Beranda blog Halaman 962

Info Buat Emak-Emak, Harga Cabai Naik Lagi Mak!

0
Harga cabai alami kenaikan sejak beberapa hari. (Yahya Yabo/Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Harga cabai kembali mengalami kenaikan beberapa waktu terakhir ini.  Hal itu berdasarkan pantauan Mediakaltim.com (jaringan radarbontang.com), Kamis (2/2/2023) di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin).

Pedagang sayuran di Pasar Tamrin, Marsunah mengatakan, harga semua jenis cabai mengalami kenaikan sejak dua hari terakhir.

Disebutkan, harga cabai keriting mengalami kenaikan dari semula harga Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Harga cabai kecil dari harga Rp 40 ribuan menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sementara harga cabai besar Rp 30 ribu per kilogram.

“Ini naik semua. Baru, baru dalam dua hari terakhir,” kata Marsunah, Kamis (2/2/2023).

Sedangkan untuk tingkat penjualan masih normal, dan tidak mengalami kenaikan atau penurunan jumlah pembeli.

“Saat ini biasa-biasa saja. Tidak ada juga yang mencari berlebihan,” katanya.

Pedagang lainnya, Irawati mengatakan hal yang sama. Harga cabai keriting bisa mencapai Rp 30 ribu per kilogram dan untuk harga cabai kecil sebesar Rp 50 ribu per kilogram.

“Sudah seminggu naiknya kalau saya,” katanya.

Irawati mengatakan, penjualan juga tidak mengalami peningkatan dikarenakan saat ini sedang musim hujan.

“Permintaan orang saat ini malah turun. Efek hujan juga kali,” katanya. (yah)

McDonald’s Sudah Proses Perizinan, Rencana Juli Mulai Dibangun

0
Lokasi pembangunan Gerai McDonald’s. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Rencana pembangunan gerai McDonald’s (McD) saat ini memasuki proses pengurusan perizinan. Hal itu disampaikan Pengelola RM Kenari, Asryad.

Dikatakan Arsyad, saat ini dari pihak McD sedang melakukan proses perizinan, “Targetnya tahun ini sudah ada progres. Mereka lagi lakukan proses pemberkasan ijin pembangunannya,” jelas Arsyad.

Arsyad menjelaskan, usai memastikan akan membuka gerai di Kota Taman, sebutan Kota Bontang, pihak McD langsung melakukan proses perizinan dan berkonsultasi dengan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

McD juga sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPRK) Bontang, agar pembangunan nantinya tidak ada kendala.

Dilanjutkan, pembangunan gerai yang lokasinya diketahui di depan Kenari Water Park atau RM Kenari itu, rencananya akan dilakukan pada Bulan Juli 2023 ini, dengan luas lahan sebesar 1800m persegi.

Sementara itu, Hamzah Junaidi selaku pemilik lahan mengatakan, pembangunan McD akan segera dilakukan setelah semua proses perizinan selesai dilakukan, “Tunggu perizinan pembangunan selesai, setelah itu akan langsung dibangun,” jelasnya. (sya)

Orang Utan Melintas di Sebelah Site PT BBG, Diduga Cari Makan

0
Orang utan saat melintas di sebelah PT BBG. (Screenshoot video)

BONTANG – Beredar video pendek yang memperlihatkan seekor orang utan melintas di sekitaran Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, Kamis (2/2/2023) pagi tadi. Syukurnya, kehadiran hewan yang terkategori langka itu tidak mengganggu penduduk sekitar.

Dari keterangan Icang, pembuat video tersebut, orang utan sudah kedua kalinya melintas di sekitaran Site PT Bayu Bumi Gemilang (BBG) tempatnya bekerja. Kali ini melintas untuk yang kedua kalinya di sebelah site yang berlokasi di Jalan Arif Rahman Hakim, Kilometer 3, tepatnya di dekat perempatan Jalan Pipa.

“Jarang-jarang muncul. Dulu pernah beberapa tahun yang lalu di seberang site pernah muncul juga,” ujarnya kepada Radarbontang.com.

Orang utan itu keluar dari hutan saat hujan lebat mengguyur Bontang pagi tadi. Kera besar itu berjalan di samping site PT BBG hingga masuk ke dalam hutan yang berlokasi di belakang site.

Beruntungnya orang utan itu tidak menganggu karyawan maupun penduduk sekitar. Hanya sekedar lewat saja.

Para karyawan PT BBG yang menyaksikan menduga orang utan itu keluar untuk mencari makan.

Selain orang utan dikatakannya, di sekitaran site memang sering kedapatan hewan-hewan liar. Paling sering ular cobra, sampai masuk ke dalam site.

“Pernah juga sejenis monyet bulunya orange melintas, tapi saya lupa namanya,” ungkapnya berusaha mengingat-ingat. (al)

Gelar Strong Point Pagi, Polisi Bantu Anak Sekolah Nyebrang Jalan

0
Ilustrasi polisi bantu nyebrang jalan anak sekolah. (ist)

BONTANG – Polres Bontang melaksanakan strong point pagi, pengaturan lalu lintas pada jam rawan anak-anak masuk sekolah dan kegiatan masyarakat, Rabu (1/2/2023).

Kegiatan strong point ini dilaksanakan setiap pagi oleh jajaran Polres Bontang di seluruh titik lokasi pusat keramaian masyarakat, dalam bentuk pengaturan arus lalu lintas, dan penyeberangan masyarakat, yang akan beraktivitas di jalan raya.

Selain itu, strong point rawan pagi juga sebagai aksi nyata segenap jajaran Polres Bontang. Dalam rangka memaksimalkan dan mengoptimalkan kegiatan pelayanan kepolisian, terhadap seluruh lapisan warga masyarakat di wilayah hukum Polres Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastya mengatakan, adanya kegiatan strong point ini dapat mengoptimalkan pelayanan kepolisian terhadap seluruh lapisan masyarakat. Baik pengemudi, pengendara, pedagang, karyawan, pegawai kantoran, anak sekolah dan sebagainya.

“Dengan demikian stabilitas kamtibmas dapat terus terjaga dengan baik,” jelas Kapolres.

Kapolres juga mengimbau para pengendara agar selalu mematuhi peraturan dalam berlalu lintas. (hms)

Ancaman Kapitalisme Dibalik Gencarnya Agenda Pariwisata

0
Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Pemkot Bontang bakal menggelar 77 event pariwisata sepanjang tahun 2023 ini. Hal itu dalam rangka meningkatkan kembali potensi wisata di Kota Taman. Dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakernis) Pariwisata, Kamis (26/01/2023) kemarin di Auditorium 3 Dimensi.

Agenda 77 event ini membuktikan bahwa Pemkot Bontang selalu hadir dan menjadi bagian dari solusi, serta menjadi mitra strategis pelaku/pegiat pariwisata, ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya dalam mendorong geliat perekonomian rakyat. (radarbontang.com, 27/1/2023)

Selain pertambangan dan ekspor, sektor pariwisata adalah sektor riil yang menjadi sumber devisa negara. Sasarannya adalah wisatawan dalam negeri atau wisatawan asing. Adanya kemajuan di sektor pariwisata ada sisi positif dan sisi negatifnya.

Sisi positifnya sektor pariwisata memberi pemasukan pada pemerintah. Mengutip data BPS, jumlah devisa sektor pariwisata pada tahun 2022 mencapai US$4,26 miliar. Sisi negatifnya, dilihat dari segi lingkungan dan budaya, memberikan dampak negatif yaitu akan membuka peluang terjadinya liberalisasi sosial budaya.

Strategi Penjajahan

Gagasan pengarusutama pariwisata bukan untuk mengakhiri kemiskinan. Gagasan ini berasal dari lembaga-lembaga internasional di bawah hegemoni negara-negara kapitalis. Secara ringkas strategi penjajahan di bidang pariwisata mengikuti pola sebagai berikut.

Pertama, klaim pariwisata sebagai kunci pertumbuhan ekonomi. Dipaparkan data penunjang seperti pendorong ekonomi paling cepat, mudah, dan berkelanjutan, devisa rangking 3 setelah fuels and chemicals, pendorong dan penggerak ekonomi sektor lain, penggerak globalisasi, konektivitas, integritas, dan pengembangan sosio-ekonomi.

Kedua, membuat regulasi pengembangan sustainable tourism. “Permen No. 14/2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan diselaraskan ke dalam RPJMN untuk mendukung pencapaian tujuan Suistainable Development Goals (SDGs). Menggunakan prinsip 3P (People, Planet, Prosperity), termasuk di dalamnya mempermudah prosedur pembuatan visa dan izin masuk negara lain (permit entry), dan kerjasama bilateral antar negara bidang pariwisata.

Ketiga, jerat hutang lembaga dunia melalui investasi infrastruktur pariwisata. Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyepakati pinjaman senilai 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,1 triliun. Pinjaman ini digunakan untuk pengembangan infrastruktur sektor pariwisata demi menambah sumber daya domestik besar yang sudah diinvestasikan dalam pariwisata.

Keempat, kapitalisasi ekonomi melalui penyediaan arus modal dan investasi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), termasuk KEK pariwisata.

Kelima, liberalisasi sosial budaya menjadi ruh penjajahan pariwisata. Contohnya, untuk orang luar negeri tidak mengapa mereka mengenakan pakaian terbuka ketika di pantai, karena sudah biasa bagi mereka. Tetapi bagi kita hal tersebut tabu di masyarakat. Dengan dalih pemakluman akhirnya membiarkan mereka dan budayanya masuk ke kehidupan masyarakat kita.

Maka terjadilah pemikiran dan budaya kita terwarnai dengan liberalisme dan mengalami pergeseran. Jadi, tidak heran jika dalam industri pariwisata terjadi peniruan budaya dan muncul kemaksiatan, seperti: miras, seks bebas, khalwat (campur baur antara laki-laki dan perempuan), narkoba dan umbar aurat. Budaya hidup liberal yang dibawa sangat membahayakan akidah umat.

Apalagi pariwisata juga untuk menghidupkan budaya lokal daerah yang mengandung kesyirikan. Tanpa sadar mereka telah merusak aqidah ummat. Padahal hal tersebut bertentangan dengan Islam dan bisa mendatangkan murka Allah.

Kesadaran Ideologis

Untuk lepas dari penjajahan pariwisata dibutuhkan kesadaran, kemauan, dan kekuatan yang bersifat ideologis. Dimana ideologi negara yang condong kepada kapitalisme-demokrasi harus ditinggalkan.

Caranya, dengan mengembalikan penerapan ideologi yang berasal dari Allah. Maka cara ini adalah cara satu-satunya untuk menghadapi penjajahan global kapitalisme. Prinsip-prinsip ekonomi Islam juga dijalankan melalui politik ekonomi.

Bidang pariwisata meskipun bisa menjadi salah satu sumber devisa, tetapi tidak akan dijadikan sebagai sumber perekonomian Negara Islam. Karena tujuan utama adalah sebagai sarana dakwah dan propaganda.

Negara Islam  mempunyai sumber perekonomian yang bersifat tetap. Maka Negara tidak akan mengeksploitasi bidang ini untuk kepentingan ekonomi dan bisnis. Sehingga Negara Islam tetap bisa menjaga kemurniaan ideologi dan peradabannya dari berbagai invasi budaya yang datang dari luar.

Wallahu ‘alam bi ash showab.

Dilaporkan Warga Loktuan, Dishub Cek Penyebab PJU Mati

0
Analin Dishub saat melakukan pengecekan PJU di Jalan Slamet Riyadi. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang melaksanakan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Loktuan, Rabu (01/02/23) kemarin.

Perbaikan dimulai dengan pengecekan kondisi PJU terlebih dahulu. Kemudian setelah mendapatkan hasil analisa, dilakukan perbaikan sesuai kondisi kerusakan.

“Lampu penerangan di Jalan Slamet Riyadi sering bermasalah, jadi kami cek dulu. Apakah lampunya atau ada korsleting di listriknya,” beber Suhanda,  Analisis Lalu Lintas Dishub saat diwawancara Radarbontang.com di lapangan.

Dikatakan Suhanda, timnya melakukan pengecekan sebanyak 14 tiang listrik.

“Ini kami cek 14 tiang listrik dulu, karena kwh tiang yang lain itu berbeda. Kami akan lakukan lagi nanti untuk sementara 14 ini dulu,” ujarnya.

PJU tidak bisa asal langsung ganti, karena sia-sia jika melakukan pergantian tapi tidak dicek terlebih dahulu apa yang sebenarnya bermasalah.

“Pengecekan rutin itu memang ada. Tapi kali ini kami lakukan karena banyak laporan warga, bahwa lampu penerangan sekitar Jalan Slamet Riyadi mati,” pungkasnya. (sya)

Pembuat Ricuh di Café BSD Berulah di Jakarta

0
Pelaku dalam kondisi diborgol oleh pihak keamanan mall. (screenshoot)

BONTANG – Seorang pemuda yang pernah berbuat ricuh di sebuah café di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) beberapa waktu lalu kembali berulah. Bukan di Bontang, kali ini di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Kuningan, Jakarta.

Informasi dikumpulkan Radarbontang.com dari instagram pegawai stand mobil bernama Karantina Wulan, serta beberapa potongan video pendek.

Diceritakan Wulan, kronologi kejadian bermula Senin (29/1/2023) sore, pelaku datang ke stand mobil dan mengatakan ingin membeli mobil. Diketahui pelaku juga sudah melakukan test drive. Namun setelah itu justru pembicaraan pelaku semakin tidak jelas.

“Ngomongnya kurang baik dan ngelantur. Di luar konteks. Disudahi dengan baik-baik terus pelaku pulang,” ujarnya.

Keesokan harinya pelaku datang kembali. Meminta untuk test drive lagi, namun diminta menunggu oleh pegawai stand mobil karena harus mengantre dengan pengunjung yang lain.

Berikutnya, pembicaraan pelaku kembali tak jelas. Tidak digubris oleh sales, pelaku tidak terima lalu membunyikan klakson mobil dengan lama.

“Karena menganggu pengunjung dealer dan mall dia ditegur baik-baik. Justru malah memukul yang menegur,” ungkap Wulan.

Kemudian terjadilah kericuhan. Pelaku merusak properti stand mobil, bersitegang dengan pengunjung yang lain, menendang dan memukul sales, hingga meludah berkali-kali ke orang-orang sekitar.

“Pengunjung yang geram menyerahkan ke pihak keamanan mall,” katanya.

Dari potongan video pendek terlihat pelaku diborgol oleh pihak keamanan.  Dalam kondisi diborgol pelaku masih sempat meludah ke salahsatu petugas keamanan. (al)

 

PMK Terkendali, Hewan Ternak Boleh Masuk Bontang, Ini Syaratnya!

0
Ilustrasi hewan ternak. (ist)

BONTANG –Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalimantan Timur semakin terkendali. Tak ayal, hewan-hewan ternak dari daerah zona merah PMK sudah mulai diperbolehkan masuk ke Kaltim.

Menjawab kebolehan tersebut, Drh Riyono, Sub Koordinator Pelayanan Kesehatan Hewan di Puskeswan Bontang menunjukkan surat bernomor 524.3/271/KH, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan (DPK) Provinsi Kaltim.

Di dalam surat tersebut dijelaskan secara detil dasar-dasar dibolehkannya hewan ternak masuk ke Kaltim. Diperbolehkan dengan beragam syarat yang harus dipenuhi.

“Alhamdulillah, di Bontang PMK sudah sangat terkendali, karena hewan dari Pulau Jawa yang masuk juga harus memenuhi beberapa prosedur untuk menghindari tertularnya PMK,” jelas Riyono.

Dipaparkan dalam surat tersebut, dasar diperbolehkannya hewan ternak masuk ke Kaltim yaitu, surat edaran Satuan Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) nomor 8 tahun 2022 tanggal 16 Desember 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan PMK dan Produk Hewan Rentan PMK Berbasis Kewilayahan.

Ditambah dengan Surat Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur nomor 524/3105/KH/12/2022 tanggal 05 Desember 2022 tentang Pengendalian Lalu Lintas Hewan Rentan PMK, dan dalam upaya memenuhi kebutuhan pasokan daging ruminansia dan babi segar.

Maka, pemasukan Hewan Rentan PMK (HRP) untuk ke Kalimantan Timur dari zona merah dapat diperkenankan, namun dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. HRP telah menerima vaksinasi PMK dua kali dosis.
  2. HRP menunjukkan hasil NEGATIF uji laboratorium untuk setiap hewan (100%) yang dilalulintaskan menggunakan metode RT-PCR dengan waktu pengujian maksimal 1 (satu) minggu sebelum keberangkatan. Pengambilan sampel melalui metode pooling test, yakni 1 (satu) sampel per 10 ekor sapi/kerbau dan 1 (satu) sampel per 20 ekor kambing atau babi.
  3. Ternak sapi dan kerbau wajib terpasang eartag Secure QR Code.
  4. Setiap hewan wajib dikenakan tindakan karantina 14 hari di INSTALASI KARANTINA HEWAN oleh pejabat karantina hewan berwenang.
  5. HRP yang masuk ke Kaltim dan terinfeksi virus PMK, maka HRP tersebut harus dilakukan pemotongan bersyarat tanpa ada kompensasi dari Pemerintah.
  6. Pelaku usaha dilarang memasukkan HRP ke Kab. Zona kuning (Kab. Kutai Timur, Berau dan Mahakam Ulu)
  7. Untuk mencegah penyebaran Lumpy Skin Disease (LSD), pemasukan HRP yang berasal dari pulau jawa diperkenankan hanya ternak kambing.
  8. Pelaku usaha harus melampirkan rencana distribusi ternak (nama, alamat lengkap dan nomor telepon/HP) dan bersedia menerima kunjungan petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur guna melaksanakan tugas pengawasan dan pemeriksaan. (sya)

Hampir Sebulan Pasar Telihan Gelap Gulita, Ini Penyebabnya!

0
Lampu penerangan di Pasar Telihan belum menyala karena alat belum datang. (ist)

BONTANG – Teknisi Listrik Pasar Taman Telihan, Ismail menginformasikan, alat yang dibutuhkan untuk perbaikan instalasi listrik belum juga datang sampai saat ini. Hal itu mengakibatkan sebagian area Pasar Telihan masih gelap gulita hampir sebulan lamanya.

Sejak awal dipesan, diperkirakan alat tersebut tiba hanya membutuhkan waktu 2 Minggu. Nyatanya belum juga tiba sampai saat ini.

“Bagian ekspedisi barang itu sudah saya hubungi. Katanya posisi masih di Balikpapan barangnya. Memang ada kendala pengiriman menurut penjelasan pihak ekspedisi,” beber Ismail.

Sembari menunggu alat datang, Ismail mencarikan solusi sementara. Solusi yang dilakukannya adalah dengan membuat sistem jumper. Dengan sistem ini lampu-lampu penerangan di area lorong dalam gedung pasar bisa menyala.

“Dengan sistem jumper hanya bagian dalam yang bisa nyala. Yang luar belum bisa,” katanya.

Dirinya tidak berani menggunakan sistem jumper untuk penerangan area luar pasar, lantaran takut terjadi apa-apa. Karena sistem ini tidak bisa dipaksakan untuk lebih banyak lagi lampu penerangan.

Diinformasikan sebelumnya, sebagian area Pasar Taman Telihan gelap gulita akibat mati listrik. Perbaikan belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu alat yang rusak datang.

Teknisi Listrik Pasar Taman Telihan, Ismail menjelaskan kalau kondisi mati listrik itu terjadi tepat, Jumat (6/1/2023) lalu.

“Area yang gelap yaitu di lorong gedung dan jalan masuk keluar pasar. Seluruh lampu tidak bisa nyala karena aliran listrik terputus,” beber Ismail. (al)

 

Belum Ada Solusi, Jembatan Kilometer 5 Sudah 3 Kali Amblas

0
Amblasnya salahsatu bagian jembatan kilometer 5, Selasa (31/1/2023) malam. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG –  Kejadian amblasnya jembatan di Kilometer 5, Jalan Poros Bontang – Samarinda rupanya bukan sekali ini terjadi. Terhitung sudah 3 kali jembatan kilometer 5 tersebut amblas beberapa waktu terakhir ini. Hal itu disampaikan Budi, Pelaksana Proyek perbaikan jalan di kilometer 5.

Budi membeberkan, amblasnya salahsatu bagian jembatan yang mengakibatkan truk sawit terperosok, Selasa (31/1/2023) malam merupakan kejadian ketiga kalinya. Sebelum peristiwa itu, jembatan tersebut sudah 2 kali mengalami amblas.

“Saya hanya diminta tolong oleh Dinas PU Provinsi Kaltim untuk mencarikan solusi sementara jembatan tersebut,” ujar Budi kepada Radarbontang.com, Rabu (1/2/2023) dini hari.

Dijelaskannya, jembatan kilometer 5 tersebut sebenarnya hanya jembatan sementara, dalam artian jembatan darurat. Dinas PU Bontang yang meminjamkan jembatan tersebut untuk mengatasi terputusnya akses jalan di area tersebut.

Lantaran jembatan sementara, maka kemampuannya terbatas. Kapasitas jembatan hanya mampu dilintasi kendaraan dengan bobot maksimal 10 ton.

“Tau sendiri kan truk-truk yang melintas bobotnya berapa ton? Wajar kalau jembatan tersebut sering amblas,” ungkapnya.

Dikatakannya, alas jembatan tersebut terbuat dari potongan-potongan plat baja. Rentannya jembatan itu bukan pada alasnya, namun pada rangka penopang alasnya.

“Plat bajanya kuat saja. Rangka plat baja itu yang gak kuat. Sering patah saat dilintasi kendaraan di atas bobot 10 ton,” bebernya.

Upaya yang dilakukan Budi sampai saat ini sifatnya hanya pertolongan sementara. Mencarikan plat baja yang lebih tebal atau memperbaiki rangka-rangka alas plat yang patah.

“Sudah ketiga kalinya saya perbaiki jembatan ini,” pungkasnya. (al)