Beranda blog Halaman 964

Beri Pembekalan Pengelolaan Kearsipan, Kerja keras Pemkot Bontang Berpeluang Dapatkan ANRI Award

0

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus melakukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip.

Di samping melalui pendampingan, monitoring evaluasi dan lomba Good Archival Governance Awards (GAGAS), kali ini Pemkot Bontang melalui kerjasama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) selaku Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kota Bontang menyelenggarakan pembekalan bagi 20 orang SDM arsiparis/pengelola arsip perangkat daerah.

Kegiatan ini menggandeng dan menghadirkan narasumber dari  Yayasan Bimtek Jaya Resky serta didukung tenaga ahli dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dilaksanakan selama 4 hari mulai 29 Januari hingga 01 Februari 2023.

Kepala BKPSDM Sudi Priyanto mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan yang dilaksanakan Pemkot Bontang dalam pengembangan SDM Aparatur khususnya di bidang kearsipan.

Konsep yang dilaksanakan adalah melalui proses pembelajaran oleh narasumber dengan memberi ruang sharing session  dalam bentuk berbagi pengetahuan, skill, atau pengalaman. Sharing session dilaksanakan oleh para pegawai arsiparis/pengelola arsip perangat daerah yang telah unggul dalam mengelola arsip, yang disampaikan kepada pegawai lainnya.

“Kita berharap dengan metode ini di samping ilmu pengetahuan juga dapat menularkan semangat dan motivasi kepada pegawai perangkat daerah lainnya sebagai motor penggerak dalam mengelola arsip, termasuk target keikutsertaan seluruh perangkat daerah pada GAGAS Award tahun 2023 ini,” beber Sudi.

Sementara, Kepala Bidang Kearsipan DPK Hapidah, SE dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas upaya yang dilaksanakan bersama BKPSDM.

Dikatakannya, tugas dan tanggungjawab dalam mengelola arsip harus didukung dengan kesiapan SDM. Baik secara kuantitas maupun kualitas, serta kelengkapan sarana prasarana dan tentu juga komitmen yang kuat dari seluruh jajaran di setiap perangkat daerah selaku unit kerasipan (UK2) bersama Unit Pengolah (UP)nya.

“Bahkan saat ini Pemerintah Kota Bontang juga sudah bersiap untuk menerapkan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi atau SRIKANDI, yang saat ini kami menunggu peluncuran dari ANRI. SRIKANDI ini merupakan penerapan dari arsip elektornik menuju satu data Indonesia,” bebernya.

Perwakilan ANRI Bapak Taufik Isnail mengungkapkan rasa salutnya kepada Pemkot Bontang. “Apa yang telah dilakukan dalam membangun tata kelola arsip sungguh luar biasa, dan ini memberikan peluang yang besar kepada Pemerintah Kota Bontang untuk menerima ANRI Award di tahun ini,” sebutnya.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati ini juga dirangkai dengan seremoni simbolis pemusnahan arsip BKPSDM dengan Jadwal Retensi Arsip (JRA) di bawah 10 tahun.

Dalam sambutannya Sekda menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pembekalan berupa bimbingan teknis pengelolaan arsip dinamis dan pengelolaan arsip elektronik ini, sebagai wadah berkumpul untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan kearsipan, sekaligus momen yang baik dalam menyatukan hati, tekad dan kebersamaan menuju Bontang yang lebih hebat dan beradab.

“Mari kita semua yang hadir di sini dapat menyimak materi yang disampaikan oleh bapak ibu narasumber. Jadikan sebagai penambah wawasan dan informasi. Semoga diskusi secara baik dan kontruktif terbangun sehingga menghasilkan ide-ide yang luar biasa dalam mewujudkan percepatan pencapaian target kinerja kita khususnya dalam bidang kearsipan,” pungkasnya. (adv)

Patroli Intensif Sasar Toko Emas, Cegah Aksi Kejahatan 3C

0
Salahsatu kegiatan patroli Polsek Bontang Selatan di toko emas. (Ist)

BONTANG – Untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Bontang Selatan intensif melaksanakan patroli dialogis.

Seperti dilakukan KSP Polsek Bontang Selatan, Aiptu Ary Setiawan bersama anggota jaga Muh Sulyadi. Melaksanakan patroli dengan sasaran meliputi  perbankan, toko emas di Pasar Berbas, dan tempat keramaian masyarakat serta objek vital lainnya di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan.

Patroli ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi kejahatan konvensional, seperti pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kota Bontang.

”Kegiatan patroli dan sambang kamtibmas, untuk antisipasi tindak kriminal di kantor perbankan dan toko emas, agar situasi aman dan kondusif,” ungkap Aiptu Ary Setiawan.

Aiptu Ary Setiawan menyebutkan, patroli di seluruh objek vital di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan sudah dilakukan baik pagi, siang, sore, dan malam.

Di kegiatan ini juga disampaikan imbauan kamtibmas kepada pemilik, karyawan, dan petugas keamanan toko emas, agar selalu waspada guna mengantisipasi terjadinya tindak kriminal.

”Kami imbau mereka agar waspada, pastikan kamera CCTV yang terpasang dalam kondisi aktif. Jika terjadi sesuatu sesegera mungkin menghubungi kantor kepolisian terdekat,” tuturnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kapolsek Bontang Selatan, AKP Abdul Khoiri mengungkapkan, polri berharap sinergitas dengan pihak toko emas dapat terjalin dengan baik.

“Segala informasi dapat segera disampaikan agar segera dapat ditindak lanjuti, sehingga bisa mencegah aksi kejahatan,” ungkapnya. (hms)

Gandeng Satpol PP, Polres Bontang Gelar Patroli Gabungan

0
Petugas gabungan dari personel Polres Bontang dan Satpol PP melakukan patroli gabungan KRYD. (ist)

BONTANG – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, petugas gabungan terdiri dari personel Polres Bontang dan Satpol PP terus melakukan patroli gabungan KRYD. Patroli ini menyasar tempat-tempat keramaian di wilayah kota Bontang, Sabtu (28/1/2023) malam.

Dipimpin Iptu Suhartanta selaku padal, petugas gabungan berpatroli dengan pusat-pusat kegiatan masyarakat dan tempat-tempat hiburan malam seperti Hotel Gembira dan Berbas Ujung (Prakla).

Di kegiatan patroli ini, petugas gabungan mengimbau kamtibmas secara humanis, kepada pengunjung agar tetap menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Bontang. Agar situasi tetap aman dan kondusif, serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui PS Kasi Humas, Iptu Mandiyono mengatakan, patroli gabungan ini merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan Polres Bontang.

“Malam ini kami melaksanakan patroli gabungan melibatkan unsur personil TNI-Polri dan Satpol PP,” kata PS Kasi Humas.

Iptu Mandiyono menambahkan, patroli gabungan yang dilaksanakan Polres Bontang bersama TNI dan Satpol PP bertujuan, untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai aksi tindak kejahatan maupun gangguan kamtibmas.

“Dilaksanakannya patroli gabungan ini diharapkan, situasi kamtibmas di kota Bontang tetap dalam keadaan aman dan kondusif. Dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,“ ungkap Iptu Mandiyono. (hms)

Naiknya Biaya Haji Karena Kapitalisasi Ibadah

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Kementerian Agama (Kemenag) Bontang hingga kini masih menunggu keputusan sah dari pemerintah pusat, mengenai kenaikan biaya haji pada tahun 2023 ini. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Bontang, Izzat Solihin.

Diketahui kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah diusulkan pemerintah sebesar Rp 69,1 juta untuk tahun 2023. Hal ini menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. (radarbontang, 25/1/2023)

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief membenarkan bahwa Arab Saudi menurunkan paket layanan haji 1444 H sekitar 30% dari harga yang mereka tetapkan tahun 2022. Menurutnya, penurunan paket haji itu juga sudah diperhitungkan dalam usulan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M yang disusun pemerintah.

Kemenag telah mengusulkan BPIH tahun ini naik dibanding 2022. Kenaikannya sebesar Rp514.888,02. Ini karena rata-rata BPIH yang diusulkan tahun ini adalah Rp98.893.909,11. Sedangkan, rerata BPIH 2022 sebesar Rp98.379.021,09.

Hilman menjelaskan,  itu terjadi karena perubahan skema prosentase komponen Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dan nilai manfaat. Pemerintah mengajukan skema yang lebih berkeadilan dengan komposisi 70% BPIH dan 30% nilai manfaat.

Pada 2023 dari total BPIH Rp98.893.909, diusulkan 30% atau Rp29 juta diambil dari komponen nilai manfaat (optimalisasi) dana haji BPKH. Sedangkan, sisanya 70% atau Rp 69 juta dari uang jemaah haji. Jika jemaah sudah membayar setoran awal Rp 25 juta saat pendaftaran, maka Rp69 juta dikurangi Rp25 juta, atau Rp44 juta yang wajib dilunasi.

Kapitalisme membuat Penguasa Menjadi Pengusaha

Mahalnya biaya haji di Indonesia tidak terlepas dari sistem hidup atau ideologi yang diterapkan hari ini, yakni kapitalisme sekularisme. Dampaknya, akan memengaruhi pola pikir dan pola sikap penguasa negeri-negeri muslim. Asasnya adalah materi, standar kebahagiaannya adalah materi. Maka, pelayanan publik juga dikomersilkan, seperti pendidikan, kesehatan, bahkan ibadah haji.

Penguasa yang seharusnya menjadi pelayan rakyat, berubah menjadi pengusaha yang pertimbangannya untung rugi. Mahalnya biaya haji, misalnya, hanyalah dampak dari rantai kepentingan kapitalis dalam urusan haji.

Ibadah haji dalam pandangan kapitalisme adalah peluang bisnis dan peluang pasar yang kemudian dieksploitasi, mulai dari bisnis transportasi, perhotelan, katering, sampai jasa perizinan, termasuk jasa pembimbingan, dan lainnya yang serba komersil.

Begitu juga tentang panjangnya antrian haji. Sejak lembaga perbankan berbisnis dana talangan haji, masyarakat yang belum punya uang dengan mudah mendapatkan nomor porsi.

Sistem Islam

Dibandingkan dengan sejarah penyelenggaraan haji dalam sistem Islam. Betapa besar perhatian dan pelayanan antara kepala negara kepada jemaah haji dari berbagai negara. Mereka dilayani sebaik-baiknya sebagai tamu-tamu Allah tanpa ada unsur bisnis. Hanya untuk melayani, jauh dari konteks investasi atau mengambil keuntungan dari ibadah haji. Semua merupakan kewajiban yang harus dijalankan negara.

Ada beberapa langkah yang dilakukan Kepala Negara Islam dalam melayani jemaah haji. Pertama, Amirul Mukminin (Kepala Negara) menunjuk pejabat khusus untuk memimpin dan mengelola pelaksanaan haji dengan sebaik-baiknya. Mereka dipilh dari orang-orang bertakwa dan cakap dalam memimpin.

Kedua, jika negara harus menetapkan biaya penyelenggaraan haji, maka nilainya akan disesuaikan dengan biaya yang dibutuhkan oleh para jamaah berdasarkan jarak wilayahnya dengan Tanah Haram (Makkah-Madinah), serta akomodasi yang dibutuhkan selama pergi dan kembali dari tanah suci.

Dalam penentuannya, paradigma Negeri Islam adalah mengurus urusan jamaah haji dan umrah. Bukan paradigma bisnis, untung dan rugi. Kepala Negara Islam juga akan membuka opsi, yakni rute darat, laut, dan udara. Masing-masing dengan konsekuensi biaya yang berbeda.

Ketiga, kepala negara berhak mengatur kuota haji dan umrah. Dengan itu, keterbatasan tempat tidak menjadi kendala bagi para calon jamaah haji dan umrah. Dalam hal ini, kepala negara memperhatikan, kewajiban haji hanya berlaku sekali seumur hidup dan hanya berlaku bagi mereka yang memenuhi syarat dan berkemampuan. Bagi calon jamaah yang belum pernah haji, sedangkan sudah memenuhi syarat dan berkemampuan, maka mereka akan diprioritaskan.

Keempat, kepala negara akan menghapus visa haji dan umrah. Karena, di dalam sistem Islam, kaum Muslim berada dalam satu kesatuan wilayah. Tidak tersekat-sekat oleh batas daerah dan negara, seperti saat ini.

Seluruh jamaah haji yang berasal dari berbagai penjuru dunia Islam bisa bebas keluar masuk Makkah-Madinah tanpa visa. Mereka hanya perlu menunjukkan kartu identitas, bisa KTP atau paspor. Visa hanya berlaku untuk kaum muslim yang menjadi warga negara kafir, baik kafir harbi hukman maupun fi’lan.

Kelima, kepala negara akan membangun berbagai sarana dan prasarana untuk kelancaran, ketertiban, keamanan dan kenyamanan para jamaah haji. Dengan begitu faktor-faktor teknis yang mengganggu, atau menghalangi pelaksanaan ibadah haji dapat disingkirkan sehingga dapat tercapai.

Pada masa Khilafah Utsmaniyah, Sultan ‘Abdul Hamid II membangun sarana transportasi massal dari Istanbul, Damaskus, hingga Madinah untuk mengangkut jamaah haji yang dikenal sebagai Hijaz railway.

Sebelum Khilafah Utsmaniyah, Khalifah ‘Abbasiyyah, Harun ar-Rasyid, membangun jalur haji dari Irak hingga Hijaz (Makkah-Madinah), termasuk membangun saluran air yang menjamin jamaah haji tidak kekurangan air sepanjang perjalanan. Di masing-masing titik dibangun pos layanan umum, yang menyediakan logistik, termasuk dana zakat bagi yang kehabisan bekal.

Keenam, pada masa pandemi atau wabah, kepala negara berusaha tetap menyelenggarakan haji dengan melakukan penanganan sesuai protokol kesehatan seperti menjamin sanitasi, menjaga protokol kesehatan selama pelaksanaan haji, pemberian vaksin bagi para jamaah haji, sarana kesehatan yang memadai, juga tenaga medis yang memadai.

Kepala Negara tidak akan menutup pelaksanaan ibadah haji, tetapi akan melakukan 3T (testing, tracing, treatment/pengetesan, pelacakan dan perlakuan) sesuai protokol kesehatan pada warga.

Mereka yang terbukti sakit akan dirawat sampai sembuh. Mereka yang sehat tetap diizinkan beribadah haji. Menutup pelaksanaan haji dan umrah adalah tindakan yang keliru karena menghalangi orang yang akan beribadah ke Baitullah.

Prinsip Pelayanan

Semua aktivitas itu dilakukan dengan prinsip ri’ayah (pelayanan), bukan bersifat komersil atau mengambil keuntungan dari jamaah. Berbeda dengan hari ini. Pengurusan haji diurus oleh negara masing-masing tanpa ada kesatuan pelayanan karena tiada kesatuan kepemimpinan. Akibatnya, sering muncul konflik kepentingan seperti pembagian kuota, komersialisasi hotel, tiket, katering, dan lainnya.

Maka, penjagaan terhadap rukun Islam dan aturan lainnya secara sempurna akan terjadi dalam Sistem Islam yang merupakan kepemimpinan umum kaum muslim yang menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Wallahualam

Manasik Haji Sepanjang Tahun 2022, Siapa yang Boleh Ikut?

0
Salahsatu manasik haji yang pernah diadakan di Kemenag Bontang. (ist)

BONTANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bontang selalu membantu persiapan para jamaah haji sebelum keberangkatan. Salahsatu bekal utama yang diberikan, jauh sebelum keberangkatan adalah manasik haji.

Diungkapkan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Najamuddin Tamini, Kemenag selalu mengadakan manasik haji jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Bahkan terhitung 1 tahun sebelum keberangkatan, manasik sudah rutin digelar.

Seperti persiapan Kemenag Bontang untuk keberangkatan jamaah haji tahun 2023 ini. Kemenag sudah mengadakan manasik sepanjang tahun 2022 kemarin.

“Yang bisa ikut manasik haji di sepanjang tahun 2022, hanya jamaah yang sudah diestimasi akan berangkat tahun 2023 dan 2024,” ungkap Najamuddin saat diwawancara Radarbontang.com beberapa waktu lalu.

Disebutkannya, kepastian keberangkatan jamaah haji lantaran sesuai daftar tunggu. Dari daftar tunggu tersebut dapat dipastikan siapa saja yang bakal berangkat ke tanah suci tahun 2023 dan 2024 mendatang.

Tak cukup pelaksanaan manasik sepanjang tahun 2022, bahkan mendekati waktu keberangkatan, para jamaah akan kembali mengikuti manasik.

“Nanti pas dekat waktu berangkat jamaah akan ikut manasik lagi. Sebagai pemantapan sebelum bertolak ke tanah suci,” bebernya.

Sekedar informasi, mengutip dari Kumparan.com disebutkan manasik haji adalah sebuah praktik pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan rukun-rukunnya. Dalam kegiatan ini, calon jemaah haji akan dilatih tentang tata cara pelaksanaan haji yang akan ditunaikan. Mulai dari rukun, persyaratan, wajib, sunnah haji maupun hal-hal yang dilarang selama pelaksanaan haji.

Dijelaskan dalam buku Panduan Pintar Haji & Umrah terbitan Qultum Media, umumnya manasik dilakukan 8-12 minggu sebelum keberangkatan, dan biasanya dipandu oleh ustad, ustadzah, dan muthowif (pemandu). Pelaksanaan manasik bertujuan membantu calon jemaah memahami tata cara dan alur ibadah haji sebelum melakukan haji sebenarnya.

Selain itu, para jemaah juga akan mempelajari budaya, bahasa, dan kondisi alam di Arab Saudi. Dengan begitu, kecil kemungkinan ibadah haji yang dilakukannya akan rusak atau batal, sehingga tidak perlu lagi mengulangi di musim haji berikutnya. Karenanya, sangat dianjurkan sekali bagi calon jemaah untuk mengikuti manasik haji. (al)

Mati Listrik di Pasar Telihan, Nursalam: OPD Terkait Segera Tuntaskan!

0
Sebagian area di Pasar Telihan gelap beberapa minggu terakhir. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, segera menyelesaikan permasalahan mati listrik di Pasar Taman Telihan. Lantaran kondisi mati listrik ini sudah terjadi beberapa minggu terakhir.

Menurut Salam sapaan akrabnya, listrik merupakan salahsatu fasilitas umum yang harus menjadi prioritas utama. Tanpa adanya listrik, akan kesulitan melakukan berbagai aktivitas. Salahsatunya dapat memberikan penerangan utamanya di malam hari.

“Saya belum tahu apakah di OPD terkait sudah ada anggaran untuk mengatasi kondisi ini. Tapi yang pasti saya minta OPD terkait segera menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya mengomentari kondisi yang mengakibatkan gelapnya sebagian area di Pasar Telihan.

Diinformasikan sebelumnya, sudah beberapa minggu lamanya sebagian area Pasar Taman Telihan gelap gulita akibat mati listrik. Perbaikan belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu alat yang rusak datang.

Teknisi Listrik Pasar Taman Telihan, Ismail menjelaskan kalau kondisi mati listrik itu terjadi tepat, Jumat (6/1/2023) lalu.

“Area yang gelap yaitu di lorong gedung dan jalan masuk keluar pasar. Seluruh lampu tidak bisa nyala karena aliran listrik terputus,” beber Ismail.

Ia tidak bisa menjelaskan penyebab pastinya mati listrik itu. Menurutnya ada 2 kemungkinan. Pertama karena terjadi trouble antara kilometer milik kios pedagang dengan instalasi listrik gedung pasar.

“Mungkin waktu itu ada perbaikan listrik di salahsatu kios pedagang. Terjadi tabrakan antara instalasi kios dan gedung pasar,” katanya menduga.

Kemungkinan kedua karena alat bernama handle switch power milik gedung pasar dalam kondisi rentan, sehingga mudah korslet.  “Biasa, mungkin karena alatnya sudah tua, sehingga rentan korslet,” ujarnya.

Akibat korsleting listrik ini power suply induk milik gedung pasar rusak terbakar. Mengakibatkan lampu-lampu penerangan di area gedung pasar tak dapat menyala. “Tinggal nunggu alatnya itu datang baru bisa perbaikan. Perkiraan datang sekira dua minggu pengiriman,” pungkasnya. (al)

Andi Harun Larang Kadernya Bahas Pilkada, Instruksikan Fokus Pemilu 2024

0

BONTANG – Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim Andi Harun melarang kader Gerindra memikirkan Pilkada 2024. Wali Kota Samarinda ini meminta, pengurus Gerindra saat ini untuk fokus memenangkan Pemilu 2024.

“Pilkada 2024 masih lama, kita sekarang fokus dulu untuk Pemilu, Pileg, dan Pilpres 2024. Saya minta seluruh kader Gerindar memikirkan bagaimana melakukan strategi untuk memenangkan Pemilu 2024,” beber Andi Harun di sela meresmikan Rumah Rakyat Partai Gerindra di Jalan MH Thamrin Bontang, Tanjung Limau, Sabtu (28/1) malam.

Lebih jauh Andi Harun mengungkapkan bahwa Pilkada yang diperkirakan digelar November 2024 jaraknya masih jauh dengan Pemilu pada 14 Februari 2024.

“Bukannya kami tidak mau memikirkan Pilkada. Tapi nanti ada saatnya Partai Gerindra membicarakan Pilkada. Pembahasannya akan dilakukan secara nasional, setelah kita tahu hasil pemilu,” sebunya. “Jadi instruksi ini bukan hanya untuk di Bontang, tapi juga di seluruh wilayah Kaltim,” sambungnya.

RESMIKAN RUMAH RAKYAT

DPC Partai Gerindra Kota Bontang meresmikan kantor di Jalan MH Thamrin, Kelurahan Bontang Baru, Sabtu (28/1/2023) malam.

Dalam kegiatan peresmian kantor Gerindra dengan nama ‘Rumah Rakyat’ ini, juga penyaluran bantuan sembako 300 bingkisan kepada warga. Pemberian sembako ini sebagai bentuk rasa syukur atas kehadiran kantor baru.

Peresmian ini ditandai pemotongan pita Ketua DPD Kaltim Andi Harun, bersama Wali Kota Bontang Basri Rase dan Wakil Walikota Najirah. Hadir dalam peresmian ini, Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Seno Aji, Ketua DPC Gerindra Bontang Agus Harus, dan jajaran pegurus DPD maupun DPC Gerindra Bontang.

Ketua DPC Gerindra Bontang, Agus Haris mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pembangunan kantor baru selama dua tahun sejak peletakan batu pertama.

Sumber dana pembangunannya berasal dari bantuan dana kolektif anggota maupun pengurus DPC dan DPD Partai Gerindra. Termasuk pinjaman Rp 150 juta dari Bank Kaltimtara. “Ini ditanggung kolektif tiga DPRD Gerindra di dewan,” ucapnya dalam sambutannya.

Menurutnya Kantor Partai Gerindra ini merupakan rumah rakyat. Dengan tujuan, kantor ini bisa mudahkan masyarakat agar bisa menyampaikan langsung keluhan ke Partai Gerindra.

“Ini kita sebut rumah rakyat. Agar segala kegiatan partai maupun keluhan masyarakat bisa tersampaikan langsung lewat sekretariat,” tegasnya. (mk)

Tambah Fasilitas, MPP Diguyur Rp 3,2 Miliar

0
Kunjungan lapangan Komisi II ke MPP beberapa waktu lalu. (Yusva Alam/radarbontang.com)

BONTANG – Berdasarkan hasil rapat evaluasi, salahsatu penyebab sepinya Mal Pelayanan Publik (MPP) lantaran kondisi panas di dalam ruangan dan kurangnya fasilitas penunjang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) selaku leading sektor, Asdar Ibrahim.

Dikatakan Asdar, rapat evaluasi telah dilakukan membahas sepinya MPP. Walaupun sudah berjalan 3 bulan sejak diresmikan Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi, Selasa (11/10/2022) lalu.
“Panasnya ruangan dan kurangnya fasilitas memang sering dikeluhkan. Untung aja hari ini dingin karena di luar sedang hujan,” ujar Asdar kepada awak media beberapa waktu lalu.

Dari hasil rapat evaluasi, akan dilakukan penataan ulang terhadap ruang MPP yang terletak di lantai 4 Gedung Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin). Proses perencanaan ulang desain interior juga sudah dilakukan.

Guna mengatasi panasnya ruangan dan kurangnya fasilitas telah dianggarkan Rp 3,2 M. Anggaran itu digunakan untuk pembelian seluruh sarana prasarana yang telah dimasukkan dalam perencanaan desain interior. Seperti pembelian AC dan kipas angin.

Angka Rp 3,2 M itu tidak termasuk anggaran untuk pengadaan lift. Untuk pengadaan lift sudah disiapkan Rp 5 M. Dikatakan Asdar, untuk menemukan solusi sepinya MPP ini, seluruh OPD yang ada mencoba berbagi peran.

Seperti misalnya untuk masalah desain interior ditangani oleh Disperindagkop, lalu masalah fisik ditangani oleh Dinas PU, dan lain sebagainya. “Kami coba berbagi supaya tidak hanya satu OPD yang bertanggung jawab. Di MPP ada semua OPD,” ungkapnya. (al)

Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan Akibat Sekulerisme

0
Emirza, M.Pd

Emirza, M.Pd
(Pemerhati Sosial)

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah permasalahan yang serius saat ini. Masih banyak korban yang tak mau melapor. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Aji Erlynawati saat menghadiri seminar keluarga oleh Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bontang (Kapasisbon), beberapa waktu lalu.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah yang sangat serius di seluruh dunia. Kekerasan dapat datang dalam berbagai bentuk, termasuk fisik, seksual, psikologis, dan ekonomi. Ini adalah masalah yang harus ditangani dengan serius oleh pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait,” ucapnya dalam seminar bertema ‘Antisipasi dan Penanganan Kekerasan sebagai Ruang Aman pada Perempuan dan Anak di Kota Bontang.’ (radarbontang.com, 23/1/2023)

Berdasarkan Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), pada 1 Januari hingga 9 Desember 2021, terdapat 7.693 kasus kekerasan terhadap perempuan. Sebanyak 73,7% merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ada 10.832 kasus kekerasan terhadap anak yang didominasi oleh kasus kekerasan seksual, yaitu sebanyak 59,7%.
Direktur LBH APIK Jakarta Siti Mazuma mengungkapkan, berdasarkan catatan akhir tahun (Catahu) LBH Apik Jakarta, sepanjang 2021 terdapat 1.321 aduan kasus yang masuk. Ini meningkat drastis daripada 2020 (1.178 kasus).

“Dari total pengaduan yang masuk, kekerasan berbasis gender online (KBGO) menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan, yakni 489 kasus. Disusul kasus kekerasan dalam rumah tangga 374 kasus, tindak pidana umum 81 kasus, kekerasan dalam pacaran 73 kasus, dan kekerasan seksual dewasa 66 kasus,” ungkap Zuma. (11/12/2021).

Darurat Kekerasan
Negeri ini sudah darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Banyak pihak berusaha menyelesaikan permasalahan ini. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga meminta semua pihak mendukung upaya KPPPA terkait kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak tidak akan mencapai hasil optimal tanpa adanya payung hukum (11/12/2021).

Fenomena seks bebas berujung kehamilan lalu berakhir kekerasan menjadi persoalan yang harus di perhatikan. Terlebih jumlahnya bukan menurun melainkan terus bertambah. Hal ini menimbulkan keresahan bersama.

Fenomena seks bebas ibarat ‘gunung es’ yang hanya terlihat sedikit tetapi faktanya generasi di Indonesia karena gaya pacarannya bebas dan ternyata banyak yang melakukan seks bebas. Sebuah hasil survei lengkap Durex Reckitt Benkinser RB Indonesia menyatakan pada responden anak muda usia 18-20 tahun, 33 persen telah melakukan aktivitas seksual.

Ini menunjukkan pergaulan bebas remaja bebas kebablasan dan tidak peduli dengan syariat dianggap hal yang biasa. Artinya betapa rusak moral generasi muda saat ini padahal zina adalah perbuatan dosa besar tetapi dianggap remeh. Kurangnya kontrol dan komunikasi orang tua, lingkungan pergaulan, gaya hidup, dan kurangnya sosialisasi dianggap menjadi penyebab maraknya zina.

Sistem pendidikan sekuler yang diterapkan saat ini juga ada pengaruhnya. Diakui atau tidak, sistem pendidikan saat ini berusaha menjauhkan Islam dari kehidupan. Jadi walaupun pendidikan agama diajarkan, itu hanya sebatas formalitas saja. Sehingga, Islam dipelajari tetapi tidak dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Justru agama dianggap sebagai penghambat kemajuan.

Masyarakat juga kurang mengontrol pergaulan saat ini. Hukum yang berlaku di negeri ini memandang seks bebas bukan tindakan kriminal yang bisa diperkarakan selama dilakukan suka sama suka, tanpa paksaan dan selama tidak ada pengaduan. Akibatnya, meski berbagai program dan solusi telah diupayakan untuk menghentikan seks bebas tetapi faktanya adalah kegagalan. Seks bebas masih ada di tengah remaja.

Akar Masalah
Semua pihak menginginkan persoalan seks bebas segera dihentikan. Tetapi sayangnya, solusi yang ditawarkan berpijak pada ide kebebasan dan ide hak reproduksi. Maka ide ini menuntun siapa saja untuk memandang bahwa aktivitas seksual adalah hak yang tak bisa dilarang.

Akibatnya, seks di luar nikah tidak dianggap salah. Maka melahirkan solusi yang menyesatkan seperti ‘pacaran sehat’, ‘pekan kondom nasional’, ‘setia kepada pasangan’ (termasuk pasangan bebas), menerapkan strategi edukasi kesehatan reproduksi (kespro) kepada anak-anak sejak usia dini, menempel iklan tata cara aborsi yang benar di jalan raya dan lain lain. Jangankan menghentikan seks bebas, malah menimbulkan permasalahan baru yaitu kekerasan dalam pacaran dan kasus lainnya.

Seks bebas di kalangan remaja tidaklah terjadi dengan sendirinya. Penyebab utama maraknya seks bebas adalah karena penerapan sistem kapitalisme sekuler yang mengagungkan kebebasan individu dalam hal berperilaku dan beragama. Kebebasan individu lahir dari pemahaman sekularisme yang meniadakan peran Sang Pencipta untuk mengatur kehidupan. Manusialah yang berhak membuat peraturan.

Pemikiran mendasar inilah yang menjadi dasar hukum seseorang berperilaku bebas semau yang diinginkan, seperti seks bebas tanpa batas.

Maraknya kekerasan seksual terhadap perempuan karena tidak adanya perlindungan terhadap perempuan, baik dalam negara, masyarakat, maupun keluarga. Ini karena minimnya pemahaman tentang kewajiban negara, masyarakat, ataupun anggota keluarga, dan tidak berlakunya aturan baku di tengah-tengah umat. Ini karena umat Islam berada dalam cengkeraman sistem sekuler kapitalisme yang mengakibatkan kaum muslimin kehilangan gambaran nyata tentang kehidupan Islam yang sesungguhnya.

Islam yang seharusnya menjadi landasan berpikir dan bertingkah laku, tergantikan oleh pemikiran sekuler kapitalistik. Maka, saat ini yang mendominasi umat adalah kehidupan sekuler kapitalistik.

Corak kehidupan ini membuat kaum muslimin tidak mampu menyelesaikan dengan tuntas segala permasalahan. Jika kaum muslimin mau memahami Islam, hanya Islam yang memberikan jawaban tuntas terhadap permasalahan apa pun, termasuk permasalahan kekerasan terhadap remaja.

Solusi dalam Islam
Sistem Islam memiliki aturan yang lahir dari Yang Maha Mengetahui maka seluruh persoalan makhluk-Nya dapat diselesaikan dengan memuaskan. Karena aturan Islam sesuai fitrah manusia dan memuaskan akal sehingga akan menenteramkan jiwa. Dengan menerapkan aturan-aturan Allah, manusia akan mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari bahaya.

Dalam Islam, Negara bertanggung jawab menerapkan aturan Islam secara utuh untuk mengatur seluruh urusan umat. Umat akan mendapatkan jaminan keamanan dan kesejahteraan secara adil dan merata. Semua ini bisa terlaksana jika aturan Islam diterapkan secara keseluruhan dalam sebuah institusi Negara yang menjadikan akidah dan syariat Islam sebagai dasarnya .

Negara akan mencegah segala hal yang melemahkan akidah dan kepribadian kaum muslimin. Dengan menerapkan tiga pilar, yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan peran negara, umat manusia akan tercegah dari perbuatan maksiat, termasuk pelecehan dan kekerasan seksual.

Islam menetapkan bahwa “terjaganya kehormatan perempuan” bukan hanya tanggung jawab keluarganya. Masyarakat dan negara juga memiliki tanggung jawab. Maka, upaya mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan bisa terwujud dengan tiga pilar ini.

Pilar pertama, ketakwaan individu dan keluarga. Ketakwaan akan mendorong seseorang untuk selalu terikat aturan Islam secara keseluruhan. Keluarga juga wajib menerapkan aturan di dalamnya, seperti memisahkan tempat tidur anak sejak usia tujuh tahun, membiasakan menutup aurat dan tidak mengumbar aurat, tidak berkhalwat, dan sebagainya. Aturan ini akan membentengi individu umat dari bermaksiat. Berbekal ketakwaan juga, seseorang akan tercegah dari bermaksiat.

Pilar kedua, kontrol masyarakat. Ini akan menguatkan individu dan keluarga. Kontrol ini diperlukan untuk mencegah berbagai rangsangan di lingkungan masyarakat. Jika masyarakat beramar makruf nahi mungkar, tidak memfasilitasi dan dijauhi semua bentuk kemungkaran, tindakan asusila, pornoaksi, dan pornografi, maka rangsangan dapat dicegah.

Pilar ketiga, peran negara. Islam mewajibkan negara menjamin kehidupan yang bersih dari kemungkinan berbuat dosa. Negara menjaga agama dan moral, juga menghilangkan hal yang dapat merusaknya, seperti pornoaksi atau pornografi, minuman keras, narkoba, dan sebagainya.

Dalam Islam, negara adalah satu-satunya institusi yang dapat melindungi perempuan dan mengatasi persoalan kekerasan terhadap perempuan secara sempurna. Rasulullah saw. bersabda terkait tanggung jawab pemimpin negara, “Imam adalah pengurus dan ia akan diminta pertanggungjawaban terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad)
Negara adalah pelaksana utama penerapan syariat Islam. Maka, negara berwenang memberikan sanksi tegas bagi pelaku tindak kejahatan dan kekerasan seksual.

Negara akan menerapkan aturan sosial yang bersih melalui aktivitas dakwah dan pendidikan sehingga setiap anggota masyarakat memahami tujuan hidup dan makna kebahagiaan hakiki.

Maka, secara otomatis semua ini akan menghindarkan ummat manusia melakukan berbagai tindakan kemaksiatan, termasuk kekerasan seksual terhadap perempuan. Sudah seharusnya kita sebagai muslim menyandarkan penyelesaian kepada aturan Islam saja.

Syariat Islam akan melindungi perempuan, bahkan siapa pun dari segala bentuk kekerasan. Dengan tiga pilar penegakan hukum Islam tersebut, aturan Islam dapat terwujud secara sempurna. Wallahualam. (**)

Warga Miskin Bontang di Tahun 2021 ke 2022 Turun 20 Orang

0
Ilustrasi

BONTANG – Angka penduduk miskin di Kota Bontang tahun 2022 mengalami penurunan 0.08 persen dibandingkan tahun 2021. Hal itu disampaikan Pemkot Bontang di rapat koordinasi dalam rangka penanggulangan kemiskinan di Kota Bontang, Jumat (27/1/2023) kemarin di Auditorium 3 Dimensi.

Kondisi penduduk miskin di Kota Bontang saat ini mengalami penurunan sebesar 0,08 persen, dari 4,54 persen atau 8,41ribu penduduk miskin di tahun 2021 menjadi 8,39 ribu di tahun 2022.

Artinya, pada tahun 2021 Bontang memiliki warga miskin sebanyak 8.410 orang. Sedangkan di tahun 2022 Bontang memiliki 8.390 warga miskin. Hanya berkurang 20 orang saja.

“Meski angka kemiskinan turun 0,08 persen hal itu sangat patut disyukuri. Karena untuk mengentas masalah kemiskinan bukanlah hal yang mudah,” tegas Wali Kota Bontang, Basri Rase mensyukuri pencapaian tersebut.

Dikatakannya, pengaruh turunnya angka kemiskinan disebabkan meningkatnya geliat ekonomi masyarakat pasca pandemi covid-19. Sehingga angka pengangguran di Bontang pun turut mengalami penurunan.

“Ini adalah salah satu hasil dari program yang kita galakkan pada tahun 2022. Seperti peningkatan SDM melalui dana RT dan juga peningkatan UMKM. Semoga kita semua dimampukan untuk mengentaskan kemiskinan di Kota Bontang,” harapnya.

Ke depannya Pemkot Bontang akan terus berupaya dan menargetkan turun sebesar di 3 persen di tahun 2023.

“Kita menargetkan angka kemiskinan turun sebanyak 3 persen. Pos anggaran pun telah disiapkan di masing-masing instansi seperti bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan sebagainya untuk mengentas masalah kemiskinan,” ucapnya.

Berbagai upaya akan dilakukan untuk percepatan pengurangan kemiskinan, seperti; peningkatan kualitas dan kemiskinan, pengembangan kelompok usaha masyarakat melalui program stimulan rt, pemberian bantuan makanan siap santap bagi lansia miskin dan terlantar, pelayanan dokter kunjung bagi pasien jompo dan miskin, pemberian stimulan dana kesehatan bagi masyarakat peserta penerima upah/bukan pekerja yang didaftarkan oleh pemerintah daerah, menguatkan kerjasama pelatihan, pemagangan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja serta mengembangkan entrepreneurship dan ekonomi kreatif. (hms)