ISPA di Kukar Naik 27 Persen, Dinkes Waspadai Kabut Asap dan Cuaca Panas

TENGGARONG – Gangguan kesehatan mulai meningkat di tengah kemarau dan kabut asap di Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai 3.639 hingga 24 Agustus 2026, naik sekitar 27 persen dibandingkan Juli yang tercatat 2.865 kasus.

Artinya, terdapat penambahan 774 kasus dibandingkan catatan Juli. Peningkatan terjadi ketika sejumlah wilayah Kukar menghadapi cuaca panas dan kabut asap di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinkes Kukar Ismi Mufiddah mengatakan peningkatan kasus ISPA tidak dapat dikaitkan hanya dengan paparan asap karhutla. Kondisi cuaca panas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

“Penyebabnya tidak hanya asap karhutla, tetapi juga kondisi cuaca yang panas ekstrem,” kata Ismi.

Peningkatan kasus terlihat di sejumlah wilayah. Salah satunya Kecamatan Tenggarong, terutama kawasan Loa Ipuh. Kenaikan juga tercatat di Kota Bangun, Sebulu, dan Samboja.

Sementara di Muara Badak, peningkatannya relatif lebih rendah. Kasus ISPA bertambah 10 kasus, dari 181 pada Juli menjadi 191 kasus hingga 24 Agustus.

Baca Juga:  APBD Kaltim 2026 Terpangkas Rp6,3 Triliun, Pembahasan Macet dan Harus Diulang dari Awal

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau masih berlangsung dan karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kukar. Sepanjang Agustus 2026, sebanyak 142 kejadian karhutla telah masuk dalam rekapitulasi dengan luas lahan terbakar mencapai 1.304,58 hektare.

Namun, peningkatan kasus ISPA yang terjadi bersamaan dengan karhutla tidak otomatis menunjukkan seluruh kasus disebabkan paparan asap. Dinkes menyebut faktor cuaca panas juga turut memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Di tengah peningkatan tersebut, fasilitas kesehatan di Kukar disebut masih mampu menangani pasien. Rumah sakit dan puskesmas masih memiliki kesiapan pelayanan, termasuk persediaan obat-obatan.

“Faskes kita, baik rumah sakit maupun puskesmas, masih sanggup menangani. Stok obat-obatan sudah ready. Begitu pula masker untuk para petugas medis di faskes,” jelasnya.

Dinkes juga menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi kabut asap memburuk dan berlangsung lebih lama. Koordinasi untuk menambah kebutuhan logistik, termasuk masker yang dapat dibagikan kepada masyarakat, akan dilakukan sesuai perkembangan situasi.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara dipenuhi kabut asap. Jika tetap harus beraktivitas, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel di udara.

Baca Juga:  Mahasiswa Soroti Lemahnya Pengawasan Tambang, Dinas ESDM Kaltim Terima Aspirasi

Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Jika keluhan muncul atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. (MK)

Pewarta: Shavira Ramadhanita
Editor: Agus S.

Disclaimer

Redaksi Radarbontang.com tunduk pada Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999. Setiap berita yang dipublikasikan adalah hasil kerja jurnalistik. Hak jawab dan hak koreksi dapat diajukan melalui email: redaksi@radarbontang.com.