Hujan Mulai Guyur Bontang, BPBD Sebut Belum Jadi Tanda Berakhirnya Musim Kemarau

BONTANG – Hujan yang mulai mengguyur beberapa wilayah Kota Bontang dalam beberapa hari terakhir, dinilai cukup membantu mengurangi kondisi kekeringan, meski belum terjadi secara merata.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail Abdullah, mengatakan hujan yang terjadi belakangan ini belum bisa menjadi tanda bahwa musim kemarau telah berakhir.

Menurutnya, hujan tersebut kemungkinan turut dipengaruhi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Kalimantan Timur.

“Belum tentu juga. Mungkin hujan beberapa hari ini karena hasil Operasi Modifikasi Cuaca di provinsi,” ujar Ismail, Minggu (27/9/2026).

Ismail menyebut hujan yang turun di sejumlah wilayah cukup membantu mengurangi kekeringan untuk sementara. Namun, intensitas hujan belum merata di seluruh wilayah.

“Lumayanlah hujan beberapa hari ini. Walaupun tidak semua wilayah terkena, tapi cukup untuk mengurangi kekeringan sesaat,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Balikpapan, Kota Bontang pada 27-28 September diprakirakan tidak mengalami hujan.

Baca Juga:  Libatkan Swasta, DLH akan Bangun 11 TPS 3R Baru di Bontang

Ismail menambahkan, status siaga karhutla di Kalimantan Timur berdasarkan keputusan gubernur masih berlaku hingga 30 November 2026. Karena itu, upaya pengendalian risiko karhutla tetap dilakukan.

Terkait OMC, Ismail menegaskan operasi tersebut dilakukan oleh BNPB pusat dan pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan serta instruksi dari BNPB.

“Kalau operasi sebelumnya cuma berlangsung lima hari. Tidak lama kemudian diperintahkan lagi karena ada pertimbangan tertentu,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi di tingkat provinsi melibatkan Pemerintah Provinsi Kaltim, BPBD Provinsi, BMKG, serta maskapai penerbangan yang ditunjuk untuk melakukan penyemaian atau penaburan benih hujan.

Pewarta: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.