Beranda blog Halaman 962

Pelayaran Rute Bontang-Mamuju Didesak Segera Beroperasi

0
Amir Tosina (ist)

BONTANG – PT Pelni didesak segera membuka rute pelayaran Bontang-Mamuju. Tahun ini kapal penyeberangan yang menghubungkan dua daerah tersebut diharapkan bisa terealisasi. Bahkan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat Bontang saat momen mudik Idulfitri pada Mei 2022. Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Bontang, Amir Tosina.

“Kami minta pemerintah dan pihak terkait agar segera merespons permintaan warga Sulbar di Bontang yang jumlahnya mencapai 41 ribu orang ini. Mereka semua mendesak agar segera ada kapal penyeberangan ke sana (Mamuju),” kata pria yang juga warga asal Sulawesi Barat (Sulbar) itu, belum lama ini.

Dengan dibukanya rute pelayaran resmi Bontang-Mamuju, sambung Amir, bisa menjadi alternatif bagi warga untuk tidak naik kapal angkutan yang tak layak. Sehingga tidak ada lagi insiden kapal kandas seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun politisi Gerindra itu juga tidak bisa melarang warganya menggunakan kapal tersebut lantaran saat ini tidak ada pilihan lain.

Sebagai bentuk keseriusannya, dalam waktu dekat Komisi III Bontang akan bertandang ke Dirjen Perhubungan Laut (Perla) untuk memohon agar ada kapal perintis yang disediakan untuk rute Bontang-Mamuju. Bahkan pihaknya siap menggelontorkan dana pokok pikiran (pokir) apabila Dirjen Perla meminta dipenuhi sarana prasarana (sapras) penunjang di Pelabuhan Loktuan.

“Tentu kami masih menunggu hasil kunjungan nanti seperti apa jawaban dari sana (Dirjen Perla),” pungkasnya. (bms)

Nihil Kasus Covid-19, Bontang Terapkan PPKM Level 1

0

BONTANG – Sudah empat hari terakhir sejak Senin (3/1/2022), Bontang nihil penambahan kasus Covid-19.  Sehingga status zona hijau di seluruh kelurahan masih disandang Kota Taman.

Dari kondisi itu, Pemkot Bontang kini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 02 Tahun 2022, tanggal 3 Januari 2022. Penerapan itu diturun dalam Surat Edaran Nomor 188.65/23/BPBD/2022 tentang Pelaksanaan PPKM Level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan.

“Aturan berlaku sejak 4-17 Januari 2022,” kata Wali Kota Bontang dalam surat edaran tertulis tersebut.

infografis kasus Covid-19 Bontang per Kamis (6/1/2021). (ist)

Secara umum dalam aturan itu, pembatasan aktivitas masyarakat mulai disesuaikan secara bertahap. Sejumlah lokasi keramaian diberikan kelonggaran kapasitas lebih besar dibandingkan saat PPKM sebelumnya. Jam operasional juga lebih dilonggarkan.

Salah satu yang digalakkan yakni penggunaan aplikasi PeduliLindingi saat masuk dan keluar ke tempat-tempat umum. Terakhir, peran Satgas Covid-19 hingga di tingkat kelurahan terus digalakkan dalam pemberian edukasi kepada masyarakat. (bms)

Selama 2021, Nihil Kasus Tilang di Bontang

0
Penindakan peneguran pengendara oleh personel Satlantas Polres Bontang. (dok)

BONTANG – Berdasarkan data yang dirilis Polres Bontang, selama 2021 tidak ada kasus penilangan terhadap masyarakat. Hal ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2020 misalnya, tercatat ada sebanyak 1.601 kasus tilang.

Yang ada di 2021 hanya kasus non-tilang atau berupa peringatan dan teguran kepada pengendara. Jumlahnya mencapai 8.293 kasus. Jumlahnya turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 10.963 kasus.

“Tidak adanya penilangan ini bukan berarti tidak ada pelanggaran. Namun ini merupakan kebijakan dari pusat (Polri) bahwa selama pandemi penegakan hukum hanya berupa teguran,” kata Kapolres Bontang AKPB Hamam Wahyudi belum lama ini.

Kebijakan ini ditujukan bagi pengendara yang pelanggarannya tidak berisiko membahayakan orang lain. Ke depan, sambung Hamam, Polres Bontang bakal memaksimalkan penggunaan Electronic Traffic Law (ETLE) sebagai kontrol kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

“ETLE ini bekerja sama dengan pemkot. Ke depan jumlahnya akan terus ditambah,” pungkasnya. (bms)

Iuran 11 Ribu Peserta BPJS Mandiri Macet, Tunggakan Rp 8,7 Miliar

0

BONTANG – Sejak 2014 sampai 2021, tercatat iuran sekitar 11.203 peserta BPJS Kesehatan mandiri di Bontang yang macet atau menunggak. Total tunggakan mulai dari peserta kelas satu, dua, dan tiga sebanyak Rp 8,7 miliar.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Bontang, Laily Jumiati menjabarkan, untuk peserta kelas tiga jumlahnya 5.500 peserta atau setara Rp 1,9 miliar. Selebihnya terbagi di kelas satu dan dua.

Bagi peserta yang masih memiliki tunggakan dan ingin mutasi ke BPJS yang ditanggung pemerintah, maka syaratnya harus menyelesaikan tunggakan maksimal 24 bulan atau 2 tahun. “Setelahnya iuran itu tidak lagi ditagihkan,” jelasnya.

Hingga kini, tren peralihan BPJS mandiri ke pemerintah, mengalami peningkatan yang cukup drastis. Dari sebelumnya 40 ribu peserta, naik menjadi 47 ribu peserta. “Ke depan bakal naik terus,” sebutnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Indriati As’ad menambahkan, pada awal 2022, sudah terjadi penambahan kepesertaan BPJS baru yang ditanggung pemkot melalui APBD. Jumlahnya 7.400 peserta.

Berarti hingga kini, pemkot telah menanggung sebanyak 47.492 warga Kota Taman. Anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 23,4 miliar. Cakupan jaminan kesehatan pun diklaim telah mencapai 100 persen. “Ini sesuai komitmen Wali Kota,” jelasnya. (bms)

Data Jumlah Honorer Berbeda, BKPSDM Masih Validasi

0

BONTANG – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih terus memvalidasi data jumlah pegawai honorer di Pemkot Bontang. Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto, mengatakan, berdasarkan data di aplikasi Bontang Prima sebagai presensi pegawai di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terdapat selisih data.

Di data aplikasi Bontang Prima sebanyak 2.351 honorer, sementara di OPD sebanyak 2.366 honorer. Kondisi itu belum ditambah honorer di Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP yang belakangan terdapat penambahan. “Sudah ada 18 OPD yang datanya klir. Tersisa 13 OPD yang belum klir. Ini yang masih akan kami panggil untuk dicocokkan kembali datanya,” terang Sudi, (5/1/2022).

Ketika data tersebut telah rampung, pihaknya akan membuatkan sistem data tenaga honor tersendiri, layaknya sistem informasi kepegawaian (simpeg) milik PNS. Dari data itu pula, akan dipetakan terkait pergeseran pegawai honorer dari OPD yang memiliki beban kerja lebih, ke OPD yang masih kekurangan pegawai, berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK).

“Saat ini 18 OPD masih kekurangan ABK dan 13 OPD yang berlebih. Pergeseran itu tentunya harus berdasarkan data,” tandasnya. (bms)

Wali Kota Basri Tetapkan 3 Dewan Pengawas Perusda

0
Lukman (kiri), Akhmad Suharto (tengah), Amiluddin (kanan)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Basri Rase telah menetapkan 3 nama untuk mengisi jabatan Dewan Pengawas (Dewas) di Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa (AUJ), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Bontang Migas Energi (BME).

Untuk Perusda AUJ, Basri menunjuk Amiluddin yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang. Untuk PDAM dipilih Lukman yang saat ini menjabat Sekretaris DPRD Bontang, dan untuk BME ditunjuk Akhmad Suharto yang menjabat Kepala Dinas Pehubungan (Dishub).

“Namanya sudah ada, semua yang di posisi nomor satu, sementara SK (Surat Keputusan, Red.) masih berproses,” ujar Basri belum lama ini.Pelantikan ketiga nama tersebut, sambung dia, bakal dilaksanakan Januari ini.

Nantinya, mereka diberikan tanggung jawab meningkatkan bagi hasil (deviden) secara maksimal. Sebab selama ini kinerja perusahaan daerah tersebut minim sumbangsih dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, ketiganya dituntut cekatan dalam memberikan pelayanan dan pendistribusian kepada masyarakat.

Sebelumnya, sebanyak 9 nama pejabat dinyatakan lolos 3 besar memperebutkan kursi jabatan dewan pengawas dan komisaris di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Bontang. Pengumuman pejabat yang lolos seleksi telah dikeluarkan Panitia Seleksi Dewan Pengawas, Komisaris dan Direksi BUMD pada 22 Desember 2021. Selanjutnya hasil ini diserahkan kepada Wali Kota Bontang untuk menetapkan masing-masing satu nama.

Mereka bersaing mengisi kursi dewan pengawas dan komisaris dari unsur pemerintah di 3 BUMD. Yakni Aneka Usaha Jasa (AUJ), Perusda PDAM Tirta Taman, dan Perusda PT Bontang Migas Energi (BME).

Sekda Bontang Aji Erlynawati mengatakan, tugas utama mereka yang telah ditunjuk tetap sebagai kepala organisasi perangkat daerah. “Pejabat yang ditunjuk telah berkomitmen bahwa saat menjabat menjadi dewan pengawas tidak akan meninggalkan tugas dan kewajibannya di OPD,” pungkasnya. (bms)

RSUD Dianggap Akan Cetak Pengangguran Baru

0
Agus Haris (kiri), Bakhtiar Wakkang (kanan). Foto: ist

BONTANG – Keputusan RSUD Taman Husada tak memperpanjang kontrak kerja puluhan tenaga honorer menimbulkan komentar beragam dari anggota DPRD Bontang. Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris menyampaikan, kebijakan itu dianggap mencetak banyak pengangguran baru di Kota Taman.

Agus mengatakan, dampak pemecatan itu tak hanya dirasakan pegawai honorer yang dipecat, tetapi juga sampai keluarga mereka. “Kalau mereka tidak cakap di posisinya, semestinya dibina. Bukan dipecat. Tugas pemerintah harus mengayomi masyarakat,” tutur politisi Gerindra tersebut.

Anggota DPRD lainnya, Bakhtiar Wakkang menambahkan, bila pegawai tersebut dinilai tidak cakap, seharusnya RSUD Taman Husada berkoordinasi dengan sekretaris daerah (sekda) untuk didistribusikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Bukan justru memecat tanpa alasan jelas.

“Kalaupun ada kesalahan kasih surat peringatan telebih dahulu,” sebutnya.
Politisi Nasdem itu sepakat, bila adanya penambahan tenaga honorer baru di masa kepemimpinan pemkot yang baru. Sebab hal itu merupakan hak preogatif kepala daerah. Namun jangan sampai ada kebijakan pengurangan yang dapat mencederai orang lain.

“Pemerintah harus memberi contoh yang baik. Penting menurut saya kepala daerah membuatkan rumusan terkait keberadaan mereka (honorer). Bagaimana kita (pemkot) mau berbicara tentang tenaga kerja di perusahaan, sementara di bawah lingkup kita sendiri, kita menganiaya mereka,” tandasnya. (bms)

Badak LNG Peduli, Salurkan Ribuan Paket Makanan dan Bedah Pondok Pesantren

0

BONTANG – Guna menjalin silaturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah antara perusahaan dengan stakeholder, Badak LNG menggelar serangkaian kegiatan bertajuk “Badak LNG Peduli” dengan melakukan penyerahan bantuan dan bedah pondok pesantren.

Bantuan yang diberikan berupa meal box kepada 11 pondok pesantren dan panti asuhan yang ada di Kota Bontang maupun di area jalan poros Bontang-Samarinda. Adapun pondok Pesantren (ponpes) yang dituju yaitu Ponpes Darul Hijrah Wal Quraa’ Tanjung Laut, Ponpes Subulana dan Ar-Rahman Bontang Lestari, Ponpes Syaichona Cholil dan Hifzil Qur’an Jalan Poros Bontang-Samarinda, serta Ponpes Al-Ikhlas Berbas Tengah.

Sedangkan untuk panti asuhan, diberikan kepada Panti Asuhan Nurul Hidayah Loktuan, Al Haq, Aisiyah, Mawadatullah, dan Al-Barokah Bontang Lestari.

Sebanyak 3000 paket makanan dan snack dengan total nilai ratusan juta rupiah diserahkan pada 29 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 oleh President Director & CEO Gema Iriandus Pahalawan dan jajaran manajemen Badak LNG. Penyerahan tersebut dibagi menjadi beberapa kloter mengingat banyaknya lokasi yang dituju.

“Alhamdulillah, kami telah melaksanakan penyerahan bantuan ke beberapa pondok pesantren dan panti asuhan di Kota Bontang. Semoga bantuan ini dapat diterima dengan baik dan hubungan baik ini dapat terus terjalin,” ujar Gema.

Selanjutnya, Badak LNG juga menggelar bedah pondok pesantren Darul Hijrah Wal Qurra’ sebagai penutup dari rangkaian kegiatan ini. Bedah pondok pesantren dimulai dengan agenda peletakan batu pertama yang dilakukan pada Minggu, 2 Januari 2021 oleh Director & COO Teten Hadi Rustendi. Program ini ditargetkan akan selesai dalam waktu satu bulan dengan rincian renovasi kamar santri dan kamar mandi, serta pembuatan ruang makan bersama untuk santri dengan total anggaran lebih dari dua ratus juta rupiah.

“Program bedah pesantren ini merupakan tindak lanjut dari survei yang  kami lakukan minggu lalu, kami menilai perlu dilakukan pembenahan fasilitas agar santri dan guru pengajar dapat tinggal lebih nyaman. Semoga apa yang kami lakukan dapat memotivasi guru serta anak-anak agar lebih giat mengajar dan belajar,” harap Teten. (adv)

Bogem Peternak, Warga Marang Kayu Diciduk Polisi

0
SA saat diamankan personel Polsek Muara Badak. (ist)

BONTANG – Sakit hati lantaran tidak diberi ayam, seorang pria berinisial SA (41) memukul seorang peternak, Sabtu (1/1/2021). Warga Kampung Kutai RT 27, Desa Sebuntal, Kecamatan Marang Kayu itu akhirnya dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Marang Kayu.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kapolsek Marangkayu AKP Sujarwanto menjelaskan, tiga pekan sebelum kejadian penganiayaan, SA mendatangi korban dan meminta seekor ayam potong. Namun, korban tak menggubris permintaan tersebut, hingga membuat tersangka sakit hati.

“Pukul tiga dini hari pelaku datang dan langsung memukul korban dengan tangan kosong. Hingga korban luka benjol di mata kiri dan kepala bagian belakang, serta sobek pada pelipis sebelah kiri,” kata AKP Sujarwanto.

Sembilan jam pasca-kejadian, keberadaan pelaku langsung diketahui dan dilakukan penangkapan. Sujarwanto menambahkan, saat menghadiahi korban dengan bogem mentah, AS diduga dalam pengaruh alkohol. Saat ini, AS sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Marang Kayu. Atas perbuatannya, AS dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan dengan pengancaman, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (bms)

Hari Amal Bakti ke-76, Kemenag Bontang Usung “Transformasi Layanan Umat”

0
Rangkaian peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kemenag Bontang. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang menggelar upacara Hari Amal Bakti ke-76, Senin (3/1/2022). Digelar di halaman Kantor Kemenag Bontang, Jalan Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, turut hadir Wali Kota Bontang Basri Rase yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Kota Taman itu mengatakan, Kemenag merupakan salah satu instansi pemerintah yang mempunyai peran penting dan strategis, dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Untuk itu, diharapkan Kemenag dapat mewujudkan tatanan kehidupan beragama yang toleran dan ramah bagi seluruh umat.

Di usia ke-76 ini, sambung Basri, Kemenag harus terus berbenah dan memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat. Hal itu sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Transformasi Layanan Umat”. Untuk itu dibutuhkan inovasi untuk mewujudkan Kemenag yang lebih baik. “Jadikan agama sebagai inspirasi dan penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas,” pesannya.

Tak lupa Basri mengucapkan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin antara Kemenag dan Pemkot Bontang. Menurutnya, keberadaan Kemenag selama ini telah banyak memberikan sumbangsih bagi masyarakat Kota Taman. “Selamat memperingati Hari Amal Bakti. Semoga Kemenag semakin berjaya,” tandasnya.

Usai upacara, kegiatan dirangkai dengan penyerahan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag Bontang. Acara dilanjutkan penyerahan sertifikat tanah wakaf oleh beberapa pengurus masjid atau musala, penandatanganan prasasti pembangunan gedung MTs Al-Ikhlas, penyerahan bantuan sosial kepada kaum duafa, pengumuman pemenang lomba tumpeng, hingga ramah tamah. (bms)