BONTANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang dari sektor retribusi persampahan menunjukkan tren kinerja yang melonjak. Hingga lima bulan pertama di 2026, setoran retribusi sampah yang berhasil dihimpun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang telah mencapai Rp1,3 miliar.
Capaian tersebut sudah melampaui 50 persen dari target penerimaan tahun ini, yang dipatok sebesar Rp2,5 miliar. Dengan tren yang terus meningkat, DLH optimistis target tersebut akan terlampaui sebelum akhir tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah DLH Bontang, Syakhruddin, menjelaskan bahwa penerimaan retribusi berasal dari berbagai sumber. Selain rumah tangga yang pembayarannya dilakukan melalui kerja sama dengan Koperasi Pengelola Air (KPA), kontribusi juga datang dari perusahaan serta masyarakat yang membuang sampah langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurutnya, besaran retribusi yang dikenakan berbeda-beda sesuai kategori pelanggan. Rumah tangga memiliki skema tarif tersendiri, sementara perkantoran, perbankan, hingga pelaku usaha dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Di tahun ini, kami sangat optimis bisa lampaui target yang sudah ditargetkan,” katanya, Kamis (25/6/2026).
Selain itu, Syakhruddin mengungkapkan, keberhasilan melampaui target bukan hal baru bagi DLH. Pada 2025 lalu, target retribusi persampahan yang ditetapkan sebesar Rp2,4 miliar pun telah berhasil direalisasikan hingga Rp2,8 miliar.
Capaian tersebut menjadi modal optimisme bagi DLH untuk kembali mencatatkan kinerja positif pada tahun ini. Selain memperkuat layanan pengelolaan sampah, peningkatan pendapatan dari sektor ini juga diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap PAD Kota Bontang.
Maka dengan realisasi yang telah menembus setengah target dalam waktu kurang dari setengah tahun, sektor persampahan dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang potensial untuk terus dikembangkan.
Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam




