NUSANTARA – Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa kembali melihat langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (20/8/2026). Setelah berkeliling di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Suharso menilai pembangunan Nusantara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Kunjungannya diterima Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bersama jajaran. Sejumlah proyek strategis ditinjau, termasuk SMA Taruna Nusantara Kampus IKN serta infrastruktur pendukung konsep forest city, sponge city, dan smart city.
Suharso mengatakan kedatangannya ke Nusantara salah satunya untuk memastikan konsep awal pembangunan IKN tetap dijalankan secara konsisten.
“Pertama, saya ingin menyaksikan konsistensi pembangunan IKN, karena apa pun ini adalah legasi bangsa. Karena itu, keberlanjutan pembangunan ini menjadi penting,” ujar Suharso.
Ia menekankan pembangunan Nusantara tidak semata dilihat dari berdirinya gedung dan infrastruktur. Konsep yang sejak awal melekat pada IKN, termasuk smart city dan sponge city, juga harus tetap menjadi bagian dalam pembangunan.
“Saya ingin mengikutinya dan menyaksikannya dari dekat, terutama dengan atribusi yang kita kenakan pada IKN ini sebagai smart city, sebagai sponge city, bahwa hal itu secara prinsip tetap dijalankan, tetap dipegang,” katanya.
Basuki menjelaskan salah satu implementasi konsep sponge city terlihat dari pembangunan embung di kawasan IKN. Saat ini telah terdapat 32 embung yang selesai dan berfungsi.
Air dari embung tersebut antara lain dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman. Otorita IKN juga melanjutkan pembangunan embung baru pada 2026.
“Kondisi embung kita ada 32 yang sudah jadi, yang sudah berfungsi, diambil airnya untuk menyiram tanaman. Tahun 2026 ini kita mulai 24 embung lagi untuk kita bangun, jadi totalnya akan 54 embung, salah satunya berfungsi sebagai estetika kota,” ujar Basuki.
Setelah melihat sejumlah pembangunan tersebut, Suharso menilai kemajuan IKN cukup menggembirakan.
“Setelah saya saksikan, perkembangannya cukup menggembirakan,” katanya.
Suharso kemudian menyoroti peluang investasi di Nusantara. Ia mendorong investor dalam negeri lebih berani mengambil peluang di tengah pembangunan ibu kota baru.
Menurutnya, kehadiran investor dari luar negeri semestinya turut meningkatkan kepercayaan pengusaha nasional untuk berinvestasi.
“Karenanya, saya pikir investor-investor domestik itu harus berani melihat ke sini. Saya sudah saksikan beberapa nama ada di sini. Kalau yang dari luar saja berani, mengapa mereka yang di dalam negeri tidak berani,” ujarnya.
Suharso juga tetap meyakini pembangunan IKN dapat menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru. Keyakinan tersebut, menurutnya, didasarkan pada perhitungan yang sebelumnya dilakukan ketika masih memimpin Bappenas.
Skala pembangunan Nusantara dinilai memiliki kemampuan menciptakan aktivitas ekonomi yang kemudian mendorong munculnya pusat pertumbuhan baru.
“Saya tetap dengan keyakinan saya, hitungan-hitungan kami, yang bisa dibuktikan secara akademis, bahwa sesuatu yang baru, apalagi dengan magnitude yang besar seperti ini, dia akan membentuk sebuah economic crowd baru dan dapat menjadi mesin pertumbuhan, engine of growth untuk Indonesia,” tutup Suharso.
Penulis: Humas Otorita IKN
Editor: Agus S.




