Beranda blog Halaman 986

Cegah Risiko Data Pribadi Bocor, Kapolres Ingatkan Tak Cetak Kartu Vaksin 

0
AKBP Hamam Wahyudi (Bams/Media Kaltim)

BONTANG  – Untuk menghindari risiko terjadinya kebocoran data pribadi, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi menyarankan masyarakat, agar tidak mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu. Secara hukum, kata dia, tidak ada yang dilanggar bagi pembuat kartu vaksin dalam bentuk fisik.

Namun ketika terdapat unsur mengubah atau memalsukan identitas seseorang, maka hal tersebut bisa terancam pidana. “Tidak perlu dicetak. Sekarang masyarakat dianjurkan mengakses dengan aplikasi saja,” pesannya, (31/8/2021).

Kapolres menegaskan, oknum yang kedapatan memalsukan atau menyalahgunakan identitas orang lain, akan terancam maksimal 6 tahun penjara. Hal itu diatur dalam Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan dan penggunaan identitas palsu. Selain itu, pelaku juga akan terkena jeratan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) tentang penyalahgunaan data seseorang. “Akan kami proses secara hukum apabila terjadi pemalsuan data pribadi. Tidak ada tawar menawar,” tegasnya.

Sebagai informasi, belakangan ini marak jasa yang menawarkan percetakan kartu vaksin. Tarifnya berkisar antara Rp 10-20 ribu per kartu. Apalagi dengan adanya persyaratan sudah vaksin ketika akan melakukan perjalanan, membuat peluang bisnis tersebut banyak dilirik sebab dengan dicetak seperti kartu, akan lebih mudah dibawa kemana-mana. (bms)

Kaltim Melandai Kapan Tidak Merah, Hanya 5M, 3T, dan Vaksinasi Jawabannya

0

Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur terus menunjukan tren melandai. Sayangnya fakta ini belum membuat Benua Etam keluar dari daftar “provinsi merah” atau PPKM level 4.

Kaltim, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung tercatat menjadi 4 provinsi terakhir di luar Jawa-Bali yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memaparkan hasil evaluasi penerapan PPKM Jawa-Bali pada Senin (30/8/2021).

Airlangga mengatakan, evalusi PPKM non Jawa-Bali memang baru diumumkan pada 6 September mendatang. Namun untuk mendorong daerah lebih giat menangani permasalahan Covid-19, dirinya tetap mengumumkan perkembangan mutakhir level PPKM di seluruh Indonesia.

“Pada 18 Agustus terdapat 7 provinsi dengan PPKM level 4, turun jadi 4 provinsi pada 28 Agustus 2021, yakni tinggal Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Kaltim,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Mengacu evaluasi PPKM luar Jawa-Bali pada 23 Agustus, disebutkan 5 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim masih menerapkan PPKM level 4, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, dan Samarinda. Posisi ini sama persis dengan evaluasi dua pekan sebelumnya, yang menempatkan kelimanya di daftar daerah PPKM level tertinggi.

Data Satgas Covid-19 Kaltim sampai 30 Agustus 2021 justru menunjukan, kasus positif di 5 daerah merah itu relatif menurun. Balikpapan 58 kasus baru, menyusul kemudian Kutai Kartanegara 63 kasus, Kutai Timur 48 kasus, Paser 13 kasus, dan Samarinda 12 kasus baru.

Sementara 5 daerah lain yang kini menerapkan PPKM level 3, beberapa diantaranya justru naik kasusnya, yakni Berau 28 kasus positif baru, Kutai Barat 38 kasus, Mahulu 3 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 16 kasus, dan tertinggi di Kaltim dengan penambahan 64 kasus dalam sehari, terjadi di Kota Bontang. Total selama 30 Agustus di Kaltim terjadi penambahan kasus positif sebanyak 344 kasus dalam waktu 24 jam.

Sepekan sebelumnya atau 23 Agustus 2021, penambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim mencapai 487 kasus. Sedangkan penambahan kasus harian di Balikpapan sebanyak 98 kasus, Kutai Kartanegara 90 kasus, Kutai Timur 47 kasus, Paser 39 kasus, dan Samarinda 29 kasus.

Adapun kabupaten/kota level 3 yaitu Berau 43 kasus, Kutai Barat 37 kasus, Mahulu 1 kasus, PPU 20 kasus, dan Bontang 83 kasus. Dari data tersebut bisa disimpulkan, kabupaten/kota yang memiliki mobilitas tinggi dan daerahnya memiliki aktivitas migas dan batu bara, seperti Baikpapan, Kukar, Kutim, dan Bontang, kasusnya cenderung fluktuatif.

Sedangkan Samarinda yang merupakan ibu kota Kaltim, justru penambahan kasus positifnya menurun. Tak heran, Airlangga sempat menyebut Samarinda sebagai satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia dengan tren mobilitas masyarakat kurang dari 10%.

Yang mengagetkan, selang sehari setelah Airlangga memaparkan evaluasi penerapan PPKM Jawa-Bali, jumlah kasus Covid-19 di Kaltim naik tajam. Di Kaltim sampai 31 Agustus 2021 terjadi penambahan 548 kasus.

Kukar menempati daerah penyumbang kasus terbanyak dalam sehari yaitu 110 kasus, menyusul kemudian Berau 99 kasus baru, Bontang 76 kasus, Balikpapan 73 kasus, Samarinda 54 kasus, Kutai Timur 46 kasus, Paser 42 kasus, Kubar 28 kasus, PPU 16 kasus, dan Mahulu bertambah 4 kasus.

Sementara jumlah penambahan pasien sembuh sebanyak 809 orang, sedangkan pasien meninggal berjumlah 8 orang. Agar tak menjadi korban Covid-19 berikutnya, juru bicara Pemprov Kaltim untuk Penanganan Covid-19 Andi Muhammad Ishak meminta masyarakat tak kendor menerapkan 5M dan 3T.

“Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, ditambah testing, tracing, dan treatment serta vaksinasi,” ucapnya. (prs)

Instens Patroli PPKM, Sopir-Penumpang Bus Diingatkan Taat Prokes

0
Patroli PPKM gabungan di Terminal kilometer 6, Kelurahan Gunung Telihan (ist)  

BONTANG – Patroli gabungan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, kembali dilaksanakan personel Kodim 0908/BTG, Polres Bontang, dan Satpol PP, Selasa (31/8/2021). Kali ini, patroli dilaksanakan dengan sasaran  sopir, penumpang, dan pedagang di kawasan Terminal Kilometer 6, Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan.

Salah satu personel Kodim 0908/BTG, Serka Ridwan mengatakan, patroli dilaksanakan dalam rangka mengimbau dan mengedukasi warga, khususnya yang selama ini beraktivitas di terminal. Mobilitas warga yang datang dari luar daerah, kata dia, harus diantisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Selalu pakai masker, cuci tangan, saling menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Agar penularan Covid-19 bisa terputus,” kata Serka Ridwan.

Dirinya juga mengingatkan warga yang akan bepergian ke luar kota, dipastikan dalam kondisi sehat. Apabila dalam keadaan sakit, Ridwan meminta untuk menunda keberangkatan. “Di masa pandemi ini harus saling menjaga dan mengingatkan arti penting menjaga kesehatan. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya. (pendim btg)

Banyak Keluhan Air Bersih, Ketua DPRD Bontang Teruskan ke PDAM dan Pemkot

0
Andi Fazal Sofyan Hasdam

BONTANG – Keluhan minimnya air bersih ke rumah warga, disampaikan sebagian besar perwakilan RT di Kelurahan Bontang Baru, saat menghadiri reses Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Penyerapan aspirasi masyarakat tersebut digelar di Rumah Sahabat Faiz yang berlokasi di Jalan P Suryanata (Eks Sendawar), Kelurahan Bontang Baru, Senin (31/8/2021).

Politisi Golkar itu mengatakan, mayoritas warga mengeluhkan distribusi air yang hanya mengalir saat malam hari, mulai pukul 00.00-05.00 Wita. Selain terbatas, debit air yang mengalir juga minim. Hal tersebut sontak membuat kaget Andi Faiz, lantaran Bontang Baru merupakan kawasan di pusat kota. “Yang di tengah kota saja seperti ini bagaimana di daerah pesisir,” ujarnya saat dikonfirmasi (31/8/2021).

Dia menambahkan, air merupakan salah satu pelayanan dasar warga. Sehingga setelah reses, Andi Faiz akan mendiskusikannya dengan Pemkot dan PDAM Tirta Taman untuk mendorong langkah-langkah penyelesaian beserta usulan anggarannya. Sehingga nantinya, permasalahan ini bisa  diprioritaskan penyelesaiannya. “Kita (DPRD) pasti akan dukung,” jelasnya.

Selain permasalahan air bersih, sejumlah aspirasi juga disampaikan warga ke Andi Faiz. Di antaranya pengadaan penerangan jalan, pembuatan drainase untuk penanggulangan banjir, serta melengkapi berbagai fasilitas pembangunan yang ada di lingkungan. Selain perwakilan RT, turut hadir tokoh masyarakat Bontang Baru, dan perwakilan  warga. “Karena pandemi, sehingga kami hanya undang perwakilan,” tutupnya. (bms)