BONTANG – Jumlah siswa SMP YPVDP (Vidatra) Bontang yang masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan, usai mengonsumsi MBG dilaporkan mencapai 11 orang.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang guru SMP YPVDP Bontang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, para siswa yang masih dirawat merupakan korban dengan kondisi paling berat dibanding peserta didik lainnya.
“Yang paling parah itu masih ada 11 siswa yang dirawat inap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari kejadian sekitar 25 siswa sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, sebagian diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sementara beberapa lainnya harus menjalani perawatan intensif.
Selain siswa yang dibawa ke rumah sakit, sekitar lima siswa lainnya langsung dijemput orang tua dan menjalani perawatan di rumah.
Guru tersebut mengungkapkan gejala yang dialami para siswa cukup beragam, mulai dari mual, muntah, hingga muncul reaksi alergi. Bahkan, ada siswa yang mengalami muntah berulang dengan volume cukup banyak.
“Ada yang sampai muntah satu ember. Ada juga yang muncul alergi,” katanya.
Sementara itu, kondisi guru yang turut mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tersebut disebut tidak separah para siswa.
“Untuk gurunya alhamdulillah tidak terlalu sampai parah,” tambahnya.
Terkait penyebab kejadian, ia mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menyebut beredar berbagai dugaan di lingkungan sekolah, namun seluruhnya masih sebatas informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Di sisi lain, pihak sekolah telah mengambil langkah penghentian sementara penerimaan Program MBG hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut ditempuh sambil menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dilakukan instansi berwenang.
Pemerintah Kota Bontang sebelumnya menyatakan investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan penyebab munculnya gejala mual, muntah, dan diare yang dialami para siswa.
Sebelumnya diketahui guru dan murid SMP YPVDP Bontang mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG pada Senin (10/8/2026) pagi. Totalnya mencapai 21 orang.
Kejadian iti tepatnya saat jam istirahat yakni pukul 09.50 Wita. Hal itu membuat para siswa dan guru dilarikan ke Rumah Sakit LNG Badak.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




