BONTANG – Aturan baru yang diterapkan di SD Vidatra Bontang mulai Senin (28/9/2026), menuai protes dari sejumlah wali murid. Kebijakan tersebut membatasi akses orang tua yang berasal dari luar kompleks PT Badak LNG, untuk mengantar anak hingga ke area sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, orang tua wali murid dari luar kompleks PT Badak LNG kini tidak lagi diperbolehkan masuk hingga gerbang SD Vidatra. Mereka hanya diperkenankan mengantar anak sampai di pos security, yang berada sekitar 100 meter dari sekolah.
Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dari pos security, hingga menuju sekolah.
Keluhan terutama muncul dari wali murid yang menilai jarak tersebut cukup menyulitkan, terlebih lagi bagi siswa kelas rendah yang masih duduk di bangku kelas 1 SD dan harus membawa perlengkapan sekolah.
Salah seorang wali murid SD Vidatra yang enggan disebutkan namanya mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, beban tas yang dibawa anak-anak sudah cukup berat, karena berisi berbagai perlengkapan sekolah.
Maka dengan adanya pembatasan titik pengantaran tersebut, siswa-siswi ini masih harus berjalan kaki lagi sekitar 100 meter untuk menuju sekolah.
“Pagi-pagi antar anak sekolah, tapi tidak diperbolehkan masuk. Ini sistemnya bagaimana sih sekarang. Tidak kasihan apa dengan anak-anak yang baru kelas 1 SD,” keluhnya.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat kembali dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi dan kenyamanan siswa, khususnya anak-anak yang masih berada di jenjang kelas rendah.
Keluhan serupa kemudian ramai diperbincangkan, setelah sebuah video yang memperlihatkan aktivitas orang tua saat mengantar anak ke sekolah hanya sampai di luar kawasan kompleks PT Badak LNG beredar, dan menjadi perhatian di media sosial.
Banyak komentar maupun dari sebagian wali murid yang berada di luar kawasan Badak mengatakan bahwa, ini salah satu tindakan diskriminasi. Padahal mereka sama-sama membayar sekolah dengan harga yang sama, tetapi kenapa mendapatkan perlakuan yang berbeda.
“Kalau sistemnya seperti itu, tutup saja untuk orang luar daerah Badak. Kasian anak ku sekecil itu harus menenteng tas dengan isi yang berat, tidak mikir apa. Anak saya mau sekolah, bukan mau ikut run,” keluhnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak SD Vidatra, maupun pengelola kawasan terkait alasan dan pertimbangan diterapkannya aturan baru tersebut.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




