Rakornas Pariwisata Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Kembangkan Destinasi

JAKARTA — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 dengan fokus pembahasan pengembangan pariwisata daerah, inovasi destinasi, hingga penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sapta Pesona, Kamis (21/5/2026), menghadirkan sejumlah kepala dinas pariwisata dari berbagai daerah serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kepala Bidang Data Informasi dan Pengembangan Destinasi Disparekraf DKI Jakarta, Bima Agung, mengatakan Jakarta tengah mendorong transformasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif guna memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata nasional dan internasional.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan sinergi baik dengan kementerian maupun secara internal dalam pengembangan destinasi dan penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan pariwisata Jakarta diarahkan pada wisata urban, heritage, kawasan pesisir dan kepulauan, penguatan industri MICE, hingga pembangunan creative hub untuk mendukung ekosistem ekonomi kreatif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarjaya, menyebut sektor pariwisata masih menjadi penopang utama ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025.

Baca Juga:  Prabowo Nyatakan Komitmen Two-State Solution, Indonesia Siap Terlibat Misi Gaza

Namun demikian, Bali juga menghadapi sejumlah tantangan seperti alih fungsi lahan, peningkatan sampah, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan pariwisata antardaerah.

“Jika dikaitkan dengan kebijakan pemerintah pusat, maka ini sudah sesuai dengan pembangunan pariwisata regeneratif,” katanya.

Di Jawa Timur, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Evy Afianasari, mengungkapkan jumlah desa wisata meningkat menjadi 734 desa pada 2025.

Menurut Evy, pengembangan desa wisata dan revitalisasi budaya lokal akan menjadi fokus utama penguatan sektor wisata berbasis budaya di Jawa Timur.

“Pelestarian kesenian tradisi akan menjadi fondasi atraksi reguler yang menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Jawa Timur di panggung pariwisata nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur, Doris Alexander Rihi, mengatakan NTT akan diarahkan menjadi destinasi wisata bernilai tinggi dan berkelanjutan berbasis alam, budaya, serta masyarakat lokal.

“NTT perlu diposisikan sebagai Indonesia’s special tourism frontier,” katanya.

Dalam sesi terpisah, Direktur Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital Bappenas, Wahyu Wijayanto, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan destinasi prioritas nasional.

Baca Juga:  Said Iqbal Sebut Permenaker 7/2026 Jadi “Kado Pahit” bagi Buruh

“Kolaborasi lintas sektor kementerian/lembaga juga harus diperkuat kembali, khususnya dalam pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif,” ujarnya.

Rakornas Pariwisata 2026 juga membahas penguatan digitalisasi sektor wisata, pembiayaan kreatif, pengembangan UMKM pariwisata, hingga kesiapsiagaan keselamatan destinasi wisata melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan BASARNAS. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.