Harga Bahan Pokok Naik-Turun, Pedagang Pasar Tanjung Limau Keluhkan Pasokan

BONTANG – Harga untuk sejumlah bahan pokok di Pasar Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pedagang menyebutkan, kenaikan harga bahan pokok kerap terjadi ketika pasokan berkurang, terlebih menjelang hari besar.

Salah satu pedagang di Pasar Tanjung Limau, Sasa, mengatakan bahwa harga sejumlah komoditas yang dijualnya saat, ini sedang mengalami perubahan dibanding sebelumnya. Beberapa di antaranya yakni kacang panjang, sawi, hingga cabai.

Ia menyebutkan, untuk modal membeli kacang panjang di kisaran Rp24 ribu, sementara sawi sekitar Rp23 ribu per ikat. Untuk cabai kampung sendiri, harganya kini mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram atau Rp12 ribu per ons. Tak hanya itu, bahan pokok lainnya yang naik juga meliputi buncis, sayur pare, hingga lombok keriting.

“Biasanya cabai kampung itu hanya Rp85 ribu aja sekilo, itu yang paling murah,” ucapnya saat ditemui, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, cabai kampung menjadi salah satu komoditas yang cukup diminati para pembeli. Selain rasanya lebih pedas, cabai jenis tersebut juga dinilai lebih tahan lama dan tidak mudah busuk.

Baca Juga:  Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat, Ini Penyebabnya!

“Cabai kampung tidak gampang busuk, jadinya lebih laris. Terus juga tahan lama dan lebih pedas dibandingkan dengan cabai yang lainnya,” katanya.

Selain itu, Sasa juga mengatakan harga bahan pokok memang sulit dipastikan karena sangat bergantung pada kondisi pasokan. Harga dapat berubah sewaktu-waktu, mengikuti ketersediaan barang dari pemasok.

“Harga bahan seperti ini tidak bisa ditentukan. Pokoknya naik turun, misalkan hari ini naik, besok bisa turun. Jadi kita sebagai pedagang tidak bisa bilang berapa lama bahan pokok naik atau turun” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, kenaikan harga biasanya semakin terasa ketika memasuki momen hari besar. Kondisi tersebut terjadi karena pasokan komoditas di pasaran cenderung berkurang, sementara kebutuhan masyarakat meningkat.

“Pastinya kalau di hari besar langsung naik, itu sudah rutinitas tiap tahun. Ini saja yang bukan hari besar apa-apa naik, ditambah pasokannya kurang,” ungkapnya.

Menurut Sasa, kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi pedagang maupun masyarakat. Sebab, ketika di hari biasa saja sejumlah harga komoditas sudah mengalami kenaikan, dikhawatirkan lonjakan akan semakin terasa saat memasuki hari besar.

Baca Juga:  Ada Kegiatan Besar, Pasukan Kuning Diupayakan Dapat Insentif Tambahan

Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.