Dewan Dorong Perusahaan Bantu Seragam Bertanding 53 Cabor di Porprov 2026

BONTANG – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, mengatakan dukungan anggaran pemerintah untuk kontingen Bontang, di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, Kabupaten Paser akan difokuskan pada kebutuhan utama atlet selama mengikuti ajang tersebut.

Sebab menurutnya, anggaran yang telah disiapkan oleh pemerintah hanya bisa mencakup kebutuhan seragam kontingen, akomodasi, uang saku, dan kebutuhan pendukung lainnya selama Porprov berlangsung.

Sementara itu, untuk seragam yang digunakan saat bertanding, Andi Faizal menyebutkan, sebelumnya terdapat alokasi melalui usulan dana hibah dari masing-masing cabang olahraga (cabor).

Namun, anggaran tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terdapat kelengkapan administrasi yang harus diselesaikan, oleh kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bontang sebelumnya.

Kondisi tersebut mendorong DPRD Bontang mencari alternatif, agar kebutuhan atlet tetap dapat terpenuhi. Salah satu opsi yang didorong adalah menggandeng perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang.

Ia menyebut, terdapat sekitar 53 cabor yang akan mengikuti Porprov 2026. Karena itu, ia mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KONI Bontang, untuk melakukan audiensi dengan perusahaan guna menggalang dukungan terhadap kebutuhan seragam bertanding atlet.

Baca Juga:  Budi Wahju Soesilo Kembali ke Pupuk Kaltim sebagai Dirut

“Kita berinisiatif untuk kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada, dimana ke 53 cabor ini yang bakal berangkat nantinya, kita akan minta Dispora dengan KONI untuk audiensi dengan pihak perusahaan untuk bisa membantu dalam seragam bertanding mereka,” jelasnya, Sabtu (29/08/2026).

Ia menilai kebutuhan seragam pada masing-masing cabor relatif, tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan keseluruhan anggaran perusahaan. Bahkan, menurutnya, kebutuhan untuk satu kontingen cabor diperkirakan tidak sampai Rp20 juta.

“Untuk seragam satu kontingen tidak sampai Rp20 juta. Kalau ada 53 cabor kemudian kita bebankan ke perusahaan, ada yang Rp20 juta, Rp10 juta, itu kan bervariatif. Bahkan ada juga seragam bertanding yang hanya Rp5 juta,” katanya.

Menurut Andi Faizal, skema tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan bertanding para atlet, tanpa menambah beban signifikan terhadap anggaran daerah.

Ia menegaskan, dukungan yang diharapkan dari perusahaan bukan bersifat paksaan. Sehingga DPRD bersama pemerintah hanya ingin membuka ruang kolaborasi, agar dunia usaha turut berpartisipasi dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Bontang.

Baca Juga:  Dispopar Rancang Jambore Pokdarwis dan Festival Layang-Layang

“Saya kira tidak membebankan dan ini bisa menjadi solusi. Ini artinya kita memohon, bukan meminta atau memaksa, supaya ada partisipasi perusahaan di bidang olahraga untuk Bontang,” pungkasnya.

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.