Beranda blog Halaman 985

Satlantas Polres Bontang Bagikan Sembako dan Masker

0
Satlantas Polres Bontang Bagikan Sembako dan Masker

BONTANG – Satlantas Polres Bontang menggelar bakti sosial (baksos) dalam rangka Operasi Patuh Mahakam, Kamis (30/9/2021).  Mereka membagikan paket sembako dan masker gratis kepada warga kurang mampu dan terdampak Covid-19.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasatlantas AKP Edy Haruna mengatakan, baksos  dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Penyerahan baksos dilakukan dengan cara berpatroli mengelilingi kota sembari mendatangi warga yang disasar. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah, khususnya mereka yang tergantung kepada pekerjaan harian untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari,” ujar AKP Edy.

Tak lupa, personel Satlantas juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes), sekaligus selalu tertib dalam berlalu lintas. Tujuannya menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas). “Operasi Patuh Mahakam kali ini lebih berorientasi pada kegiatan simpatik. Berupa penyuluhan, penerangan, membagikan masker, sembako, dan kegiatan sosial lainnya,” pungkasnya. (hms)

Diskominfo Jamin Kelancaran Koneksi Internet Selama Tes CASN 2021

0
Tes SKD CASN 2021 Bontang. (ist)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang mendukung penuh koneksi internet pada seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021. Hal ini harus dilakukan karena berbagai tahapan seleksi dilakukan secara online.

“Kami bekerjasama dengan PT Telkom berkomitmen menjaga kelancaran koneksi internet. Di lokasi seleksi, kami tempatkan dua petugas untuk memantau jika ada kendala teknis,” ujar Taufiqurrahman, Kabid Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Bontang, (29/9/2021).

Tahun ini, seleksi penerimaan CASN Bontang diselenggarakan di lantai tiga Gedung Graha Taman Praja Bontang Lestari. Selain di lokasi utama, kata Taufiq, Diskominfo juga memasang jaringan internet di beberapa titik lain di sekitar lokasi seleksi.

Seperti di lantai dasar gedung untuk proses administrasi dan penunjukkan  bukti negatif Covid-19 melalui aplikasi, hingga di ruang alternatif bagi peserta yang suhu tubuhnya tinggi. “Kalau itu memang permintaan dari panitia CASN,” bebernya.

Taufiq menambahkan, jika gangguan koneksi internet terjadi di tengah proses seleksi, maka bisa segera ditangani petugas yang berjaga.

Namun bila permasalahan  disebabkan hal di luar teknis, semisal karena kerusakan kabel laut milik Telkom dan Telkomsel seperti beberapa waktu lalu, hal tersebut diluar  kendali Diskominfo. “Harapan kami semoga prose seleksi berjalan lancar dan tidak ada kendala,” pungkas Taufiq. (bms/adv)

Masuk Enam Besar Lomba GAGAS, Ini Harapan Diskominfo Bontang

0
Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki. (ist)

BONTANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang masuk 6 besar lomba Good Archival Governance Awards (GAGAS) tahun 2021. Lomba  diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) yang juga merupakan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Bontang.

Kepala Diskominfo Bontang, Dasuki, mengucapkan terima kasih kepada DPK yang telah memberikan kesempatan pihaknya masuk dalam enam besar lomba Gagas 2021. Dasuki menilai, lewat lomba ini, DPK berupaya membuat OPD di Bontang lebih bisa menghargai arsip yang sifatnya penting.

“Alhamdulilah saya bersyukur Diskominfo bisa masuk enam besar. Kepada tim penilai, saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya. Semoga Diskominfo bisa lebih baik lagi dalam mengelola arsip,” harap Dasuki di sela-sela kunjungan DPK saat melakukan verifikasi ke Kantor Diskominfo, Rabu (1/9/2021).

Terpisah, Kepala Bidang Kearsipan DPK Bontang, Nurbaena, mengapresiasi Diskominfo telah masuk dalam enam besar lomba yang rutin diselenggarakan setiap tahun tersebut. Nurbaena menilai, Diskominfo mengalami peningkatan di tahun ini. Sebab di tahun sebelumnya, OPD pimpinan Dasuki itu tidak masuk dalam enam besar. “Kami meminta agar kepala dinas beserta tim pengelola kearsipan tetap konsisten dalam mengelola arsip yang ada,” jelasnya.

Nurbaena berharap, Diskominfo bisa lebih maksimal lagi dalam tata kelola kearsipannya, lantaran mereka memiliki tenaga arsiparis. Selain itu, juga mendapat dukungan dari Kepala OPD. Nurbaena beranggapan, Diskominfo berpotensi besar dalam memperbaiki tata kelola arsipnya. Sebab usia OPD masih 5 tahun. Hal itu tentunya lebih mudah dikelola dibandingkan OPD yang usianya sudah lebih dari 10 tahun. “Artinya arsip yang mereka ciptakan, tidak sebanyak dinas yang lama. Cukup besar potensi agar lebih baik (pengelolaannya) ke depan,” kata Nurbaena. (bms/adv)

Sudah Ada Anggaran, Gedung Uji Kir Harus Segera Diwujudkan

0
Gedung uji kir lama di kawasan Loktuan. (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – Hingga kini Bontang belum memiliki tempat uji kelayakan kendaraan (kir). Fakta ini membuat berbagai kalangan, diantaranya pengusaha dan anggota DPRD mendesak Pemkot Bontang untuk segera membangun tempat kir, agar PAD tetap masuk ke kas daerah.

Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti (GMS) yang merupakan salah satu perusahaan lokal Bontang, mendesak Pemkot Bontang segera menyediakan layanan uji kir. Sebab dengan adanya fasilitas itu, akan memudahkan masyarakat sehingga tak perlu lagi mengurus ke luar daerah seperti Sangatta dan Samarinda. Selain itu, tempat uji kir akan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kendaraan beroperasi di Bontang, yang mendapatkan hasilnya justru Sangata dan Samarinda,” sesal Kahar.

Dorongan percepatan fasilitas uji kir juga diungkapkan para wakil rakyat Bontang. Ketua DPRD Bontang, Andi faizal Sofyan Hasdam mengatakan, pihaknya sudah menyetujui anggaran pembelian peralatan uji kir senilai Rp 5,6 miliar. Hal itu dilakukan saat penetapan anggaran pergeseran mendahului perubahan beberapa waktu lalu.

Harapannnya, ketika alat tersebut datang, Dinas Perhubungan (Dishub) bisa langsung melakukan pengujian sementara di gedung uji kir yang ada di Loktuan saat ini. Sehingga, dapat mempercepat pelayanan bagi masyarakat. “Untuk pembangunan gedung permanennya, baru dilakukan di 2022 mendatang di kawasan Bontang Lestari dengan anggaran Rp 11 miliar,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021).

Namun yang menjadi persoalan saat ini, sambung Andi Faiz,  Dishub Bontang lambat dalam menyerap anggaran tersebut. Padahal anggaran pembelian alat, kata dia, sudah disetujui saat pergeseran mendahului perubahan lalu, namun hingga kini belum direalisasikan. “Ketika lambat dikerjakan, berpotensi kerjaan itu terburu-buru dan hasilnya kurang maksimal. Bahkan kemungkinan terburuk pengadaannya gagal karena waktu yang sempit. Padahal ini hanya pengadaan, bukan pembangunan fisik,” terang politisi Golkar ini.

Hal senada dikatakan anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal. Politisi Nasdem itu juga mendesak Dishub Bontang agar merealisasikan anggaran Rp 5,6 miliar untuk pembelian alat uji kir. Dengan begitu, kata dia, akan mempermudah masyarakat. Termasuk para pengusaha lokal saat beraktivitas keluar masuk di kawasan perusahaan. Apalagi kata Faisal, PAD Bontang juga banyak bersumber dari pengusaha di Kota Taman. “Kami minta Dishub untuk segera merealisasikan sambil menunggu pembangunan uji kir yang permanen,” tandasnya.

MASIH TAHAP LELANG
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Bontang, Kamilan mengatakan, saat ini pengadaan alat uji kir sedang dalam proses lelang. Untuk mempercepat proses tersebut, hingga kini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang.

Di sisi lain, sambung Kamilan, Dishub juga akan bersurat ke Kementerian Perhubungan (Dishub) untuk meminta izin menyelenggarakan pelayanan uji kir sementara di tahun ini, meski belum memiliki gedung yang terakreditasi. “Kalau tidak diizinkan maka tidak bisa dilaksanakan. Sebab yang mengeluarkan elektronik BLUe (kartu bukti lulus uji elektronik adalah mereka (Kemenhub RI). Pelayanannya sekarang sudah canggih. Jadi hasil uji kirnya tidak bisa direkayasa,” pungkasnya. (bms)

Wujud Paham Literasi, Siswa SD Negeri 005 Teluk Pandan Luncurkan Buku

0
Launching Buku Antologi "Laskar Kaki Gunung" Karya Siswa Kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan, Senin (30/08/2021)

KUTIM – Siswa kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan menyelesaikan buku antologi puisi dan cerita anak berjudul “Laskar Kaki Gunung”. Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah, dan juga para siswa. Kepala Sekolah SD Negeri 005 Teluk Pandan Andi Muhammad Ilyas mengaku bangga dengan pencapaian ini, mengingat usia para penulis yang masih belia.

“Saya mengapresiasi karya dari siswa kelas 5 ini, dan harapanya bisa menjadi salah satu langkah tergeraknya literasi,” ungkapnya, ditemuai saat peluncuran buku pada Senin (30/08/2021) di SD Negeri 005 Teluk Pandan.

Dengan melibatkan 24 siswa yang rata-rata orang tuanya berprofesi sebagai petani dan pekebun, akhirnya buku tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Zulvina Agus Setyaningrum yang merupakan Guru Kelas 5 SD Negeri 005 Teluk Pandan yang sebelumnya telah berhasil menerbitkan 18 judul novel dan 10 buku antologi tunggal yang terbit di beberapa penerbit Indie di Indonesia.

Zulvina mengaku tidak mudah membuat karya ini ditengah kondisi pandemi seperti sekarang. Namun hal itu tak menghalanginya untuk tetap membimbing siswa dalam proses penulisan.

“Mungkin jika guru yang menerbitkan sebuah buku itu adalah hal yang biasa, tapi disini saya membuktikan bahwa anak-anak pinggiran juga mampu menerbitkan buku dalam memperingati HUT ke-76 RI. Saya pun terus membimbing mereka dalam menulis puisi dan juga cerita pendek, dan setelah itu saya satukan menjadi sebuah buku antologi,” ucap Zulvina.

Karya siswa tersebut, lanjut Zulvina, dijadikan ajang perlombaan untuk memacu semangat para siswa untuk saling menunjukkan hasil karyanya. “Jadi tidak hanya disatukan dalam sebuah buku, namun karya mereka juga dilombakan dan yang menjadi juara mendapatkan reward berupa piagam dan kuota belajar gratis,” jelasnya.

Zulvina berharap, hal ini dapat meningkatkan litetasi para siswa sekaligus menjadi gambaran bahwa anak-anak pinggiran bisa menghasilkan sebuah karya yang membanggakan. “Harapannya dari buku ini rasa haus akan literasi akan meningkat, dan juga membuktikan kepada masyarakat bahwa siswa kami memiliki karya yang membanggakan,” pungkasnya.

Buku antologi “Laskar Kaki Gunung” diterbitkan Penerbit Bumi Pena dan didedikasikan untuk anak pinggiran demi tergeraknya literasi sejak dini. (ahr/adv)

Serap Aspirasi Warga, Muslimin: Poskamling Portabel Prioritas Direalisasikan

0
Reses Ketua Komisi I DPRD Bontang Muslimin di Kelurahan Gunung Telihan. (ist)

BONTANG – Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin, menggelar reses untuk menyerap aspirasi masyarakat, Selasa (31/8/2021). Politisi Golkar itu melakukan reses di empat lokasi, yakni RT 10, 26, dan 24 Kelurahan Gunung Telihan, serta RT 41 Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat.

Dari hasil penyerapan aspirasi warga, kata Muslimin, sejumlah warga mengusulkan adanya semenisasi jalan, pengadaan CCTV, pengadaan seragam dasa wisma,  pengadaan penerangan lampu jalan, hingga pembuatan poskamling portabel.

Menurut Muslimin, yang bakal menjadi proritas untuk direalisasikan adalah pembuatan poskamling portabel. Sebab, ini menyangkut  keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Adapun alasan memilih portabel, mengingat kondisi wilayah RT 26 yang cukup luas. “Sehingga warga minta yang bisa dipindah-pindah,” ujarnya.

Selain itu, semenisasi jalan juga bakal diprioritaskan. Sebab saat hujan, jalan keluar masuk bagi warga RT 26 Telihan dan di RT 41 Belimbing itu sering berlumpur. “Namun pada prinsipnya, seluruh aspirasi dari warga tentu kami akan kawal. Bila permasalahan itu berkaitan dengan komisi lain, nanti kami (komisi I) akan menjembatani,” bebernya.

Dalam menggelar reses, Muslimin menjalankannya dengan dua cara. Pertama mengumpulkan warga secara terbatas, dan kedua mendatangi warga langsung ke rumah (door to door). Hal ini dilakukan lantaran masih dalam kondisi Covid-19, sehingga harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). (bms/adv)

Cegah Risiko Data Pribadi Bocor, Kapolres Ingatkan Tak Cetak Kartu Vaksin 

0
AKBP Hamam Wahyudi (Bams/Media Kaltim)

BONTANG  – Untuk menghindari risiko terjadinya kebocoran data pribadi, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi menyarankan masyarakat, agar tidak mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu. Secara hukum, kata dia, tidak ada yang dilanggar bagi pembuat kartu vaksin dalam bentuk fisik.

Namun ketika terdapat unsur mengubah atau memalsukan identitas seseorang, maka hal tersebut bisa terancam pidana. “Tidak perlu dicetak. Sekarang masyarakat dianjurkan mengakses dengan aplikasi saja,” pesannya, (31/8/2021).

Kapolres menegaskan, oknum yang kedapatan memalsukan atau menyalahgunakan identitas orang lain, akan terancam maksimal 6 tahun penjara. Hal itu diatur dalam Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan dan penggunaan identitas palsu. Selain itu, pelaku juga akan terkena jeratan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik  (ITE) tentang penyalahgunaan data seseorang. “Akan kami proses secara hukum apabila terjadi pemalsuan data pribadi. Tidak ada tawar menawar,” tegasnya.

Sebagai informasi, belakangan ini marak jasa yang menawarkan percetakan kartu vaksin. Tarifnya berkisar antara Rp 10-20 ribu per kartu. Apalagi dengan adanya persyaratan sudah vaksin ketika akan melakukan perjalanan, membuat peluang bisnis tersebut banyak dilirik sebab dengan dicetak seperti kartu, akan lebih mudah dibawa kemana-mana. (bms)

Kaltim Melandai Kapan Tidak Merah, Hanya 5M, 3T, dan Vaksinasi Jawabannya

0

Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur terus menunjukan tren melandai. Sayangnya fakta ini belum membuat Benua Etam keluar dari daftar “provinsi merah” atau PPKM level 4.

Kaltim, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Bangka Belitung tercatat menjadi 4 provinsi terakhir di luar Jawa-Bali yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memaparkan hasil evaluasi penerapan PPKM Jawa-Bali pada Senin (30/8/2021).

Airlangga mengatakan, evalusi PPKM non Jawa-Bali memang baru diumumkan pada 6 September mendatang. Namun untuk mendorong daerah lebih giat menangani permasalahan Covid-19, dirinya tetap mengumumkan perkembangan mutakhir level PPKM di seluruh Indonesia.

“Pada 18 Agustus terdapat 7 provinsi dengan PPKM level 4, turun jadi 4 provinsi pada 28 Agustus 2021, yakni tinggal Sulawesi Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Utara dan Kaltim,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Mengacu evaluasi PPKM luar Jawa-Bali pada 23 Agustus, disebutkan 5 dari 10 kabupaten/kota di Kaltim masih menerapkan PPKM level 4, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Paser, dan Samarinda. Posisi ini sama persis dengan evaluasi dua pekan sebelumnya, yang menempatkan kelimanya di daftar daerah PPKM level tertinggi.

Data Satgas Covid-19 Kaltim sampai 30 Agustus 2021 justru menunjukan, kasus positif di 5 daerah merah itu relatif menurun. Balikpapan 58 kasus baru, menyusul kemudian Kutai Kartanegara 63 kasus, Kutai Timur 48 kasus, Paser 13 kasus, dan Samarinda 12 kasus baru.

Sementara 5 daerah lain yang kini menerapkan PPKM level 3, beberapa diantaranya justru naik kasusnya, yakni Berau 28 kasus positif baru, Kutai Barat 38 kasus, Mahulu 3 kasus, Penajam Paser Utara (PPU) 16 kasus, dan tertinggi di Kaltim dengan penambahan 64 kasus dalam sehari, terjadi di Kota Bontang. Total selama 30 Agustus di Kaltim terjadi penambahan kasus positif sebanyak 344 kasus dalam waktu 24 jam.

Sepekan sebelumnya atau 23 Agustus 2021, penambahan kasus positif Covid-19 di Kaltim mencapai 487 kasus. Sedangkan penambahan kasus harian di Balikpapan sebanyak 98 kasus, Kutai Kartanegara 90 kasus, Kutai Timur 47 kasus, Paser 39 kasus, dan Samarinda 29 kasus.

Adapun kabupaten/kota level 3 yaitu Berau 43 kasus, Kutai Barat 37 kasus, Mahulu 1 kasus, PPU 20 kasus, dan Bontang 83 kasus. Dari data tersebut bisa disimpulkan, kabupaten/kota yang memiliki mobilitas tinggi dan daerahnya memiliki aktivitas migas dan batu bara, seperti Baikpapan, Kukar, Kutim, dan Bontang, kasusnya cenderung fluktuatif.

Sedangkan Samarinda yang merupakan ibu kota Kaltim, justru penambahan kasus positifnya menurun. Tak heran, Airlangga sempat menyebut Samarinda sebagai satu dari 20 kabupaten/kota di Indonesia dengan tren mobilitas masyarakat kurang dari 10%.

Yang mengagetkan, selang sehari setelah Airlangga memaparkan evaluasi penerapan PPKM Jawa-Bali, jumlah kasus Covid-19 di Kaltim naik tajam. Di Kaltim sampai 31 Agustus 2021 terjadi penambahan 548 kasus.

Kukar menempati daerah penyumbang kasus terbanyak dalam sehari yaitu 110 kasus, menyusul kemudian Berau 99 kasus baru, Bontang 76 kasus, Balikpapan 73 kasus, Samarinda 54 kasus, Kutai Timur 46 kasus, Paser 42 kasus, Kubar 28 kasus, PPU 16 kasus, dan Mahulu bertambah 4 kasus.

Sementara jumlah penambahan pasien sembuh sebanyak 809 orang, sedangkan pasien meninggal berjumlah 8 orang. Agar tak menjadi korban Covid-19 berikutnya, juru bicara Pemprov Kaltim untuk Penanganan Covid-19 Andi Muhammad Ishak meminta masyarakat tak kendor menerapkan 5M dan 3T.

“Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, ditambah testing, tracing, dan treatment serta vaksinasi,” ucapnya. (prs)

Instens Patroli PPKM, Sopir-Penumpang Bus Diingatkan Taat Prokes

0
Patroli PPKM gabungan di Terminal kilometer 6, Kelurahan Gunung Telihan (ist)  

BONTANG – Patroli gabungan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, kembali dilaksanakan personel Kodim 0908/BTG, Polres Bontang, dan Satpol PP, Selasa (31/8/2021). Kali ini, patroli dilaksanakan dengan sasaran  sopir, penumpang, dan pedagang di kawasan Terminal Kilometer 6, Jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan.

Salah satu personel Kodim 0908/BTG, Serka Ridwan mengatakan, patroli dilaksanakan dalam rangka mengimbau dan mengedukasi warga, khususnya yang selama ini beraktivitas di terminal. Mobilitas warga yang datang dari luar daerah, kata dia, harus diantisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Selalu pakai masker, cuci tangan, saling menjaga jarak, dan tidak berkerumun. Agar penularan Covid-19 bisa terputus,” kata Serka Ridwan.

Dirinya juga mengingatkan warga yang akan bepergian ke luar kota, dipastikan dalam kondisi sehat. Apabila dalam keadaan sakit, Ridwan meminta untuk menunda keberangkatan. “Di masa pandemi ini harus saling menjaga dan mengingatkan arti penting menjaga kesehatan. Baik bagi diri sendiri maupun orang lain,” tandasnya. (pendim btg)

Banyak Keluhan Air Bersih, Ketua DPRD Bontang Teruskan ke PDAM dan Pemkot

0
Andi Fazal Sofyan Hasdam

BONTANG – Keluhan minimnya air bersih ke rumah warga, disampaikan sebagian besar perwakilan RT di Kelurahan Bontang Baru, saat menghadiri reses Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Penyerapan aspirasi masyarakat tersebut digelar di Rumah Sahabat Faiz yang berlokasi di Jalan P Suryanata (Eks Sendawar), Kelurahan Bontang Baru, Senin (31/8/2021).

Politisi Golkar itu mengatakan, mayoritas warga mengeluhkan distribusi air yang hanya mengalir saat malam hari, mulai pukul 00.00-05.00 Wita. Selain terbatas, debit air yang mengalir juga minim. Hal tersebut sontak membuat kaget Andi Faiz, lantaran Bontang Baru merupakan kawasan di pusat kota. “Yang di tengah kota saja seperti ini bagaimana di daerah pesisir,” ujarnya saat dikonfirmasi (31/8/2021).

Dia menambahkan, air merupakan salah satu pelayanan dasar warga. Sehingga setelah reses, Andi Faiz akan mendiskusikannya dengan Pemkot dan PDAM Tirta Taman untuk mendorong langkah-langkah penyelesaian beserta usulan anggarannya. Sehingga nantinya, permasalahan ini bisa  diprioritaskan penyelesaiannya. “Kita (DPRD) pasti akan dukung,” jelasnya.

Selain permasalahan air bersih, sejumlah aspirasi juga disampaikan warga ke Andi Faiz. Di antaranya pengadaan penerangan jalan, pembuatan drainase untuk penanggulangan banjir, serta melengkapi berbagai fasilitas pembangunan yang ada di lingkungan. Selain perwakilan RT, turut hadir tokoh masyarakat Bontang Baru, dan perwakilan  warga. “Karena pandemi, sehingga kami hanya undang perwakilan,” tutupnya. (bms)