BONTANG – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang mulai mengerucut. Sebanyak 15 pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Bontang masuk tahapan wawancara untuk memperebutkan kursi Sekda definitif.
Pengisian jabatan kali ini tidak melalui seleksi terbuka atau lelang jabatan. Pemkot Bontang menggunakan mekanisme manajemen talenta ASN yang telah mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Penjabat (Pj) Sekda Kota Bontang Akhmad Suharto mengatakan, proses pengisian Sekda definitif mulai berjalan menjelang purnatugasnya sebagai ASN terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2026.
Dari 15 pejabat yang masuk bursa, Komite Talenta akan menyaring enam nama dengan hasil terbaik. Mereka selanjutnya mengikuti asesmen kompetensi pada 27–28 Agustus 2026.
Suharto mengatakan, asesmen dilakukan melalui assessment center yang telah mendapatkan akreditasi A dari BKN.
“Yogyakarta menjadi lokasi pelaksanaan asesmen,” kata Suharto.
Hasil asesmen kemudian diakumulasi dengan tahapan penilaian sebelumnya. Dari enam peserta akan ditetapkan tiga pejabat dengan nilai kumulatif tertinggi.
Tiga nama itulah yang menjadi kandidat akhir Sekda definitif Kota Bontang. Selanjutnya, wali kota menentukan satu dari tiga kandidat untuk menduduki jabatan Sekda.
Artinya, persaingan berlangsung ketat. Dari 15 pejabat yang masuk bursa, enam maju ke asesmen, lalu mengerucut menjadi tiga besar sebelum satu nama akhirnya dipilih.
15 Nama Lolos Pemetaan Awal
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang Sudi Priyanto menjelaskan, 15 pejabat tersebut masuk berdasarkan pemetaan dalam sistem nine box atau sembilan kotak manajemen talenta.
Pejabat eselon II yang berada pada kotak 8 dan 9 serta memenuhi persyaratan usia masuk dalam kelompok kandidat. Salah satu syaratnya, berusia di bawah 58 tahun saat pengisian jabatan Sekda dilakukan.
Pemkot telah melakukan cutting off atau pemutakhiran pemetaan sekitar sepekan lalu. Hasilnya, terdapat 15 pejabat yang memenuhi kriteria dan kemudian diundang mengikuti wawancara.
Sudi mengatakan, posisi pejabat dalam nine box tidak bersifat tetap. Posisi tersebut dapat bergerak naik maupun turun berdasarkan hasil penilaian kinerja dan potensi masing-masing pejabat.
Karena itu, 15 nama yang masuk dalam bursa Sekda merupakan hasil pemetaan terakhir sebelum tahapan pengisian jabatan dimulai.
Wawancara dilakukan oleh Komite Talenta yang diketuai Pj Sekda Bontang Akhmad Suharto. Anggotanya terdiri dari Inspektur Provinsi Kaltim, Inspektur Kota Bontang, Asisten I Setda Bontang Dasuki, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang Safa Muha.
Menurut Sudi, keterlibatan Inspektur Provinsi Kaltim berdasarkan permintaan Pemkot Bontang kepada Pemprov Kaltim. Gubernur kemudian menunjuk Inspektur Provinsi untuk bergabung dalam Komite Talenta.
Sementara Dasuki dan Safa Muha tidak masuk dalam daftar kandidat Sekda karena faktor usia. Keduanya akan melewati batas usia 58 tahun yang dipersyaratkan.
Sudi menambahkan, Pemkot Bontang telah mendapatkan rekomendasi BKN untuk menerapkan manajemen talenta sejak Oktober 2025. Sistem tersebut sebelumnya telah digunakan untuk rotasi pejabat.
Pada April 2026, empat pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Bontang dirotasi menggunakan mekanisme manajemen talenta.
“Pemkot sudah mendapatkan rekomendasi BKN untuk manajemen talenta. Sebelumnya sudah digunakan untuk rotasi. Sekarang digunakan untuk pengisian Sekda,” kata Sudi.
Berikut 15 pejabat yang mengikuti tahapan wawancara pengisian Sekda definitif Kota Bontang:
- Sony Suwito Adicahyono, SH, MM — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
- H. Lukman, S.S, M.Si — Staf Ahli Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
- Anwar Sadat, SP — Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum.
- Rafidah, SE, M.Si — Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan.
- Yessy Waspo Prasetyo, SE, M.A.P. — Sekretaris DPRD.
- Syahruddin, SE, M.A, M.Eng — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.
- Drs. Sudi Priyanto, M.Si — Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
- Deddy Haryanto, SE, M.Si — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
- Eddy Forestwanto, SSTP, M.Si — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
- H. Ahmad Yani Y, S.Sos, M.Si — Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
- Heru Triatmojo, SP, M.Si — Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
- dr. Suhardi, Sp.JP — Direktur RSUD Taman Husada.
- H. Much. Cholis Edy Prabowo, ST, M.Si — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota.
- H. Ahmad Aznem, SE, M.Si — Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian.
- H. Budiman, S.Sos, M.A.P — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Lima belas nama tersebut kini menunggu hasil penyaringan tahap pertama. Enam terbaik akan mengikuti asesmen di Yogyakarta pada 27–28 Agustus. Setelah itu, persaingan kembali mengerucut menjadi tiga besar sebelum wali kota menentukan Sekda definitif Kota Bontang. (RB)
Penulis/Editor: Agus S.




