BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tetap berjalan, meski muncul laporan 24 siswa dari sejumlah sekolah mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi menu yang dibagikan pada Rabu (5/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Lurah Tanjung Laut Indah, Elis, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk memastikan proses pengolahan makanan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Menurutnya, pengelola menyampaikan seluruh tahapan, mulai dari pengolahan, penyajian hingga pendistribusian makanan telah mengikuti ketentuan yang berlaku. Bahkan, setiap hari satu porsi makanan selalu disisihkan sebagai sampel apabila sewaktu-waktu diperlukan pemeriksaan.
“Sampel makanan itu sudah diambil oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk diperiksa di laboratorium. Jadi sekarang kami masih menunggu hasilnya,” ujarnya.
Ia menuturkan, berdasarkan penjelasan awal dari ahli gizi yang mendampingi SPPG, terdapat dugaan sementara keluhan para siswa berkaitan dengan penggunaan kemiri, sebagai bahan campuran sayur. Penggunaan kemiri dilakukan sebagai pengganti santan yang memang tidak diperbolehkan dalam menu MBG.
Dugaan tersebut juga diperkuat dari hasil wawancara dengan salah seorang siswa yang mengonsumsi menu MBG tanpa memakan sayur. Siswa tersebut diketahui tidak mengalami keluhan kesehatan.
Meski demikian, Elis menegaskan dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan.
“Ini baru dugaan dari ahli gizi. Kami tidak bisa memastikan penyebabnya sebelum hasil laboratorium keluar. Kami juga sudah meminta agar hasil pemeriksaan nanti disampaikan kepada kelurahan,” katanya.
Sembari menunggu hasil uji laboratorium, distribusi MBG tetap dilaksanakan, karena belum ditemukan bukti yang menyatakan penyebab keluhan berasal dari makanan yang dibagikan. Pemerintah juga terus memantau kondisi siswa yang sempat mengalami gejala, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah, Dinas Kesehatan, dan pengelola SPPG.
Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam




