kita lihat di jalan masih ada apa enggak yang menggunakannya,” ucap Kasat Lantas.

Dijelaskannya, kebanyakan pengguna knalpot brong/racing yang terjaring merupakan anak-anak berusia remaja. Polres menghubungi orang tua mereka, meminta anak yang terjaring membuat pernyataan agar mengakui kesalahannya. Lalu berjanji tidak mengulangi.

“Setelah itu mereka harus mengganti knalpot brong/racing dengan knalpot standar, baru kami pulangkan,” pungkasnya.  (hms)

Iwabar, Komunitas Perempuan Barru Pertama di Indonesia

0
Para anggota Iwabar berfoto bersama usai diresmikannya komunitas tersebut. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Ikatan Wanita Barru (Iwabar) Bontang resmi menjadi komunitas kumpulan wanita asal Kabupaten Barru pertama di Indonesia. Terbentuknya komunitas tersebut, Senin (06/02/23) malam, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang bersamaan dengan dilantiknya pengurus DPD KKDB periode 2023-2028.

Kasmawati, Ketua Iwabar menjelaskan, Iwabar sebenarnya sudah dibentuk sejak 5 September 2022 lalu, namun baru melaksanakan pelantikan kepengurusan pada hari ini.

“Kebetulan saya kemarin juga bagian dari KKDB, lalu saya mengajukan inovasi untuk membuat Iwabar tersebut. Malam ini kami sudah resmi melantik kepengurusannya,” jelasnya.

Berdirinya Iwabar guna mewadahi perempuan Barru, “Dulu saya merupakan ketua pemberdayaan perempuan di KKDB, jadi saya buat Iwabar ini. Ke depannya ini merupakan wadah untuk perempuan-perempuan Barru untuk berkreasi dan bersilaturahmi. Jadi bisa saling mengenal,” lanjutnya.

Kasmawati berharap, Iwabar bisa menjadikan perempuan Barru wanita yang kreatif dan kuat, agar ke depannya dapat membantu dan bersaing untuk perekonomian Kota Bontang. (sya)

DPD-KKDB Bontang Periode 2023 – 2028 Resmi Dilantik

0
DPD –KKDB resmi dilantik di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Keluarga Daerah Barru (DPD-KKDB) dilaksanakan pada Senin (06/02/23) malam di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Amiluddin, Ketua KKDB yang telah dilantik  berharap, dengan kepengurusan DPD-KKDB yang baru ini dapat makin bersinergi dengan pemerintahan dan masyarakat.

“Saya harap dengan kepengurusan yang baru ini kita bisa terus membantu sesama kita, dan membantu pemerintah dalam  mewujudkan Kota Bontang yang sehat dan beradab,” ungkap Amiluddin.

Sementara, Kasmawati, Ketua Pemberdayaan Perempuan KKDB juga berharap bahwa kepengurusan 2023 sampai 2028 dapat mempersatukan seluruh warga Barru yang ada di Bontang.

“Kami berharap dapat terus bersilaturahmi dengan seluruh warga Barru yang ada di Bontang. Selain itu kami juga saling membantu, untuk warga Barru yang semisal ingin pulang kampung tapi tidak ada biaya. Jadi kami sangat mementingkan sesama kami. Setiap bulan kami sering mengadakan silaturahmi agar makin akrab,” jelas Kasmawati.

Untuk bersinergi dengan pemerintahan, KKDB juga membantu warga yang ingin membuka UMKM.

“Kami akan bantu carikan sponsor untuk warga yang ingin membuka usaha. Jadi bisa bantu warga untuk memenuhi kebutuhannya, juga dengan berjualan tersebut,” ungkapnya. (sya)

Jalan Rusak Tanggung Jawab Siapa?

0
Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Problem jalan rusak di sepanjang jalan menuju wilayah Kelurahan Bontang Lestari (Bonles) belum terselesaikan sampai saat ini. Hal itu kembali dikeluhkan Anggota DPRD Bontang, Rusli dan Nursalam di sela-sela agenda Rapat Paripurna ke-5 masa sidang II DPRD Bontang, dalam rangka pengambilan keputusan terhadap 5 (lima) raperda kota Bontang, Rabu (25/1/2023).

Anggota Komisi I DPRD Bontang, Rusli mengeluhkan, di minggu-minggu ini di sepanjang jalan menuju Bonles, ada beberapa kejadian mobil terbalik. Bahkan dirinya mengaku, mobil yang dikendarainya pernah hampir terbalik. Kondisi jalan dianggap Rusli sangat tidak laik.

Menurutnya, sejak Bonles ditetapkan menjadi kawasan industri, fasilitas jalan tak pernah diperbaiki. Kejadian-kejadian yang disebutkannya tadi, menurutnya tidak pernah digubris sejak awal ditetapkannya Bontang Lestari sebagai wilayah industri. ( radarbontang.com, 25/1/2023 )

Vital

Jalan raya adalah jalan utama yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan yang lain. Keberadaan jalan merupakan salah satu faktor terpenting untuk menunjang aktivitas masyarakat.

Tetapi bagaimana jika fasilitas umum ini rusak, seperti banyaknya jalan berlubang yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Miris jika ini terus dibiarkan tanpa segera diperbaiki.

Jalan menuju wilayah Kelurahan Bontang Lestari bukanlah satu-satunya jalan yang rusak, sehingga dapat menimbulkan bahaya atau kecelakaan. Ada banyak jalan rusak yang sudah menjadi santapan sehari-hari bagi pengendara kendaraan.

Sesuatu yang hanya dapat dimaklumi saja, walaupun menimbulkan kekhawatiran. Kekhawatiran ini karena menyangkut keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Jalan adalah fasilitas umum yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Karena, jalan umum adalah hal vital yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk melancarkan keperluannya dalam rangka memenuhi hajat hidupnya.

Sungguh ironis, di negeri yang kaya sumber daya alam, infrastruktur transportasinya pada sebagian wilayah sangat buruk. Dengan sumber daya alam yang ada, seharusnya negeri ini mampu membangun infrastruktur terbaik untuk rakyatnya. Infrastruktur yang dapat diakses oleh semua orang, tanpa harus berbayar.

Kapitalisme

Akar masalah ini adalah penerapan sistem ekonomi kapitalisme yang mengkomersialkan infrastruktur. Fakta banyaknya infrastruktur yang rusak, wajar dipertanyakan sudahkah anggaran yang dikeluarkan negara digunakan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sistem kapitalisme ini menjadikan pemerintah hanya sebagai regulator. Pemerintah hanya mengaturnya saja, tetapi pelaksanaannya diserahkan kepada swasta. Tak heran jika kualitas jalan makin ke sini makin mudah rusak.

Jalan menjadi salah satu infrastruktur negara, maka kewajiban negara untuk menyediakannya. Bukan menyerahkannya kepada swasta baik swasta pribumi maupun swasta asing.

Tetapi inilah realitanya, tidak ada periayahan (baca: mengurus) yang sungguh-sungguh untuk rakyat.

Hal ini bukti tata kelola transportasi yang berkaitan dengan pengelolaan infrastruktur dalam sistem kapitalisme liberal. Bagaimana pandangan Islam terkait hal ini?

Sistem Islam

Islam adalah sebuah ideologi yang mempunyai aturan, tak terkecuali kepemilikan umum. Jalan merupakan kepemilikan umum yang pengelolaannya diserahkan pada negara untuk keamanan dan kenyamanan masyarakat.  Maka, tidak akan dibiarkan jalan rusak tanpa diperbaiki dengan cepat.

Ingat ungkapan Khalifah Umar bin Khattab ketika menyaksikan ada jalan yang rusak maka beliau berkata “Jangan ada satu keledai pun yang terperosok karena jalan yang rusak, ini akan menjadi pertanggung jawabanku di akhirat kelak”. Begitulah ungkapan seorang pemimpin dalam Islam.

Pemimpin bervisi akhirat yang selalu menyandarkan setiap kebijakan yang dikeluarkan, pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Jangankan nyawa manusia, nyawa hewan pun diperhatikan.

Tidak harus menunggu adanya laporan dari masyarakat, baru kemudian diperbaiki. Dalam Islam, pemimpin berkewajiban memantau.

Islam pun tidak membolehkan pengelolaan fasilitas umum diserahkan kepada swasta, karena orientasinya pasti berbeda. Pihak swasta pasti menargetkan diperolehnya keuntungan materi.

Tetapi dalam Islam, penyediaan semua fasilitas umum merupakan bagian dari pelayanan negara kepada masyarakat. Seluruh pembiayaannya diambil dari kas negara yang pengelolaannya diatur dalam institusi yang disebut Baitulmal.

Karena pengadaan fasilitas umum secara langsung ditangani oleh negara, maka negara tidak boleh memungut dana dari masyarakat. Hal ini karena negara mengelola semua kekayaan yang dimiliki dan dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Ada satu karya mendunia yang menggambarkan bagaimana seorang Khalifah membangun infrastruktur jalan. Kisah paling fenomenal adalah proyek pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Hijaz, Syam, hingga Istanbul.

Proyek ini dibangun oleh Sultan Hamid II hanya dalam waktu dua tahun, beliau ikut mendanai proyek ini dengan dana pribadinya demi menyediakan fasilitas umum bagi masyarakat.

Jika kas pemasukan di Baitulmal kosong sedangkan fasilitas umum itu vital dan urgen untuk segera direalisasikan, tetapi dana terkuras karena bencana alam, peperangan ataupun lainnya, maka negara mendorong partisipasi masyarakat untuk berinfak, yakni melakukan ta’awun.

Jika masih belum cukup juga, maka negara akan menerapkan dharibah (pajak). Pajak hanya dikhususkan bagi muslim laki-laki yang mampu.

Besaran pajak juga disesuaikan dengan kebutuhan dana yang diperlukan. Jika sudah terpenuhi, maka penerapan pajak dihentikan.

Dengan demikian negara tidak akan membiarkan berlarut-larut dalam penanganan fasilitas umum, karena alasan tidak tersedianya dana ataupun alasan birokrasi. Negara memprioritaskan periayahan rakyat demi tercapainya keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan untuk semua.

Dalam Islam, jalan merupakan fasilitas umum yang menjadi tanggung jawab negara sepenuhnya. Maka, keberadaan khilafah merupakan kebutuhan yang urgen untuk segera ditegakkan. Hanya dengan sistem Islam, keamanan dan kesejahteraan hakiki akan mampu diwujudkan.

Wallahu alam.

Pengecekan Barang Titipan Besuk Tahanan

0
Ilustrasi pengecekan barang titipan besuk tahanan. (ist)

BONTANG – Petugas piket jaga tahanan Polres Bontang memeriksa barang dan makanan titipan, Senin,(6/2/2023). Hal tersebut guna memastikan ruang tahanan aman bebas dari barang yang dilarang masuk.

Pengecekan barang ruang tahanan rutin dilaksanakan oleh personel yang melaksanakan tugas piket pada hari itu.

Dikatakan Kasat Tahti, Iptu Heri Purwanto, selama masa pandemi besuk tahanan/tatap muka ditiadakan hingga situasi pandemi dinyatakan berakhir.

Kondisi itu diganti dengan menitipkan barang atau makanan, sesuai protap jaga tahanan barang.

“Makanan tersebut sebelum diserahkan kepada tahanan, diperiksa untuk mengantisipasi masuknya barang-barang yang dapat membayakan petugas jaga dan tahanan itu sendiri,” tegasnya. (hms)

Bontang Bakal Tiru Sumedang Tangani Stunting

0
Najirah akan tiru penanganan stunting yang telah berhasil di Sumedang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bontang, Najirah mengatakan, dari hasil rakor yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, pemerintah dan perusahaan akan terus bersama memetakan dan membantu ‘menjemput bola’ pada penanganan stunting.

“Saat ini angka stunting mencapai 21 persen ditahun 2023. Bagaimana angka penurunan stunting mencapai 14 persen,” kata Najirah saat ditemui, Senin (6/2/2023).

Najirah mengatakan, pihaknya telah memetakan perusahaan dalam membantu penurunan stunting. Seperti di Kelurahan Loktuan, Kelurahan Guntung akan ditangani perusahaan di dekat wilayah tersebut, dan Kelurahan Berbas di tangani perusahaan sekitar.

“Kodim pun juga ikut dalam penanganan stunting sebagai pendamping,” katanya.

Dari hasil kunjungan ke Kabupaten Sumedang, Bontang akan meniru Sumedang sebagai wilayah percontohan penurunan stunting.

“Di Sumedang dari angka stunting 32 persen bisa turun menjadi 8,27 persen. Strategi apa saja yang bisa diikuti,” jelas Najirah.

Pihaknya akan mendorong masyarakat datang ke Posyandu, agar data semakin valid.

Dengan mencontoh cara pengelolaan data mengenai stunting, maka akan dapat memetakan sebaran stunting secara detail di semua wilayah di Kelurahan Bontang.

“Jadi dengan data stunting yang valid, semua pihak akan secara bersama dalam penanganan stunting di wilayah sebaran yang tinggi. Itu yang perlu kita contoh dalam penanganan penurunan stunting,” urai Najirah.

Najirah meyakini akan dapat mencapai target penurunan stunting pada tahun 2024 dengan melibatkan semua elemen pihak. (yah)

Pertama di Bontang, UPZ Pupuk Kaltim Fasilitasi Isbat Nikah 50 Pasangan

0

BONTANG – Optimalkan manfaat zakat bagi masyarakat, Unit Pengumpul Zakat PT Pupuk Kalimantan Timur (UPZ Pupuk Kaltim) gelar isbat nikah bagi 50 pasangan suami istri di Kota Bontang. Kegiatan ini bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Pengadilan Agama Kota Bontang, Minggu (29/1/2023).

Ketua Panitia Isbat Nikah Fitriyani, mengungkapkan program ini telah berlangsung sejak Agustus 2022 untuk menjaring pasangan yang ingin melakukan isbat nikah melalui pendaftaran yang terbuka secara umum. Tercatat ada 140 pasangan suami istri yang mendaftar selama proses yang ditentukan, dilanjutkan seleksi berkas dan konsultasi dengan Pengadilan Agama Kota Bontang.

Hasilnya, didapati 50 pasangan yang dinyatakan lolos dan layak untuk difasilitasi pada prosesi isbat nikah tahun ini. “Isbat nikah UPZ Pupuk Kaltim pertama kali digelar di Kota Bontang, sebagai bentuk perhatian bagi masyarakat yang telah menikah secara agama agar mendapat legalitas hukum,” ujar Fitriyani.

Ketua UPZ Pupuk Kaltim Nur Sahid, mengungkapkan prosesi isbat nikah ini salah satu wujud manfaat zakat yang dikelola pihaknya melalui bidang dakwah dan advokasi, dengan total realisasi bantuan senilai Rp51,1 Juta. Program ini sengaja digagas UPZ Pupuk Kaltim, agar status pernikahan pasangan suami istri yang sebelumnya hanya sah secara agama, bisa mendapatkan jaminan legalitas hukum dan tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) sesuai aturan yang berlaku.

“Melalui dukungan pada program isbat nikah, 50 pasangan suami istri yang sebelumnya hanya berstatus pernikahan siri kini bisa tercatat resmi di KUA dan sah di mata hukum,” ujar Nur Sahid.

Nur Sahid pun mengimbau seluruh pasangan yang telah mengikuti isbat nikah tidak perlu lagi khawatir akan status perkawinan, karena sudah sah mendapat pengakuan hukum dari negara. Dibuktikan dengan didapatkannya buku nikah oleh seluruh pasangan, agar hak kedua belah pihak terjamin secara hukum. Begitu pula untuk status administrasi kependudukan, seperti kartu keluarga hingga status anak dan akta kelahiran juga telah resmi terdata di catatan sipil.

“Dengan adanya kepastian status hukum perkawinan melalui isbat nikah, tertib administrasi kependudukan juga bisa terlaksana dengan lebih optimal di Kota Bontang. Sehingga para peserta juga bisa mendapatkan perlindungan, sekaligus pengakuan terhadap status pribadi maupun keluarga,” tandas Nur Sahid.

Dirinya pun memastikan UPZ Pupuk Kaltim akan terus berbuat bagi masyarakat Bontang, melalui  manfaat yang akan disalurkan secara kontiyu di berbagai bidang. Hal ini bentuk ketaatan UPZ Pupuk Kaltim terhadap implementasi UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Zakat, sekaligus menjalankan amanah Baznas RI yang tertuang dalam Peraturan Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian Zakat dengan sasaran pada lima program utama, yakni Kemanusiaan, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Dakwah Advokasi.

“UPZ Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi lembaga yang tumbuh sekaligus bermanfaat bagi masyarakat, dengan menjalankan amanah sesuai ketentuan untuk mengelola dana umat secara profesional dan transparan,” tambah Nur Sahid.

Wali Kota Bontang Basri Rase, menyampaikan apresiasi atas program isbat nikah yang digagas UPZ Pupuk Kaltim, guna memfasilitasi masyarakat mendapatkan kepastian hukum status pernikahan yang  diakui oleh negara. Dirinya menilai hal ini salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang sangat bermanfaat, sekaligus membantu Pemerintah dalam penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan di Kota Bontang.

“Atas nama Pemkot Bontang kami ucapkan selamat bagi seluruh pasangan yang mengikuti isbat nikah kali ini, dan terima kasih atas kontribusi UPZ Pupuk Kaltim yang telah memfasilitasi puluhan pasangan di Kota Bontang untuk mendapatkan status pernikahan yang diakui oleh negara,” ungkap Basri.

Dirinya berharap program ini dapat terlaksana secara berkesinambungan, mengingat masih banyak pasangan suami istri di Kota Bontang yang berstatus pernikahan siri dan membutuhkan dukungan untuk mendapat pengakuan secara sah di mata hukum. Hal ini juga salah satu perhatian Pemkot Bontang yang setiap tahun terus mendorong masyarakat untuk pengurusan isbat nikah, agar status pernikahan menjadi sah di mata hukum untuk tertib administrasi kependudukan.

“Semoga dengan kolaborasi UPZ Pupuk Kaltim bersama Pemkot Bontang dan stakeholder terkait lainnya, masyarakat yang belum mendapatkan status perkawinan sah secara hukum bisa terfasilitasi dengan baik kedepannya,” pungkas Basri. (adv)

Intensitas Banjir di Kelurahan Gunung Elai Mulai Turun, Begini Cara Mengatasinya!

0
Penurapan di RT 14 Kelurahan Gunung Elai. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai merupakan salahsatu wilayah di Bontang yang terdampak banjir. Tak ayal, ragam upaya dilakukan pihak kelurahan untuk menanggulangi bencana musiman tersebut.

Salahsatu yang dilakukan adalah menurap sungai. Titik penurapan di RT 14, Kelurahan Gunung Elai.

Cara lainnya seperti respons cepat dengan membentuk tim siaga kebencanaan tingkat RT (Sakti RT) di 45 RT di bawah naungan Kelurahan Gunung Elai.

Lurah Gunung Elai, Sulistyo mengungkapkan, saat ini intensitas kenaikan air setiap banjir di wilayahnya mulai mengalami penurunan. Penurunan intensitas air tersebut diakui Sulistyo mendapat pengaruh dari pembuatan turap sungai yang dikerjakan di wilayahnya.

“Intensitas air mulai turun saat banjir. Namun banjir masih terjadi di beberapa wilayah di RT 43 sampai Jalan Tomat,” jelas Sulistyono saat ditemui, Senin (6/2/2023).

Dirinya juga menyebutkan penanganan banjir telah dilakukan dengan penanganan secara maksimal.

Usaha lainnya adalah dengan membuat pintu air yang dapat dibuka tutup sendiri. Di wilayah RT 14 terdapat dua pintu air yang dibangun.

“Pintu air ada 11 titik. Di belakang Kantor PMI ada dua dan di beberapa tempat lainnya,” kata Sulistyo. (yah)

Taman di Bontang Belum Ramah Anak

0
Proses sertifikasi taman ramah anak masih proses pengajuan. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Taman-taman di Bontang walaupun sudah memiliki fasilitas bermain anak, namun belum terkategori taman ramah anak. Lantaran taman-taman yang dibangun beberapa tahun belakangan tersebut, belum memiliki sertifikat ramah anak.

Saat ini Pemkot Bontang sedang melaksanakan proses pengurusan sertifikat ramah anak tersebut. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), proses pengajuan sedang berjalan.

Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Bontang, Pujo Kuncoro membenarkan, bahwa sertfikat tersebut saat ini sedang dalam proses pengajuan.

“Tahun ini Taman Adipura masuk dalam proses witness audit standarisasi dan sertifikasi Ramah Bermain Ramah Anak (RBRA) tahun 2023,” jelasnya.

Penilaian tersebut nantinya akan dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 13 Februari 2023 mendatang.

Manfaat pemberian sertifikat ini dijelaskannya. Dengan keberhasilan menerima sertifikat tersebut, artinya Pemkot Bontang telah menyediakan ruang bermain anak yang aman, nyaman, dan terlindungi. Sehingga tumbuh kembang anak di Kota Bontang diharapkan sesuai dengan usianya, baik fisik, spiritual, intelektual, sosial, mental dan emosional.

Pihaknya berharap taman yang ada di Bontang bisa mengantongi sertifikat RBRA tersebut.

“Baru Taman Adipura yang dilakukan audit untuk standarisasi dan sertifikasi RBRA. Semoga Bontang dapat sertifikasi RBRA tahun ini. Insya Allah Taman Tanjung Laut akan kita ajukan juga agar terstandardisasi dan tersertifikasi RBRA,” bebernya.  (sya)

 

Mengulik Bontang Army Shop, Satu-satunya Usaha Perlengkapan Berburu di Kota Taman

0
Irul di antara tumpukan perlengkapan berburu dagangannya. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

Berburu mungkin olahraga yang tak banyak diminati orang. Tidak untuk Khoirul Anam. Berburu baginya bukan sekedar hobi pelepas penat, namun sudah menjelma jadi bisnis pendulang rupiah.

——Yusva Alam, Bontang —–

Sebuah etalase berdiri kokoh di teras rumah. Sekat-sekat alas di dalamnya tersusun rapi berbagai pernak pernik asesoris menembak. Stiker bertulis Bontang Army Shop terpampang gagah di depan pintu berwarna putih.

Nuansa militer menyapa wartawan Radarbontang.com, kala mengunjungi salahsatu petak rumah kontrakan di Jalan Mayjen D.I Panjaitan, Gang Piano 01 No 26 B itu.

Masuk ke dalamnya pemandangan ala-ala militer lebih kental terasa. Senapan angin laras panjang berbagai tipe berjajar rapi di ruangan berukuran sekira 3×5 meter itu. Di bagian kanan ruangan, temboknya dipenuhi gantungan rapi topi beragam model.

Sisi kiri dipenuhi jejeran seragam warna coklat corak khas tentara, tumpukan kotak-kotak sepatu dan tenda. Beragam jenis pisau untuk berburu ada, untuk kurban pun tersedia. Deretan kaleng peluru tersusun rapi di sudut bawah kanan etalase.

“Awalnya bukan peralatan berburu yang saya jual. Hanya perlengkapan taktikal seperti baju, tas, topi, hingga seragam-seragam institusi seperti polisi, Satpol PP, tentara, dan lain sebagainya,” ujar Irul mengawali kisahnya kepada media ini yang datang menyambangi tokonya persis di belakang ex gedung MTQ lama.

Di tahun 2013, ketika dirinya bertemu konsumen penghobi berburu, minatnya kepada kegiatan yang termasuk kategori olahraga menembak itu membuncah.

Sejak itu Ia mulai menekuni hobi menembak dan berburu. Kerap menembak di lapangan tembak. Berlatih menarget burung-burungan besi. Bahkan sering  mengikuti event-event menembak. Lantaran tiap tahun di Bontang event menembak sering diadakan.

“Event hunting ceria sering saya ikuti. Kalau waktu-waktu senggang pun sering berburu sendiri. Kadang dapat burung belibis, tupai juga sering,” bebernya.

Di tahun 2014, Irul mulai melengkapi usahanya dengan menyediakan beragam perlengkapan berburu. Senjata laras panjang, peluru kaliber 4,5 milimeter, pisau bushcraft, teropong, dan beragam asesoris penunjang hobi berburu.

“Selain hobi saya lihat peluang juga. Waktu itu banyak peminat olahraga berburu mencari perlengkapannya di luar Bontang. Saya pikir kenapa tidak saya jual di sini,” ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang diberinya nama Bontang Army Shop itu mulai dikenal di kalangan penghobi berburu di Bontang maupun Sangatta. Tokonya kerap jadi referensi mencari segala perlengkapan berburu. Satu-satunya toko menjual perlengkapan berburu di Kota Taman.

“Kalau senjata itu ada 2 tipe yang saya jual. Tipe uklik dan PCP,” singkatnya menjelaskan produk.

Tipe uklik menggunakan pompa manual. Tabung lebih kecil dan power menembak pun lebih ringan.

Berbeda dengan PCP. Tabungnya lebih besar, sehingga dapat menampung angin lebih banyak. Alhasil, daya tembak jauh lebih kuat dibanding uklik.

Powernya bisa mencapai 900-1000 frame per second (fps). Sementara tipe uklik power tembakan hanya berkisar 600-700 fps saja.

“Tipe PCP ada alat khusus pompanya. Kalau gak mau repot bisa ngisi di sini. Rp 30 ribu sekali pompa,” katanya.

Tipe PCP terbagi menjadi 2 jenis lagi. Senjata dengan tabung dural (tabung panjang) dan bocap (menyerupai botol kecap).

Tidak main-main hobi menembak ini. Jutaan rupiah harus dirogoh demi bisa memenuhi passion. Kisaran harga yang dijual Irul saja berkisar Rp 1,4 juta yang paling murah hingga mencapai Rp 12,5 juta.

Kata Irul, di tempat lain masih ada lagi harga yang jauh lebih tinggi. Bisa  mencapai Rp 50 juta.

Sementara peluru harganya berkisar Rp 140 ribu – Rp 200 ribuan dengan isi 250-500 butir per kaleng. Pisau ada yang mencapai harga Rp 500 ribu dengan bahan dari baja.

Berdasarkan aturan yang ia pahami, menjual senjata angin diperbolehkan dengan syarat peluru yang digunakan kaliber maksimal 4,5 milimeter. Sedangkan kaliber di atas itu harus memiliki izin ke pihak kepolisian.

“Kaliber di atas 4,5 mm selain wajib izin, senjata pun harus ditaruh di kantor polisi. Boleh diambil saat dibutuhkan saja dan mendapat surat ijin dari pihak kepolisian,” bebernya.

Walaupun tidak wajib berijin, namun dirinya rutin mendapat peninjauan dari pihak kepolisian. Biasanya tiap 1,5 tahun sekali polisi datang mengecek usahanya.

“Semua itu demi keamanan bersama,” ungkapnya. (*)