Pasca Razia Siswa Nongkrong, Satpol PP Imbau Kafe dan Warkop Tak Terima Pelajar Berseragam

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang akan berkoordinasi dengan pemilik kafe dan warung kopi (warkop), untuk mengimbau agar tidak menerima pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah, khususnya pada jam sekolah.

Kepala Satpol PP Bontang, Eddy Forestwanto mengatakan, imbauan tersebut penting untuk memastikan tanggung jawab terhadap pelajar tetap jelas. Jika masih mengenakan seragam dan berada pada jam sekolah, keberadaan pelajar tersebut masih berkaitan dengan tanggung jawab pihak sekolah.

“Kalau dia pakai seragam sekolah, apalagi di jam sekolah, kasihan sekolahnya. Sebaiknya pulang dulu ke rumah, ganti baju, jadi tanggung jawabnya sudah kembali kepada orang tua,” ujarnya.

Menurutnya, Satpol PP akan melakukan koordinasi dengan kelurahan, selanjutnya diteruskan ke pemilik tempat usaha yang selama ini menjadi lokasi anak-anak sekolah berkumpul. Pemilik kafe dan warkop diharapkan tidak membiarkan pelajar berseragam nongkrong di tempat usaha mereka saat jam sekolah.

Imbauan ini menjadi perhatian Satpol PP, setelah pada Senin (21/9/2026) petugas melakukan pengamanan terhadap sejumlah anak sekolah yang ditemukan berada di kafe dan warkop.

Baca Juga:  Belum Penuhi Target, Pendaftaran Ulang BLT-UMKM Bakal Dibuka

Setelah diamankan, para pelajar tersebut kemudian dikembalikan kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan melalui guru.

“Kita kembalikan ke sekolah. Pendekatannya melalui gurunya. Kalaupun habis ujian baiknya tetap pulang dahulu,” katanya.

Pihak sekolah juga diingatkan agar memastikan pelajar yang ditemukan di luar lingkungan sekolah, benar-benar kembali ke rumah setelah jam belajar berakhir. Hal itu untuk mencegah munculnya persoalan, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika pelajar masih mengenakan seragam.

Pasalnya, menurut Eddy, orang tua bisa saja mengira anaknya masih berada di sekolah ketika ternyata sudah berada di tempat lain.

Sementara itu, pada Selasa (22/9/2026), masih terdapat sejumlah pelajar yang terpantau media tengah nongkrong di sejumlah kafe dan warkop.

Eddy menyebut pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi, yang memang kerap menjadi tempat berkumpulnya pelajar. Pengawasan juga akan melibatkan kelurahan melalui personel Praja Kelurahan.

“Di beberapa tempat juga kita pantau terus, terutama warkop yang memang menjadi tempat anak nongkrong, paling banyak di wilayah Tanjung Laut,” terangnya.

Baca Juga:  Warga Guntung Dihebohkan Penemuan Mayat di Dalam Barbershop

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.