SAMARINDA – Samarinda Food Week (SFW) 2026 mulai dipadati pengunjung pada hari kedua penyelenggaraan, Selasa (1/9/2026). Sejak sore, masyarakat sudah memenuhi area festival di Lapangan Eks Bandara Temindung, Samarinda.
Puluhan tenant kuliner sibuk melayani pembeli. Pengunjung yang datang mulai keluarga bersama anak-anak, kalangan muda, hingga orang dewasa. Selain berburu makanan dan minuman, mereka menikmati sejumlah fasilitas hiburan, permainan, spot foto, hingga area bersantai.
Salah satu yang menarik perhatian anak-anak adalah cotton candy dengan berbagai bentuk. Panggung hiburan juga menjadi salah satu pusat keramaian.

Pada malam hari, SFW menghadirkan program “Boyband vs Girlband” berupa battle karaoke antarpengunjung. Konsep yang melibatkan pengunjung secara langsung tersebut menjadi bagian dari rangkaian hiburan selama festival.
Kepadatan pengunjung membuat meja dan kursi yang tersedia belum mampu menampung seluruh pengunjung. Penyelenggara juga menyediakan area lesehan di depan panggung yang dapat digunakan untuk menikmati makanan.
Wawan, salah seorang pengunjung, mengaku sudah beberapa kali mendatangi SFW sejak penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya pilihan kuliner membuatnya kembali datang tahun ini.
“Ini sudah beberapa kali datang ke event ini di tahun sebelumnya. Banyak pilihan makanan. Tadi habis cobain terang bulan mini, lalu cobain photobooth,” ujar Wawan.
Project Manager SFW 2026 Arya mengatakan jumlah pengunjung pada hari kedua tahun ini lebih ramai dibandingkan pola penyelenggaraan sebelumnya.
“Perbandingan dari tahun lalu sama hari kedua yang tahun ini, tahun ini cukup memberudak. Di sore kita sudah lumayan penuh, yang mana biasanya hari pertama sama hari kedua itu biasanya stabil, tapi ini sudah penuh,” ujar Arya.
SFW tahun ini mengusung konsep lebih playful dengan sejumlah pengalaman baru. Salah satunya melalui kehadiran tenant anchor yang diisi empat pelaku kuliner yang telah dikenal masyarakat, yakni Martabak Kareh KN, Pentol Pakle Bambang, Olahan Acil Wanti, dan Nasi Campur Bu Sum.
Konsep baru juga diterapkan pada area di luar aktivitas kuliner. Penyelenggara menghadirkan toko kelontong yang dikemas menyerupai warung, lengkap dengan aneka kerupuk. Ada pula sajian jamu serta permainan jadul.
Booth merchandise dengan desain terbaru turut disediakan. Pengunjung yang membeli tiket PIV mendapatkan akses ke area tempat duduk yang telah dipesan serta sejumlah voucher untuk menikmati pengalaman lain di dalam festival.
“Kalau untuk SFW tahun ini, sebenarnya kita lebih mengambil konsep playful dengan juga beberapa experience baru dibanding daripada event-event sebelumnya,” kata Arya.
Dari sisi kuliner, SFW 2026 menghadirkan 60 tenant yang telah dikurasi. Sebanyak 30 persen di antaranya merupakan peserta baru.
Meski jumlah tenant lebih sedikit dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, panitia tetap menargetkan peningkatan perputaran ekonomi dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini.
“Kalau target sebenarnya kita lebih meningkat, tapi juga tetap disesuaikan karena kita juga melihat ekonomi. Tapi harapannya tetap si festival ini menjadi wadah untuk perputaran uang bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dampak aktivitas ekonomi juga terlihat di luar area festival. Pedagang kaki lima yang sebelumnya telah berjualan di sekitar kawasan Eks Bandara Temindung turut mendapat kunjungan dari masyarakat yang datang ke SFW.
Penyelenggara juga menyediakan program happy hour pukul 16.00–17.00 WITA. Pada periode tersebut, pengunjung dapat memperoleh potongan harga dari tenant yang memasang tanda happy hour.
Rangkaian hiburan berlanjut pada hari ketiga dengan program karaoke K-pop. Agenda berikutnya antara lain Titik dari Nusantara serta penampilan dance dari Mela Squad.
Samarinda Food Week 2026 berlangsung hingga 6 September di Lapangan Eks Bandara Temindung. Festival buka pukul 16.00–22.00 WITA pada hari biasa dan pukul 15.00–22.00 WITA saat akhir pekan. (MK)
Pewarta: Nuzul Saputra
Editor: Agus S.




