SAMARINDA – Polemik jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser akhirnya tuntas. Sebanyak 64 cabor dengan 1.066 nomor pertandingan dipastikan tetap dipertandingkan.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat finalisasi KONI Kaltim bersama Panitia Besar (PB) Porprov VIII Paser, Jumat (14/8/2026).
Wakil Ketua I KONI Kaltim Hendra RA mengatakan, keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perdebatan mengenai jumlah cabor dan nomor pertandingan Porprov VIII.
“Sekarang titik masalah soal cabor yang dipertandingkan sudah selesai. Sebanyak 64 cabor dan 1.066 notan yang telah disepakati mengakhiri polemik yang terjadi,” kata Hendra.
Setelah persoalan jumlah cabor selesai, pekerjaan berikutnya adalah memastikan kebutuhan anggaran. Hendra mengatakan persoalan tersebut berada di luar kewenangannya sebagai Wakil Ketua I KONI Kaltim maupun bidang pembinaan prestasi.
“Sekarang tersisa soal kekurangan anggaran. Karena ini bukan wewenang saya selaku wakil ketua KONI maupun Binpres, maka kita serahkan ke ketua umum KONI,” ujarnya.
Meski secara teknis KONI Kaltim dan PB Porprov VIII Paser telah mencapai kesepakatan, penyelesaian kebutuhan anggaran masih harus dibahas pada tingkat pimpinan.
Anggaran Porprov VIII saat ini masuk dalam usulan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dan masih menunggu pembahasan serta pengesahan DPRD Kaltim.
Dalam usulan tersebut tersedia anggaran Rp20 miliar dengan skema Belanja Langsung (BL). Mekanisme itu berbeda dengan pelaksanaan Porprov VI di Kutai Timur dan Porprov VII di Berau yang menggunakan skema hibah.
Kepala Disporapar Paser Kurniawan mengatakan tuan rumah tidak mempermasalahkan mekanisme belanja langsung yang nantinya dikelola Dispora Kaltim.
“Tidak ada masalah soal belanja langsung dikelola Dispora Kaltim,” katanya.
Persoalannya terletak pada besaran anggaran. Berdasarkan perhitungan PB Porprov VIII, kebutuhan untuk menyelenggarakan seluruh 64 cabor mencapai sekitar Rp36 miliar.
Dengan anggaran Rp20 miliar yang saat ini diusulkan, masih terdapat kekurangan sekitar Rp16 miliar.
“Pada dasarnya kami tuan rumah tidak pernah keberatan dengan 64 cabor yang dipertandingkan dalam Porprov. Tapi, sudah kami hitung, dengan anggaran Rp20 miliar dari APBD Kaltim, itu tidak cukup,” ujar Kurniawan.
Kepala Bidang Olahraga Disporapar Paser Abdi mengatakan kebutuhan tersebut telah melalui proses rasionalisasi. Namun, berbagai opsi penghematan belum mampu membuat anggaran yang tersedia mencukupi seluruh kebutuhan pertandingan.
“Untuk menyelenggarakan 64 cabor itu membutuhkan Rp36 miliar. Di sinilah masalahnya. Kami sudah berusaha mengutak-atik dengan berbagai opsi, tapi tetap tidak dapat klop juga,” kata Abdi.
Kondisi tersebut kemudian disampaikan kepada Bupati Paser selaku Ketua Umum PB Porprov VIII Kaltim. Tuan rumah berharap Pemprov Kaltim dapat membantu menutup sebagian kekurangan anggaran.
Salah satu opsi yang ditawarkan adalah tambahan anggaran minimal separuh dari kekurangan Rp16 miliar.
“Itu win-win solution dari kami,” ujar Kurniawan.
PB Porprov VIII juga mendorong KONI Kaltim bersama pihak terkait mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan. Tambahan dana melalui Perubahan APBD Kaltim 2026 menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan.
Dukungan pihak swasta melalui sponsorship juga disebut dapat menjadi alternatif untuk membantu menutup kebutuhan anggaran.
Dengan kesepakatan tersebut, tahapan penyelenggaraan Porprov VIII tidak lagi berkutat pada jumlah cabang olahraga. Fokus selanjutnya adalah memastikan dukungan anggaran agar seluruh 64 cabor dan 1.066 nomor pertandingan dapat digelar sesuai rencana.
Porprov VIII Kaltim dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026.
Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S.




