Cegah Wisatawan Bawa Pulang Biota Laut, Dispoparekraf Bakal Sosialisasi dan Pasang Plang Imbauan

BONTANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Bontang, bakal memperkuat imbauan kepada seluruh wisatawan, agar ikut menjaga kelestarian biota laut, di sejumlah destinasi wisata.

Langkah tersebut dilakukan menyusul masih adanya wisatawan yang membawa pulang biota laut, seperti siput laut, bintang laut, hingga bulu babi yang ditemukan langsung di sejumlah kawasan wisata Bontang.

Kepala Dispoparekraf Bontang, Eko Mashudi, mengatakan, pihaknya memberikan imbauan secara langsung kepada wisatawan, dinilai cukup sulit lantaran pengunjung di setiap destinasi wisata terus berganti.

Karena itu, pihaknya akan menggandeng pemandu wisata, asosiasi kapal, hingga penyedia jasa open trip untuk menjadi ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada wisatawan.

“Kalau ke wisatawannya kami mengimbau agak sulit, karena wisatawan itu berganti-ganti. Jadi yang dapat kami berikan imbauan adalah melalui tour guide dan juga asosiasi kapal, melalui jasa open tripnya,” ujar Eko saat ditemui, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, penyedia jasa open trip memiliki peran penting karena menjadi pihak yang mengantarkan wisatawan secara langsung, ke berbagai destinasi wisata di wilayah Bontang.

Baca Juga:  Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025, 188 Anak SLB Bontang Ikuti Kejuaraan Paralimpik

Eko berharap, para pelaku jasa wisata tidak segan untuk menegur wisatawan yang mengambil atau membawa pulang biota laut. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari prinsip sapta pesona, yang harus diterapkan dalam kegiatan pariwisata.

“Semestinya jasa open trip mengimbau untuk tetap bisa melestarikan lingkungan, tidak membawa biota laut untuk pulang. Pelaku jasa wisata kan sudah memahami itu, salah satunya terkait kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Ia juga meminta pelaku jasa open trip tidak khawatir kehilangan pelanggan, hanya karena harus menegur atau melarang wisatawan untuk mengambil biota laut.

Sebab menurut Eko, kelestarian destinasi wisata justru menjadi kepentingan bersama. Jika ekosistem laut rusak, wisatawan yang datang berikutnya tidak lagi dapat menikmati keindahan alam tersebut.

“Jangan takut kehilangan pelanggan hanya karena segan dan rasa tidak enak untuk menegur atau melarang. Ini untuk kelestarian kita. Kalau biota lautnya rusak, wisatawan berikutnya kan tidak bisa datang, tidak bisa menikmati,” katanya.

Selain memperkuat sosialisasi, Dispoparekraf Bontang juga bakal berencana memasang papan imbauan di sejumlah lokasi wisata di wilayah Bontang.

Baca Juga:  Neni Ingatkan Dana Pro RT Jangan Dipakai Bangun Kandang Ayam

Pemasangan plang tersebut nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran. Imbauan tersebut akan disebarluaskan melalui flyer, serta kegiatan sosialisasi rutin yang digelar setiap bulan bersama para pelaku jasa open trip.

“Kalau perlu nantinya juga akan kami anggarkan untuk memasang plang, di setiap tempat wisata di wilayah Bontang,” ungkap Eko.

Tak hanya melalui media konvensional, Dispoparekraf Bontang turut memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pesan, terkait pelestarian lingkungan kepada wisatawan.

Pihaknya berencana menggandeng konten kreator, agar kampanye menjaga biota laut dapat menjangkau wisatawan secara lebih luas.

“Sekarang juga zamannya digital. Nanti kami juga akan memberikan imbauan di platform-platform digital. Kami akan bekerja sama dengan para konten kreator untuk lebih mempermudah memberikan imbauan kepada wisatawan saat berkunjung,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.