Beranda blog Halaman 1002

Lomba Kapal Hias Curi Perhatian Warga, Wawali Minta Tiap Tahun Digelar 

0
Keunikan peserta lomba parade kapal hias di perairan Tanjung Limau. (ist)

BONTANG – Sebanyak 8 peserta mengikuti lomba parade kapal hias di perairan Tanjung Limau, Kelurahan Bontang Baru, Rabu (8/12/2021). Kreativitas para nelayan tersebut mencuri perhatian dari ratusan warga yang hadir menonton dari atas dermaga. Lomba itu masih dalam rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) 2021.

Selain mengikuti lomba adu cepat ketinting, peserta juga tampak antusias menghias kapalnya secantik mungkin agar mendapatkan perhatian juri, hingga berujung kemenangan. Kapal mereka dihias dengan gambar berbagai jenis ikan, serta dihiasi umbul-umbul yang berwarna-warni.

“Yang ikut mulai nelayan Kelurahan Tanjung Laut sampai Tanjung Limau,” kata Musthafa, ketua panitia lomba. Kriteria penilaian, sambungnya, terdiri dari ketangkasan peserta memamerkan hasil laut, hingga jenis kapal yang digunakan. Mereka memperebutkan hadiah uang Rp 3 juta untuk juara pertama.

Dalam kegiatan itu hadir Wakil Wali Kota Bontang, Najirah. Orang nomor dua di jajaran Pemkot Bontang itu mengapresiasi pelaksanaan lomba karena sangat diminati masyarakat dan meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM pesisir. Dirinya berharap, lomba ini bisa rutin diselenggarakan setiap tahun.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar terus menjaga lautan dan keseluruhan alam semesta. Sehingga tetap ramah dan nyaman untuk dihuni,” tandasnya. (bms)

Tuntut Pembayaran Pesangon, Eks Pegawai Hotel Equator Gelar Aksi

0
Aksi unjuk rasa FSP KEP atas tuntutan pembayaran pesangon eks karyawan Hotel Equator Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Bekas karyawan Hotel Equator kembali menggelar aksi damai menuntut uang pesangon mereka yang hingga kini tak kunjung dibayarkan pihak manajemen. Hanya saja, niat mereka berdemonstrasi di depan hotel, Rabu (8/12/2021), tak bisa dilakukan karena terhalang barikade polisi.

Pendemo yang berjumlah puluhan orang itu akhirnya menutup Jl Pupuk Raya 1, sambil menyuarakan aspirasinya agar pengelola hotel, PT Kaltim Equator membayar pesangon Rp 4,1 miliar yang merupakan hak 52 bekas pegawai.

Supriadi, koordinator aksi dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP-KEP) Bontang, mengatakan, aksi yang mereka gelar merupakan tindak lanjut tuntutan yang sudah bergulir sejak tahun 2016.

Berbagai upaya mulai dari mediasi hingga jalur hukum, jelas Supriadi, sudah ditempuh namun hingga kini tak ada niat baik dari manajemen untuk menjalankan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada 2018 tersebut.

“Hingga kini belum ada kejelasan, makanya kami turun ke jalan,” kata Supriadi. Dikatakan pula, rencana mereka menggelar aksi di depan Hotel Equator ditolak kepolisian dan pihak PT Pupuk Kaltim dengan alasan merupakan objek vital.

Supriadi memastikan, jika tuntutan mereka tak juga mendapat jawaban pasti, mereka akan menggelar aksi serupa pada pekan depan.

Bukan hanya lewat jalur hukum, para karyawan Hotel Equator sempat mendatangi DPRD Bontang, meminta agar masalah mereka diselesaikan. Dalam pertemuan akhir November 2020, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris berjanji akan mendatangi PKT dan PT Kaltim Nusa Etika (PT KNE) selaku pemegang saham mayoritas hotel.

“Mestinya anggaran (pesangon) dibayarkan oleh para pemegang saham. Toh itu memang hak mereka (eks pegawai),” kata Agus Haris kala itu. (bms)

Sepatu Lokal Bontang Bergaya Milenial, Bisa Pesan sesuai Keinginan

0
Owner LPK Sasana Widya Elok Erma Arviari Bersama Anggotanya Rahman, Saat Podcast MejaTamu, Rabu (08/12/2021)

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sasana Widya telah mengadakan pelatihan membuat sepatu lokal khas Kota Bontang. Hal ini sesuai dengan visi Pemkot Bontang untuk mengembangkan produk lokal yang bisa membantu meningkatkan perekonomian di Kota Bontang.

LPK yang baru berdiri sejak 6 tahun yang lalu ini, awalnya fokus pada pelatihan teknik pengelasan, otomotif, juga kelistrikan. Seiring berjalannya waktu, LPK Sasana Widya mulai mencoba memberikan pelatihan membuat sepatu.

Owner LPK Sasana Widya, Elok Erma Aviari, mengatakan pelatihan sepatu lokal ini diadakan salah satunya karena dia hobi mengoleksi sepatu. Selain itu, ia juga mendapat tantangan untuk bisa mengadakan pelatihan sepatu dalam kurun waktu yang singkat.

“Alasan memilih sepatu, karena saya hobi mengoleksi sepatu. Lalu saat itu saya mendapat tantangan, bisa gak bikin sepatu dalam waktu singkat. Biasanya pembuatan sepatu dilakukan selama 3 bulan, kalau kami hanya 10 hari sudah bisa menghasilkan 20 pasang sepatu,” ucap Elok saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Produk Sepatu Lokal, Kualitas Milenial”.

Program kerja sama antara mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang ini, tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (8/12/2021).

Pameran Sepatu Lokal di Expo Bontang Beradab 2021, di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang

Pelatihan sepatu lokal ini kata Elok, dilaksanakan awal November lalu. Walaupun kurun waktu 10 hari terbilang singkat untuk pembuatan sepatu, namun katanya, kualitas sepatu yang diproduksi tetap baik dan dengan harga yang terjangkau.

“Jadi walaupun hanya 10 hari pelatihan, sepatu yang kami produksi tetap memperlihatkan kualitas yang bagus dan beda dari yang lain. Harganya pun terjangkau dari harga 100 ribu sampai 300 ribu rupiah,” ujar Elok.

Ke depan, dia menargetkan produk sepatu lokal ini bisa digunakan seluruh siswa sekolah di Kota Bontang. Tak terkecuali para pejabat daerah. Dengan begitu, maka perlahan perekonomian di Bontang akan semakin membaik.

Menariknya, sepatu lokal ini juga menawarkan pembuatan sepatu sesuai dengan pesanan (custom). Mulai dari bahan, motif, hingga pemberian inisial nama pada sepatu. “Mau pilih bahan, motif, bisa juga dikasih inisial nama. Biasanya kalo kita pakai barang yang beda dari yang lain, akan menambah kepercayaan diri kita, ” kata Elok.

Dia mengatakan, tak harus perajin sepatu, siapapun bisa mengikuti pelatihan sampai bisa membuat sepatu sendiri. Bagi yang penasaran dengan produksi sepatu lokal dan ingin memesan sepatu, bisa langsung datang ke LPK Sasana Widya.
“Siapapun bisa jika dilatih, sampai bisa buat sepatu dalam waktu singkat. Yang ingin berkunjung bisa langsung datang ke kantor LPK, di Jalan Pattimura Gang Atletik 15 Nomor 30,” pungkasnya. (ahr)

Baru Bebas, Residivis Narkoba Diringkus di Tanjung Laut, Pesan Sabu-sabu di Bengalon Lewat Medsos

0
Pelaku dan barang bukti diamankan. Foto: Istimewa

BONTANG – Pria berinisial AB (29) kembali berurusan dengan Satresnarkoba Polres Bontang, Rabu (8/12/2021) sore. Residivis itu tak jera dengan statusnya sebagai pengguna dan pengedar yang baru saja menghirup udara bebas beberapa bulan lalu. Dia kembali masuk sel setelah sebelumnya pernah divonis 8 tahun penjara.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Reskoba AKP Tatok Tri Haryanto mengatakan, AB ditangkap di rumahnya di Jalan Tanjung Pura, Kelurahan Tanjung Laut. Saat itu, pelaku baru saja bertransaksi sabu-sabu 60 gram dengan cara memesan melalui media sosial (medsos). “Sabu-sabunya dipesan dari Bengalon (Kutai Timur, Red.). Dia sudah mengedarkan sekitar tiga kali,” kata Tatok.

Sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu mengintai. Setelah dipastikan pelakunya, polisi langsung meringkus AB beserta sejumlah barang bukti seperti timbangan digital, plastik klip, uang tunai Rp 750 ribu hasil penjualan sabu-sabu, ponsel, sendok takar, alat hisap (bong), serta satu kotak sabun.

Kini, anggota Polres Bontang juga tengah memburu pemasok barang haram tersebut. Sementara AB telah diamankan di Mapolres Bontang untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, AB dijerat Pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 4 tahun penjara. (bms)

Tingkatkan Partisipasi Masyarakat, ‘Sipencerah’ Resmi Diluncurkan

0
Peluncuran inovasi aplikasi “Sipencerah” di Kantor DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Sekretariat DPRD Bontang resmi meluncurkan inovasi “Sipencerah”, yang merupakan akronim dari Sistem Informasi Pembahasan Raperda yang Partisipatif. Inovasi yang diinisiasi Kabag Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD, Mikhael Edy Salamba tersebut diluncurkan di ruang rapat lantai 2 Kantor DPRD Bontang, Selasa (7/12/2021).

Sekretaris Dewan (Sekwan) Lukman menuturkan, aplikasi itu dibuat untuk mempermudah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tahapan pembahasan Rancangan peraturan daerah (Raperda), yang digodok DPRD Bontang dengan pemerintah daerah hingga proses penetapan.

“Artinya dengan adanya aplikasi ini, masyarakat tidak mesti datang dalam rapat pembahasan Raperda untuk mengikuti perkembangan. Usulan atau masukan dalam pembahasan raperda juga bisa disampaikan dalam catatan aplikasi tersebut,” ujar Lukman.

Lewat terobosan baru berbasis digital ini, Lukman sangat mengapresiasi. Sebab sangat membantu dalam konsultasi publik untuk setiap Raperda yang dibahas. “Karena konsultasi publik adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam rancangan peraturan daerah. Aplikasi ini akan sangat membantu karena dilengkapi layanan virtual yang dapat dimanfaatkan untuk menerima langsung masukan dari publik,” terangnya.

Terpisah, Mikhael Edy Salamba sebagai inisiator inovasi tersebut menambahkan, aplikasi tersebut dapat di akses di laman website sipencerah.bontangkota.go.id. Berbagai keunggulan inovasi ini di antaranya, bisa memangkas biaya material kertas dalam setiap dokumen raperda.

Selain itu, juga terdapat fitur agar masyarakat bisa memberikan masukan, dan fitur mengunduh suatu dokumen yang diinginkan. “Jadi masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam setiap tahapan pembuatan Raperda hingga menjadi Perda (Peraturan Daerah),” tandasnya. (bms)

Ramaikan Harkannas, 23 Nelayan Adu Cepat

0
Peninjauan Lomba Ketinting dalam rangkaian Harkannas Ke-8 di Kota Bontang oleh Wakil Walikota Bontang. Foto : rusdin/kominfo

BONTANG – Wakil Walikota Bontang Najirah melakukan peninjauan Lomba Ketinting dalam rangkaian acara Hari Ikan Nasional (Harkannas) ke-8, pada Selasa (7/12/21). Lomba yang digelar di area Tempat Pelelangan Ikan Tanjung Limau tersebut juga dihadiri Direktur Penguatan Daya Saing Kementerian Kelautan dan Perikanan DR. Trisna Ningsih dan Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Bontang M Bahri.

Penanggung jawab lomba Mustafa menyampaikan, lomba balap ketinting kali ini diikuti 23 peserta yang semua berasal dari Bontang. “Ada 23 peserta,dari Berbas, Bontang Kuala, Gusung serta dari Tanjung Limau sendiri,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan selain penyelenggaraan lomba ketinting, ada beberapa lomba lainnya yang juga digelar dalam rangka Hari Ikan Nasional.   “Ada lomba tangkap ikan lele, menjurai jaring, lomba ketinting dan lomba kapal hias,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Najirah mengatakan, peringatan Harkannas tahun ini merupakan momentum bangkitnya ekonomi di masa pandemi. Setelah sebelumnya melakukan peninjauan jalannya Expo Harkannas di Stadion Bessai Berintai, ia menerangkan rangkaian acara Harkannas tersebut melibatkan para pengelola makanan berbahan dasar ikan, dan juga penangkap ikan di Kota Bontang.

“Hari Peringatan Ikan Nasional yang kita selenggarakan di Lang-Lang (Stadion Bessai Berintai) pada saat ini, bagaimana kita kita menumbuh kembangkan UMKM karena 2 tahun pandemi. Tentunya juga dipadukan dengan para penangkap ikan jadi bukan hanya pengelola ikan saja,” sebutnya.

Ia berharap dengan terselenggaranya berbagai macam kegiatan dalam memperingati Harkannas, dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan untuk membangun generasi bangsa. (rose/kmf/red)

Harga Cabe Rawit Tembus 90 Ribu Per Kilogram

0
Pedagang mensortir cabai rawit merah.

BONTANG – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), sejumlah harga komoditas pangan di pasar merangkak naik. Yang paling menonjol cabai rawit merah. Kenaikan terpantau terjadi sejak sebulan terakhir. Dari yang hanya Rp 35-40 ribu per kilogram, kini bisa tembus Rp 90 ribu-100 ribu.

“Per minggu selalu naik harganya (cabai rawit merah, Red.) . Setiap tahun menjelang akhir tahun memang seperti itu trennya (kenaikan harga, Red.),” kata Piah, salah satu pedagang sayur mayur di kawasan Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin), (7/12/2021).

Seminggu lalu, sambung Piah, harga cabai rawit masih di kisaran Rp 70 ribu per kilogram. Pekan ini sudah tembus Rp 90 ribu. Dia mengaku, jika harga beli dari Samarinda ikut naik, maka harga jualnya pun otomatis ikut naik. Efeknya pembeli jadi makin sedikit. Pembeli juga tidak mau membeli cabai dalam jumlah banyak. “Stoknya akhirnya dikurangi. Daripada banyak yang busuk karena tidak laku,” ucapnya.

Hal senada terjadi di Pasar Telihan. Bahkan di sana, harga cabai rawit tembus Rp 100 ribu per kilogram. Hal tersebut disampaikan salah satu pedagang, Pardi. “Saya juga tidak tahu penyebabnya mengapa bisa naik,” sebutnya.

Pedagang berharap kepada pemkot, segera mencarikan solusi terkait kenaikan harga cabai ini. Sebab jika tidak, kenaikan harga diprediksi masih akan terus berlanjut hingga akhir 2021 atau awal 2022. Dampaknya pembeli protes, sementara penjualan pedagang menjadi tidak stabil. (bms)

Expo Harkannas, Wawali Apresiasi, Ada Ice Cream dari Bahan Dasar Ikan

0
Wawali Najirah mengapresiasi kreativitas warga di Expo Harkannas di Lapangan Bessai Berinta, Selasa (7/12/21). Expo akan berakhir Rabu (8/12) hari ini. Foto : Firman/Kominfo

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang Najirah meninjau Expo Harkannas ke-8 yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian di Lapangan Bessai Berinta, Selasa (7/12/21).

Wawali Najirah mengapresiasi panitia dan warga Bontang yang kreatif dalam membentuk aneka ragam olahan ikan. “Produk olahan UMKM yang disajikan sangat kreatif. Bahkan ada ice cream yang dibuat dari bahan dasar ikan,” puji Najirah.

Ia juga menyebutkan, aneka produk olahan tersebut dapat meningkatkan UMKM dan mengangkat perekonomian masyarakat di Kota Bontang. “Kita optimistis Bontang dapat menjadi kota yang maju pariwisata dan UMKM-nya. Dan saya berpesan agar setiap stand dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan,” sambungnya. “Selamat berinovasi dan selamat bertanding produk olahan kepada Bapak Ibu semuanya,” tutup Najirah.

Sebagai informasi, pameran tersebut diikuti oleh UMKM binaan Pemkot Bontang dan para pelaku usaha. Pameran ini sendiri telah berlangsung sejak tanggal 6 Desember dan akan ditutup pada 8 Desember hari ini. (lusy/kmf/red)

Kampung Selambai Dipercantik, Jadi Kawasan Destinasi Wisata

0

BONTANG – Kawasan Kampung Selambai dipercantik lewat program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).  Pembenahan pada Program Kotaku di Selambai ini meliputi pembangunan IPAL, dan perbaikan jembatan kayu yang telah diubah menjadi jalan cor. Saat ini juga terlihat dibangun gapura di pintu masuk Kampung Selambai.

Di kawasan ini Pemkot Bontang juga masih menyelesaikan pembangunan Masjid Terapung yang kini memasuki tahap kedua, dengan progres mencapai 55 persen. Masjid yang berlokasi di antara pelabuhan Loktuan dan Kampung Selambai Kota Bontang itu diprediksi rampung akhir Desember 2021.

Sekda Bontang Aji Erlynawati mengatakan, pembangunan masjid terapung tidak hanya berjalan on progress, akan tetapi hasilnya dapat membanggakan masyarakat Bontang. “Alhamdulillah bagus aja. Progresnya tidak pernah meleset. Pembangunan tahap kedua ini, diaterget Desember tuntas,” bebernya belum lama ini.

Dia berharap, ketika selesai masjid ini menjadi destinasi wisata. Sebagai kota yang agamis, masjid ini diharapkan dapat berdampak baik bagi lingkungan.

Terpisah,  Kepala Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan DPUPRK Bontang, Edi Soeprapto mengatakan, pembangunan masjid tahun ini melanjutkan pemancangan struktur gedung yang dikerjakan tahap pertama.

Karena sifatnya melanjutkan, progres diharapkan nampak pada pembangunan lantai, dinding hingga atap masjid. “Pembangunan yang dikerjakan saat ini adalah, lantai, dinding, kubah dan atap juga jembatan atau jalanan,” bebernya.

Untuk diketahui, masjid Terapung dibangun dengan rencana anggaran awal Rp 60 miliar. Di tahun 2019, anggaran senilai Rp 30 miliar dialokasikan dengan nilai kontrak Rp 29 miliar dan selesai pada pengerjaan pemasangan tiang pancang.Pekerjaan kemudian dilanjut pada 2020 untuk pembangunan struktur dan bangunan masjid dengan rencana alokasi anggaran Rp 34 miliar.

Hanya, dalam perjalanannya, pembangunan Masjid Terapung di Kota Bontang ini mengalami pemotongan anggaran lantaran kondisi Covid-19, sehingga anggaran 2020 hanya bernilai sekira Rp 15-an miliar. (rin/red)

Dini Hari, Loktuan Membara, Dua Rumah Ludes Terbakar

0

BONTANG – Kobaran api tiba-tiba memecah keheningan malam di permukiman warga Kelurahan Loktuan, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 01.30 Wita. Dengan cepat, si jago merah melahap dua rumah di wilayah RT 35 Loktuan, Jalan RE Martadinata, tak jauh dari Masjid Nurul Muttaqin.

Berdasarkan informasi dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri, dua bangunan tersebut terdiri dari rumah milik Amir (55), dan satunya rumah petakan Panti Asuhan Putri Nurul Hidayah milik Haji Irsyad.

Sumber api, kata Bajuri, pertama kali muncul dari rumah milik Amir. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab dari kemunculan api tersebut. “Sekitar jam setengah tiga api sudah mulai padam. Tidak ada korban jiwa,” terangnya saat dikonfirmasi.

Selama proses pemadaman, sambung Bajuri, petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkot maupun Pupuk Kaltim, mengalami kesulitan lantaran jalan masuk yang sempit. Selain itu, pada awal kebakaran, kondisi aliran listrik di lokasi kejadian masih tersambung.

Beruntung tak lama berselang, aliran listrik padam sehingga memudahkan kerja petugas menjinakkan si jago merah. “Pak Amir sudah kami evakuasi. Untuk 20 santri putri sementara dievakuasi ke Panti Asuhan Nurul Hidayah di RT 19 Loktuan (panti putra),” jelasnya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang usai insiden kebakaran, tercatat dua bangunan mengalami rusak berat dan tiga bangunan lain ikut terdampak. (bms)