Najirah saat menghadiri pelantikan pengurus RT Kelurahan Berbas Pantai Periode 2020 – 2025, di Mangrove Berbas Pantai, belum lama ini.
BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengakui tugas Ketua RT tidak mudah. Salah satu contoh tugas yang dapat dilaksanakan adalah menjaga dan meningkatkan silaturahmi antar warga. Karena silaturahmi modal terbesar kita dalam hidup bermasyarakat.
“Dengan silaturahmi, antar warga akan semakin kenal satu sama lain, saling memahami, saling menghargai, jauh dari perselisihan, dan jauh dari permusuhan, sehingga pada akhirnya lingkungan RT semakin kondusif,” ungkap Najirah saat menghadiri pelantikan pengurus RT Kelurahan Berbas Pantai Periode 2020 – 2025, di Mangrove Berbas Pantai, belum lama ini.
“Selamat kepada para Ketua RT Baru. Saya berharap para RT menjalankan programnya dengan memperhatikan program juga visi misi pemerintahan, dan ikut andil dalam kegiatan yang telah direncanakan pemerintah. Sehingga pemerintah dan para Ketua RT bisa bersinergi dengan baik,” pungkasnya. (hms/red)
Proses perekaman KTP-El di wilayah pesisir Bontang. (ist)
BONTANG – Upaya percepatan pencapaian cakupan layanan perekaman KTP Elektronik (KTP-El) terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang. Selain menyasar ke kelurahan dan sekolah, Disdukcapil juga menjangkau daerah pesisir Bontang. Teranyar, mereka melakukan pelayanan administrasi kependudukan jemput bola di Tihi-Tihi pada Sabtu (11/12/2021), dan di Malahing, Minggu (12/12/2021).
Mohamad Karnadi, Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Bontang mengatakan, selain perekaman, juga melayani penggantian dan perubahan data KTP-El, Kartu Indonesia Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, dan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI).
“Alhamdulillah antusias warga cukup tinggi,” ujarnya. Karnadi optimistis, hingga akhir tahun nanti, persentase cakupan perekaman KTP-El bisa memenuhi target sebanyak 98 persen.
Selama pelaksanaan perekaman, penerapan protokol kesehatan juga tak diabaikan. Seperti memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan tersedianya sarana cuci tangan. (bms)
BONTANG – Pemilihan ketua dan pengurus baru menjadi salah satu kegiatan utama dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Ika Pakarti Bontang yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Grand Equator, Sabtu (11/12/2021). Melalui hasil musyawarah mufakat, terpilih Harsono sebagai nakhoda baru Ika Pakarti Bontang periode 2021-2026, menggantikan Dasuki yang berstatus demisioner.
Sebelum terpilih, terdapat tiga calon ketua Ika Pakarti yang diusung, yakni Sutrisno dari paguyuban Bojonegoro, Suyono dari peguyuban Kediri, dan Harsono dari paguyuban Sragen. Sebelum musyawarah mufakat, ketiganya terlebih dahulu memaparkan visi-misi di hadapan peserta Musda.
Kemudian dari hasil aklamasi, tak ada satu pun calon yang diusung 100 persen oleh peserta. Sehingga dilakukan tahapan musyawarah dan berhasil memutuskan satu nama. “Dalam AD/ART (Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, Red.) Ika Pakarti, tidak mengenal voting. Karena bagaimana pun, akan menimbulkan luka bagi calon lainnya,” tutur Dasuki.
Harsono (kiri) gantikan Dasuki (kanan), sebagai ketua Ika Pakarti Bontang periode 2021-2026.
Hal itu juga ditegaskan Rusmadi, ketua DPP Ika Pakarti Kaltim. Mekanisme voting, kata dia, bukan berarti tidak demkoratis. Namun dapat menyisakan luka bagi calon yang kalah, meskipun kecil. Selain itu, juga bertolak belakang dengan makna guyub rukun yang bertujuan menghindari perpecahan.
“Jadi bukan hanya slogan. Tapi ini (guyub rukun, Red.) merupakan nilai budaya yang perlu dilestarikan. Kalau lewat musyawarah tidak bisa dilakukan, maka DPP yang akan menarik keputusan. Voting menjadi jalan terakhir,” bebernya.
Terpilih sebagai ketua baru DPD Ika Pakarti Bontang, Harsono mengusung visi menjadikan Bontang sebagai pusat kota peradaban. Beberapa program kerja juga telah ia siapkan. Menyasar program kerja umum, kesekretariatan, perbendaharaan, hubungan dan pemberdayaan masyarakat, seni budaya serta pemberdayaan UMKM, keolahragaan, kebersihan dan prasarana lingkungan, serta sosial dan keagamaan. (bms)
Wawali Bontang Najirah bersama jajaran Ika Pakarti di sela pelaksanaan Musda IV DPD Ika Pakarti Bontang di Hotel Grand Equator. (ist)
BONTANG – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi (DPD Ika Pakarti) Bontang sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV, Sabtu (11/12/2021) di Ballroom Hotel Grand Equator, Jalan Pupuk Raya. Musda yang mengangkat tema “Ika Pakarti Hadir untuk Negeri” itu dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bontang, Najirah.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPP Ika Pakarti Kaltim Rusmadi, Ketua MUI Bontang Imam Hambali, jajaran Forkopimda, serta beberapa anggota DPRD Bontang. Dasuki, ketua Ika Pakarti periode 2017-2021 mengatakan, ada tiga agenda penting dalam musda kali ini. Pertama mendengarkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama, kedua menyusun program kerja (proker), dan ketiga memilih ketua serta pengurus baru periode 2021-2026.
Peserta musda terdiri ketua, sekretaris, dan bendahara setiap paguyuban kedaerahan, paguyuban kesenian, serta pengurus cabang Ika Pakarti di tiga kecamatan di Bontang. “Harapan saya pengurus baru dapat melanjutkan program yang telah dijalankan. Kita (Ika Pakarti Bontang, Red.) sekarang sudah punya gamelan, ambulans, hingga lahan untuk sekretariat baru. Silahkan dimanfaatkan semua,” ujarnya.
“Tapi yang terpenting dari itu, bagaimana nantinya pengurus baru bisa merangkul dan menyatukan semua warga Jawa melalui kata Guyub Rukun. Pengurus bisa terbuka menerima semua aspirasi dan masukan dari anggotanya,” tambah Dasuki.
Sementara itu, Rusmadi menyampaikan rasa bahagia atas terselenggaranya musda kali ini. Dia mengucapkan terima kasih kepada Ika Pakarti Bontang yang telah mengimplementasikan nilai-nilai budaya dalam kehidupan organisasi dan bermasyarakat sehingga dapat mempersatukan keberagaman. “Lestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari Nusantara. Ika Pakarti siap bersinergi dengan pemkot dalam memajukan Bontang,” pesannya.
Sementara, Najirah menyambut baik dan mengapresiasi musda kali ini. Dia berharap, musda kali ini dapat menghasilkan program-program unggulan, sehingga Ika Pakarti dapat bermitra dengan pemkot mewujudkan masyarakat Bontang yang hebat dan beradab. “Untuk itu, saya menilai pemerintah perlu memberikan dukungan baik secara moril maupun lewat kebijakan anggaran terhadap setiap program kerja Ika Pakarti Bontang. Terutama yang mendukung dan sinergis dengan visi misi pembangunan Pemkot Bontang,” jelasnya.
Najirah berpesan, agar Ika Pakarti selalu menjaga kekompakan, komunikasi, dan kerja sama yang baik antar sesama anggota. Sehingga Ika Pakarti bisa semakin aktif dan inovatif untuk mendukung pemkot melalui berbagai program kerja dan kegiatannya.
Buku Ojo Lali Jawamu karya Begawan Ciptaning Mintaraga (kanan).
LUNCURKAN BUKU Pembukaan musda juga dirangkai dengan peluncuran buku berjudul “Ojo Lali Jawamu” karya Begawan Ciptaning Mintaraga alias Tommy Johan Agusta. Buku setebal 344 halaman tersebut dibagikan gratis kepada peserta musda dan tamu undangan yang hadir.
Buku tersebut, kata Begawan, didedikasikan untuk orang Jawa yang merantau ke Kaltim. Tujuannya agar tidak lupa dan terus melestarikan budaya Jawa di tengah arus globalisasi yang telah masuk dalam sendi-sendi kehidupan manusia.
Buku terbitan Halaman Muka Publishing Jakarta itu mengulas poin-poin penting, seperti adat istiadat Jawa, pitutur luhur Jawa, pengetahuan Bahasa Jawa, batik dan lurik, keris, wayang, semar dan punakawan, sastra Jawa dari masa ke masa, hingga tancep kayon. Peluncuran buku ini turut diapresiasi Rusmadi, sebab isinya betul-betul memiliki roh tentang Jawa.
“Saya sudah izin dengan penulisnya tadi, agar buku ini bisa dijadikan referensi utama bagi para anggota Ika Pakarti dalam menjalankan tugasnya baik di organisasi, pemerintahan, hingga bidang pembangunan,” tutur pria yang juga Wakil Wali Kota Samarinda itu. (bms)
BONTANG – Satresnarkoba Polres Bontang kembali menangkap pengedar sabu-sabu, Kamis (9/12/2021), sekira pukul 22.55 Wita. Tersangka berinisial YYTD (33) diringkus di kamar rumah orang tuanya yang berlokasi di Jalan Cumi-Cumi 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas AKP Suyono mengatakan, informasi peredaran barang haram tersebut terendus, salah satunya berkat informasi dari masyarakat.
Saat proses penangkapan dan penggeledahan, katanya, ditemukan satu kotak rokok berisikan 4 plastik sabu-sabu dengan berat 1,60 gram beserta satu pipet kaca. “Posisinya berada di sela-sela kasur samping kanan tempat tersangka duduk,” ucap Suyono.
Kepada polisi, tersangka mengaku, barang haram tersebut dipesan dari seseorang bernama Anca yang berdomisili di Samarinda sekira pukul 10.00 Wita. Tujuh jam kemudian, sabu-sabu tersebut datang dalam bentuk paket yang diantar oleh travel.
Belum sempat diedarkan, polisi keburu menggagalkannya. “Tersangka mengakui jika barang pesanan itu miliknya. Kini dia beserta barang bukti telah kami amankan,” ungkapnya.
Atas perbuatannya itu, YYTD dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 atau Pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (bms)
Buku Ojo Lali Jawamu karya Begawan Ciptaning Mintaraga (kanan).
BONTANG – Musyawarah Daerah (Musda) IV Ika Pakarti Bontang di Ruang Pirus Hotel Equator Bontang, Sabtu (11/12/2021) ada yang berbeda, yaitu peluncuran buku berjudul Ojo Lali Jawamu karya Begawan Ciptaning Mintaraga (BCM). Bagi masyarakat asal Jawa di Bontang, buku ini ibarat oase di tengah padang pasir, karena dapat memberikan kesejukan dalam menggali kearifan lokal (local wisdom) orang Jawa di era global.
Peluncuran buku itu dilaksanakan oleh penulisnya sendiri yakni Begawan Ciptaning Mintaraga dan Dasuki sebagai Ketua Ika Pakarti. Buku itu dibagikan gratis kepada seluruh tamu undangan dan peserta Musda Ika Pakarti yang hadir.
Buku setebal 344 halaman yang diterbitkan Halaman Muka Publishing Jakarta ini disusun secara serius oleh Begawan. Ada beberapa tema penting, antara lain Adat Istiadat Jawa, Pitutur Luhur Jawa, Pengetahuan Bahasa Jawa, Batik dan Lurik, Keris, Wayang, Semar dan Punakawan, Sastra Jawa dari masa ke masa dan ditutup dengan Tancep Kayon. Wali kota Bontang, ketua Ika Pakarti dan direktur utama PT Pupuk Kaltim (PKT) memberikan sambutan dalam buku ini.
“Buku ini saya susun memang ditujukan kepada orang Jawa perantauan di Kaltim, agar tidak lupa akan akar budaya Jawa yang adiluhung. Globalisasi sudah masuk di sendi-sendi kehidupan kita, namun melestarikan budaya Jawa khususnya dan budaya Nusantara umumnya adalah tugas kita bersama,” ujar penulis buku, Begawan seusai acara kepada mediakaltim.com
Kenapa hanya untuk orang Jawa perantauan yang di Kaltim? “Karena buku ini saya susun di Kota Bontang maka untuk cetakan pertama saya dedikasikan khusus Kaltim. Apabila respons dari orang Jawa perantauan di provinsi lain bagus dan ada permintaan untuk diterbitkan ulang, masih dimungkinkan untuk diupayakan cetakan berikutnya,” ujarnya.
Begawan mengatakan, penerbitan buku ini didukung oleh PT Pupuk Kaltim (PKT), yang memiliki komitmen dalam mendukung upaya pelestarian budaya di Bontang sehingga buku bisa dibagikan gratis kepada peserta Musda. “Niatan saya dari awal bersama Pak Dasuki memang ingin menghadiahkan buku ini kepada siapapun, agar budaya Jawa dapat dipelajari juga oleh non-Jawa. Versi e-book juga dapat diperoleh secara cuma-cuma, karena beberapakali telah disebarkan via grup WhatsApp,” jelasnya.
Sementara, Dasuki mengatakan, sebelum menyusun buku ini, Begawan berdiskusi dengannya pada April 2021. “Ada kegelisahan dalam batinnya budaya Jawa akan pelan-pelan tenggelam bila tidak ada upaya untuk menariknya kembali. Ternyata saya pun menyadari, bahwa dalam berbahasa saja generasi milenial sudah enggan menggunakan bahasa Jawa apalagi di perantauan seperti di Bontang ini,” ujarnya.
Kyai Munib sebagai ketua Panji Beber (Paguyuban Pelestari Tosan Aji Bessai Berinta) Kota Bontang juga menyambut positif hadirnya buku Ojo Lali Jawamu. “Kangmas Begawan adalah pembina Panji Beber yang memiliki semangat luar biasa dalam melestarikan pusaka dan budaya Nusantara. Termasuk pelestarian keris juga dibahas dalam buku ini. Semoga masyarakat semakin paham bahwa keris itu karya budaya yang harus dipertahankan,” tambahnya. (rls/mk)
Penyerahan penghargaan lomba oleh Dandim Choirul kepada wartawan Media Kaltim, Bambang. (Firman/Diskominfo)
BONTANG – Kodim 0908/BTG menggelar syukuran keberhasilan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112 yang dirangkai silaturahmi dengan wartawan Bontang, Jumat (10/12/2021). Dalam acara itu, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda mengapresiasi wartawan Bontang yang berhasil menjuarai lomba jurnalistik tingkat nasional dan lokal.
Acara yang dilaksanakan di Lamin Makodim Jalan Awang Long, Bontang itu dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Dasuki, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Usman, Camat Bontang Utara Sutrisno, para Perwira, Danramil, serta Babinsa yang ada di wilayah Kodim 0908/BTG.
Dalam sambutannnya, Dandim 0908/BTG Letkol Arh Choirul Huda bersyukur TMMD ke-112 bisa berjalan dengan baik dan rampung pada Oktober lalu. Sejatinya, syukuran ini diselenggarakan November lalu. Namun karena kegiatan yang padat, sehingga baru bisa terlaksana Desember ini.
Dia juga mengapresiasi dan berbangga atas capaian lomba karya jurnalistik TMMD Bontang yang tahun ini bisa tembus di kancah nasional. Baik dari kategori media elektronik, maupun media cetak dan online. “Dari enam kejuaraan, tiga di antaranya berhasil diraih (Bontang, Red.),” bebernya.
Hal ini, sambung Dandim, membuktikan kualitas jurnalistik media Bontang tidak hanya bersaing di level lokal Bontang maupun Kaltim, namun juga sampai ke level nasional. Selain terselenggaranya lomba karya jurnalistik di level TNI Angkatan Darat, Kodim 0908/BTG juga mengadakannya di level lokal Bontang.
Harapannya, kompetisi tersebut dapat memicu para kuli tinta di Kota Taman bisa menghasilkan karya-karya yang berbobot. “Selamat kepada para juara. Bagi yang belum tetap semangat untuk terus belajar,” pesan Dandim.
Kepala Diskominfo Dasuki turut mengapresiasi pelaksanaan TMMD ke-112 serta lomba karya jurnalistik. Atas nama Pemkot Bontang, dia mengucapkan terima kasih atas segala kegiatan selama TMMD, baik fisik maupun nonfisik. Lewat kegiatan tersebut katanya, dapat membantu berbagai kesulitan masyarakat.
Dia juga mengucapkan selamat kepada para wartawan Bontang yang telah berhasil menjuarai lomba karya jurnalistik baik di level nasional maupun lokal. Dasuki berpesan, di era digital saat ini, tantangan wartawan cukup besar. Sebab produk jurnalistik harus melawan arus informasi yang begitu deras dari media sosial. Sehingga wartawan harus terus meningkatkan kualitas produknya.
”Kami juga memberikan ruang pembinaan untuk wartawan melalui UKW (Uji Kompetensi Wartawan, Red.). Harapannya pada 2022 nanti, seluruh wartawan harus sudah tersertifikasi,” tandasnya.
Sebagai informasi, juara 1 lomba karya jurnalistik di tingkat nasional untuk kategori media elektronik diraih TVRI. Sedangkan juara 1 dan 2 kategori media cetak dan online, diraih Edwin Agustyan dari Kaltim Post serta Rifqi dari Klikkaltim.com. Adapun juara lomba karya jurnalistik tingkat Bontang, juara 1 diraih Bambang wartawan Mediakaltim.com, juara 2 Aji Sapta Dian Abdi dari Pusaranmedia.com, dan juara 3 Maimunah Afiah dari Bekesah.co (bms)
BONTANG – Harga cabai rawit yan g melonjak di pasaran disebabkan beberapa faktor. Penyebab utamanya, kondisi cuaca yang tidak menentu. Dampak lainnya dari cuaca buruk ini yakni terhambatnya pengiriman pasokan melalui jalur transportasi laut karena gelombang laut yang tinggi.
Hal itu disampaikan Kabid Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani. Belum lama ini, tambahnya, banyak petani tomat dan cabai di daerah pemasok yang mengalami gagal panen akibat curah hujan yang tinggi.
“Di sisi lain daya beli masyarakat menjelang Nataru (Natal dan tahun baru, Red.) juga meningkat. Apalagi sekarang sudah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Red.) level satu,” ujar Debora, Kamis (9/12/2021).
Dengan turunnya level PPKM, sambung dia, tentu berdampak pada kebutuhan pangan yang meningkat. Sebab berbagai kegiatan seperti hajatan dan resepsi sudah boleh dilaksanakan. Namun kondisi itu tidak sebanding dengan ketersediaan cabai di pasaran Bontang yang kebanyakan hanya terdiri dari cabai lokal dan cabai dari Samarinda.
Untuk menekan harga tersebut, Pemkot Bontang bakal menggelar operasi pasar murah dengan menggandeng petani lokal. “Rencananya 22 Desember di eks Lapangan MTQ Parikesit,” sebut Debora.
Sebelumnya diberitakan, kenaikan komoditas cabai rawit ini selalu terjadi saat menyambut momen Nataru. Kenaikan harga bisa mencapai Rp 100 ribu per kilogram, dari yang biasanya hanya Rp 70 ribu. Kondisi itu berdampak pada menurunnya pembelian cabai akibat pembeli tidak mau memborong dalam jumlah banyak. (bms)
BONTANG – Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari rencananya sudah bisa dilaksanakan Februari 2022. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) Bontang, Anwar Nurdin menyampaikan, optimistisnya itu didasari Surat Keputusan (SK) Wali Kota Bontang dan instruksi Presiden RI untuk mempercepat lelang pengerjaan fisik tanpa harus menunggu Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
“Desember ini proses lelang sudah bisa dilakukan dan Rencana Kerja Anggaran dari Kementerian (PUPR) paling lama dua minggu,” ujar Anwar, Kamis (9/10/2021).
Pekerjaan jalan itu, kata dia, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 4 miliar. Sasaran utamanya yakni jalanan bagian kiri dari arah kota menuju kantor wali kota. Sebab di jalur tersebut, kerusakan jalan lebih parah dibandingkan jalur sebaliknya.
Soal perbaikan Jalan M Roem dan Urip Sumuharjo, Nurdin menjelaskan, kegiatan tersebut telah selesai dilaksanakan tahun ini melalui APBD Perubahan senilai Rp 400 juta. Perbaikannya hanya menyasar di lokasi-lokasi yang parah.
Adapun progres kajian peningkatan di Jalan Urip Sumuharjo, saat ini masih masuk tahap dua oleh tim Lembaga Afiliasi Penelitian (LAPI) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kajian itu menggunakan anggaran Rp 450 juta di APBD Perubahan 2021.
Sebelumnya diberitakan, perbaikan Jalan Soekarno-Hatta seharusnya dilaksanakan tahun ini. Namun gagal lantaran anggaran dari Pemprov Kaltim batal dikeluarkan. Alhasil, pemkot hanya mendorong perusahaan di sekitar Bontang Lestari untuk ikut berkontribusi melakukan perbaikan sementara. Sebab kerusakan jalan itu dipastikan lantaran aktvitas kendaraan pengangkutan perusahaan yang tonasenya melebihi kapasitas. (bms)
Kegiatan silaturahmi dirangkai dengan foto bersama dan penyerahan suvenir kepada perwakilan masing-masing media. Foto: Istimewa
BONTANG – Manajemen Corporate Communication (Corcom) Badak LNG menggelar silaturahmi dengan insan media Bontang di Rumah Makan Wiwako kilometer 8, Jalan Poros Bontang-Samarinda, Rabu (8/12/2021). Pertemuan itu untuk memperkuat kembali kerja sama serta sinergi antara perusahaan, wartawan, dan media, setelah cukup lama vakum akibat pandemi Covid-19.
Selain itu, Badak LNG juga sekaligus memperkenalkan Irfan Hidayat, calon Manager CSR & Relation yang baru, menggantikan posisi Bambang Eko Wibisono (BEW) yang akan memasuki masa pensiun per 22 Desember mendatang.
Dalam sambutannya, BEW mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan peran media selama ini dalam memberikan informasi terkait citra baik perusahaan, serta menyaring berita-berita bohong (hoaks).
Dirinya berharap, setelah tongkat estafet jabatan itu beralih ke Irfan Hidayat, kerja sama dan kemitraan dengan insan media Bontang dapat terus ditingkatkan, sehingga lebih baik dari sebelumnya. Termasuk halnya kerja sama peningkatan kompetensi para kuli tinta melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“Saya memohon maaf apabila ucapan dan candaan selama ini ada hal-hal yang tidak berkenan,” kata pria yang telah tiga tahun menjabat sebagai Manager CSR & Relation Badak LNG itu.
Sementara itu dalam sambutannya, Irfan Hidayat meminta dukungan dari seluruh insan media sehingga kerja sama antar dua pihak ini bisa lebih baik dan berkelanjutan. “Semoga dukungan yang diberikan dulu kepada Pak Bambang (BEW), bisa sama dengan dukungan yang diberikan ke saya nanti,” harap Irfan.
Terpisah, Senior Manager Corporate Communication & General Support Badak LNG, Yuli Gunawan mengatakan, dengan semakin membaiknya tren kasus Covid-19 ke depan, dukungan perusahaan kepada insan media Bontang juga bisa lebih maksimal. “Kami minta maaf apabila selama ini ada sikap kami yang kurang berkenan di hati rekan-rekan wartawan,” ujar Yuli.
Mewakili wartawan dan insan media, Kusnadi Said dalam sambutannya mengapresiasi Badak LNG yang telah komitmen dan banyak mendukung kegiatan insan media dan wartawan di Kota Taman. Meskipun kondisi Badak LNG yang saat ini sudah berbeda dari beberapa tahun sebelumnya.
Diharapkan, ke depan sinergitas bisa terus dikembangkan dan ditingkatkan. “Selamat menjalani kehidupan baru (pensiun, Red.) kepada Pak BEW. Dan selamat bertugas kepada Pak Irfan,” ucap Kusnadi. Kegiatan silaturahmi dirangkai dengan foto bersama, penyerahan suvenir, hingga makan siang bersama. (bms)