Beranda blog Halaman 963

Perlunya Komunikasi dengan Warga Guntung Sebelum Relokasi Buaya

0
Perlunya Komunikasi dengan Warga Guntung Sebelum Relokasi Buaya
Ketua DPRD Andi Faiz meminta ada komunikasi dengan warga dalam solusi relokasi buaya. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam meminta kepada pihak terkait, agar berkomunikasi dengan semua pihak sebelum melakukan upaya relokasi buaya di Guntung.

Dikatakan Andi Faiz, wewenang relokasi buaya ada di Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), namun ia tetap meminta kepada BKSDA agar berkomunikasi dengan para tokoh dan lapisan masyarakat Guntung.

Bagaimanapun dikatakannya, Buaya Guntung ini sudah menjadi semacam objek wisata. Lantaran banyak orang dari luar Bontang yang jauh-jauh datang ke Bontang khususnya Guntung, untuk menyaksikan sebuah kejadian luar biasa kedekatan antara manusia dan buaya.

“Kalau mau direlokasi atau ada solusi lain, saya kira harus libatkan semua pihak. Jangan memindahkan tanpa memberi tahu,” ujarnya.

Namun begitu ditegaskannya, intinya ia tetap mengutamakan keselamatan warga. Menurutnya, keselamatan warga Guntung yang nomor 1 harus  di kedepankan.

“Ketika ada suatu kebijakan, harus aspek keselamatan dulu yang dipikirkan, baru potensi-potensi lain,” tegas Andi Faiz.

Diketahui, sejak terjadinya penerkaman buaya kepada salahsatu warga Guntung, pihak-pihak berwenang salahsatunya BKSDA berupaya mencari solusi masalah ini. Salahsatunya dengan relokasi buaya-buaya Guntung.

Upaya relokasi buaya inipun mendapat tanggapan dari berbagai pihak. Mulai dari yang pro hingga kontra. (adv/al)

Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai

0
Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai
Wali Kota Bontang, Basri Rase melantik Anggota Panbers di Launching Teman Bolang. (Yusva Alam)

BONTANG – Pemkot Bontang dalam hal ini Dinas PUPR berinovasi dalam upaya penanggulangan banjir di Bontang. Dinas PUPR berkolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder untuk menormalisasi Sungai Dahlia.

Inovasi yang dilakukan Dinas PUPR adalah membentuk Pasukan Bersih Sungai (Panbers) yang terdiri dari 33 anggota, untuk membantu pemerintah dalam normalisasi endapan lumpur di aliran drainase dan sungai.

Dinas PUPR pun meresmikan Panbers dalam Launching Teman Bolang, Selasa (15/8/2023) di Halaman Masjid Al-Baqarah, Jalan Sukun Raya Gang Jati 3, Kelurahan Satimpo.

Launching Teman Bolang merupakan strategi pemerintahan untuk kolaborasi penanggulangan banjir di Bontang, dan mormalisasi Sungai Dahlia bersama panbers.

Inovasi PUPR Tangani Banjir, Bentuk Panbers Bantu Normalisasi Sungai
Pasukan Panbers saat membantu normalisasi Sungai Dahlia. (Yusva Alam)

Kepala PUPR Kota Bontang Usman mengatakan, banjir ini merupakan masalah kita bersama, karenanya kita bersama-sama bisa bergandeng tangan untuk mengatasi masalah banjir ini. Antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder berkolaborasi menyelesaikan permasalahan ini.

“Dengan adanya Pasukan Panbers ini kita upaya lakukan percepatan. Masyarakat bisa mengadukan permasalahan-permasalahan terkait banjir, kami akan survei lokasi, bikin perencanaan, lalu penanganan. Mekanismenya seperti itu,” bebernya.

Dijelaskannya, Panbers merupakan masyarakat yang digaji harian, untuk membantu pengerjaan normalisasi sungai. Lantaran tidak semua pengerjaan normalisasi sungai bisa dikerjakan dengan alat, namun ada juga dengan cara manual. Dengan cara manual inilah Panbers bekerja.

“Kami akan terus konsisten bersama Panbers untuk normaliasai seluruh Sungai Dahlia di Bontang. Panbers akan dilibatkan di setiap program bersih-bersih sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase hadir dalam Launching Teman Bolang sekaligus meresmikan Panbers. Wali Kota berharap dibentuknya Panbers dapat membantu percepatan penanganan banjir di Bontang.

“Kami konsen dalam penanggulangan banjir sampai membentuk Panbers ini,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Pewarta: Yusva Alam

Editor: Yusva Alam

Sambut HUT RI, Badak LNG Berbagi Paket Sembako ke Veteran Kemerdekaan

0
Sambut HUT RI, Badak LNG Berbagi Paket Sembako ke Veteran Kemerdekaan
Penyerahan paket sembako kepada perwakilan veteran Achmad Saleh oleh Badak LNG. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menyambut HUT ke-78 Republik Indonesia, Badak LNG menyelenggarakan kegiatan aksi sosial bagi para veteran yang tinggal di Kota Bontang. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, Badak LNG ikut bergabung dalam program Komunitas Bergerak sebagai wujud aksi sosial insan Badak LNG dalam perayaan HUT RI tahun ini.

Pada kegiatan ini, dibagikan paket sembako dan uang tunai kepada enam anggota veteran dan janda veteran. Bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Bontang, bantuan ini diserahkan pada Selasa (15/8) ke kediaman masing-masing.

Achmad Saleh, salah satu veteran yang telah berusia 100 tahun, mengucapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh Badak LNG. Dirinya turut mendoakan agar Badak LNG dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat Kota Bontang.

Pjs. Senior Manger Corporate Communication & General Support Badak LNG, Putra Peni Luhur Wibowo, menyatakan pemberian bantuan ini merupakan bentuk penghargaan dan perhatian dari perusahaan atas jasa-jasa dan perjuangan yang telah dilakukan para veteran terhadap bangsa dan negara.

“Mewakili Manajemen Badak LNG saya mengucapkan terima kasih kepada para veteran yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi para keluarga veteran,” ucap Luhur.

Selanjutnya, ia berharap peringatan HUT Ke-78 RI ini dapat dijadikan momentum untuk kembali memupuk persatuan dan meneladani jiwa patriotisme para pahlawan. (rls)

Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala

0
Seragam Gratis SD Molor, Pengukuran Murid Jadi Kendala
Penjahitan seragam gratis SD di LPK Ayulia di Salebba. (Syakurah)

BONTANG – Pengerjaan seragam gratis untuk pelajar SD terlambat dari target waktu yang telah ditentukan. Pengerjaan ditargetkan rampung Bulan Juli lalu, namun molor hingga Agustus 2023 ini. Saat ini progres masih 85 persen.

Pimpinan dan Pendiri Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ayulia, selaku koordinator penjahit seragam di Bontang, Nurhayati menjelaskan, molornya pembagian seragam SD karena kurangnya kerjasama antara pihak sekolah dengan penjahit.

“Ada beberapa SD yang saat kami mau mengukur mereka tidak merespon, apalagi kami sempat vakum selama sebulan, karena data ukuran yang juga terlambat,” jelasnya saat ditemui redaksi Selasa (15/8/23).

Pengukuran seragam SMP dan SD dinilai berbeda. Hal itu lantaran untuk murid SD yang akan masuk ke SMP lebih mudah diketahui, karena pengukuran dilakukan ketika mereka masih SD kelas 6. Sementara itu siswa SD harus resmi diterima dulu baru bisa diambil data dirinya.

Seragam dan atribut yang sudah selesai langsung dipacking sesuai dengan sekolahnya masing-masing. Terdapat kurang lebih 50 SD Negeri dan swasta yang akan menerima segara gratis seragam tersebut.

Untuk sistem pembagiannya, pihak LPK menyerahkan langsung ke Dinas Pendidikan. Sebelum dibagikan seragam akan lebih dulu dibawa ke gudang dan akan disortir, juga dipasang-pasangkan dengan sepatu dan tas.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan, Saparuddin mengatakan, pendistribusian seragam ini masih dalam waktu pembagiannya sehingga masih dalam target. Akan dibagikan secara simbolis di SD Negeri 1.

“Estimasi memang di Agustus untuk pembagian. Kalau dulu bisa cepat karena pakai konveksi. Sekarang kita pakai penjahit lokal, ada proses mengukur dan jahit, wajar kalau lebih lama, karena yang ditangani ada 3 ribu siswa,” beber Saparuddin.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api

0
Toko Depan SMKN 1 Nyaris Terbakar, Penjual Pentol Tersambar Api
Kondisi toko pasca kebakaran. (Disdamkartan for Radarbontang.com)

BONTANG – Satu toko kelontong di Jalan Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di seberang SMKN 1 nyaris ludes terbakar, Selasa (15/8/2023). Hal itu diduga disebabkan kebocoran pada tabung gas elpiji 3 kg.

Selain nyaris terbakar, akibat kejadian itu seorang penghuni toko berinisial B menjadi korban. Tubuhnya tersambar api dari kebocoran gas elpiji tersebut.

“Korban mengalami luka bakar sekira 75 persen. Saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Korban merupakan penyewa toko tersebut yang berjualan pentol dan kelontongan,” ujar Kadisdamkartan, Amiluddin.

Berdasarkan rilis dari Disdamkartan Bontang, kejadian itu berlangsung sekira pukul 07.00 wita pagi tadi.

Dari pengakuan Niyatun, istri korban, saat itu korban sedang beraktivitas memasak. Namun karena ada kebocoran tersebut, api menyambar tubuh korban.

Penanganan pertama api dibantu Jusmiati, tetangga korban menggunakan air yang disiramkan ke korban terbakar. Ditambah selimut basah ke kompor gas.

“Kemudian api dipadamkan oleh pemilik ruko, Abdul Aziz menggunakan Apar,” imbuhnya.

Kemudian datang petugas damkar untuk memadamkan api yang tersisa dan mengamankan barang-barang yang berpotensi terbakar.

Luas toko yang nyaris terbakar ini sekira 2 M2. Penyewa diperkirakan mengalami kerugian aset mencapai Rp 6,5 juta.

Armada dan peralatan yang diturunkan Disdamkartan di antaranya 1 unit Mobil Fire Truck, 2 unit Mobil Supply dan menurunka 15 Personil Damkar.

Penulis: Yusva Alam
Editor: Yusva Alam

Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit

0
Sudah Ditemukan, Ini Motif Pelajar SMKN 2 Pergi dari Rumah Tanpa Pamit
Rendy Agipta (kaos coklat) di Polsek Kaliorang bersama rekannya (paling kanan).

BONTANG – Rendy Agipta, pelajar SMKN 2 Bontang yang dilaporkan hilang beberapa waktu lalu di media sosial sudah ditemukan di daerah Kaliorang, Kutim. Rupanya Rendy hanya ingin ikut teman sekolahnya pulang ke kampung halamannya di Kaliorang.

“Salah satu teman sekolahnya di SMKN 2 itu orang Kaliorang, temannya itu beda jurusan saja sama dia. Pas libur akhir pekan temannya itu mau pulang, jadi Rendy ikut,” jelas Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono saat pers rilis di Mako Polres Bontang, Selasa (15/8/2023)

Diceritakan, teman dari Rendy berencana hanya pulang pergi, tidak menginap, namun sayangnya saat perjalanan motor mengalami kerusakan. Di rumah temannya tersebut tidak ada satupun anggota keluarganya, sehingga mereka belum bisa kembali ke Bontang.

“Sesampai di rumah temannya di Kaliorang, orang tuanya tidak ada. Katanya mereka berdua tidak ada yang bawa HP, jadi pinjam HP orang di sana untuk menghubungi ibunya Rendy dan orang tua temannya,” tambahnya.

Setelah mengetahui anaknya berada di Kaliorang, tepatnya di Desa Bukit Makmur, Arbaenah langsung menghubungi Polres Bontang terkait keberadaan anaknya. Lalu pihak Polres Bontang yang menghubungi Polsek Kaliorang dan sigap mencari keberadaan Rendy.

“Lokasi mereka 17 kilometer dari Polsek.  Setelah ketemu jadi langsung dibawa,” ucapnya

Iptu Mandiyono menjelaskan, bahwa mereka sempat akan pulang setelah 17 Agustus, namun karena mereka masih sekolah, akhirnya dibujuk agar pulang secepatnya, mereka pun mengiyakan dan pulang pada Selasa (15/8/23) pagi ini.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tangkap Ikan Pakai Bom, Nelayan Bontang Kuala Terancam Hukuman Seumur Hidup

0
Tangkap Ikan Pakai Bom, Nelayan Bontang Kuala Terancam Hukuman Seumur Hidup
Pers rilis penangkapan nelayan menggunakan bom saat menangkap ikan. (Syakurah/Radarbontang)

BONTANG – Seorang oknum nelayan ditangkap pihak kepolisian karena kedapatan menggunakan bom untuk menangkap ikan. Hal ini diungkap saat pers rilis di Mako Polres Bontang, Selasa (15/8/23).

Pelaku berinisial DW (35) warga Kelurahan Bontang Kuala ditangkap, Senin (14/8/23) saat akan berangkat mencari ikan pada pukul 5.30 pagi.

Sehari sebelum penangkapan, warga setempat memberikan laporan, terdapat nelayan yang menggunakan bom untuk menangkap ikan.

“Setelah melakukan pengintaian, kami mendapatkan 3 pelaku, satu orang tersangka dan sisanya masih sebagai saksi mata,” beber Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prasetya melalui Kasat Polairud Polres Bontang, Iptu Khairul Umam.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 4 botol berberisi pupuk cantik dan bubuk pemicu, sumbu yang digunakan untuk mengaktifkan peledak, satu buah korek, satu perahu ketinting dan satu set alat selam.

Pelaku mengaku bahwa aksinya ini sudah dilakukan selama 3 bulan terakhir. DW sendiri melakukan pengeboman karena mata pencahariannya yang merupakan seorang nelayan.

“Saya harap tidak ada nelayan yang kembali menggunakan metode ini, karena berbahaya bagi biota laut dan diri sendiri. Bisa saja meledak saat membuat bom tersebut,” jelasnya.

Pelaku mempelajari pembuatan bom dari kerabat atau tentangga, dan pelaku menerapkan hal tersebut untuk mendapatkan tangkapan ikan yang lebih cepat.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam undang-undang darurat pasal 1 ayat satu dengan hukuman penjara seumur hidup.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Rendy, Remaja 17 Tahun yang Hilang Ditemukan di Kaliorang

0
Rendy, Remaja 17 Tahun yang Hilang Ditemukan di Kaliorang
Rendy Agipta (kaos coklat) di Polsek Kaliorang, Kutim. (ist)

BONTANG – Rendy Agipta, remaja berumur 17 tahun yang dilaporkan hilang dan meninggalkan rumah pada Sabtu (05/08/23) lalu, telah ditemukan di wilayah Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Informasi yang diterima redaksi dari Polres Bontang, Rendy telah berhasil ditemukan keberadaannya pada Senin malam (14/08/23). Rendy saat ini sudah berada di Polsek Kaliorang.

“Polres Bontang sudah berhasil menemukan keberadaannya di Kaliorang dan sudah dibawa ke polsek setempat,” ujar Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastya melalui Kasi Humas Iptu Mandiono.

Sebelumnya diberitakan, seorang ibu bernama Arbaenah mengumumkan kehilangan sang anak di media sosial. Dijelaskan kepada media ini, dirinya tak mengetahui kepergian anaknya yang bernama Rendy Agipta tersebut. Sang anak pergi Sabtu malam dan tak berpamitan kepada dirinya.

Berdasarkan keterangan dari rekan Rendy, Arbaenah mengatakan rekannya melihat anaknya bersama seorang temannya menggunakan motor dan diketahui hendak pergi ke Berau. Ia juga pergi dari rumah tanpa memberitahu keluarganya, sehingga setelah berhari-hari tidak pulang dan tidak ada kabar Arbaenah melaporkan ke Polisi.

Pewarta: Syakurah

Editor: Yusva Alam

Dorong Pemkot Cari Solusi Krisis Air Bersih, DPRD Kaji Anggaran Pembangunan WTP Baru di Kanaan

0
Dorong Pemkot Cari Solusi Krisis Air Bersih, DPRD Kaji Anggaran Pembangunan WTP Baru di Kanaan
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. (ist)

BONTANG – Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyoroti kondisi Bontang yang tengah menghadapi kondisi minimnya ketersediaan air bersih. Ia meminta pemerintah daerah agar terus mencari alternatif, walaupun sudah ada 2 solusi yang dikemukakan.

Diketahui, saat ini hanya ada dua opsi alternatif yang akan dilakukan oleh Pemkot Bontang. Walaupun terbilang masih minim progres.

Opsi pertama pemanfaatan void lubang tambang di lahan konsesi PT Indominco Mandiri, dan opsi kedua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Marangkayu.

Diungkapkan Wali Kota Bontang, Basri kedua opsi itu masih terkendala beberapa hal. Di antaranya, masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait kelayakan air void lubang tambang dan masalah pembebasan lahan SPAM di Marangkayu yang hingga saat ini masih belum selesai.

“Kalau nunggu 2 opsi itu pasti lama. Karena banyak prosesnya, mulai dari kajian volume, kualitas, dan kandungan dalam air perlu diperhitungkan. Tapi yang jelas semuanya pasti on progress,” ujar Andi Faizal.

DPRD Bontang dikatakannya tak berdiam diri. Pihaknya tengah mengkaji anggaran untuk pembangunan WTP baru di Kelurahan Kanaan, sebagai alternatif sementara percepatan solusi mengatasi ancaman krisis air bersih.

Percepatan proyek ini pun diinisiasi Pemprov Kaltim. Untuk kajian anggaran rencananya akan dialokasikan di APBD murni 2024 sekira Rp 25 miliar.

“Semoga bisa jadi solusi permasalahan krisis air di Bontang. Tinggal pembahasan Raperdanya dan akan dirinci kebutuhan-kebutuhan untuk ketersediaan sumber air masyarakat Bontang, terutama air bawah tanah,” tandasnya. (adv/al)

Sudah Diingatkan Tak Direspon, Turap Halaman Gereja Bethel Indonesia Akhirnya Longsor

0
Tak hanya halaman gereja. beberapa waktu lalu bagian atas bangunan pun juga mengalami longsor. (Yusva Alam)

BONTANG – Ambrolnya turap di Halaman Gereja Bethel Indonesia, di Jalan Sawi, Kelurahan Gunung Elai mendapat sorotan Anggota DPRD Bontang. Komisi III menyayangkan kondisi longsornya turap tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Bontang Amir Tosina mengatakan, sebelum longsor itu terjadi, pihaknya sudah meminta agar Pemkot Bontang melalui dinas terkait segera memperbaiki turap tersebut.  Hal itu dimintanya agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah.

“Saya sudah minta pemerintah perbaiki, karena waktu itu masih retak saja. Tapi gak ada respon. Sekarang sudah kejadian. Turapnya ambrol gimana coba,” ujar Atos sapaan akrabnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyayangkan lambannya respon pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat. Sehingga kerusakan pun tak dapat dihindari.

“Kalau sudah rusak parah gini, akan makin banyak biaya yang dikeluarkan pemerintah kan,” ungkapnya.

“Nanti kita undang Dinas PUPR, Pihak Kelurahan, RT, dan lainnya biar segera ditangani,” tegasnya.

Diketahui, turap di Halaman Gereja Bethel Indonesia, Jalan Sawi, Kelurahan Gunung Elai, diduga ambrol karena terkikis aliran air sungai. Sehingga tanah mengalami pergeseran.

Salah seorang warga yang juga pendeta Gereja Bethel Indonesia, Irwan Santoso khawatir akibat kerusakan ini, justru membahayakan warga, apalagi area tersebut sering dilewati oleh anak-anak.

“Untuk sementara sudah saya pasang ulin di pinggir, biar enggak semakin parah longsornya. Karena kan terkikis air terus,” terangnya. (adv/al)