Beranda blog Halaman 961

Menabrak Rambu-rambu Allah SWT di HUT RI

0
Menabrak Rambu-rambu Allah SWT di HUT RI
Maghfirudin A.A. (ist)

Oleh:

Maghfirudin A.A

Mubalig Kota Bontang

Setiap Bulan Agustus di negeri kita Indonesia selalu gegap gempita memperingati peristiwa kemerdekaan RI. Di sudut-sudut kota di Indonesia tidak terkecuali di Kota Bontang. Setiap depan masuk pintu gapura RT atau perumahan, akan tampak nuansa merah putih, dengan aneka dekorasi yang indah.

Menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah penduduk Kota Bontang, Kalimantan Timur, sebanyak 185.201 jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau 166.245 jiwa (89,76%) penduduk di kota tersebut beragama Islam.

Tentu wajar penduduk kota Bontang yang mayoritas muslim patut bersyukur atas nikmat kemerdekaan tersebut. Indonesia merdeka bukan dengan pemberian tapi dengan pengorbanan harta, tetesan air mata dan tetesan darah para pejuang di negeri ini. Sudah sewajarnya umat Islam di kota Bontang menyambut peristiwa itu dengan aneka kegiatan yang berdampak positif bagi generasi muda bangsa ini.

Tapi ingat, bahwa kegiatan memeriahkan kemerdekaan tersebut bukan hanya aspek meriah, ceria dan kekeluargaan semata, juga aspek pendidikan dan moral harus diperhatikan.

Menurut penulis ada beberapa agenda kegiatan yang perlu diganti dan tidak perlu lagi dilakukan, karena menabrak rambu-rambu ketetapan Allah SWT, di antaranya:

  1. Lomba Gendong Istri.

lomba dimulai ketika para istri harus berbalik badan, dengan memakai baju yang warnanya sama sehingga ditebak oleh para suami. Dari jarak agak jauh para suami berlari kencang untuk menjemput dan dilanjutkan menggendong istri. Sayangnya, banyak pula yang salah menggendong istri orang lain dan kehilangan istri karena digendong orang lain, membuat para suami yang kalah dalam lomba tersebut pun kebingungan. Terdengar suara sorak-sorakkan dan tertawa saat lomba itu berlangsung.

Sekilas terkesan menghibur, tapi lomba semacam ini bisa menimbulkan Ikhtilath yaitu perbuatan bermesraan seperti bersentuhan, dan berpelukan antara laki – laki dan perempuan yang bukan suami istri dengan kerelaan kedua belah pihak, di tempat terbuka.

Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari, dari bapaknya Radhiyallahu ‘anhu :

“Bahwa dia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di saat beliau keluar dari masjid, sedangkan orang-orang laki-laki ikhthilath (bercampur-baur) dengan para wanita di jalan, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para wanita: “Minggirlah kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berhak berjalan di tengah jalan, kamu wajib berjalan di pinggir jalan.” Maka para wanita merapat di tembok/dinding sampai bajunya terkait di tembok/dinding karena rapatnya.“

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melarang para wanita ikhthilath di jalan karena hal itu akan menyeret kepada fitnah (kemaksiatan; kesesatan), maka dalam lomba menggendong istri seperti penulis sebutkan di atas atau sejenis (terjadinya ikhthilath) adalah perkara maksiat yang haram karena bisa menimbulkan fitnah dan membangkitkan syahwat serta faktor pencetus perbuatan zina yang harus dihindari.

  1. Sepak Bola atau Bola Voli Laki-Laki Memakai Baju Perempuan.

Walaupun ini terkesan untuk hiburan dan kesenangan tapi tidak boleh menabrak rambu-rambu yang sudah Allah SWT tetapkan. Permainan semacam ini adalah haram hukumnya. Karena terlihat dengan jelas laki-laki menyerupai perempuan (tasyabbuh bi an-nisaa) sebagaimana haram perempuan menyerupai laki-laki (tasyabbuh bi ar-rijal).

Dalilnya adalah hadits riwayat Ibnu Abbas ra. bahwasanya “Rasulullah saw telah melaknat para lelaki yang menyerupai para wanita dan (melaknat) para wanita yang menyerupai para lelaki.” (la’ana Rasulullah saw al-mutasyabbihiina min ar-rijaal bi an-nisaa wa al-mutasyabbihaat min an-nisaa bi ar-rijaal). (HR Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Juz I hal. 227 & 339, dan HR al-Bukhari Shahih al-Bukhari

  1. Hadiah Lomba dari Uang Iuran

Semua bentuk perlombaan dan pertandingan hukumnya boleh dalam Islam, selama tidak ada unsur taruhan dan perjudian. Ulama dari beberapa kalangan sudah menyepakati apabila uang pendaftaran secara sengaja diperuntukkan sebagai biaya hadiah, maka perlombaan tersebut diharamkan. Tetapi, apabila penyelenggara lomba tidak menggunakan uang pendaftaran peserta sebagai bagian dari biaya hadiah, melainkan diambilkan dari sumber lain, seperti sponsor, donatur, atau lainnya maka jenis perlombaan tersebut diperbolehkan.

Kita berharap kemeriahan dan ke syukuran penduduk kota ini berdampak baik kepada generasi muda kota Bontang.

Hal-hal sekiranya menabrak rambu-rambu Allah SWT mari kita tinggalkan. (*)

Aznem Sebut Buaya Riska Tak Pernah Jadi Objek Wisata

0
Aznem Sebut Buaya Riska Tak Pernah Jadi Objek Wisata
Panji Petualang saat mengunjungi Buaya Riska beberapa waktu lalu di Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang tidak pernah memasukkan wisata ekstrem bertemu Buaya Riska di Kelurahan Guntung. Hal itu diungkapkan Kadispopar Bontang, Ahmad Aznem beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, Dispopar menyadari bahwa kewenangan pengelolaan wisata yang melibatkan hewan buas berada di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Karenanya selama ini Buaya Riska tak pernah menjadi daftar objek wisata yang harus dikunjungi.

“Coba saja lihat rekomendasi wisata di Bontang, mana ada itu Buaya Riska masuk objek wisata,” kata Aznem.

Menurutnya banyak wisatawan terkenal ke Bontang, memang murni hanya ingin mengetahui kedekatan Ambo dan Buaya Riska.

Termasuk saat Wali Kota Bontang Basri menemani Artis Muhammad Panji atau Panji Petualang. “Itu Pak Wali kemarin cuman menemani saja. Apalagi yang ditemaninya juga berpengalaman,” sambungnya.

Diketahui belakangan ini banyak pihak yang memberikan saran agar menjadikan buaya-buaya guntung sebagai objek wisata. Hal ini menuai komentar pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat. (adv/al)

Jaringan Pengedar Ganja Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap Dalam Semalam

0
Jaringan Pengedar Ganja Dibongkar, Tiga Pelaku Ditangkap Dalam Semalam
Ketiga pelaku sudah diamankan di Mako Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Jaringan peredaran ganja di Bontang berhasil diungkap satresnarkoba Polres Bontang. tiga orang pelaku berhasil dibekuk dalam waktu semalam.

Mengutip dari situs Polresbontang.com, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba Iptu M Yazid menjelaskan, ketiga pelaku memiliki peranan masing-masing. Dari pengedar sampai kurir.

Pelaku pertama yang berhasil ditangkap berinsial ED 42 tahun warga Kanaan, Bontang Barat. Tersangka ditangkap pada Jumat (18/8/2023) pukul 21.30 Wita. Dia menyembunyikan ganja di dalam kotak semir rambut dan saku jaketnya.

“Sempat dilempar ke kantor Kejaksaan Negeri, tapi berhasil ditemukan, totalnya 52,21 gram ganja,” kata Yazid.

Di hari yang sama, tepatnya pukul 22.00 Wita, polisi juga menangkap seorang pria berinisial JC berusia 50 tahun, Warga Kelurahan Belimbing, Bontang Barat, di sebuah warung di Jalan Awang Long, Bontang Utara.

Polisi pun mengamankan 1 bungkus plastik berisi ganja seberat 14,65 gram dan sabu seberat 0,44 gram yang disimpan di dalam mobil jenis Toyota Fortuner berwarna putih.

Satu jam kemudian, Satresnarkoba Polres Bontang kembali menangkap MH pria 29 tahun Warga Loktuan, Bontang Utara di rumahnya.

MH ditangkap di Jalan Cipto Mangunkusumo, bersama dua plastik ganja seberat 164,27 gram, ponsel, dan sepeda motor.

“Dia ini berperan sebagai kurir, dia yang mengambil ganjanya di Samarinda,” ujarnya.

Kini ketiganya ditahan di Mapolres Bontang. Mereka dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 111 ayat 1 undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kini ketiganya mendekam di penjara dan terancam hukuman maksimal 12 tahun kurungan.

“Baru kami tangkap, masih kami dalami. Apakah mereka juga sekaligus pengguna, masih akan kami dalami tadi baru pemeriksaan awal,” tutupnya.

Editor: Yusva Alam

Naik Rp 700 M, APBD-P Bontang Jadi Rp 2,6 T

0
Naik Rp 700 M, APBD-P Bontang Jadi Rp 2,6 T
Rapat Paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – Pengesahan Perubahan-APBD Bontang Tahun 2023 dilakukan melalui rapat paripurna ke-16 masa sidang 3, Jumat (18/8/2023) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, APBD-P 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 700 miliar dari APBD murni. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang 2023 setelah Perubahan ditetapkan sebesar Rp 2,6 triliun.

“Alhamdulillah sudah kami sahkan tadi dengan nominal Rp 2,6 triliun dan itu ada penambahan dari anggaran murni. Kenaikannya itu bersumber dari pendapatan transfer,” ungkapnya, Jumat (18/8/2023).

Namun begitu, terdapat pengurangan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekira Rp 30 miliar. Hal ini lantaran retribusi daerah dan pajak yang menurun.

“Kalau dari retribusi daerah itu pasar, uji kir, rumah potong hewan, pokoknya ada beberapa capaian yang menurun termasuk pajak air tanah, pajak penerangan jalan. Tapi kalau penerangan jalan ada penyesuaian, sehingga proyeksi penerangan jalan nanti tahun 2024 baru akan mengalami kenaikan,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa APBD perubahan ini dibagi ke tiap OPD dan masyarakat sesuai dengan kebutuhan dengan harapan tidak ada SiLPA negatif di akhir tahun nanti.

“Sekarang ini tinggal kewajiban tiap OPD untuk menyerap anggaran tersebut secara maksimal,” ujarnya. (adv/al)

Panasnya Rapat Paripurna: Ketua DPRD ‘Semprot’ Kadis Sering Mangkir Rapat Dewan

0
Panasnya Rapat Paripurna: Ketua DPRD ‘Semprot’ Kadis Sering Mangkir Rapat Dewan
Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang III di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (18/8/2023). (Yusva Alam)

BONTANG – Rapat Paripurna ke-16 Masa Sidang III di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (18/8/2023) sore tadi berlangsung ‘panas.’ Anggota DPRD Bontang geram dengan OPD dan lurah yang sering mangkir saat ada panggilan rapat dari dewan.

Ungkapan kekecewaan tersebut awalnya disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina. Atos sapaan akrabnya mengeluhkan sering mengundang OPD terkait untuk menanyakan proses pekerjaan namun jarang yang hadir.

“Kurang lebih 5-6 kali kami mengundang tidak pernah hadir. Melalui rapat yang terhormat ini dapat kami tegaskan agar dapat menghargai kami sebagai Anggota DPRD. Kami ingin kerjasama yang baik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut lalu ditimpali oleh Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. Andi Faiz pun ‘menyemprot’ para OPD yang hadir. Ia menegaskan kalau kedudukan Anggota DPRD dengan wali kota itu sejajar berdasarkan undang-undang.

“Tolong perlakuan kalian kepada pimpinan kalian itu juga perlakukan kepada kami. Berkali-kali kami mengundang rapat, OPD-OPD pun tidak pernah datang,”ungkapnya.

Ia mengatakan, kalau sampai kepala dinas terkait tidak datang pada saat pembahasan mitra kerja komisi masing-masing untuk pembahasan APBD perubahan, ia akan menyalahkan pemerintah kalau pembahasan ini gagal atau terlambat.

“Kita perlu kolaborasi dengan semua pihak. Waktu kita tidak banyak. Uang Rp 700 M mau dihabiskan di waktu 3 bulan itu saya tidak tau berapa banyak silpanya tahun depan. Kalau lepas tahapan-tahapan kita sekarang ini kalau cuma gara-gara itu sangat disayangkan,” bebernya.

Dirinya juga menyindir adanya ‘lurah politis.’ Kalau bertemu anggota dewan selalu bicara ‘warna.’ Menurutnya di pemerintahan ini bukan warna, bukan politik, tapi pelayanan kepada masyarakat.

Dikatakannya, serapan anggaran pemerintah daerah sampai hari ini di prognosis 6 bulan pertama hanya 30 persen. Masih ada 70 persen yang belum terserap di hampir semua OPD. Ditambah lagi Rp 300 Miliar di anggaran perubahan.

“Terbayang gak silpanya. Jangan cuma nafsu mau masukkan anggaran tapi harus realistis,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini kembali mengingatkan jangan sampai hal tidak penting seperti ini mengganggu hubungan antara pemerintah dan DPRD. Agar hubungan keduanya lebih baik lagi ke depannya.

Sementara itu Wali Kota Bontang menanggapi keluhan tersebut. Menurutnya jangan sampai keluhan tersebut menggeneralisir semua OPD. Karena tidak semua OPD seperti itu. Jangan sampai satu dinas yang berlaku buruk dapat merusak yang lain.

“Tidak semua kepala dinas seperti itu,” ujarnya.

“Saya akan panggil semuanya. Saya akan beri peringatan terkait hal itu. Saya akan tegur,” tegasnya.

Basri pun juga mengingatkan kepada DPRD agar sistem penganggaran sekarang ini juga harus disikapi dengan baik. Artinya melalui semua tahapan-tahapan dari awal.

“Saya minta kepada DPRD dalam hal menyusun anggaran, kita harus sesuai aturan juga. Sama-sama kita mengatur. Jangan sampai anak buah saya diserahkan dalam hal ini. Kita semua punya forum. Saya juga punya forum,” pungkasnya. (adv/al)

Berikut 3 Nama Komisioner Bawaslu Bontang Terpilih Periode 2023-2028

0
Berikut 3 Nama Komisioner Bawaslu Bontang Terpilih Periode 2023-2028
Daftar nama-nama Komisioner Bawaslu terpilih dari Kalimantan Timur. (ist)

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia telah mengumumkan daftar calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota terpilih untuk masa jabatan 2023-2028. Pengumuman ini dilakukan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Setelah melalui proses penilaian berdasarkan Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan, Bawaslu mengumumkan calon anggota terpilih dari beberapa provinsi, termasuk Provinsi Aceh, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat.

Dari Provinsi Kalimantan Timur, berikut daftar kabupaten dan kota yang memiliki calon anggota Bawaslu terpilih sesuai pengumuman Nomor 2sn.l/KP.01.OO/K1/08/2023 yang ditandatangani Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja tertanggal 18 Agustus 2023.

1. Kabupaten Berau:
– Ira Kencana
– Natalis Lapang Wada
– Tamjidillah Noor

2. Kabupaten Kutai Barat:
– Lourensius
– Silvester Sagor
– Tabita

3. Kabupaten Kutai Kartanegara:
– Fahrizal
– Hardianda
– Munir Anshory
– Sri Muliati Ningsih
– Teguh Wibowo

4. Kabupaten Kutai Timur:
– Agustinus Verdi Logo
– Aji Mashyudi
– Aswadi
– Maya Sari
– Musbah Ilham

5. Kabupaten Mahakam Ulu:
– Indra Parda Manurung
– Leonder Awang Ajaat
– Saaludin

6. Kabupaten Paser:
– Fauzan
– Firman
– Nur Khamid

7. Kabupaten Penajam Paser Utara:
– Edwin Irawan
– Moh Khazin
– Rusmansyah

8. Kota Balikpapan:
– Agus Sudirman
– Ahmadi Azis
– Dedi Irawan
– Hamrin
– Wasanti

9. Kota Bontang:
– Aldy Artrian
– Ismail Usman
– Syahriah

10. Kota Samarinda:
– Abdul Muin
– Imam Sutanto
– Padlansyah
– Sugeng Prasetyo
– Tumenggung Udayana

Para calon anggota tersebut akan mengikuti proses pengangkatan dan pelantikan dengan menggunakan pakaian adat/daerah masing-masing di Jakarta. Rencananya pelantikan akan dilaksanakan, Sabtu, 19 Agustus 2023. (RB)

Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna

0
Satgas Anti Narkoba Dilantik, Partisipasi Masyarakat Tetap Dibutuhkan untuk Melaporkan Pengguna
Pelantikan satgas anti narkoba di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Pelantikan Satgas (satuan tugas) Anti Narkoba di Kelurahan Loktuan dilaksanakan di halaman Kelurahan Loktuan, Jumat (18/8/2023). Pelantikan satgas tersebut dalam rangka menjadi pilot project pemerintahan menekan kasus narkoba.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya mengatakan, pada tahun 2021 lalu, satgas anti narkoba sudah pernah dibentuk dan selama beberapa tahun mengalami penurunan.

“Dilihat dari tahun 2021 sampai 2022 memang terdapat penurunan preventif,  sehingga kami mencari strategi baru lagi untuk membentuk keterlibatan oleh seluruh tokoh masyarakat,” jelasnya.

Yusep menjelaskan, masyarakat masih takut untuk melaporkan pelaku narkoba. Padahal jika ada peran aktif dari masyarakat untuk melapor sebelum polisi menangkap, polisi akan merekomendasikan untuk melakukan rehabilitasi dengan pengawasan tokoh masyarakat.

“Dengan melibatkan masyarakat, bisa menumbuhkan kepedulian dan tidak memandang pecandu sebagai sesuatu yang menyeramkan,” bebernya.

Hanya pelaporan pengguna narkoba yang  akan direhabilitasi, untuk bandar dan jaringan akan tetap dijerat dengan proses hukum.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menambahkan, saat menjadi satgas anti narkoba tentu setidaknya mereka harus mengetahui jenis-jenis serta ciri-ciri orang yang menggunakan narkoba. Ilmu-ilmu dasar harus dimiliki.

“Nantinya para satgas akan diberikan pengetahuan-pengetahuan dan bimbingan, bisa dari Bhabin atau Bhabinkamtibmas,” ucapnya.

Ia juga berterima kasih kepada BNN karena telah membantu pemkot untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan kepada seluruh dinas, demi lingkungan kerja yang produktif bebas narkoba.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi

0
Tekan Angka Pengangguran, Agus Haris Sodorkan 2 Solusi
Wakil Ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyayangkan masih banyak pengangguran di Bontang. (ist)

BONTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Agus Haris menyoroti tingginya angka pengangguran di Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim).

Dikatakannya, kondisi ini tidak semestinya terjadi. Mengingat Bontang merupakan pusat daerah industri dan tenaga di Indonesia.

“Bermacam zona industri semacam migas, petrokimia, dan pupuk sudah tumbuh di kota ini. Tapi sayangnya angka pengangguran masih tertinggi,” ujarnya, Rabu (16/8/2023).

Salahsatu solusi yang ditawarkan Politisi Gerindra itu adalah meminta pemerintah lebih giat mengadakan program pelatihan dunia usaha atau industri, untuk meningkatkan skill atau kemampuan masyarakat. Hal itu agar pengangguran bisa ditekan, lantaran masyarakat memiliki kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.

“Sebaiknya buka pelatihan, kan ada APBD. Bisa menekan angka pengangguran,” timpalnya.

Solusi berikutnya yang ia tawarkan adalah menggaet investor. Upaya ini perlu gencar dilakukan gencar mengingat beberapa tahun ke depan Bontang bakal mengalami pasca migas, yang mana perusahaan besar seperti Badak LNG akan berakhir masa operasinya pada tahun 2025. Begitupun Pupuk Kaltim, kini sedang melebarkan sayapnya ke Provinsi Papua. Kebutuhan bahan dasar gas menjadi sebab dibangunnya pabrik di sana.

“Pemkot harus memikirkan itu dari sekarang. Jangan sampai angka pengangguran semakin tinggi,” terangnya.

Diketahui, Kota Bontang menjadi kota yang memiliki pengangguran terbuka terbanyak di Kaltim. Tingkat pengangguran di kota industri itu mencapai 7,81 persen. Sementara pengangguran paling kecil terdapat di Penajam Paser Utara (PPU) dengan persentase 2,12 persen.

Sementara, jumlah pencari kerja mulai Januari hingga Maret 2023 berjumlah 2.015 orang dengan lapangan pekerjaan hanya tersedia untuk 365 orang. Lowongan tersebut tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja di wilayah Kota Taman. (adv/al)

Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!

0
Kenapa Loktuan Dipilih Jadi Pilot Project Kampung Bersih Narkoba, Ini Alasannya!
Peresmian Kampung Bersinar di Halaman Kantor Kelurahan Loktuan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Polres Bontang mengadakan launching kampung bebas dari narkoba di Kelurahan Loktuan tepatnya kantor halaman kelurahan, Jumat (18/8/23).

Progam ini merupakan wujud dari komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kampung bersih narkoba (bersinar) yang digunakan sebagai pilot project adalah Kelurahan Loktuan.

Dalam hal ini Polres Bontang juga bekerjasama dengan BNN, Kodim, seluruh perusahaan dan stakeholder untuk bekerjasama dalam menangani narkoba.

Pemilihan Kelurahan Loktuan sebagai Kampung Bersinar, selain karena berdasarkan surat edaran dari Wali Kota Bontang, lantaran mayoritas hasil-hasil penangkapan dan pengungkapan narkoba berada di daerah tersebut.

Sesuai dengan rilisan Sat Resnarkoba Polres Bontang sampai pada 16 Agustus 2023, polisi berhasil menangani 49 kasus dengan 69 tersangka. Dengan Barang bukti antara lain berupa sabu seberat 1479,19 gram, ekstasi 8,6 gram, tembakau sintetis 10,98 gram.

“Walaupun ini pilot project, tapi nantinya kita akan membentuk satgas-satgas anti narkoba di seluruh kelurahan,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya.

Wali Kota Bontang, Basri Rase menjelaskan, kebanyakan warga binaan di lapas adalah seorang pelaku narkoba.

“Sekitar 80 persen ibu-ibu di lapas merupakan pelaku narkoba, sama halnya dengan yang ada di Polres, sekitar 70 persen itu kasus narkoba,” bebernya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa memerangi narkoba merupakan hal yang sulit, sehingga walaupun tidak bisa memusnakan setidaknya jumlahnya harus ditekan, agar persentase kasus narkoba di Bontang berkurang.

Cara kerja pemberantasan juga harus dilakukan secara serentak dan berkesinambungan, agar tidak ada celah. Karena jika bekerja hanya karena beberapa tahun kemudian ada jeda, kasus narkoba akan bisa naik kembali.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka

0
HUT RI, Hapidah Harap Keluarga di Bontang Juga Merdeka
Hapidah, Ketua PKK Kota Bontang. (ist)

BONTANG – Ketua PKK Kota Bontang, Hapidah Basri Rase turut memeriahkan HUT RI ke-78. Ia menggunakan salah satu baju adat jawa, di mana hal tersebut salah satu cara menjujung tinggi rasa nasional masyarakat.

Ia bangga lantaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) menyarankan seluruh pejabat menggunakan pakaian adat, karena dengan banyaknya pakaian adat yang disewa akan membantu pebisnis penyewaan baju adat.

“Dengan banyak orang yang mencari tempat sewa baju adat kita ikut memberdayakan mereka juga,” ungkapnya saat ditemui redaksi, Kamis (17/8/23)

Lebih lanjut, Hapidah menjelaskan kemerdekaan dalam sebuah keluarga, di mana peran orang tua sangat penting dalam masa depan anak. Anak berhak mendapatkan gizi yang baik untuk kesehatan, selain itu anak juga harus merdeka dalam mencari ilmu.

“Merdeka itu, anggota keluarga bisa menjalankan kegiatan kekeluargaan yang sifatnya membimbing, baik sesama orang dewasa maupun anak-anak,” jelasnya.

Untuk anak yang mulai beranjak dewasa, kebebasan anak harus dijunjung tinggi, karena anak berhak untuk memilih dan menentukan masa depannya, namun tentu orang tua harus tetap memantau pilihan-pilihan mereka dan bertukar pikiran.

“Kota Bontang harus tumbuh dengan keluarga yang sehat dan hebat, sehingga pendidikan, gizi, dan perhatian harus dioptimalkan agar generasi bangsa bisa cemerlang,” harapanya. (sya/adv)