BONTANG – Sejumlah botol minuman keras (miras) masih kerap ditemukan saat kegiatan bersih-bersih lingkungan di Lapangan Kampung Baru, Kelurahan Satimpo, Bontang, Sabtu (26/9/2026). Temuan tersebut menjadi perhatian, karena lokasi itu kerap menjadi pusat aktivitas masyarakat hingga malam hari.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan keberadaan botol miras di lokasi keramaian menunjukkan perlunya pengawasan lebih rutin, terutama pada malam hari.
Ia meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama petugas ketenteraman dan ketertiban (Trantib) di kelurahan, meningkatkan patroli di sejumlah tempat yang ramai dikunjungi masyarakat.
“Artinya kalau kita melihat aktivitas masyarakat pada malam hari, perlu ada pemantauan secara langsung dari pemerintah,” ujarnya.
Adanya konsumsi miras di tempat umum perlu dicegah, karena berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. Terlebih, kawasan tersebut juga kerap dikunjungi keluarga dan anak-anak.
“Kalau minum lalu kemudian enggak terkendali, mabuk misalkan, kan bisa fatal. Bisa memicu keributan karena cepat panas,” katanya.
Ia juga meminta patroli dilakukan secara rutin, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di ruang publik, termasuk pengunjung yang datang bersama keluarga.
Selain pengawasan terhadap aktivitas malam, patroli juga diharapkan mendukung penerapan program wajib belajar, terutama pada jam malam bagi anak usia sekolah.
Temuan botol miras tersebut, diketahui saat kegiatan bersih-bersih lingkungan yang digelar Partai Gerindra. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, agar jajaran partai di seluruh Indonesia turun membersihkan lingkungan masyarakat.
Untuk kegiatan perdana di Bontang, pembersihan dilakukan di Lapangan Kampung Baru, Kelurahan Satimpo. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu pusat aktivitas warga, mulai dari olahraga voli hingga kegiatan mini soccer.
Dari kegiatan tersebut, petugas mengumpulkan sekitar dua mobil kecil sampah. Dalam proses pembersihan, selain sampah umum, ditemukan pula sejumlah botol yang diduga merupakan botol minuman keras.
Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam




