Pendidikan Karakter Keagamaan Tak Bisa Dibebankan ke Sekolah dan Pemerintah, Disdik Nilai Orangtua Punya Peran Penting

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menegaskan bahwa, pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan peserta didik, tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah maupun sekolah. Peran orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pendidikan anak.

Sekretaris Disdik Bontang, Saparudin mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat.

“Yang jelas hal seperti ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, termasuk dengan orang tua murid juga harus ikut terlibat,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menanggapi masukan dari sejumlah tokoh agama yang menilai pembekalan keagamaan di sekolah masih kurang, Saparudin menjelaskan bahwa alokasi jam pelajaran pendidikan agama telah diatur oleh pemerintah pusat, melalui ketentuan dari Kementerian Pendidikan. Karena itu, sekolah tidak dapat menambah jam pelajaran agama secara sembarangan.

Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat pembiasaan keagamaan di luar jam pelajaran formal. Contoh, salah satunya melalui kegiatan salat dhuha dan tadarus bagi agama Islam yang rutin dilaksanakan di sekolah, sebagai upaya membangun karakter religius peserta didik.

Baca Juga:  Rayakan HUT ke-2, IKA HMB Gelar Happy Badminton Tournament

“Untuk pendidikan agama itu sudah diatur oleh kementerian terkait jam pembelajaran setiap minggunya. Jadi kita tinggal menambah penguatan-penguatan di sisi lainnya. Makanya saya sudah sampaikan, ada salat dhuha dan tadarus supaya memperkuat karakter anak,” jelasnya.

Selain itu, Saparudin juga menyebut bahwa secara umum pendidikan agama di sekolah memperoleh alokasi waktu, sekitar tiga jam dalam pelajaran setiap minggu.

Meski demikian, Saparudin mengakui waktu tersebut masih dirasa belum cukup jika dibandingkan dengan kebutuhan, pembentukan karakter untuk para peserta didik.

Karena itu, Disdik Bontang mendorong adanya pembelajaran tambahan di luar sekolah, seperti mengikuti kegiatan mengaji di lingkungan tempat tinggal atau lembaga pendidikan keagamaan.

“Karena sinergi antara sekolah, keluarga, dan lembaga keagamaan akan menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, sekaligus memiliki pemahaman agama yang lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.