BONTANG – Pemadaman listrik yang masih terjadi di Bontang menjadi indikasi, bahwa pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah pembangkit masih menjalani perbaikan dan pemeliharaan, sehingga penguatan pasokan dilakukan secara bertahap.
Hal tersebut juga membuat masyarakat mengeluhkan situasi yang kembali berulang.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Kaltimra, Zailla Mairofiah, menjelaskan, salah satu pembangkit yang masih menjalani pemeliharaan adalah PLTU Kaltim Teluk Unit 1. Sementara itu, Unit 2 telah kembali beroperasi untuk mendukung pasokan listrik pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Dalam keterangan tertulis PLN, pemeliharaan Unit 1 ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Pekerjaan meliputi pemeriksaan komponen, penanganan teknis, hingga pengujian sebelum unit kembali dioperasikan.
Selain PLTU Kaltim Teluk, sejumlah pembangkit lain juga mengalami gangguan atau masih menjalani pemeliharaan. Di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim (CFK) di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal (KPC) di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
Zailla menyebut, penyelesaian pemeliharaan tetap mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kondisi teknis masing-masing unit. PLN Nusantara Power selaku operator PLTU Kaltim Teluk, juga terus melakukan pekerjaan perbaikan dengan memperhatikan standar teknis dan keselamatan kerja.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, PLN mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi. Penambahan pasokan melalui pembangkit sewa juga dilakukan secara bertahap, mulai Oktober hingga Desember 2026.
Sebelumnya, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bontang, Rendra Alfian Raharjo, menjelaskan bahwa target pemulihan yang disampaikan sebelumnya mengacu pada jadwal masuknya sejumlah pembangkit secara bertahap.
Artinya, target tersebut bukan berarti seluruh pembangkit dipastikan kembali beroperasi pada September.
“Penyesuaian operasi pembangkit ini, menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik pada Sistem Interkoneksi Kalimantan,” tutupnya.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




