BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengingatkan agar program bantuan Pro RT, tidak digunakan untuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, salah satunya pembangunan kandang ayam di kawasan perkotaan.
Neni menyebut, dalam usulan kegiatan Pro RT, masih terdapat sejumlah RT yang mengajukan pemanfaatan anggaran untuk membuat kandang ayam. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dipertimbangkan kembali, terutama jika lokasinya berada di tengah kawasan permukiman kota.
“Dalam Pro RT banyak yang mengusulkan digunakan untuk kandang ayam. Ini bahaya kalau di kota, karena untuk ayam usianya hanya sampai dua tahun,” ujar Neni, Rabu (9/9/2026).
Sehingga ia meminta Inspektorat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maupun pihak kecamatan untuk turut melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran Pro RT. Neni menegaskan, dirinya tidak menyarankan anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan kandang ayam, di kawasan perkotaan.
Menurutnya, keberadaan kandang ayam di lingkungan padat penduduk berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari banyaknya lalat hingga munculnya bau tidak sedap yang dapat mengganggu masyarakat sekitar.
“Selain lalatnya yang banyak, bau tidak sedap pun bakal muncul. Kalau di Bontang Lestari ataupun Guntung, itu tidak masalah. Tapi kalau di kota ini sudah menjadi perhatian,” jelasnya.
Neni juga menekankan pentingnya memastikan anggaran Pro RT, benar-benar digunakan untuk kegiatan yang memberikan manfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mencontohkan, jika satu RT memperoleh anggaran sekitar Rp30 juta dan terdapat 60 RT yang menggunakan dana tersebut untuk pembangunan kandang ayam, maka total anggaran yang terserap mencapai Rp1,8 miliar.
“Kalau pun Rp30 juta dan ada 60 RT, maka Rp1,8 miliar akan habis percuma,” tegasnya.
Karena itu, Neni meminta setiap usulan kegiatan Pro RT dikaji secara matang, agar anggaran yang bersumber dari pemerintah tersebut tidak hanya terserap, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru, di lingkungan permukiman.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




