Apresiasi Paskibraka Bontang Tahun Ini Belum Dipastikan, Kesbangpol Tunggu Kondisi Fiskal

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang belum memastikan bentuk apresiasi yang akan diberikan kepada anggota Paskibraka tahun ini. Kondisi fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan program penghargaan, bagi para pelajar yang telah menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang, Deddy Haryanto, mengatakan pihaknya tetap berupaya memberikan apresiasi kepada anggota Paskibraka meski kemampuan anggaran daerah saat ini terbatas.

“Memang kondisi kita saat ini keterbatasan fiskal di daerah kita. Tapi kami masih berupaya, mudah-mudahan ada tren di bulan berikutnya dan masih bisa memberikan apresiasi, meskipun tidak seperti tahun kemarin,” katanya.

Menurutnya, bentuk apresiasi tahun ini masih akan melihat perkembangan kondisi keuangan daerah. Apabila kondisi memungkinkan, program tersebut berpeluang dimasukkan dalam anggaran perubahan.

“Kalau keuangan kita membaik nanti di anggaran perubahan, insyaallah apresiasi kita berikan,” ujarnya.

Tahun sebelumnya, anggota Paskibraka Bontang mendapatkan apresiasi berupa kesempatan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris selama sekitar dua pekan. Program tersebut dilaksanakan di Kampung Inggris yang berada di Bogor.

Baca Juga:  Dishub Kaltim Ingatkan Penumpang Tak Memaksakan Muatan Kapal

Deddy menjelaskan, program tersebut sengaja dipilih bukan sekadar sebagai bentuk rekreasi setelah menjalankan tugas, tetapi juga memberikan manfaat dan pengalaman baru bagi para anggota Paskibraka.

“Kalau hanya mereka sekadar jalan tanpa mendapatkan manfaat, alangkah baiknya kalau mereka kita berikan apresiasi tapi ada juga yang didapat buat mereka. Ada ilmu buat mereka,” jelasnya.

Ia menyebut, gagasan tersebut sebelumnya mendapat persetujuan dari para anggota Paskibraka. Kesbangpol juga mempertimbangkan jadwal sekolah peserta, karena para anggota Paskibraka merupakan pelajar yang masih harus mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Untuk tahun ini, Kesbangpol sementara masih mempertimbangkan konsep serupa, yakni apresiasi dalam bentuk kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Namun, keputusan akhirnya masih menunggu kondisi anggaran.

“Untuk sementara kita mau tetap mengadopsi di Kampung Inggris. Maksud kita jangan sampai ada perbedaan antara teman-teman yang sebelumnya dengan yang sekarang,” katanya.

Deddy mengatakan, program tahun sebelumnya juga membutuhkan penyesuaian lokasi. Kampung Inggris tersedia di sejumlah daerah, termasuk Bogor, Pare, dan Yogyakarta. Bontang memilih Bogor karena tersedia fasilitas asrama yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

Baca Juga:  Pemkot Balikpapan Diapresiasi atas Stabilitas Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi lain, Deddy mengungkapkan anggaran yang dikelola Kesbangpol untuk keseluruhan kegiatan Paskibraka Bontang berada di bawah Rp1 miliar. Ia memperkirakan nilainya sekitar Rp800 juta.

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan peserta, tetapi juga mencakup pemusatan latihan sekitar 45 hari, kebutuhan gizi, pemeriksaan kesehatan dan psikotes, pakaian, pasukan 45 dari kepolisian, hingga honor tim pelatih.

Deddy menyebut, dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur, anggaran Paskibraka Bontang termasuk yang paling kecil.

Meski demikian, ia menegaskan proses seleksi dan pembinaan tetap dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemeriksaan kesehatan juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberlanjutan peserta selama masa pelatihan.

Ia menambahkan, setelah menyelesaikan tugasnya, anggota Paskibraka belum langsung berstatus Purna Paskibraka. Status tersebut baru diberikan setelah masa tugas berakhir pada tahun berikutnya.

Para Purna Paskibraka nantinya, akan mendapatkan pembinaan dari Kesbangpol sebagai bagian dari tugas pembinaan yang diarahkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), termasuk menjalankan peran sebagai duta Pancasila dan membimbing generasi Paskibraka.

Baca Juga:  Kejuaraan Perdana Paser ITTC Tuai Pujian dari Atlet Mancanegara

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.