BONTANG – Sebanyak 11 siswa SDN 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Rabu (5/8/2026). Secara keseluruhan, laporan siswa yang mengalami keluhan serupa pada hari yang sama mencapai 24 anak dari beberapa sekolah di Bontang Selatan.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis, mengatakan pihak kelurahan menerima informasi awal dari warga, kemudian langsung melakukan pengecekan ke SDN 012 Bontang Selatan untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.
“Kami pertama mencari tahu dulu kebenaran informasinya. Setelah dipastikan benar, kami langsung ke sekolah. Di sana kami juga bertemu dengan pihak MBG, serta ada tim dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang sedang melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Dari hasil pendataan di SDN 012 Bontang Selatan, terdapat 11 siswa yang mengalami gejala dengan tingkat keluhan yang berbeda-beda.
“Gejalanya beragam, ada yang mual, muntah, dan diare. Alhamdulillah sebagian besar sudah kembali masuk sekolah, tinggal dua siswa yang masih belum masuk,” katanya.
Elis menjelaskan, pemerintah kelurahan turut mendampingi proses pemeriksaan yang dilakukan tenaga kesehatan terhadap para siswa. Sementara itu, penyebab pasti munculnya keluhan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan penjelasan awal dari pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan ahli gizi, terdapat dugaan sementara keluhan dipicu oleh penggunaan kemiri sebagai bahan campuran sayur. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan.
“Ini baru dugaan sementara dari ahli gizi. Kami tidak bisa menyimpulkan sebelum hasil laboratorium keluar,” tegasnya.
Menurut Elis, pihak SPPG telah menyerahkan sampel makanan yang setiap hari memang disisihkan sesuai prosedur. Sampel tersebut kini diperiksa oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Pihak kelurahan juga meminta hasil pemeriksaan laboratorium nantinya disampaikan kepada mereka, agar dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan.
“Kalau hasil laboratoriumnya sudah keluar, kami minta segera diinformasikan ke kelurahan. Kami ingin memastikan penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan dugaan,” pungkasnya.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




