Beranda blog Halaman 960

MTQ Tingkat Kecamatan Digelar Februari 2022

0
Pelaksanaan MTQ ke-42 tingkat Provinsi Kaltim di Bontang pada Juni 2021. (dok)

BONTANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2022 siap digelar maraton dalam waktu dekat. Mulai pekan kedua Februari hingga akhir Maret, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Bontang harus menyiapkan sejumlah agenda MTQ mulai tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi.

“Tentu harapannnya selain bisa sukses pelaksanaan, juga suskses syiar kepada masyarakat,” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Bontang, Muh Izzat Solihin belum lama ini.

Pria yang juga pengurus LPTQ Bontang itu menjabarkan, pelaksanaan MTQ di Kecamatan Bontang Barat dijadwalkan pekan kedua Februari, disusul pekan ketiga di Kecamatan Bontang Utara, dan pekan keempat di Kecamatan Bontang Selatan.

Pada awal atau pertengahan Maret, dilanjutkan pelaksanaan MTQ tingkat kota. Akhir Maret, pelaksanaan MTQ tingkat provinsi di Samarinda yang merupakan tuan rumah tahun ini. “Tentu venue lomba bakal terus disiapkan, pembinaan kita tingkatkan, dan pelaksanaannya bisa berjalan sesuai prokes (protokol kesehatan),” pintanya.

Sementara, Ketua Harian LPTQ Bontang, Aji Erlynawati menambahkan, Pemkot siap mendukung pelaksanaan MTQ bisa sukses tahun ini. Bahkan pihaknya menargetkan Bontang bisa meraih juara umum tingkat provinsi. “Sebenarnya bertahan di posisi dua saja sudah bagus. Tetapi tentu kita (Bontang) ingin bisa meraih yang terbaik,” paparnya.

Dengan sejumlah pengalaman dan pembinaan intens yang dilakukan, pihaknya optimistis bisa merebut gelar juara umum itu dari Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu strategi yang bakal dilakukan untuk menjaring bakat-bakat terbaik, yakni dengan menyelenggarakan MTQ di tingkat pelajar Bontang.

Namun program itu baru bisa terlaksana dengan APBD perubahan mendatang. “Ini sejalan dengan program Pak Wali Kota menjadikan Bontang sebagai Kota Tahfiz,” pungkasnya. (bms)

Mulai Pasang Wifi Gratis Tahap Kedua untuk 200 Lokasi, Akhir Januari Ditarget Selesai

0
Pemasangan WiFi gratis tahap kedua di Kawasan Poskamling RT 13, Kelurahan Berebas Tengah. (ist)

BONTANG – Program pemasangan WiFi gratis Pemkot Bontang tahap kedua sudah mulai dikerjakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sebanyak 200 lokasi baru menjadi sasaran dalam program prioritas pasangan Basri-Najirah ini. Ditargetkan akhir Januari 2022, program itu sudah bisa dinikmati masyarakat.

“Sebenarnya kami (Diskominfo) juga masih menjajaki lewat program CSR (Corporate Social Responsibility, Red.). Harapannya bisa lebih dari 200 titik. Tetapi sementara targetnya 200 titik itu dulu,” kata Kabid Penyelenggaraan e-Government Diskominfo Bontang, Taufiqurrahman belum lama ini.

Sejumlah evaluasi dari pemasangan pada tahap satu juga sudah dilakukan. Harapannya pada saat pemasangan kedua, permasalahan yang terjadi sebelumnya tidak terulang kembali. Seperti penempatan titik, hingga mekanisme ketersediaan listrik di lokasi tersebut agar program WiFi gratis ini bisa berjalan selama 24 jam nonstop.

“Kami juga sudah minimalisasi dengan turun langsung untuk survei ke lokasi pemasangan,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, 2021 lalu tercatat sudah 251 lokasi terjangkau internet gratis milik Pemkot Bontang yang tersebar di seluruh kelurahan. Rinciannya, 27 lokasi untuk sektor pelayanan publik dengan kapasitas 20 Mbps, sementara 200 lokasi di fasilitas kesehatan, pendidikan, keagamaan dan keamanan dengan kapasitas 50 Mbps. Ditambah 16 lokasi di pusat keramaian, dan 8 lokasi di wilayah pesisir Bontang dengan kapasitas 7 Mbps.

Layanan ini merupakan implementasi program unggulan dan janji politik Basri Rase-Najirah sebagai pasangan wali kota dan wali kota Bontang. Akses WiFi gratis ini bisa dimanfaatkan masyarakat hingga 30 perangkat sekaligus, dengan jangkauan radius maksimal 30 meter. Layanan WiFi gratis ini memblokir akses game online, judi online, hingga pornografi. Sehingga aman bagi seluruh kalangan, khususnya anak-anak di bawah umur. (bms)

Tabrakan Maut di Balikpapan, Satu Warga Bontang Jadi Korban, Kaki Kanan Patah

0
Kondisi kaki kanan Rahman yang patah dan sedang dirawat di rumah sakit. (ist)

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara yang terjadi Jumat (21/1/2022) pagi, tidak hanya menimpa warga Kota Beriman.

Dari penelusuran mediakaltim.com, satu dari puluhan korban itu ada warga Bontang. Pria itu bernama Rahman, warga Kelurahan Berebas Tengah. Saat diwawancarai, Rahman tak bisa banyak memberikan keterangan sebab kondisinya masih trauma dan dalam perawatan di rumah sakit. “Saya juga tidak tahu ini lagi di rumah sakit mana,” ujarnya saat dihubungi via seluler pada Jumat (21/1/2022) sore.

Rahman mengaku, sudah tiga bulan berada di Balikpapan. Dia bekerja di salah satu proyek milik PT Pertamina. Pagi itu, dirinya hendak berangkat kerja menggunakan sepeda motor. Namun nahas saat di simpang Muara Rapak, dia diseruduk truk tronton dari belakang. Akibat kejadian itu, kaki kanannya patah dan mengalami luka berat. “Patah di bagian tulang kecil di betis,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kini pihak keluarga sudah mendampingi Rahman di rumah sakit. (bms)

Dibangun Dua Lantai, Lokasi Uji Kir Ditetapkan di Bonles

0
Lokasi pembangunan gedung uji kir di Bontang Lestari samping TK Negeri 2 Bontang. (Bams/Radar Bontang)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menetapkan lokasi pembangunan gedung uji kendaraan bermotor (uji kir). Lokasi tersebut terletak di Jalan Moh Roem Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), di samping TK Negeri 2 Bontang atau tak jauh dari Posko Damkar Bonles. Dalam rancangan, gedung akan dibangun dua lantai.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Umum Dishub Bontang, Ikhwan Agus menyebut, lokasi itu telah final dan mendapat restu dari wali kota Bontang. Lahan seluas 12.030 meter persegi itu dinilai cocok, strategis, dan telah memiliki feasibility study (FS) atau studi kelayakan.
“Nilainya Rp 11,5 miliar untuk bangunan fisik dan Rp 800 juta untuk pengawasan,” ujarnya, Kamis (20/1/2022).

Sebelumnya, sejumlah opsi lokasi pernah menjadi kandidat pembangunan gedung uji kir. Seperti di Kelurahan Loktuan samping Koramil 0908-01, Stadion Taman Prestasi Bonles, hingga lapangan terbang Bonles. Namun terpilih di lahan ini karena lokasi yang strategis dan biaya pembangunan lebih efisien.

“Kalau tidak ada halangan target sudah bisa lelang bulan ini. Pembangunannya selama delapan bulan. Akhir 2022 ini sudah selesai,” jelasnya. (bms)

Mendesak dan Dibutuhkan Warga, Faisal Minta Pembangunan Gedung Uji Kir Diprioritaskan

0
Anggota DPRD Bontang, Faisal (ist)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal meminta pembangunan gedung uji kendaraan bermotor (uji kir) di Jalan Moh Roem Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), samping TK Negeri 2 Bontang, menjadi skala prioritas yang harus direalisasikan tahun ini.

Sebab pelayanan uji kir sangat diperlukan masyarakat saat ini. Mereka mengeluh jika harus menjalani uji kir di luar kota karena jarak yang jauh dan biaya yang membengkak.
“Minimal kalau tidak bisa bangunan fisiknya, anggaran pengawasan jangan sampai hilang,” tuturnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Untuk itu, pihaknya bakal mengawal pembangunan gedung uji kir dan meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk melaporkan apabila terjadi permasalahan anggaran. Apalagi belum lama ini dikabarkan, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2021 meleset dari prediksi. Sehingga kas daerah saat ini hanya menyisakan Rp 33 miliar. “Semoga pembangunan (gedung uji kir) ini tidak ikut terganggung. Sebab ini urgen,” beber politisi Nasdem itu.

Dia mengatakan, pemilihan lokasi uji kir dinilai strategis dan tak perlu ditimbun. Cukup dirapikan. Di sisi lain dirinya meminta, agar pelayanan di Gedung uji kir sementara yang ada di Loktuan bisa segera difungsikan. Jam operasionalnya pun diatur agar tidak berbenturan dengan aktivitas di Masjid Terapung yang sebentar lagi akan diresmikan. “Misal Ketika jam-jam salat, kendaraan jangan lalu Lalang di sana,” tandas Faisal. (bms)

Puluhan Guru dan Siswa Dinyatakan Negatif, SMPN 1 Kembali PTM Senin Depan

0
Sekolah SMPN 1 Bontang.

BONTANG – Labkesda Bontang merilis data hasil tes PCR puluhan guru dan siswa SMP Negeri 1 Bontang, dinyatakan negatif dari paparan Covid-19. Tes ini merupakan hasil penelusuran kontak (tracing) salah satu siswa SMPN 1 yang terkonfirmasi positif terpapar Corona usai menjalani tes acak yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) belum lama ini. “Laporan yang saya terima semua negatif,” kata Riyanto, Kepala SMPN 1 Bontang.

Dia menyampaian, sebelum PTM 100% kembali digelar, sekolah dan ruang kelas harus disterilkan. Selanjutnya, Senin (24/1/2022), siswa dan guru sudah bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muda (PTM) di sekolah. Atas kejadian ini, pihaknya mengimbau kepada wali murid, agar menjalani karantina sebelum masuk ke sekolah. “Kejadian ini jadi contoh ke depannya,” ujarnya.

Sebelumnya dari kejadian ini, Disdikbud Bontang membantah telah adanya klaster pendidikan. Sebab anak yang terkonfirmasi positif tersebut memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. Sehingga dipastikan tidak terpapar saat proses belajar di sekolah. Dari pantaun mediakaltim.com di SMPN 1 pada Rabu (20/1/2022), tidak ada aktivitas di sekolah. (hms)

Diskop UMKP Minta Ritel Modern Jual Minyak Goreng Rp 14 Ribu

0
Minyak goreng kemasan di salah satu minimarket di Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) menindaklanjuti instruksi Menteri Perdagangan RI terkait penyesuaian harga minyak goreng.

Aturan tersebut meminta jajaran di daerah, mulai Rabu (19/1/2022) untuk memantau stok dan harga minyak goreng kemasan di ritel modern yang tergabung dalam APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) seperti, Ramayana, Alfamidi, dan Indomaret.

Selain itu, pihaknya juga diminta memastikan harga jual minyak goreng kemasan sebesar Rp 14 ribu per liter. Instruksi ini tertuang dalam surat edaran nomor 66/PDN.4/SD/01/2022. “Kami sudah imbau ritel modern untuk menyesuaikan harga sesuai instruksi pusat mulai hari ini,” kata Kabid Perdagangan Diskop-UKMP, Nurhidayah saat dikonfirmasi.

Nurhidayah menambahkan, kebijakan ini dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi masyarakat tidak memborong dalam jumlah besar alias panic buying. Kendati demikian, diakui Nurhidayah belum semua ritel modern di Kota Taman menerapkan standar harga tersebut.

Sebab beberapa dari mereka masih menunggu pasokan minyak goreng dengan harga baru. “Kami kasih waktu sepekan. Namun pada dasarnya mereka sudah bersedia menurunkan harga minyak goreng,” tandasnya. (bms)

Makanan Sehari-hari, Sambal Gammi Kini Jadi Pintu Rezeki

0
Asna, (kanan) Pencetus Gammi Bawis dan Pemilik Rumah Makan Si Bolang, Saat Podcast MejaTamu, Rabu (19/01/2022).

Bermula dari kebiasaan orang tua terdahulu, yang memasak sambal gammi untuk makanan sehari-hari, bahkan kadang menjadi bekal untuk anak-anaknya saat pergi melaut. Kata Gammi sendiri berarti sesuatu yang dimasak di atas cobek.

Oleh karena itu hingga saat ini, gammi dikenal dengan penyajiannya yang dilakukan di atas cobek yang mendidih.

Memulai usaha berjualan gammi, sudah dilakukan Asna sejak 14 tahun yang lalu. Dirinya juga pemilik Rumah Makan Si Bolang, tak menyangka bahwa gammi saat ini menjadi makanan yang dicari oleh para wisatawan, apalagi gammi bawis.

“Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur hingga saat ini, banyak orang yang menyukai gammi bawis, dan Rumah Makan Si Bolang menjadi salah satu pilihan untuk bisa menikmati gammi,” ucapnya saat menjadi tamu di Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Asal Usul Gammi Bawis Khas Kota Bontang”.

Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (19/01/2022), kerjasama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Asna, Pencetus Gammi Bawis dan Pemilik Rumah Makan Si Bolang, Saat Podcast MejaTamu, Rabu(19/01/2022). Sebelum memutuskan berjualan gammi, Asna sempat berjualan sayuran matang yang selalu ia jual berkeliling dari rumah ke rumah.

Sampai pada akhirnya, ia memiliki ide untuk membuat gammi bawis, dan dengan respon sekitar yang positif, akhirnya ia memutuskan untuk berjualan gammi.

“Saya itu iseng masak gammi, kebetulan suami nelayan, jadi saya coba hasil ikan bawis tangkapannya dicampur sambal gammi. Keluarga pun mendukung, dan menyebar dari mulut ke mulut, alhamdulillah bisa sampai seperti sekarang,” katanya.

Nama ‘Si Bolang’ juga terinspirasi dari salah satu program acara televisi yang saat itu sedang populer.

Akhirnya sampai sekarang nama ‘Bolang’ pun melekat dengan Asna dan juga sambal gammi buatannya.

“Adik saya waktu itu yang usulkan namanya, saya sempat gak mau, karena aneh namanya. Tapi sekarang malah melekat dengan saya, orang-orang gak manggil saya Asna lagi, tapi Bu Bolang,” katanya.

Soal omset, Asna mengatakan perharinya ia bisa mendapatkan omset sebesar 8 juta rupiah. Kendati demikian, pengaruh pandemi Covid-19 sempat membuat omset melesat turun, dan akhirnya omset bisa kembali stabil dan naik saat menjelang akhir tahun 2021 lalu.

“Pas pandemi kemarin benar-benar turun drastis, jauh dari angka sebelumnya. Tapi alhamdulillah setelah pandemi dan jelang akhir tahun kemarin sudah stabil kembali,” ucapnya.

Asna juga mengungkapkan rasa syukurnya karena saat ini Rumah Makan Si Bolang menjadi salah satu destinasi pilihan bagi masyarakat Bontang untuk menikmati kelezatan gammi. Bahkan banyak yang datang dari luar kota dan pulau hanya untuk sekedar menikmati citarasa gammi yang khas.

Soal pesaing, ia mengungkapkan bahwa tak masalah soal itu. Bahkan ia dengan sangat terbuka bagi siapapun yang ingin mengetahui dan juga belajar tentang resep sambal gammi yang ia buat.

“Rezeki sudah ada yang atur, bahkan siapapun yang mau belajar cara buat gammi, saya persilahkan. Kemarin ada orang yang datang ke saya untuk belajar buat gammi untuk membuka usahanya di Kota Malang,” katanya.

Salah satu hal yang sering dilakukan Asna sebagai bentuk rasa syukurnya atas nikmat yang telah diberikan yaitu dengan mengadakan Jum’at Berkah.

Dimana ia menyediakan 100 paket makanan tiap Jum’at bagi orang-orang sekitar.

“Alhamdulillah, saya rutinkan Jum’at berkah buat orang-orang sekitar. Jadi mereka selepas pulang sholat Jum’at pasti lewat depan Bolang,” katanya.

Kelezatan dan citarasanya yang khas, ternyata tak terlepas dari campuran terasi yang juga hasil produksi dari Bontang Kuala. Dan tak hanya gammi bawis yang menjadi favorit para pengunjung.

Rumah Makan Si Bolang menyediakan beberapa menu gammi lainnya seperti, gammi ayam, gammi telur, gammi kerang, gammi cumi, gammi udang, gammi ikan putih, gammi ikan kakap, dan gammi ikan baronang. (ahr)

Optimalkan Pendapatan, Wawali Minta Transaksi Non-Tunai Ditingkatkan

0

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah berharap transaksi non-tunai dapat terus ditingkatkan. Digitalisasi dalam transaksi katanya, dapat mengurangi risiko penyalahgunaan yang bisa terjadi, utamanya dalam transaksi perpajakan. Ia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Bontang bisa segera mengimplementasikan transaksi digital.

“Saya harapkan Bapenda ini nanti konsolidasi kepada para pembayar pajak yang ada di Kota Bontang untuk segera melaksanakan transaksi digital. Saya juga mohon nanti Bankaltimtara untuk dapat mendampingi,” ujar Najirah, saat memberi sambutan dalam sosialisasi Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) dan Digitalisasi Menuju Smart City yang dilakukan Bankaltimtara, Selasa (18/1/22) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Kegiatan sosialisasi kali ini dalam rangka mempercepat implementasi digitalisasi transaksi keuangan daerah, sesuai Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah. Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Aji Erlynawati, Manajemen Bankaltimtara dan perwakilan OPD Kota Bontang.

Jika program ini sudah terealisasi dengan tepat dan benar katanya, maka dapat meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, serta mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat, khususnya pada masa pandemi. Kegiatan transaksi digital mendorong masyarakat tetap bertransaksi tanpa melakukan kontak langsung. Hal tersebut juga dapat meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital nasional. (kmf/rose)

Wali Kota Basri Dukung Bontang Jadi Tuan Rumah Porda Perpamsi

0
Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, menggelar rapat koordinasi bersama PDAM Tirta Taman, Senin (17/1/2022) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang

BONTANG – Untuk menindaklanjuti rencana Pekan Olahraga Daerah (Porda) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) V Tahun 2022, Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Wali Kota Bontang Najirah, menggelar rapat koordinasi bersama PDAM Tirta Taman, Senin (17/1/2022) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Direktur PDAM Bontang Suramin menyampaikan, tahun ini Bontang menjadi tuan rumah Porda Perpamsi V. “Berdasarkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pengurus daerah Perpamsi Kaltim pada 23 Juni 2019 di Hotel Q Sangatta , memutuskan Porda kelima dilaksanakan di Kota Bontang,” ucapnya.

Ia mengatakan, Porda rencananya dimulai 21 Maret 2022 dan berjalan selama seminggu. Ada 7 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, di antaranya tenis lapangan, badminton, tenis meja, catur, futsal bola volly dan song festival. Sebanyak 600 peserta dan ofisial diperkirakan hadir dalam acara ini.

Basri Rase dan Najirah memberikan tanggapan positif dan menyambut baik Porda di Kota Bontang. Keduanya mendukung kegiatan tersebut. “Pemerintah kota Bontang menyambut baik kegiatan Porda ini. Semakin baik dan sukses terselenggaranya kegiatan ini makin baik citra pemerintah,” ujar Basri.

Senada dengan Basri, Najirah berharap kegiatan yang dilaksanakan akan berdampak pada perekonomian khususnya UMKM di Kota Taman. Dalam rakor tersebut juga ditetapkan acara akan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. (kmf/rose)