Hadapi Musim Kering, Peternak Kaltim Diminta Mulai Menyimpan Pakan Cadangan

SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur mulai mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan pakan ternak. Peternak didorong memperkuat stok pakan dengan memanfaatkan teknologi pengawetan hijauan.

Berdasarkan data BMKG, musim kemarau di Kaltim umumnya mulai berlangsung secara bertahap sejak pertengahan Juni. Puncak kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus dengan potensi kondisi kering berlanjut hingga September.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno mengatakan peternak perlu memiliki stok pakan yang dapat digunakan ketika pasokan hijauan segar berkurang.

Sejumlah metode dapat diterapkan, mulai dari pembuatan silase atau hijauan segar yang difermentasi tanpa udara, hay berupa rumput atau tanaman pakan yang dikeringkan, hingga fermentasi jerami.

Menurut Arief, pakan awetan tidak hanya diperlukan ketika musim kemarau. Stok tersebut juga dapat menjadi cadangan saat peternak berhalangan merawat ternak sekaligus mencegah kelebihan rumput segar terbuang karena membusuk.

“Pakan awetan ini tidak hanya berguna saat kemarau, tetapi juga berfungsi sebagai cadangan ketika peternak sedang sakit atau bepergian, sekaligus memanfaatkan surplus rumput segar agar tidak membusuk,” ujar Arief di Samarinda.

Baca Juga:  Asia Muhidin Minta Marwah Kaltim Dijaga dari Kepentingan Politik

Langkah tersebut dinilai penting karena pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya operasional usaha peternakan. Pengeluaran untuk kebutuhan pakan dapat mencapai sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi.

DPKH Kaltim juga mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk menekan biaya. Limbah pertanian seperti sisa panen jagung dan jerami padi dapat diolah dan dikombinasikan menjadi pakan awetan dengan kandungan nutrisi yang tetap terjaga.

Pelepah kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan. Pelepah terlebih dahulu dicacah menggunakan mesin chopper dan shredder hingga bagian lidi hancur sehingga lebih mudah diolah dan dikonsumsi ternak.

Untuk menjaga kualitas pakan alternatif, DPKH Kaltim menyiagakan 25 petugas Pengawas Mutu Pakan yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.

Petugas tersebut memberikan pendampingan kepada peternak sekaligus memastikan pakan yang dihasilkan memenuhi standar kualitas.

Peternakan berskala besar juga didorong menggunakan sistem bunker sebagai tempat penyimpanan pakan fermentasi. Proses fermentasi dapat menggunakan probiotik seperti EM4 sehingga pakan dapat disimpan lebih lama.

Selain mendorong produksi pakan secara mandiri, pemerintah daerah menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan konsentrat yang relatif mahal.

Baca Juga:  Sambut Lebaran, Polres Kubar Sediakan Sembako Murah

Salah satunya melalui pembangunan pabrik pakan baru di kawasan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fasilitas tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan pakan lokal sekaligus membantu peternak menekan biaya produksi.

DPKH Kaltim berharap penguatan stok dan pemanfaatan sumber pakan lokal membuat peternak lebih siap menghadapi perubahan musim. Dengan cadangan yang cukup, kebutuhan pakan ternak tetap dapat terpenuhi meski ketersediaan hijauan segar berkurang selama kemarau.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.