BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mendorong penguatan program literasi dan numerasi di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui penyediaan taman literasi dan numerasi, yang dapat menjadi sarana belajar, sekaligus membantu anak lebih mudah mengingat materi pelajaran.
Neni mengatakan, konsep taman numerasi dapat dibuat dengan menghadirkan berbagai unsur angka dan operasi matematika, di ruang terbuka sekolah. Mulai dari desimal, perkalian, penjumlahan hingga berbagai materi dasar matematika lainnya.
Menurutnya, keberadaan media belajar yang dapat dilihat dan digunakan secara langsung, diharapkan mampu membantu materi tersebut tersimpan lebih kuat dalam ingatan para siswa.
“Seperti taman literasi dan numerasi. Taman itu dipenuhi dengan angka-angka, seperti desimal, perkalian, tambah-tambahan. Jadi anak-anak cepat ingat dalam memori dan ingatannya,” ujar Neni, Jumat (11/9/2026).
Selain itu, Neni turut menyoroti masih adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam menghafal perkalian. Bahkan, sebagian siswa membutuhkan waktu cukup lama, ketika harus menjawab soal perkalian sederhana.
“Sekarang kan banyak anak-anak yang belum cukup hafal dengan perkalian. Lambat perkaliannya, tidak seperti kita dulu yang cepat mengingat,” katanya.
Bahkan Neni juga sempat menemukan ketika melakukan sejumlah kunjungan ke sekolah di Bontang. Ia menyebut kemampuan siswa dalam menguasai perkalian belum merata, dimana para siswa-siswi belum terlalu hapal tentang angka.
“Dari beberapa kunjungan sekolah, saya menemukan ada siswa yang masih susah mengingat perkalian. Jadi numerasi, literasi, pojok literasi serta lapangan numerasi itu sangat penting untuk mengingatkan otak anak dalam belajar di sekolah,” jelasnya.
Neni menegaskan, penguatan literasi dan numerasi harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kemampuan dasar peserta didik.
“Ini harus, karena ini merupakan program dari pemerintah,” tegasnya.
Ia berharap lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menyediakan ruang-ruang edukatif yang mampu membuat siswa belajar dengan cara lebih menyenangkan dan mudah diingat.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




