BONTANG – Struktur investasi Kota Bontang pada Triwulan I Tahun 2026 masih ditopang oleh sektor industri. Data DPMPTSP menunjukkan sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, menjadi kontributor terbesar realisasi investasi daerah.
Berdasarkan data DPMPTSP Bontang, sektor industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi mencatat realisasi investasi sebesar Rp543,21 miliar atau sekitar 76,8 persen dari total Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Triwulan I Tahun 2026. Nilai tersebut jauh melampaui sektor lainnya yang masuk dalam lima besar realisasi investasi daerah.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur mengatakan dominasi sektor industri sejalan dengan karakteristik Bontang sebagai kota industri yang memiliki berbagai perusahaan berskala besar.
“Sektor industri masih menjadi penggerak utama investasi daerah. Hal ini menunjukkan aktivitas industri di Bontang masih menjadi daya tarik bagi investor,” ujarnya
Selain sektor industri kimia dan farmasi, realisasi investasi juga berasal dari sektor konstruksi sebesar Rp84,89 miliar, perdagangan dan reparasi Rp28,75 miliar, industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp18,78 miliar, serta sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar Rp10,86 miliar.
Menurut Aspiannur, keberadaan sektor industri yang kuat dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, mulai dari peningkatan aktivitas usaha hingga penyerapan tenaga kerja. (Sya/adv)
Editor: Yusva Alam




