BONTANG – Baru memasuki awal Oktober 2026, dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi, di wilayah Kota Bontang. Kebakaran tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, dengan total luasan lahan terbakar mencapai 0,54 hektare.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, mengatakan bahwa kejadian pertama berlangsung, Kamis (1/10/2026), di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat.
“Untuk kejadian pertama yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, lokasi yang terbakar semak belukar dengan luas area sekitar 0,14 hektare,” ujar Ismail saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Selanjutnya, kejadian kedua terjadi, di Sabtu (3/10/2026) malam, tepatnya di Jalan Kol 6, atau di belakang BRI Pusat, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.
Di lokasi tersebut, kebakaran melanda semak belukar, pepohonan, serta rumput kering yang berada di kawasan perbukitan.
Ismail menyebutkan kebakaran di lokasi tersebut, tersebar pada tiga titik yang berada tidak berjauhan. Pada titik pertama, luas area yang terbakar mencapai 0,04 hektare dengan keliling area terbakar 75,04 meter.
Kemudian titik kedua memiliki luas area terbakar 0,16 hektare dengan keliling 178,44 meter. Sementara titik ketiga mencatat luasan terbakar 0,20 hektare dengan keliling 185,40 meter.
“Total luas area yang terbakar di lokasi tersebut sekitar 0,40 hektare,” jelasnya.
Ismail menyampaikan bahwa dalam penanganan kebakaran, di kawasan perbukitan tersebut tidak berlangsung mudah. Sebab, sejumlah titik berada di area dengan kemiringan lereng yang cukup terjal dan ditumbuhi semak lebat.
“Kondisi itu menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman, terutama ketika harus membentangkan selang pemadam menuju titik api,” jelasnya.
Selain medan yang cukup sulit, proses penanganan yang berlangsung pada malam hari juga sangat membutuhkan pencahayaan tambahan. Petugas harus memastikan pasokan air tersedia secara terus-menerus, agar proses pemadaman dapat berjalan optimal.
Dengan adanya dua kejadian tersebut, BPBD Bontang mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di area yang dipenuhi semak dan rumput kering.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




