Bukan Pengawas Utama, Ini Peran Disdik di Program MBG

BONTANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan pihaknya juga turut berperan dalam mendukung dan memantau pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MBG), meski tidak secara langsung sebagai pengawas utama.

“Ini program strategis nasional. Dipanggil atau tidak, kami tetap punya tanggung jawab moral untuk memantau karena lokusnya di sekolah,” ujarnya.

Ia menyebut, Disdikbud berperan sebagai penghubung antara sekolah dan pengelola program. Pada awal pelaksanaan, sempat muncul sejumlah keluhan, terutama dari sekolah yang belum terjangkau layanan.

Namun, seiring berjalannya waktu, keluhan terkait kualitas makanan dinilai semakin berkurang. Komunikasi antara sekolah dan pengelola program juga disebut semakin baik.

“Awalnya memang ada keluhan, tapi sekarang sudah jauh berkurang. Bahkan guru juga ikut mencicipi makanan, jadi bisa langsung menilai,” katanya.

Terkait keterlambatan distribusi, Abdu menilai hal tersebut lebih disebabkan faktor teknis di lapangan, seperti pengaturan jadwal, jarak tempuh, hingga kondisi lalu lintas.

“Tidak mungkin semua bisa tiba bersamaan. Ada jadwal pengiriman, belum lagi faktor macet atau hujan. Itu hal yang wajar, bukan unsur kesengajaan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Butuh Banyak perbaikan, Komisi III Minta Pemkot Perhatikan Akses Jalan Warga BK

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.