BONTANG – Seorang pria berinisial R (52) ditemukan meninggal dunia, di lokasi bangunan sarang burung walet miliknya, di wilayah RT.05, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (22/9/2026), sekitar pukul 14.37 Wita.
Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun reruntuhan bangunan yang sebelumnya terbakar. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian korban.
Informasi yang dihimpun, awal mula peristiwa terjadi ketika korban bersama seorang saksi berinisial A (47) mendatangi bangunan sarang walet tersebut. Saat tiba di lokasi, bangunan diketahui telah terbakar, namun api sudah dalam kondisi padam.
Kapolsek Muara Badak, Iptu Sumartono mengatakan bahwa korban kemudian masuk ke dalam bangunan, untuk mengecek kondisinya. Sementara saksi memilih tidak ikut masuk ke dalam bangunan tersebut.
Beberapa saat menunggu, korban tak kunjung keluar. Saksi yang mulai khawatir kemudian mencari korban ke dalam bangunan. Tepat saat berada di lokasi, saksi mendapati korban sudah tertimbun reruntuhan batako dalam posisi terlentang dan tidak bernyawa.
Kondisi bangunan saat itu masih cukup berbahaya, dimana material bangunan dalam keadaan rapuh pasca kebakaran, sementara sejumlah batako yang runtuh masih memiliki hawa panas. Petugas juga menemukan kayu dan pipa paralon yang terbakar di sekitar lokasi.
“Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi dan keterangan saksi, korban diduga meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan yang runtuh pasca kebakaran,” ucapnya, Rabu (23/9/2026).
Meski demikian, untuk memastikan kondisi korban, jenazah langsung dibawa ke RSUD Aji Muhammad Idris, Muara Badak untuk dilakukan pemeriksaan visum luar. Pihak keluarga juga menyatakan menolak dilakukan otopsi.
Selanjutnya, setelah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendata korban dan saksi, berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Limau, hingga memeriksa kondisi korban dan lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penanganan sesuai prosedur, dan memastikan seluruh keterangan serta temuan di lokasi didokumentasikan,” tambahnya.
Mengenai adanya kasus tersebut, pihaknya sangat mengimbau ke masyarakat agar tidak terburu-buru memasuki bangunan yang baru saja terbakar.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati bangunan atau lokasi yang baru terbakar, karena material bangunan dapat sewaktu-waktu runtuh dan masih menyimpan panas,” pungkasnya.
Pewarta: Dwi S
Editor: Yusva Alam




