PENAJAM PASER UTARA – Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang disertai pasang air laut menyebabkan banjir di Jalan Provinsi, RT 02 dan RT 06, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Rabu (29/7/2026). Sebanyak tujuh rumah yang dihuni 12 kepala keluarga (KK) atau 42 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nurlaila, mengatakan laporan kejadian diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD sekitar pukul 07.50 Wita. Air mulai menggenangi permukiman sekitar pukul 07.00 Wita setelah hujan mengguyur sejak pukul 06.00 Wita.
“Hujan dengan intensitas yang cukup tinggi terjadi pada Rabu, 29 Juli 2026 sekitar pukul 06.00 WITA hingga 07.30 WITA dan air mulai naik sekitar pukul 07.00 WITA di wilayah Kelurahan Lawe-Lawe yang mengakibatkan aliran drainase meluap dan berdampak pada naiknya tinggi muka air di Jalan Provinsi maupun rumah warga,” kata Nurlaila.
Menurutnya, kondisi banjir diperparah oleh pasang air laut yang terjadi pada waktu bersamaan.
“Pada waktu yang sama terjadi pasang tinggi air laut sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD PPU, banjir merendam lima rumah di RT 02 yang dihuni delapan KK atau 27 jiwa, serta dua rumah di RT 06 dengan empat KK atau 15 jiwa. Total terdapat tujuh rumah, 12 KK, dan 42 jiwa yang terdampak.
Ketinggian air di halaman rumah berkisar 15 hingga 20 sentimeter, sedangkan genangan di dalam rumah mencapai sekitar 5 hingga 10 sentimeter.
Setelah menerima laporan, BPBD PPU bersama instansi terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan warga terdampak, serta pengaturan lalu lintas di ruas Jalan Provinsi yang sempat tergenang.
Tim gabungan juga mengidentifikasi kondisi saluran drainase guna mengetahui penyebab banjir, termasuk kemungkinan adanya penyumbatan maupun sedimentasi.
“Kami melakukan identifikasi terhadap kondisi saluran drainase di Kelurahan Lawe-Lawe untuk mengetahui penyebab banjir, termasuk adanya penyumbatan dan sedimentasi, serta melakukan pemantauan kondisi terkini tinggi muka air di wilayah terdampak,” jelas Nurlaila.
Sebagai langkah jangka panjang, BPBD PPU merekomendasikan normalisasi saluran drainase melalui pembersihan sedimentasi dan pelebaran aliran air dari hulu hingga hilir. Selain itu, diperlukan pembangunan gorong-gorong atau saluran tambahan di titik penyeberangan Jalan Provinsi, khususnya di depan Masjid Al Huda, agar aliran air tidak terpusat pada satu saluran pembuangan.
Hingga laporan terakhir, genangan di wilayah terdampak telah surut dan tidak lagi menggenangi halaman maupun bagian dalam rumah warga.
Penanganan banjir melibatkan Wakil Bupati PPU, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), PLN, pemerintah Kelurahan Lawe-Lawe, serta ketua RT setempat.
“Secara keseluruhan kondisi terkini TMA di wilayah terdampak sudah surut tidak terdapat genangan di halaman maupun di dalam rumah,” pungkasnya. (MK)
Pewarta: Robbi Lalat
Editor: Agus S.




