Beranda blog Halaman 963

IRT Simpan Sabu 1 Bal, Diringkus Polisi di Rumahnya Perum Disnaker

0
Tersangka ditahan di Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Narkoba tak hanya menjangkiti anak muda, tetapi semua kalangan. Buktinya, ada seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang kedapatan membawa sabu.

Seorang IRT berinisial WD (46) diringkus Tim Satresnarkoba Polres Bontang di rumahnya, di Perumahan Disnaker, Gunung Telihan, Selasa (31/1/2023) pukul 16.00 Wita.

WD ditangkap bersama barang bukti narkoba jenis sabu seberat 1 bal atau 47 gram.

Kapolres Bontang AKBP, Yusep Dwi Prastiya melalui Kasat Resnarkoba, Iptu M Yazid mengatakan, polisi menemukan 3 bungkus sabu di rumah tersangka. Dua bungkus disimpan di dalam dompet yang berada di atas kasur, dan satu lagi di dalam kamar mandi.

“Penangkapan dilakukan atas laporan dari masyarakat, yang menyebutkan bahwa lokasi itu sering dijadikan tempat transaksi narkoba. Tersangka juga sudah lama diintai oleh polisi,” kata Kasat Resnarkoba.

Saat digeledah ditemukan barang bukti lain seperti handphone, dua buah dompet, sedotan runcing, plastik klip, pipet kaca, timbangan digital, dan uang tunai Rp 450 ribu.

“Kami masih mendalami dari mana sabunya itu, dan sejak kapan tersangka terlibat dengan narkoba,” ujarnya.

“Tersangka dijerat pasal 112 ayat (2) atau 114 juncto UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Mobil Avanza Tabrak Pot Pembatas Jalan, Diduga Rem Blong

0
Para pengguna jalan membantu evakuasi mobil avanza. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Terjadi kecelakaan tunggal di Jalan Slamet Riyadi, Rabu (1/2/2023) tepatnya di depan Toko Rifdah. Sebuah mobil avanza menabrak pot pembatas jalan sekira pukul 10.30 Wita.

Berdasarkan keterangan saksi mata, mobil yang dikendarai pria usia sekira 50 tahunan itu melaju kencang ke arah perempatan lampu merah Loktuan. Lantaran menghindari mobil lain yang sedang parkir di bahu jalan, mobil itu tak terkendali hingga menabrak pot pembatas jalan.

“Terlalu laju bawanya. Menghindari mobil parkir terus nabrak ke pembatas jalan,” beber Erni menceritakan kronologis kejadian yang dilihatnya.

Saksi mata yang lain, Hadi mengungkapkan bahwa dirinya mendengar kalau rem mobil berwarna putih itu dalam kondisi blong, sehingga tak bisa dikendalikan.

“Saya dengar remnya blong, makanya laju tak terkendali,” ujarnya.

Dari pengamatan Radarbontang.com di lapangan, tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Pengendara mobil dipastikan dalam kondisi baik-baik saja.

Hanya bagian depan sebelah kanan mobil yang ringsek akibat menabrak pot. Pot pembatas jalan itupun hancur berantakan.

Saat peristiwa tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Para pengguna jalan yang melintas membantu evakuasi mobil avanza tersebut.

Beberapa pengguna jalan mendorong mobil turun dari pot pembatas jalan yang ditabrak. Membantu mendorong ke sisi bahu jalan sebelah kiri. (sya)

Breaking News: Truk Sawit Terperosok, Macet Parah sampai Simpang 3 Sangatta

0
Bagian jembatan kilometer 5 yang amblas. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Truk colt diesel bermuatan sawit terperosok di jembatan kilometer 5, Selasa (31/1/2023) malam sekira pukul 22.00 Wita. Kejadian tersebut mengakibatkan lalu lintas macet parah.

Kapolsek Teluk Pandan, Ipda Rinto Christianto Simanjuntak SH menjelaskan kronologis kejadian. Truk muatan sawit tersebut terperosok akibat salahsatu bagian jembatan kondisinya amblas.

Truk terperosok sekira pukul 22.00 Wita. Pukul 24.00 Wita truk baru bisa dievakuasi. “Truk dievakuasi dengan cara ditarik oleh truk tanki. Muatannya diturunkan dulu, baru bisa ditarik,” ujar Ipda Rinto.

Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di sekitar kilometer 5 mengalami macet parah. Dari pantauan Radarbontang.com, macetnya kendaraan ini terlihat dari jembatan hingga kawasan Simpang 3 Sangatta. “Harus sabar kalau mau melintas jembatan. Karena bergantian dengan arah sebaliknya,” katanya.

Bahkan dikatakannya, sejak kejadian terperosoknya truk sawit itu, masih ada lagi beberapa kendaraan yang juga terperosok saat melintas.

Dikatakan Ipda Rinto, amblasnya jembatan tersebut sudah sejak pagi. Pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada dinas terkait, namun belum ada tindakan.

“Tapi malam ini katanya akan dicarikan solusi. Dicarikan plat untuk menambal sementara bagian jembatan yang amblas,” ungkapnya. (al)

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Anak di Bontang Hoaks

0
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya meminta agar warga Bontang tetap wasapada kepada anak-anaknya. (ist)

BONTANG – Informasi penculikan anak ramai beredar di media sosial, serta jadi perbincangan warga Bontang. Hal ini membuat resah warga Bontang.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetya memastikan, kabar-kabar yang beredar terkait penculikan anak di Bontang itu adalah informasi sesat alias hoaks.

Melalui video singkat, kapolres meminta masyarakat Bontang agar waspada, ”Terkait pemberitaan penculikan anak di Kota Bontang adalah berita hoaks, namun saya mengajak warga untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan kepada anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yusep berharap agar para orang tua yang memiliki anak kecil tidak lalai. Mengajari anak untuk tidak percaya dengan orang yang baru dikenal.

Hingga kini kepolisian tidak menerimasatupun  laporan adanya penculikan anak. Masyarakat juga diminta untuk tidak cepat percaya dengan informasi yang diterima.

Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama, jika menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan masing-masing, agar segera melaporkannya ke polisi.

“Sama-sama kita tingkatkan kewaspadaan, dan  jangan takut melapor untuk menghindari terjadinya tindak kriminal,” pungkas Yusep. (sya)

DPK Raih Akreditasi A dari Perpusnas RI

0
DPK raih akreditasi A. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Di awal tahun 2023 ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mendapatkan reakreditasi dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) untuk lima tahun ke depan.

Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febryaryanti mengungkapkan, Perpusnas RI telah melakukan penilaian langsung ke DPK Bontang, sebelum memberikan nilai akreditasi.

Penilaian yang dilakukan seputar SDM, sarana dan prasarana, koleksi buku, perkembangan kunjungan, hingga inovasi. “Semua dinilai oleh Perpusnas RI secara langsung,” kata Retno, Selasa (31/1/2023).

Retno menambahkan, dengan nilai akreditasi  A yang diperoleh DPK Bontang, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi pemustaka.

“Dengan nilai A, artinya kami telah memberikan layanan terbaik bagi pemustaka. Sehingga pemustaka semakin merasa bangga dan senang ke perpustakaan,” jelasnya.

Retno menambahkan, dari hasil akreditasi itu berarti DPK telah sesuai dengan standar perpustakaan yang laik dikunjungi. “Kalau bisa tetap dipertahankan akreditasi. Karena pemustaka harus selalu dibuatkan inovasi baik untuk literasi dan kepuasan pelayanan,” katanya.

DPK juga mendapatkan panji penghargaan juara 1 perpustakaan tingkat Provinsi Kalimantan Timur, dan juara 2 bidang tata kelola kearsipan tingkat Provinsi Kalimantan Timur. (yah)

SPBU Tanjung Laut Bantah Tuduhan Alat Pengisian BBM Tak Sesuai Standar

0
SPBU Tanjung Laut, Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – SPBU Tanjung Laut membantah tuduhan yang mengatakan, alat pengisian BBM di SPBU itu tidak sesuai standar yang berlaku. Pihak SPBU mengklaim takaran sudah sesuai standar yang ditetapkan.

Penanggung Jawab SPBU Tanjung Laut, Buyung mengatakan, pihaknya telah didatangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Bontang. Diskop UKMP sudah melakukan sidak dan pengecekan takaran, pada alat pompa bahan bakar di SPBU.

Lanjut Buyung, meteran alat pengisian BBM telah sesuai dengan kemetrologian di Kota Bontang. “Bagus saja sesuai dengan metrologi Bontang,” kata Buyung saat dikonfirmasi Selasa (31/1/2023).

Dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait tuduhan tersebut. Hanya kaget lantaran tiba-tiba Diskop UKMP datang melakukan pengecekan. “Gak tahu juga terkait kabar itu. Tiba-tiba datang sidak di SPBU dari Diskop UKMP. Ukurannya masih sama, seperti pengukuran yang dilakukan sebelumnya. Karena setiap tahun kita melakukan uji takaran,” katanya.

Sementara, Kepala Seksi Kemetrologian Diskop UKMP Bontang, Ida Jubaidah menjelaskan, dari pengawasan yang dilakukan pada SPBU Tanjung Laut,  meteran alat pengisian BBM sudah sesuai dengan standar yang berlaku. “Setelah melakukan pengawasan dan sidak langsung, alat pompa telah sesuai dengan ukurannya,” katanya. (yah)

Ikan Mati Diduga Efek Tumpahan Minyak PT EUP, Begini Kata Kadis DKP3

0
Kebakaran di PT EUP beberapa waktu lalu yang mengakibatkan tumpahan minyak ke laut. (ist)

BONTANG – Kepala Dinas Pertahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3), Edy Foreswanto membantah matinya ikan-ikan di perairan sekitar PT Energi Unggul Persada (EUP) diakibatkan pencemaran lingkungan, imbas kebakaran di pabrik minyak goreng beberapa waktu lalu.

Diketahui, beberapa waktu lalu Anggota DPRD Bakhtiar Wakkang menyampaikan keluhan warga Bontang Lestari kepada Wali Kota Bontang, Basri Rase di sela-sela rapat paripurna. BW sapaan akrabnya menyampaikan, banyak ikan-ikan bawis mati diduga akibat pencemaran lingkungan pasca kebakaran di PT EUP.

BW menampilkan potongan video yang menggambarkan matinya ikan-ikan bawis. Dirinya meminta Pemkot Bontang segera mengatasi permasalahan tersebut.

Menanggapi hal itu, Edy menjelaskan, usai menerima informasi terkait dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak, DKP3 dan pihak-pihak terkait langsung pengecekan ke lokasi. Namun pihaknya tidak menemukan sampel ikan mati di sekitar area tersebut.

“Kami sudah cek juga sampai perairan Tanjung Laut. Rumput laut juga aman. Tidak ada pula keramba-keramba ikan di sekitar area tersebut,” bebernya kepada Radarbontang.com.

Karenanya ia menegaskan, tidak bisa langsung menyimpulkan ikan-ikan mati lantaran tumpahan minyak. Banyak sebab katanya. Bisa jadi karena pengeboman ikan yang kerap dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab. “Kalau ada sampel baru kami bisa buktikkan penyebab ikan-ikan itu mati. Harus berdasarkan hasil lab,” tegasnya.

Ia memperkirakan saat ini kondisi perairan di sekitar PT EUP dan Pelabuhan Indominco sudah bersih. Lantaran tim reaksi cepat PT Indominco dan PT EUP langsung bergerak mengendalikan tumpahan minyak itu. Mengisolasi tumpahan minyak agar tidak ke laut lepas.

“Tumpahan minyaknya kasat mata, jadi bisa cepat diatasi. Diisolasi hingga disedot agar tidak sampai ke laut lepas. Saya kira sudah bersih airnya sekarang,” duganya. (al)

Tabrak Vario Ban Depan Avanza Pecah

0
Pengendara yang melintas membantu melepaskan sepeda motor dari mobil. Lengket akibat bertabrakan. (Yusva Alam/Radarbontang.com)

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di pertigaan lampu merah Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Perumahan Halal Suare, Selasa (31/1/2023) sekira pukul 15.45 Wita.
Tabrakan terjadi antara mobil avanza warna hitam yang dikendarai seorang wanita paruh baya, dengan seorang pelajar SMU yang mengendarai sepeda motor vario berwarna putih.

Seorang saksi di lokasi kejadian, Ajrah menceritakan peristiwa yang dilihat di depan matanya tersebut. Katanya, mobil avanza dan sepeda motor vario itu berjalan searah. Dari Gunung Sari mau berbelok kanan menuju ke arah Kenari Water Park.

Saat akan berbelok kanan, persis setelah melewati lampu traffic light tabrakan terjadi. Menurut Ajrah, tabrakan itu lantaran sepeda motor vario terlalu berdekatan dengan mobil avanza. Sisi depan kanan mobil menabrak bagian belakang sepeda motor vario.
Tabrakan itu menyebabkan ban depan bagian kanan mobil pecah, lantaran tertusuk standar sepeda motor.

“Sepeda motor lengket dengan mobil. Orang-orang yang bantu susah melepasnya. Standar tengahnya nusuk ke ban depan,” ujar Ajrah.

Berdasarkan pantauan Radarbontang.com di lapangan, tidak terjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Pengemudi avanza hanya mengalami shock karena tabrakan. Sementara pengendara vario mengalami lecet-lecet pada bagian lengan.

Pelajar putri itu tampak meminta maaf atas kejadian itu kepada pengendara avanza. Pengendara avanza tersebut tidak mempermasalahkan masalah itu. Kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Gak usah dipikirin bannya pecah, yang penting kamu gak apa-apa. Sekarang kamu hubungi keluargamu untuk datang bantu kamu,” kata ibu itu kepada pelajar SMU yang tidak diketahui identitasnya. (al)

Musrenbang Kelurahan Belimbing Masih Utamakan Infrastruktur

0
Musrenbang tingkat Kelurahan Belimbing. (ist)

BONTANG – Kelurahan Belimbing melaksanakan musrenbang, Kamis (26/1/2023) lalu di kantor Kelurahan Belimbing. Sebanyak 33 usulan dalam bidang infrastruktur dibahas dalam musrenbang tersebut.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani mengatakan, beragam usulan telah diserahkan dari rembuk warga sebanyak 51 RT yang ada di wilayah Kelurahan Belimbing.

Beberapa usulan yang diberikan masih berfokus pada peningkatan SDM dan bidang infrastruktur seperti perbaikan jalan, perbaikan parit, hingga balai pertemuan RT.

Dwi mengatakan, sesuai dengan arahan Bapelitbang mengangkat tema SDM yang unggul dan pemberdayaan sosial. “Kita sampaikan ke masyarakat dan akhirnya muncul kebutuhan masyarakat seperti untuk peningkatan kompetensi UMKM,” kata Dwi Andriyani, saat dihubungi Senin (30/1/2023).

Untuk usulan prioritas terdapat 30 usulan yang juga terdiri dari beberapa infrastruktur.

“Kemarin usulan itu masih digabungkan. Seharusnya dibuat satu per satu diuraikan. Karena alokasinya Rp 1 M per kelurahan,” jelasnya.

Tahapan setelah ini akan masuk dalam musrenbang tingkat kecamatan. “Dari semua RT diakomodir semua,” katanya.

“Infrastruktur perbaikan parit termasuk urgent, karena sudah mengalami kerusakan,” katanya.

Sementara untuk usulan kesehatan dalam penanganan stunting akan tetap diakomodir. “Kami tetap usulkan untuk penanganan stunting,” tandasnya. (yah)

Pencurian Besi Tua di Eks Pabrik Abu Soda Sejak November 2022

0
Bekas Pabrik PT KBS yang kerap disatroni pencuri besi tua. (Syakura/Radarbontang.com)

BONTANG – Pencurian besi tua mulai sering terjadi di eks Pabrik PT Kaltim Said Barito (KSB) sejak November tahun 2022. Kondisi itu bertahan hingga saat ini. Belum ada pihak terkait yang mampu menyelesaikan. Hal itu diungkapkan Irham Mongilong, Karyawan Bagian Administrasi PT Kaltim Sahid Barito (KSB).

Irham mengatakan, sering sekali mendapat laporan pencurian besi tua di bekas pabrik abu soda itu. “Pabrik itu berhenti total sejak tahun tahun 1998. Sebenarnya 5 tahun setelah itu tetap dilakukan pemeliharaan, tapi setelah itu terbengkalai,” beber Irham menceritakan kondisi pabrik KSB di akhir hayatnya.

Penjagaan juga tidak bisa terus dilakukan, lantaran honor pengamanan yang terbatas. Ditambah lagi rumput-rumput liar yang semakin meninggi, serta penerangan yang tidak diperbaiki, membuat penjagaan hanya dilakukan sesekali.

“Lokasinya antara Guntung dan Loktuan situ. Sebenarnya jalur dari Pos 7 kan sudah ditutup, tapi kadang masyarakat atau pekerja tetap keluar masuk, manjat, bahkan ada tangganya,” lanjut pria yang diamanahi mengkoordinir aset-aset PT KSB di Bontang ini.

Menurutnya, pencurian besi tua tersebut sudah tidak lagi dilakukan perorangan, namun sudah berkelompok dalam jumlah yang banyak.

“Bukan hanya dua atau tiga orang, tapi ramai dan berkelompok. Kadang mereka gantian dengan kelompok lain untuk mencuri. Bukan hanya besi dari alat-alat pabrik, atap aluminium juga diambil,” ungkap Irham.

Dirinya sudah melapor ke pihak-pihak terkait. Seperti pabrik yang masih aktif di sekitar wilayah PT KBS. Misal PT KIE dan Pupuk Kaltim bahkan kepolisian agar dilakukan tindakan, namun belum ada tindak lanjut.

“Saya pernah menceritakan kejadian ini di sosial media. Ada beberapa orang yang komen kalau saya tidak perlu ikut campur. Justru saya diteror,” jelasnya.

Irham berharap pihak berwajib di sekitar Loktuan seperti polisi sektor atau Bhabinkamtibmas Loktuan, bisa mengedukasi warga. Area pabrik PT KBS itu wilayah industri yang tidak boleh dimasuki oleh orang luar. Walaupun sudah tidak terpakai tidak pantas untuk mengambilnya.

“Harusnya dari pabrik-pabrik di sekitarnya juga ambil tindakan. Karena wilayah tersebut juga dekat dengan gudang Pupuk Kaltim. Takutnya mereka berani sampai sana,” pungkas Irham. (sya)