Beranda blog Halaman 961

Sepeda Listrik Mulai Digemari, Penyewaan Banyak Dicari

0
Salahsatu tempat penyewaan sepeda listrik di Berbas Pantai. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG –  Parade motor listrik saat G20 di Bali, Desember 2022 lalu menjadi daya tarik bagi warga Indonesia. Selain sepeda motor dan mobil listrik, sepeda listrik pun kini mulai digemari, tak terkecuali di Kota Taman, sebutan Kota Bontang.

Persewaan sepeda listrik pun kini mulai menjamur. Terutama di wilayah Kelurahan Berbas Pantai. Kerap terlihat pengendara sepeda listrik wara wiri di daerah itu.

“Sepeda listrik ini sudah mulai ramai sejak Desember tahun lalu. Lihat peluang itu saya juga buka penyewaan sepeda listrik,” ungkap Hairiyah, salahsatu pemilik persewaan sepeda listrik di kawasan Berbas Pantai.

Hairiyah menjelaskan, modal yang diperlukan untuk membuka usaha ini setidaknya mencapai belasan juta.

“Sepeda listrik kan kisaran harga Rp 3 – 7 juta, tergantung wilayah juga. Kalau sampai Kalimantan ya biasanya agak mahal,” tambahnya.

Di Berbas Pantai terdapat 3 tempat penyewaan sepeda listrik. Hairiyah memasang tarif sebesar Rp 20 ribu/jam. Dalam sehari ia bisa mengantongi sekira Rp 200 ribu.

“Tiap hari pasti ada yang sewa, mulai dari anak sekolah sampai orang dewasa. Kebetulan yang sewa juga bukan orang jauh, rata-rata kami kenal. Jadi tidak ada persyaratan untuk penyewaan,” bebernya.

Dikatakannya, maksimal kecepatan yang dapat ditempuh sepeda listrik hanya 38 Kilometer. Anak-anak tidak ada yang berani jauh-jauh dari wilayah tersebut.

Hairiyah mengatakan, semenjak pemberitaan kendaraan listrik banyak bermunculan, minat warga terhadap sepeda listrik mulai meningkat.

“Saya dengar penjual sepeda itu selalu kehabisan stok sepeda listriknya, bahkan ada juga yang pesan dari jauh hari,” ungkap Hairiyah.

Walaupun penggunaan sepeda listrik mudah digunakan oleh anak-anak, pengawasan orang dewasa juga harus dilakukan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan. (sya)

Panwaslucam Bontang Umumkan 15 PKD Terpilih, Berikut Daftarnya

0
Daftar PKD terpilih. (ist)
Daftar PKD terpilih. (ist)

BONTANG – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) di Tiga Kecamatan se-Kota Bontang telah menetapkan 15 Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) yang dinyatakan lulus proses seleksi, Sabtu (4/2) hari ini.

PKD yang dinyatakan lulus ini akan bertugas melakukan pengawasan pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Masing-masing 6 PKD di Bontang Utara, 6 PKD yang akan bertugas di Bontang Selatan dan 3 PKD di Bontang Barat.

Adapun nama-nama yang dinyatakan lolos seperti pada pengumuman yang telah dirilis masing-masing Panwaslu Kecamatan sebagai berikut.

PKD Bontang Utara

  1. Syahrul Pramana Putra (Api-Api)
  2. Iswan Mustafa (Bontang Baru)
  3. Moch Syafrie Tri Putra (Bontang Kuala)
  4. Sinta Anggraeni (Guntung)
  5. Dhodi Andrias Mukti (Gunung Elai)
  6. Kahar Muzakkar (Loktuan)

PKD Bontang Selatan

  1. Hamalia (Berbas Pantai)
  2. Andi Bintang Sari Ningrat (Berebas Tengah)
  3. Aulia Wulandari (Satimpo)
  4. Diah Ajeng Puspitanigrum (Bontang Lestari)
  5. Mohammad Alif Syahrizan (Tanjung Laut Indah)
  6. Supiansyah B (Tanjung Laut)

PKD Bontang Barat

  1. Rosa Rosanalia (Gunung Telihan)
  2. Roseni (Kanaan)
  3. Hendry (Belimbing)

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Panwaslucam Bontang Utara Muhammad Nurcholis mengatakan, penetapan nama-nama yang terpilih sesuai dengan hasil seleksi wawancara yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Nama-nama yang lulus ini berdasakran hasil wawancara. Mereka kita nilai berdasarkan dalam penguasaan materi. Baik pengetahuan, komitmen maupun integritasnya,”  tutur Nucholis.

Hal senada disampaikan Ketua Pokja Panwaslucam Bontang Selatan Muhammad Ikbal Sultan. Menurutnya, dalam proses wawancara, ada beberapa aspek yang dinilai oleh anggota Panwaslu Kecamatan.

Seperti penguasaan pengetahuan tentang peraturan perundangan-undangan maupun berkaitan dengan tugas penyelenggara pemilu.

“Dalam wawancara kami juga menguji sikap calon PKD pada aspek integritas dan netralitas, bagaimana ketika nanti menjalankan tugas sebagai PKD,” tutur Ikbal.

Ditambahkan Ketua Pokja Panwaslu Bontang Barat Bahrun Amin, yang juga tak kalah pentingnya, berkaitan dengan motivasi dan komitmen calon PKD untuk bisa bekerja penuh.

“Dalam wawancara ini kami juga mengukur sejauh mana calon PKD mengenal dan memahami wilayah kerjanya, baik unsur ketokohan, kondisi wilayah dan situasi sosial politik,” sebutnya.

Selanjutnya PKD yang terpilih akan akan dilantik sesuai yang sudah dijadwalkan masing-masing Panwaslu Kecamatan.

Panwaslu Kecamatan Bontang Selatan merencanakan pelantikan PKD pada Senin (6/2). Panwaslu Bontang Utara menjadwalkan Minggu (5/2), sedangkan Panwaslu Bontang Barat telah menjadwalkan pelantikan PKD pada Senin (6/2). (mk)

2 Kasus Suspek Campak, Toetoek: Pasien Sudah Sembuh!

0
Ilustrasi campak. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati membenarkan laporan Dinkes Provinsi Kalimantan Timur, terdapat 1 kasus suspek campak di Bontang. Bahkan meningkat menjadi 2 kasus.

Namun dijelaskan Toetoek, saat ini kondisinya sudah nol kasus suspek. Artinya, sudah tidak terdapat lagi kasus suspek campak di Bontang.

Hal itu lantaran saat pasien dirawat di RSUD Taman Husada beberapa waktu lalu, hasil laboratorium belum keluar, namun pasien sudah sembuh terlebih dahulu.

“Jadi diagnosanya belum tegak tapi pasien sudah keburu sembuh,” jawabnya singkat melalui pesan whatssapp.

Mengetahui kondisi tersebut, Dinkes Bontang mengambil tindakan pencegahan. Dinkes melakukan screening di lingkungan sekitar pasien suspek campak tersebut. Baik di lingkungan rumah maupun lingkungan sekolah.

“Kami lakukan vaksinasi campak bagi yang belum,” imbuhnya.

Diinformasikan sebelumnya. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur melaporkan terjadi peningkatan kasus campak pada anak yang terjadi di beberapa wilayah di Kaltim. Hal Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin saat konfrensi pers di Diskominfo Kaltim, Jumat, (3/2/2022).

Jaya mengungkapkan selama tiga bulan terakhir kasus campak terjadi di sejumlah wilayah, terutama di minggu kedua ini meningkat dari 19 kasus suspek menjadi 95 kasus suspek.

Sebanyak 95 suspek tersebut ditemukan terbanyak di Samarinda dengan 40 kasus suspek. Sementara Kutai Timur 20 kasus suspek, kemudian Kutai Kartanegara 16 kasus suspek, Paser 8 kasus suspek, Balikpapan 6 kasus suspek, Berau 2 kasus suspek dan PPU, Bontang, serta Mahulu dengan masing-masing 1 kasus suspek. (al)

Target Rampungkan 200 Sertifikat Tanah di Tahun 2023

0
Ilustrasi sertikiat tanah. (ist)

BONTANG –  Target Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bontang merampungkan sertifikat tanah tahun 2023 ini mengalami penurunan, bila dibandingkan tahun 2022 lalu. Targetnya 200 bidang tanah dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Untung Widada, Kasi 3 Penataan dan Pemberdayaan Pertanahan Kantah Bontang menjelaskan, bahwa target Kantah Bontang di tahun 2023 ini memang mengalami penurunan. Tahun 2022 lalu target 1500 bidang tanah yang dicanangkan berhasil dirampungkan.

Mengapa mengalami penurunan? Dikatakannya lantaran bidang tanah yang akan diselesaikan sudah berkurang.

“Kami konsepnya menyelesaikan backlog, yaitu menyelesaikan dari tanah-tanah yang sudah diukur di tahun-tahun sebelumnya, tapi belum teridentifikasi subjeknya,” kata Untung menjelaskan.

Artinya, tahun ini Kantah Bontang hanya tinggal menyelesaikan sisa backlog yang belum rampung di tahun sebelumnya.

Tahun 2022 lalu Kantah Bontang menemui kendala, yaitu banyak tanah yang sudah diukur tapi banyak juga yang tidak selesai sertifikatnya. Menurutnya, hal itu lantaran kesadaran masyarakat untuk mensertifikatkan tanahnya masih rendah.

“Banyak faktornya kesadaran masyarakat rendah,” singkatnya.

Karena itu pihak Kantah Bontang akan kembali mendorong subjek tanah untuk menyelesaikan berkas-berkasnya. Didorong lagi untuk segera menyelesaikan.

“Kalau mereka masih mau dan berkasnya ready bisa diberi sertifikatnya,” ujarnya. (al)

 

Satu Kematian Akibat DBD di Puskesmas BU 1

0
ilustrasi nyamuk aedes aegpty. (ist)

BONTANG – Laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Puskesmas Bontang Utara 1 mengalami penurunan. Angka penurunan itu di tahun 2022 dibandingkan dengan kasus yang terjadi di tahun 2021.

I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara (BU) I membeberkan data kasus penyakit yang diakibatkan nyamuk aedes aegpty itu.

Laporan kasus DBD di wilayah Puskesmas BU 1 tahun 2021 sebanyak 218 kasus. Sedangkan di tahun 2022 kasus menurun jadi 188 kasus.

Artinya kasus DBD di wilayah Puskesmas BU 1 tahun 2022 berkurang 30 kasus.

“Bersyukur angka kasus DBD bisa menurun,” ujar Wayan.

Walaupun mengalami penurunan, namun Wayan menyayangkan lantaran terdapat 1 laporan kematian yang diakibatkan oleh DBD. Laporan kematian terjadi di tahun 2022 di wilayahnya tepatnya Bulan Mei.

Karena itu pihaknya berusaha membuat inovasi untuk mencegah meningkatnya DBD. Bahkan mencegah kematian akibat DBD.

Dengan membuat Inovasi bernama Sistem Pemetaan Infografis BU I (Siparis BU I).

I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas BU I menjelaskan, Siparis BU I merupakan suatu grup whatsapp yang bekerjasama sengan seluruh Rumah Sakit (RS) di Bontang. Setiap RS akan melaporkan kasus DBD aktif, kemudian

Pemetaan dilakukan setiap minggu pada kasus DBD aktif. Pemetaan ini dilakukan di masing-masing RT wilayah Puskesmas BU I. (Sya/al)

Lengkapi Vaksin Dapat Hindari Difteri

0
I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara I. (ist)

BONTANG – I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas Bontang Utara I mengimbau warga Bontang untuk melengkapi vaksin. Lantaran menurutnya dengan melengkapi vaksin dapat menghindari terkena penyakit difteri.

Diketahui, Puskemas Bontang Utara I melaporkan 5 anak dari kelurahan Api-api, kisaran umur 3 sampai 10 tahun terjangkit difteri.

Laporan tersebut disampaikan Desember tahun 2022 lalu.

Wayan mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan pemenuhan vaksin.

Menurutnya, melengkapi vaksin kemungkinan terkena difteri bisa dihindari, “Kami berupaya agar anak-anak dan orang dewasa dapat memenuhi vaksin, sama seperti vaksin-vaksin covid kemarin, karena masih ada warga yang vaksinnya belum lengkap,”

Lebih lanjut dijelaskan, difteri merupakan penyakit yang menghambat saluran pernafasan, sehingga dapat menyebabkan kematian.

“Alhamdulillah, 5 anak penderita difteri itu sudah sembuh. Karena kalau difteri yang terjadi pada anak-anak justru lebih berbahaya. Bisa sampai menyebabkan kematian,” lanjutnya. (sya)

Siparis BU I, Inovasi Cegah Meningkatnya Kasus DBD

0
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegpyt. (ist)

BONTANG – Puskesmas Bontang Utara (BU) 1 punya inovasi untuk mencegah berkembangnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah BU 1. Inovasi itu dinamakan Sistem Pemetaan Infografis BU I (Siparis BU I).

I Wayan Santika, Kepala UPT Puskesmas BU I menjelaskan, Siparis BU I merupakan suatu grup whatsapp yang bekerjasama sengan seluruh Rumah Sakit (RS) di Bontang. Setiap RS akan melaporkan kasus DBD aktif, kemudian Puskesmas BU I akan memeriksa ke lapangan.

“Setelah dapat laporan, jika DBD terjadi di wilayah kami, tim kami akan melakukan pemeriksaan ke lapangan agar tidak sampai terjadi kematian lagi. Kebetulan wilayah kami adalah Kelurahan Api-api, Gunung Elai, Bontang Baru dan Bontang Kuala,” jelas Wayan.

Pemetaan dilakukan setiap minggu pada kasus DBD aktif. Pemetaan ini dilakukan di masing-masing RT wilayah Puskesmas BU I.

“Semenjak ada inovasi Siparis BU I, warga lebih rajin untuk bergotong royong membersihkan lingkungan,” ujarnya.

Dikatakannya, inovasi Siparis BU 1 itu dibuat untuk mencegah meningkatnya kasus DBD, bahkan dimaksimalkan untuk mencegah nol kasus kematian akibat DBD. (Sya)

Cek Rutin Ruang Tahanan, Pastikan Tak Ada Barang Berbahaya

0
Ilustrasi pengecekan rutin tahanan. (ist)

BONTANG – Ka Spkt Shif A, Aiptu Gunawan Wibisono didampingi Pawas dan Piket Fungsi melakukan pengecekan barang milik tahananan, Kamis,(2/2/2023). Hal itu dilakukan untuk memastikan ruang tahanan dalam keadaan aman.

Pengecekan ruang tahanan rutin dilaksanakan oleh personel yang melaksanakan tugas piket pada hari itu. Agar selalu bebas dari barang berbahaya milik tahanan yang dilarang masuk, serta mengantisipisi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pengecekan ruang tahanan adalah bentuk tanggung jawab personel yang melaksanakan tugas piket. Pengecekan untuk mengantisipasi barang-barang yang dilarang masuk ke dalam sel tahanan, yang dapat membayakan petugas jaga dan tahanan itu sendiri, atau dapat digunakan untuk sarana melarikan diri,” ucap Aiptu Gunawan Wibisono.

Kasat Tahti, Iptu Heri Purwanto saat dikonfirmasi mengatakan, pengecekan ini dilaksanakan untuk memastikan kondisi kesehatan para tahanan, jumlah tahanan, serta mengantisipasi kemungkinan adanya barang-barang terlarang yang di ruang tahanan. (hms)

Polres Laksanakan Sispam Mako, Tingkatkan Keamanan Markas

0
Keamanan Mako Polres Bontang ditingkatkan. (ist)

BONTANG – Sat Samapta Polres Bontang melaksanakan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), Rabu (1/2/2023). Hal itu guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengamanan Mako Polres.

Selain itu, meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menerima pelayanan kepolisian.

Anggota yang melaksanakan piket penjagaan mako wajib dilengkapi bodygest, menggunakan senjata api laras panjang. Serta melaksanakan buddy sistem minimal dua orang, yang artinya saling menjaga dan mengawasi satu sama lain.

Sebelum memasuki Mako Polres Bontang, seluruh tamu baik masyarakat maupun anggota polri dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

Kegiatan sispam mako tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengamanan terhadap Mako, sebagai antisipasi terjadinya kejahatan terhadap Mako Polres Gianyar.

Kasat Samapta Polres Bontang, AKP Widodo, AF menjelaskan, sebenarnya sudah ada protap penjagaan mako. Tinggal dipastikan lagi protap itu betul-betul dilaksanakan dengan baik.

“Tingkatkan kewaspadaan tanpa harus membuat takut masyarakat dan anggota tentunya,” ujar Kasat Samapta Polres Bontang.

Selain memperketat penjagaan mako, Kasat Samapta juga memerintahkan agar setiap personel polri meningkatkan kewaspadaan saat bertugas dan tetap humanis terhadap masyarakat. (hms)

Masjid Terapung Dijaga Satpam 24 jam

0
Pos keamanan disiapkan di halaman depan masjid. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Pos keamanan didirikan di halaman depan Masjid Terapung Darul Irsyad Al Mujahirin, Loktuan. Tujuannya, demi menjaga keamanan masjid dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Sebelumnya sebenarnya yang jaga Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM). Dijaga satpam baru dilakukan 2 hari terakhir,” jelas Maulana, Satpam Masjid Terapung yang sedang bertugas.

Maulana mengatakan, bahwa penjagaan sudah dilakukan sejak awal diresmikan, “Kalau FKPM jaganya cuma malam hari, tapi karena satpam jadi sudah 24 jam,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, selain untuk beribadah, masjid ini sering dipakai untuk orang-orang yang ingin berkunjung. Makanya pengamanan harus terus dilakukan.

“Karena penjagaan 24 jam kami bisa pantau-pantau sekitar. Kalau malam ada orang yang ke sini selain untuk salat, kami bisa tegur untuk datang lagi besok,” beber Maulana.

Keberadaan satpam diharapkan bisa membuat keadaan sekitar masjid lebih aman, “Sejauh ini kami memang tidak pernah mendapatkan laporan. Tapi untuk antisipasi kami menjaga dari orang-orang yang mungkin mau minum-minum miras daerah sini kalau malam, kemudian perbuatan asusila, perusakan fasilitas dan sebagainya,” pungkas Maulana. (sya)