Beranda blog Halaman 963

Berjuang 7 Jam, Ular Piton 4 Meter Berhasil Dikeluarkan dari Plafon Rumah di Bontang Baru

0
Petugas Disdamkartan mengevakuasi ular piton yang bersarang di plafon rumah warga. (PPID Disdamkartan)

BONTANG – Ular piton sepanjang 4 meter ditemukan bersarang di plafon rumah warga di Jalan HM Parikesit RT 12 No 11, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (2/1/2022).

Keberadaan ular tersebut viral di media sosial (medsos) baik Facebook maupun grup WhatsApp. Setelah berjuang sekitar tujuh jam, predator yang terkenal dengan lilitan sangat kuat itu berhasil dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Amiluddin, Kepala Disdamkartan mengatakan, keberadaan ular diketahui pemilik rumah setelah plafon rumahnya retak. Dari celah plafon retak itu, terlihat tubuh ular sedang melingkar.

Melihat kejadian itu, pemilik rumah lantas menghubungi Disdamkartan untuk meminta bantuan. “Kami sejak jam empat sore sudah menuju lokasi. Evakuasinya cukup sulit sebab ular ada di atas plafon. Sekitar jam 11 malam ular baru bisa ditangkap,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (3/1/2022).

Sebelum penemuan ular di plafon rumah, peristiwa serupa terjadi pada Rabu (29/12/2021). Ular piton sepanjang dua meter dievakuasi dari atas Kapal Angelia. Evakuasi dilakukan petugas pos jaga Damkar di Loktuan menggunakan bantuan kapal kecil, karena posisi kapal berada di tengah laut.

Berikutnya, kejadian serupa kembali terjadi Sabtu (1/1/2022). Ular piton sepanjang tiga meter ditemukan di pemukiman warga Telihan belakang Kantor Panwaslu.

Dari rangkaian penemuan ular ini, Amiluddin meminta masyarakat untuk waspada. Bila menemukan hewan liar atau hewan buas yang dapat mengancam nyawa, Amiluddin meminta warga segera menghubungi anggotanya. “Jangan mengambil risiko kalau tidak memiliki keahlian khusus di bidang itu,” pintanya. (bms)

Mengadopsi Spirit Doll, Bolehkah?

0
Muthi Masfu’ah

Oleh: Muthi Masfu’ah, A.Md, CN NLP : Penulis buku Indigo dan Pemerhati Perempuan, Ibu dan Anak)

Belakangan ini viral  spirit doll yang dianggap diisi arwah atau roh. Boneka yang bentuknya sangat mirip dengan bayi manusia itu kini menjadi sorotan setelah sejumlah artis di tanah air mengadopsinya.

Munculnya fenomena spirit doll atau boneka yang dipercaya dapat berbicara bahkan diyakini bisa mendatangkan rezeki.

Adanya kabar viral dari salah satu artis tanah air yang mempunyai boneka berbentuk bayi dan dirawat layaknya anak manusia, kemudian merujuk kepada spirit doll yang dimaksud banyak orang.

Artis tersebut merasa kesepian sehingga mungkin menganggap boneka itu sebagai temannya dan ia juga sempat dinilai mempunyai kepercayaan lain mengenai boneka tersebut.

Hal ini disebabkan oleh kepercayaan orang-orang bahwa boneka tersebut dapat menenangkan hati, mendatangkan rezeki, bisa menjadi pengundang keberuntungan, mengingatkan jika ada orang yang ingin berbuat jahat, dan lain sebagainya.

Bahkan, tidak sedikit yang menganggap ada manfaat dari mengadopsi spirit doll tersebut. Beberapa orang yang mengadopsi spirit doll mengaku seolah mendapat keberuntungan, merasa dilindungi, dan memiliki teman untuk berbagi cerita.

FENOMENA YANG MEMBAHAYAKAN

Kita bisa menengok salah satu aktivis dakwah yang menyoroti fenomena itu adalah Ustadz Hilmi Firdausi. Melalui cuitan di akun Twitternya, Ustadz Hilmi mengaku begitu mengkhawatirkan fenomena spirit doll ini.

“Ya Robbana, sudah sangat mengkhawatirkan fenomena spirit doll ini, apalagi setelah diendorse oleh beberapa artis. Mari teman-teman semua jaga dan bentengi aqidah kita dan keluarga dari hal-hal yang menjurus kepada kesyirikan. Ingat, Allah mengampuni semua dosa kecuali dosa syirik. Wallaahul musta’an.”

Bahkan sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftahul Huda, menanggapi ini dengan menjelaskan terlebih dahulu mengenai boneka yang umumnya digunakan untuk bermain oleh anak-anak dalam Islam. Ia mengatakan, bahwa jumhur (mayoritas) ulama menyatakan kebolehan atas boneka sebagai mainan anak-anak.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra:

“Aku dahulu pernah bermain boneka di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. Aku memiliki beberapa sahabat yang biasa bermain bersamaku. Ketika Rasulullah Saw masuk ke dalam rumah, mereka pun bersembunyi dari beliau. Lalu beliau menyerahkan mainan padaku satu demi satu lantas mereka pun bermain bersamaku.” (HR. Bukhari No. 6130).

Kiai Miftah berpendapat, bahwa bermain boneka mengajarkan anak memiliki rasa tanggung jawab. Misalnya menjaganya agar tetap bersih dan terawat, tidak rusak, bahkan hingga memakaikan baju.

Menurutnya, menyayangi mainan seperti boneka juga tidak masalah selama itu dalam batas kewajaran. Sebab, kata Kyai Miftah, hal itu termasuk perintah untuk menjaga dan merawat harta hak milik kita sendiri.

Akan tetapi, ia menekankan bahwa yang menjadi masalah adalah ketika menyayangi boneka melampaui batas kewajaran. Seperti ketika orang tersebut sudah berumur dewasa dan masih menjadikan mainan boneka sebagai fokus utama dalam hidupnya. Misalnya, ketika orang tersebut harus membawa bonekanya ke mana-mana, dan jika tidak maka dapat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

“Jika sudah begitu, maka bisa timbul masalah kesehatan mental. Apalagi mempunyai anggapan dan keyakinan bahwa boneka mainan tersebut mempunyai sifat-sifat ketuhanan, seperti mampu mendatangkan kebahagiaan, ketenteraman, atau bahkan diadopsi menjadi anak. Ini adalah salah satu bentuk kesesatan,” kata Kyai Miftah, melalui pesan elektronik kepada salah satu media online nasional, Sabtu (1/1).

Kepala* Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok ini menegaskan bahwa secara fikih, mengadopsi boneka tentu tidak dibenarkan. Sebab, boneka itu sendiri merupakan benda mati. Terlebih lagi jika mempercayai bahwa di dalam boneka tersebut diisi ruh atau arwah.

“Mempercayai di dalam boneka ada ruh adalah kepercayaan yang sesat, tetapi tidak sampai pada kesyirikan,” tambahnya.

HATI-HATI, SARANA PINTU SYAITAN

Pada dunia permainan tradisional di Pulau Jawa, ada juga boneka yang dimainkan yakni boneka yang terbuat dari kayu dengan panggilan ‘jelangkung’. Boneka kayu tersebut dihias sedemikian rupa dan digunakan untuk memanggil arwah.

Spirit doll pada akhirnya diartikan hampir sama dengan ‘jelangkung’, hanya saja lebih bagus, terlihat modern, dan imut. Tetapi secara maksud dan tujuannya, hampir sama dengan ‘jelangkung’, d-ianggap hidup atau bernyawa.

Jika dikaitkan dengan spirit doll, maka setan yang terdapat di dalam boneka tersebut dapat berinteraksi dengan sang empunya atau yang mengadopsi.

Jika spirit doll dianggap sebagai boneka arwah/boneka yang memiliki nyawa, yang dapat diajak berinterasi, yang dapat tumbuh besar layaknya manusia yang bernyawa, maka hal tersebut tidak benar.

Karena hanya setan dan jin durhaka yang dapat masuk ke dalam boneka seperti spirit doll. Tentang jin, bahwa mereka bangsa jin suka memasuki sesuatu yang digemari manusia, termasuk boneka. Dan inilah salah satu pintu masuknya syaitan, untuk menyesatkan manusia.

Apalagi jika boneka tersebut dipercayai mendatangkan rezeki dan lain sebagainya, maka hati-hatilah terhadap yang demikian itu karena bisa membahayakan aqidah dan dapat mengkhawatirkan masuk ke ranah syirik. Semoga kita bisa berhati-hati, termasuk juga menjelaskan kepada generasi muda kita agar tidak ikut-ikut pada tren yang keliru dan membahayakan aqidah dan akhlaq. (*)

(Dari berbagai sumber disarikan)

Kebakaran di Loktuan, Diduga Konsleting, Ruang Tamu Terbakar

0

BONTANG – Warga di Jalan Kapal Pinisi 5 RT 43, Loktuan, Kota Botang dikejutkan musibah kebakaran yang terjadi Senin (3/1/2022) pukul 02.55 dini hari.

Si jago merah membakar ruang tamu rumah nomor 24 C milik Suwandi. Untungnya, petugas pemadam kebakaran cepat datang ke lokasi sehingga api tidak menjalar ke bangunan lainnya.

Dari keterangan yang dihimpun di lapangan, api pertama kali muncul di bagian depan rumah. Diduga akibat terjadinya konsleting atau arus pendek. “Ya, dugaan sementara akibat arus pendek di bagian ruang tamu,” kata Bhabinkamtibmas Loktuan Ahmad Bajuri.

Dikatakannya bangunan tersebut milik Suwadi yang saat ini disewa keluarga Agus. “Tidak ada korban jiwa. Ada beberapa perabotan yang hangus terbakar. Plafon ruang tamu juga hangus terbakar,” bebernya. (bms)

UMK 2022 Bontang Diusulkan Rp 3,2 Juta

0
Abdu Safa Muha (PPID Disnaker Bontang)

BONTANG – Usai terbentuk 9 Desember 2021, Dewan Pengupahan Kota (Depeko) bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang langsung bergerak cepat mengusulkan besaran Upah Minimum Kota (UMK) 2022. Pembahasan pada akhir Desember 2021 itu menetapkan usulan UMK 2022 sebesar Rp 3.226.487.

Usulan UMK ini naik Rp 43.781 dari UMK tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3.182.706. Penyesuaian itu mengacu pada nilai inflasi Kaltim sebesar 1,68 % dan pertumbuhan ekonomi Kaltim 1,11 %. “Selanjutnya wali kota akan menyampaikan permohonan ke gubernur untuk ditetapkan sebagai UMK,” ujar Kepala Disnaker Bontang, Abdu Safa Muha.

Sebelumnya diberitakan, kenaikan UMK Bontang sempat tidak diusulkan oleh Bontang kepada Pemprov Kaltim, sehingga acuan UMK 2022 masih mengikuti UMK 2021.

Penyebabnya kala itu, masa bakti Depeko Bontang telah berakhir di 2020 dan tidak diperpanjang pemkot. Sehingga tidak ada yang bertugas merumuskan kenaikan UMK berdasarkan nilai pertumbuhan ekonomi dan inflasi. (bms)

Kebakaran di Awal Tahun, Hanguskan Rumah dan Lahan

0
Kebakaran rumah di Jalan Pramuka depan TPA dan lahan di Jalan Prestasi Kelurahan Bontang Lestari di hari yang sama. (PPID Damkar Bontang)

BONTANG – Memasuki hari kedua tahun 2022, musibah kebakaran terjadi beruntun dalam sehari. Minggu (2/1/2022) sekitar pukul 08.00 Wita, sebuah rumah di Jalan Pramuka depan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari hangus dilahap si jago merah.

Berdasarkan laporan kejadian yang dicatat petugas, rumah tersebut dihuni dua orang, yakni Maipah dan Abdul Latif. Keduanya bekerja sebagai pemulung barang rongsokan di sekitaran TPA. Rumah terbakar saat kondisi kosong alias keduanya sedang tidak berada di rumah.

“Pemicu kebakaran karena obat nyamuk yang dibiarkan menyala saat pemilik rumah meninggalkan rumah,” kata Amiluddin, kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang.

Siang harinya sekitar pukul 13.30 Wita, kebakaran kembali terjadi di Jalan Prestasi Bontang Lestari. Kali ini, yang terbakar hutan dan lahan. Berkat kerja sama antara petugas Disdamkartan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI-Polri, serta petugas lainnya, api berhasil dipadamkan dengan cepat hingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

TREN MENURUN
Selama 2021, tercatat 38 kasus kebakaran terjadi di Kota Taman. Sedangkan pada 2020, jumlah kebakaran sebanyak 50 kasus. Hal ini menunjukkan adanya penurunan kasus. Dari 38 kasus itu, terdiri dari 4 kebakaran rumah atau tempat tinggal, serta 5 ruko, gedung, gudang, tempat penampungan, dan pasar.

Adapun 26 kasus lainnya, berupa kebakaran kecil yang diakibatkan korsleting listik, travo PLN, perabotan rumah tangga, regulator tabung gas, jaringan gas (jargas), hingga sampah. Beruntungnya dari semua kejadian itu, tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Untuk kasus kebakaran hutan dan lahan, pada 2021 juga menurun drastis dari tahun sebelumnya. Jika 2020 lalu terdapat 36 kasus kebakaran, pada 2021 hanya ada 8 kasus. Upaya ini akan terus dipertahankan Disdamkartan, salah satunya dengan gencar mengedukasi masyarakat akan bahaya dan ancaman jika nekat melakukan pembakaran lahan. (bms)

PKT Proaktif Fasilitasi Jamsos Ketenagakerjaan 15.000 Warga Bontang

0
SEVP Business Support PKT Meizar Effendi menyerahkan bantuan kepada perwakilan pekerja penerima program di Hotel Grand Equator, Jumat (31/12/2021).

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) memfasilitasi pendaftaran program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi 15.000 warga Bontang, yang terdiri dari mitra binaan Perusahaan dan pekerja golongan rentan dari berbagai sektor.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh SEVP Business Support PKT Meizar Effendi, kepada perwakilan pekerja penerima program di Hotel Grand Equator, pada Jumat (31/12/2021).

Diungkapkan Meizar, bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bagian dari langkah proaktif PKT untuk berkontribusi memberikan perlindungan bagi masyarakat dalam bekerja, baik dari risiko kecelakaan hingga menyebabkan meninggal dunia, maupun untuk jaminan hari tua.

Adanya jaminan pengalihan risiko saat bekerja, secara tidak langsung akan turut menjaga keberlangsungan mata pencarian masyarakat dalam menopang perekonomian. “Selain difasilitasi pendaftaran, PKT juga menanggung pembayaran premi untuk 3 bulan pertama dan selanjutnya bisa diteruskan para peserta secara mandiri,” kata Meizar.

Dirinya berharap jaminan sosial ketenagakerjaan ini bisa dimaksimalkan oleh masyarakat penerima, sehingga mampu memberi manfaat sesuai peruntukannya di masa datang. Meizar menegaskan PKT akan terus meningkatkan kontribusi bagi masyarakat di berbagai bidang.

Baik melalui pemberdayaan maupun dukungan terhadap sektor lainnya di Kota Bontang. “PKT akan terus hadir bagi masyarakat dan memberikan manfaat optimal dalam mendukung seluruh sektor kehidupan di Kota Bontang,” tambah Meizar.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Bontang Ramdhani, menilai fasilitas perlindungan dari PKT ini menjadi langkah nyata Perusahaan untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam bekerja, mengingat jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki manfaat jangka panjang sebagai bentuk perlindungan dari berbagai risiko yang bisa saja terjadi.

Dirinya mengajak seluruh dunia usaha di Kota Bontang, untuk turut mensukseskan sekaligus berperan dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja sehingga mampu memberi rasa aman dan nyaman saat beraktivitas. “Kami ucapkan terima kasih atas kolaborasi PKT dengan BPJS Ketenagakerjaan, utamanya dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat di Kota Bontang,” ujar Ramdhani.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abdu Safa Muha, mengapresiasi peran PKT yang terus mendukung Pemerintah dengan memfasilitasi 15.000 masyarakat untuk mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini secara otomatis akan meningkatkan jumlah kepesertaan BPJS di Kota Bontang, sehingga lebih banyak para pekerja khususnya di sektor usaha mandiri yang akan mendapatkan perlindungan dengan jaminan yang pasti.

Dirinya turut mengimbau masyarakat yang difasilitasi program ini bisa melanjutkan kepesertaan secara mandiri, sehingga manfaat yang diberikan PKT bisa berjalan lebih optimal. Apalagi dengan premi yang tergolong ringan, masyarakat akan mendapat manfaat yang maksimal untuk perlindungan diri dari berbagai risiko kerja.

“Begitu juga dengan Perusahaan lain di Bontang, mereka dapat mengikuti langkah PKT dalam mendukung pemerintah untuk memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat,” ujar Safa Muha.

Dirinya optimis dengan peran seluruh pihak dalam mendorong masyarakat mendapatkan jaminan sosial, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat lebih maksimal. Hal ini mengingat jaminan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk bisa mencakup seluruh sektor, disamping jaminan kesehatan yang telah diberikan secara menyeluruh di Kota Bontang.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada PKT atas peran sertanya mendukung Pemerintah melalui program ini, semoga kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan semakin optimal di Bontang,” pungkas Safa Muha. (*/rez/adv)

Merekatkan Cinta Dalam Doa untuk Ibu Indonesia dari PD Salimah Bontang

0

BONTANG – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kota Bontang menggelar dua kegiatan dalam rangka gebyar Hari Ibu Nasional. Kegiatan pertama, dengan berbagi bingkisan untuk janda/warga kurang mampu dalam  15 paket.

Kegiatan ini dikemas dalam silaturahmi pengurus dan anggota  Salimah ke rumah-rumah janda/warga kurang mampu. Bertandang ke rumah sasaran sebagai wujud peduli dan cinta yang dilaksanakan 26 Agustus 2021 lalu.

Kegiatan kedua  dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dengan tajuk ‘Sehari Bersama Qur’an dan Do’a untuk Ibu Indonesia’ yang digelar Sabtu (1/1/2022)

Rangkaian kegiatan diawali pembukaan oleh MC, dilanjutkan sambutan Ketua PD Salimah Kota Bontang Syarifah Sobah disambung paparan nasihat agama oleh pemateri pertama Rahmiyatin Adiyah, M. Pd. Rahmi menyampaikan materi Tadabbur Surah Al Fatihah.

“Dengan Basmalah berarti sebuah tindakan benar-benar diniatkan semata-mata mengharapkan ridho Allah dan meyakini bahwa pekerjaan atau tindakan  tersebut tidak akan bisa terlaksana  tanpa izin  Allah dan akan dimudahkan Allah,” ujar Rahmi dalam pembahasan awal di tadabur surah Al Fatihah.

Peserta tampak antusias menyimak paparan materi pertama. Contoh-contoh kongkret yang sesuai realita membuat peserta merasa waktu untuk membahas tadabur surah Al fatihah harus diperpanjang pada kesempatan lain.

Setelah pemateri pertama dilanjutkan dengan tilawah mandiri di rumah masing-masing secara offline dari pukul 09.55-13.30.

Tepat pukul 13.30 rangkaian kegiatan kembali dilanjutkan melalui zoom meeting. Pembawa acara menyegarkan suasana dengan infomasi terkait doorprize yang disediakan panitia untuk beberapa kategori peserta. Mulai dari peserta dengan jumlah tilawah terbanyak, peserta yang aktif bertanya, peserta yang hadir pertama.

Puncak kegiatan adalah paparan materi kedua dengan pemateri, Hani Hendayani, tokoh penggiat Ketahanan Keluarga. Hani melontarkan pertanyaan pemantik. “Sejak kapan pendidikan anak dimulai?”

Jawaban dari pertanyaan pemantik itu ternyata ada 3. Pertama masa sebelum menikah dengan komitmen yang kuat untuk mendidik anak dengan baik. Yang kedua dengan memilih pasangan yang baik agar menjadi orang tua yang saleh dan salehah. Yang ketiga sejak anak masih berada dalam rahim hingga ke alam dunia.

Kegiatan Sehari Bersama Qur’an dan Do’a untuk ibu indonesia diakhiri dengan doa tulus yang diperuntukkan kepada ibu-ibu  Indonesia yang dipimpin oleh Hani Hendayani dan diaminkan semua peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. (rls/mk)

Sabu-Sabu 63 Gram Diblender, Setara Senilai Rp 100 Juta

0
Pemusnahan barang bukti hasil tangkapan Satresnarkoba Polres Bontang. (ist)

BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang memusnahkan sabu-sabu seberat 63 gram senilai Rp 100 juta dengan cara diblender, Jumat (31/12/2021). Barang haram itu barang bukti dari dua kali pengungkapan kasus selama Desember 2021 di Kecamatan Bontang Selatan.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas Kompol Suyono mengatakan, sabu-sabu itu milik pria berinisial AB warga Kelurahan Tanjung Laut seberat 62,85 gram, dan YY warga Kelurahan Tanjung Laut Indah seberat 1,3 gram. “Keduanya sama-sama pengedar,” ujarnya.

Tersangka AB, kata Suyono, merupakan residivis kasus narkoba yang baru saja bebas September lalu. Barang haram itu dia dapatkan dari Bengalon, Kutai Timur. Selain sebagai pengedar, dia juga mengonsumsi sabu-sabu itu. “Semula ada 100 gram. Namun saat penangkapan tersisa 63 gram. Selebihnya sudah diedarkan,” tutur Suyono.

Adapun YY, ditangkap 9 Desember lalu. Keduanya dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti yang turut disaksikan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, dan pengacara tersangka. Keduanya dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman minimal 4 tahun penjara. (bms)

Sederhanakan Birokrasi, Wali Kota Lantik 204 Pejabat Administrator dan Fungsional

0
Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Pemkot Bontang. (Humas Pemkot)

BONTANG – Sebanyak 204 pejabat administrator dan fungsional di lingkungan Pemkot Bontang, dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Rujab Wali Kota, Jumat (31/12/2021).  204 pejabat itu terdiri dari 7 pejabat administrator, 191 pejabat fungsional melalui penyetaraan, dan 6 pejabat fungsional melalui pengangkatan.

Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, mereka yang sebelumnya menjabat sebagai kepala seksi (kasi), kini posisi itu dihapus dan diubah menjadi fungsional. Penyederhanaan birokrasi ini katanya, sesuai dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021, dan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 800/8752 OTDA tanggal 30 Desember 2021.

Tujuan perubahan ini untuk meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan maksimal kepada publik. Basri menilai, sampai saat ini kritik tajam masyarakat adalah persoalan buruknya pelayanan yang bertele-tele pada masalah birokrasi. “Pendekatan yang dipakai adalah pelayanan, jadi dengan penyederhanaan birokrasi ini diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang mengeluh buruknya kinerja pemerintah,” ucapnya.

Dia berharap, pasca-pelantikan ini, pejabatnya tidak berpuas diri dan selalu berupaya mengembangkan diri serta memenuhi tanggung jawab yang diberikan pemerintah dan masyarakat. Basri juga mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar dapat memahami dengan baik visi misi Pemkot Bontang yang telah dijabarkan dalam rencana strategis dan rencana kerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Saya ucapkan selamat kepada saudara semua. Selamat bertugas dan jangan lupa untuk selalu amanah, kerjasama, perkuat sinergi, dan saling mendukung satu sama lain,” pungkas Basri. (bms)

37 Personel Polres Bontang Naik Pangkat

0
Upacara korps raport kenaikan pangkat di lapangan apel Mapolres Bontang. (ist)

BONTANG – Polres Bontang menggelar upacara korps raport kenaikan pangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2022 di lapangan apel Mapolres Bontang, Jumat (31/12/2021) pukul 15.30 Wita. Upacara dipimpin Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi.  Turut hadir para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, personel yang naik pangkat, serta seluruh anggota Polres Bontang.

Pada upacara kenaikan pangkat kali ini, ada 37 personel Polres Bontang yang mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari pangkat yang disandang sebelumnya. Rinciannya, Kompol 3 personel, AKP 4 personel, Iptu 8 personel, Aiptu 2 personel, Aipda 12 personel, Bripka 2 personel, Brigadir 3 personel, dan Briptu 3 personel.

“Selamat kepada personel yang naik pangkat. Semoga dengan pangkat baru bisa menambah kebahagiaan bagi saudara dan keluarga, serta menjadi pendorong semangat kerja dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri,” ucapnya.

“Perlu saya ingatkan bahwa dengan bertambahnya pangkat, maka bertambah pula tanggung jawab serta kewajiban dalam pelaksanaan tugas”, tambah Kapolres.

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan pemberian ucapan selamat oleh Kapolres Bontang dan diikuti seluruh PJU, Kapolsek, perwira, dan seluruh anggota Polres Bontang. Kemudian kegiatan ditutup dengan acara syukuran. 

SUYONO TERIMA ANUGRAH
Suyono, perwira pertama Polres Bontang yang sebelumnya berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), menerima anugerah kenaikan pangkat pengabdian satu tingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Polisi (Kompol). Anugerah kenaikan pangkat itu diterima dalam upacara korps raport kenaikan Pangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2022 di lapangan apel Mapolres Bontang, Jumat (31/12/2021).

Pria yang saat ini menjabat sebagai Kasi Humas itu menjadi satu-satunya personel yang menerima anugerah kenaikan pangkat pengabdian, sehingga kini statusnya naik menjadi perwira menengah Polres Bontang.

Dalam amanatnya, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengatakan, kenaikan pangkat pengabdian ini tidak serta merta bisa diberikan kepada semua anggota Polri. Ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi. Selain MDP (Masa Dinas Perwira) dan MDDP (Masa Dinas Dalam Pangkat), syarat paling utama adalah anggota yang akan dianugerahi kenaikan pangkat tidak pernah tersangkut masalah atau perkara sama sekali. Baik disiplin, pidana, maupun kode etik selama berdinas di Polri.

“Kenaikan pangkat pengabdian ini juga sebagai wujud penghargaan institusi Polri kepada personel Polres Bontang yang telah berdedikasi dan loyalitas tinggi. Penuh disiplin dalam melaksanakan tugas negara,” terang Kapolres.

Kapolres mengaku bangga dan bahagia, khususnya kepada personel yang akan memasuki masa purna-bakti, namun tetap semangat dalam bekerja dan mengabdi. “Selamat kepada Kompol Suyono yang sudah menunjukkan dedikasi dan prestasi kerja dengan baik, yang dibuktikan kenaikan pangkat pengabdian pada hari ini,” tandasnya. (hms)