Beranda blog Halaman 1000

Heboh, Warga Sidrap Tewas di Bukit Sunodo

0

BONTANG – Warga sekitar Jalan Arif Rahman Hakim area Bukit Kusnodo dibuat heboh, Sabtu (25/12/2021) pagi.

Musababnya, seorang pemotor pria ditemukan tewas. Kejadian ini langsung viral, lantaran video insiden itu beredar luas di jagad maya (medsos).

Warga sempat kesulitan mengenali korban lantaran tak menemukan identitas, serta motor yang digunakan tidak memiliki nomor polisi (nopol).

Dalam video tersebut, korban tampak tergeletak di rumput tak jauh dengan motor yang dikendarainya. Korban yang mengenakan pakaian hitam dengan atasan jaket jin itu, ditemukan warga sekitar pukul 07.00 Wita.

Diduga kuat, korban mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal sekitar pukul 01.00 Wita akibat terpengaruh minuman keras. Sehingga keberadaannya baru diketahui pagi harinya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, korban bernama Erwin (28), warga Kampung Sidrap, Kutai Timur.

Identitas korban diketahui setelah istri korban mengenalinya. “Istrinya sudah kami antarkan ke RSUD (Taman Husada) untuk pengurusan jenazah,” kata Bajuri.

Kini kasus tersebut telah ditangani Polsek Teluk Pandan dan dilimpahkan ke Polres Kutim. (bms)

Sukses Percepat 10 Ribu Vaksinasi COVID-19 di Kaltim, Kini Pupuk Kaltim Inisiasi Vaksinasi COVID-19 bagi Ratusan Anak di Bontang

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) bersama Kodim 0908 dan Dinas Kesehatan Kota Bontang, menggelar vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Sebanyak 750 anak yang berasal dari SD 1 dan 2 Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) ditargetkan akan mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dosis 1. Pelaksanaan vaksinasi tersebut diselenggarakan pada 22-23 Desember 2021 di Sentra Vaksin GOR PKT.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi, mengatakan bahwa PKT terus berkomitmen untuk membantu percepatan vaksinasi nasional. Setelah sebelumnya PKT berhasil melakukan vaksinasi kepada 10.000 masyarakat Kaltim, kini PKT siap membantu pemerintah melakukan percepatan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun.

“Semoga upaya ini bisa mencegah dan mengurangi risiko penularan virus Covid-19 pada anak dan mendorong percepatan realisasi target herd immunity di Indonesia, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya kegiatan belajar mengajar di sekolah bisa kembali berjalan normal,” terang Rahmad Pribadi.

PKT juga mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi anak ini, di antaranya Kodim 0908 Kota Bontang, Dinas Kesehatan Kota Bontang, YPK dan Kepala SD 1 dan 2 YPK.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi bagi anak usia 6 hingga 11 tahun ditargetkan akan menyasar sekitar 26,5 juta anak di seluruh Indonesia. Presiden berharap pelaksanaan vaksinasi anak ini bisa dilakukan secara cepat di seluruh provinsi dan wilayah di Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan selaku penanggungjawab dan pelaksana program vaksinasi nasional menyebutkan, capaian untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 500 ribu orang. Angka tersebut dicapai dalam waktu sepekan sejak dimulai pada 14 Desember 2021 di 115 kota/kabupaten di 19 provinsi.

Pelaksanaan vaksinasi bagi anak ini dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization/ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun.

Bersamaan dengan ini, Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (KMK) tentang Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi Anak Usia 6 Sampai Dengan 11 Tahun, yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada 13 Desember 2021.

“PKT akan terus berperan aktif dan berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat di berbagai sektor, sehingga peran Perusahaan semakin berdampak dan memberikan manfaat maksimal terhadap pembangunan dan kesejahteraan di Kaltim.

PKT juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi karena vaksin ini aman dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus Covid-19,” kata Rahmad.

Pemerintah Kota Bontang melalui Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi, Wabah dan Bencana Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang Adi Permana, mengapresiasi kontribusi PKT bersama TNI dalam mendukung percepatan vaksinasi bagi anak, yang dinilai sangat membantu Pemerintah meningkatkan realisasi target 18.000 lebih untuk usia 6-11 tahun.

Melalui percepatan vaksinasi bagi anak, pembelajaran tatap muka yang saat ini baru bisa dilakukan beberapa sekolah, ditarget berjalan maksimal secara bertahap di seluruh sekolah Kota Bontang. “Jika melihat progress dan dukungan berbagai pihak, kami optimis Februari 2022 mendatang seluruh anak di Bontang telah mendapatkan vaksin,” kata Adi Permana.

Sebelumnya, kontribusi PKT dalam pelaksanaan vaksinasi massal bagi masyarakat mendapatkan apresiasi dari Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Isran Noor mengatakan PKT turut membantu pemerintah dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19 di Kalimantan Timur.

“Atas nama Pemprov Kaltim, kami ucapkan terima kasih kepada PKT yang melaksanakan vaksinasi bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan dukungan Perusahaan terhadap program pencegahan Covid-19 yang terus digencarkan Pemerintah,” ujar Isran. (*/ra/adv)

Void Eks Tambang IMM untuk Penuhi Air Baku, Gubernur: Perlu Diuji Lagi

0

BONTANG – Rencana Pemkot Bontang bersama PT Indominco Mandiri (IMM) mengelola void eks tambang batu bara untuk air baku didukung Pemprov Kaltim.

Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor saat ramah tamah sekaligus makan siang di Pendopo Rumah Jabatan Wali kota, Jumat (17/12/2021).

“Kita dukung. Tapi, kita lihat dulu, perlu diteliti dan diuji kualitas air serta keamanan untuk konsumsi,” kata Isran Noor dihadapan Wali Kota Bontang Basri Rase dan jajaran Forkopimda Kota Bontang, Mine Head/KTT Era Tjahya Saputra serta pimpinan perangķat daerah Pemkot Bontang.

Menurut Gubernur, kalau air yang terkandung di void eks tambang IMM tidak layak air baku (konsumsi), maka masih ada alternatif sumber air baku lain. “Masih ada Bendungan Marangkayu dan Bendungan Sukarahmat. Itu akan kita maksimalkan,” tegas mantan Bupati Kutai Timur ini.

Namun dia pun tidak ingin berandai, jika memang layak maka bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan hajat masyarakat Kota Bontang. “Bukan jadi percontohan, siapa tahu ada daerah lain yang juga memanfaatkan void eks tambang untuk air baku. Misalnya, PT KPC juga ada seperti itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bontang Basri Rase memaparkan rencana Pemkot Bontang terkait kondisi sumber air baku dari void PT Indominco. “Kami masih memanfaatkan air tanah dari sumur PDAM di Kota Bontang (WTP), seperti LNG dan PKT yang juga memanfaatkan air tanah,” ujar Basri.

Basri sangat berharap rencana pengelolaan void L11N1 di konsesi PT Indominco ini bisa segera terwujud sehingga kebutuhan air baku untuk konsumsi warga kota industri kondensat ini terpenuhi.

Acara ramah tamah bersama Pemkot Bontang merupakan rangkaian kunjungan kerja Gubernur Isran Noor didampingi Sekprov Kaltim HM Sa’bani bersama jajaran Pemprov Kaltim ke wilayah utara, khususnya pesisir timur Kaltim.

Saat di Bontang dilakukan penyerahan santunan Covid-19 (ahli waris Rp 10 juta dan anak-anak Rp 2 juta) dan penyerahan BPUM senilai Rp 60 miliar.

Kegiatan Gubernur beserta rombongan Pemprov Kaltim didampingi Wali Kota Bontang Basri Rase dan manajemen PT Indominco Mandiri dilanjutkan meninjau viod L11N1 yang sudah berumur 10 tahun dengan luas 53,05 hektare di kawasan pertambangan PT Indominco Mandiri. (hms/red)

Bontang Terima BPUM Rp 60 M, Bangkitkan Pelaku UMKM

0

BONTANG – Gubernur Kaltim Isran Noor secara simbolis menyerahkan Rp 60 miliar untuk program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) saat ramah tamah dan silaturahmi Pemprov Kaltim dengan Pemkot Bontang di Pendopo Wali Kota Bontang, Jumat (17/12/2021).

Menurut Gubernur, BPUM ditargetkan untuk membangkitkan kegiatan pelaku UMKM di daerah, terutama upaya pemulihan ekonomi secara nasional akibat dampak pendemi Covid-19. Program BPUM, lanjutnya, diwujudkan dalam bentuk bantuan yang diberikan sejak 2020.

“Tahun lalu senilai Rp 1,4 juta dan tahun ini turun, tapi tidak banyak. Ya, sekitar Rp 1,2 juta nilainya,” sebut mantan Bupati Kutai Timur ini.

Dia pun berharap Pemkot Bontang terus mendorong pemulihan ekonomi warga, khususnya pelaku UMKM. “Pak Wali Kota, tolong perhatikan dan motivasi warganya. Bagi yang menerima bantuan BPUM, manfaatkan bantuan sebaik-baiknya untuk permodalan dan pengembangan usaha,” pesannya.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengatakan, sekitar 195.000 UMKM di Kaltim menerima bantuan dalam program pemulihan ekonomi nasional. “Total kita terima BPUM sekitar Rp 450 miliar dalam dua tahun berturut-turut. Khusus Kota Bontang sebesar Rp 60 miliar,” sebutnya.

Dia menambahkan, pada tahun 2021 ada 195.000 penerima bantuan program BPUM di Kaltim. Sedangkan pada 2020 ada sebanyak 89.285 pelaku UMKM dengan nilai sebesar Rp 214 miliar. (hms/red)

Bakar Sarang Lebah, Malah Hampir Bakar Rumah

0

BONTANG – Sebuah rumah kosong di Jalan Awang Long RT 9 nyaris terbakar Kamis (16/12/2021) malam. Kebakaran hampir terjadi setelah pemilik rumah, Ilham, membakar sarang lebah yang ada di depan rumah.

Tak disangka, di lokasi yang dibakar tersebut ada jaringan gas yang bocor. Akibatnya muncul percikan api cukup besar dari arah pipa gas. “Teman-teman saya panik terus pada nyiram pakai pasir basah,” ungkap Ilham.

Saat teman-temannya berusaha memadamkan api dengan pasir basah, Ilham berinisiatif mematikan keran gas untuk mengurangi tekanan gas yang keluar. “Lalu saya panggil petugas damkar, ” jelas Ilham.

Operator jargas, Angger, mengungkapkan insiden ini terjadi karena jaringan gas (jargas) lama tak difungsikan. Sementara pemicu api dari pembakaran sarang lebah.

“Pipa jargas di bawah sini terlihat, atau nampak ke permukaan. Ada percikan api dari pembakaran lalu mengenai pipa gas,” jelas Angger.

Beruntung api berhasil dipadamkan dan tidak menyebabkan kebakaran hebat. Pihak Jargas akan memperbaiki jaringan pipa sebelum kemudian difungsikan kembali. “Kami akan perbaiki dulu instalasi pipanya, setelah itu sudah bisa difungsikan kembali,” pungkasnya. (ahr)

Gerakan Menuju Smart City, Bontang Raih Penghargaan Smart Environment

0

BONTANG – Gerakan Menuju Smart City 2021 telah terlaksana. Program tersebut ditutup secara resmi dengan acara yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (14/12/2021). Dalam acara penutupan tersebut, Gerakan Menuju Smart City menyerahkan penghargaan kepada seluruh kota/kabupaten partisipan, baik periode 2021 maupun tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, Gerakan Menuju Smart City adalah program yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang bertujuan untuk mendorong terbentuknya rencana induk pembangunan daerah berbasis smart city di Indonesia.

Pada periode 2017-2019, Gerakan Menuju Smart City telah berhasil membimbing 100 kota kabupaten terpilih, dan Kota Bontang berpartisipasi pada program tersebut di tahun 2019. Adapun dari 6 Pilar atau Dimensi Smart City, Kota Bontang mendapatkan Penghargaan Smart Environment karena dinilai mampu mendorong pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri Kemkominfo Johny G.Plate beserta jajaran Direktur Jendral Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Johny mengatakan ekologi berbasis internet akan mengalami perkembangan pesat di tahun 2025.

“Dengan penetrasi internet yang terus menerus maka pelayanan digital semakin tumbuh dan berkembang. Untuk itulah pemerintah kota dan kabupaten harus memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas serta optimalisasi pada masyarakat,” ungkap Johny.

Menurutnya, keberadaan smart city di Indonesia akan menjawab tantangan kependudukan yang diproyeksikan pada tahun 2045 sebanyak 82,37% populasi akan hidup di pusat perkotaan. Tahun 2021, Kementerian Kominfo juga mengembangkan smart city menjangkau Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

“Ini terjadi urbanisasi, untuk itulah diperlukan strategi pengembangan kota yang akomodatif terhadap perkembangan zaman, dan pengembangan kota cerdas atau smart city melalui Gerakan Menuju Smart City menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh kita bersama, yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo,” tutupnya.

Dalam pelaksanaannya, Kemenkominfo turut didukung kementerian terkait, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kantor Staf Kepresidenan, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. (lusy/kmf/red)

22 Tahun Berkiprah, Sekda Berharap Jadi Role Model Pemersatu Bangsa

0

BONTANG – ‘Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia, Melalui Kesehatan Mental dan Bisnis UMKM’ menjadi tema Dirgahayu ke-22 Dharma Persatuan Wanita (DWP) tahun ini.

Digelar di Auditorium Dispopar pada Rabu (15/12/21), hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Bontang Aji Erlynawati, Ketua PKK Hapidah, perwakilan OPD, serta seluruh anggota DWP. “Dengan jumlah anggota DWP yang besar saat ini, tentunya DWP menjadi role model dan simpul pemersatu bangsa,” ucap Aji Erlynawati saat membuka sambutannya.

Ia juga mengatakan dengan 6 program kerja DWP saat ini diharapkan dapat senantiasa berorientasi mewujudkan kesejahteraan anggota, keluarga dan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.

“Ada 4 harapan saya kepada DWP yaitu; meningkatkan peran lebih konstruktif kepada anggota dan keluarga, berkontribusi melindungi dan memberdayakan kaum perempuan, berkontribusi dalam pembangunan Kota Bontang, terakhir saling kerjasama dan bersinergi dengan seluruh elemen dalam melaksanakan program kerja nya,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau dalam memajukan UMKM anggota DWP harus memiliki 3G, yaitu; Gerak Cepat, Gerak Bersama dan Gali Semua Potensi Online. “Selamat Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan yang ke-22. Semoga semakin maju dan sukses kedepannya,” tutupnya. (lusy/kmf/red)

Pupuk Kaltim Gaspol 10 Ribu Vaksin, Sasar Ribuan Warga Kutim dan Kukar

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) terus memperluas jangkauan vaksinasi Covid-19, melalui program Gaspol 10.000 vaksin bagi masyarakat Kalimantan Timur.

Setelah Kota Bontang dan Samarinda, program ini menyasar ribuan masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Timur (Kutim), yang dilaksanakan pada
11 dan 14 Desember 2021.

Untuk Kukar, vaksinasi dipusatkan di Kantor Desa Gas Alam Badak Satu Kecamatan Muara Badak, bagi 1.500 warga dengan total 3.000 vaksin untuk dua kali dosis.

Sedangkan untuk Kabupaten Kutai Timur, terpusat di PT Kalianusa Kecamatan Rantau Pulung, dengan total 3.000 dosis untuk 2 kali penyuntikan bagi 1.500 warga sekitar.

VP CSR PKT Anggono Wijaya, mengungkapkan Gaspol 10.000 vaksin merupakan kesinambungan upaya PKT melalui program PKT Proaktif, dalam mendukung tercapainya target herd imunity 100% di Kaltim.

Kegiatan ini juga wujud implementasi peran BUMN sebagai agen pembangunan, untuk berkontribusi dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 dengan menciptakan kekebalan kelompok dari paparan virus.

“Program ini menggunakan vaksin jenis Sinopharm, terbagi 4.000 dosis untuk Samarinda, Kukar 3.000 dosis dan Kutim 3.000 dosis, dengan total anggaran senilai Rp3,5 Miliar. Sementara di Bontang dilaksanakan dengan target 3.000 penerima dalam 1 bulan,” papar Anggono.

Melalui Gaspol 10.000 vaksin, realisasi target herd immunity sesuai program Pemerintah diharap segera tercapai, sehingga langkah penanggulangan Covid-19 semakin optimal yang dibarengi tingkat kesehatan dan pemulihan ekonomi masyarakat secara perlahan.

Dirinya memastikan PKT akan terus berkontribusi membantu Pemerintah dan masyarakat di berbagai sektor, sehingga peran Perusahaan semakin berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan di Kaltim.

“PKT akan terus berperan aktif dalam mendukung pemerintah dan masyarakat, sehingga kontribusi Perusahaan memberi manfaat maksimal terhadap pembangunan di berbagai bidang,” tambah Anggono.

Mewakili Pemkab Kukar, Kepala Desa Gas Alam Badak Satu Amir, mengucapkan terima kasih atas peran serta PKT dalam mendukung tercapainya herd immunity masyarakat Kukar, khususnya di Kecamatan Muara Badak, yang saat ini masih berada pada angka 60% dari target minimal 75% di tahun 2021.

Dirinya berharap program ini dapat terus ditingkatkan agar realisasi 100% herd imuntity segera tercapai di wilayahnya. “Program ini sangat membantu kami dalam meningkatkan target herd immunity di Muara Badak, dari saat ini masih 60%. Semoga dengan kontribusi PKT target minimal 75% bisa segera tercapai,” kata Amir.

Sementara Camat Rantau Pulung Kutim Mulyono, mengatakan program Gaspol 10.000 vaksin ini merupakan vaksinasi massal pertama yang digagas dan dilaksanakan oleh Perusahaan bagi masyarakat sekitar.

Apalagi sasaran penerima yang terbilang besar, dinilai mampu meningkatkan realisasi herd immunity di Kutim dengan lebih siginifikan. “Cakupan vaksinasi di Rantau Pulung masih jauh di bawah target Pemerintah Kabupaten, dengan total penerima mencapai 11.000 jiwa.

Semoga langkah PKT bersama Kalianusa bisa diikuti perusahaan lain di Rantau Pulung, agar herd immunity 100% di Kutim terealisasi sesuai target,” terang Mulyono. (adv)

Pertahankan Budaya Kesenian Jaranan, TGS Menyesuaikan Perkembangan Zaman

0
Ketua Paguyuban Seni Jaranan Nusantara Turonggo Galih Saputro saat podcast MejaTamu, Rabu (15/12/2021).

Seni Jaranan merupakan pertunjukan seni tari tradisional dengan diiringi alunan musik kendang yang berasal dari Jawa. Jaranan berasal dari kata “jaran” yang berarti kuda.
Jaranan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Dulunya hanya menjadi dolanan atau mainan anak-anak, yang menggambarkan kegagahan sekelompok prajurit yang tengah menunggangi kuda.

Ketua Paguyuban Seni Jaranan Nusantara Turonggo Galih Saputro (TGS), Sudarmanto, mengatakan kuda yang digunakan dalam tari tradisional jaranan ini berbeda-beda di tiap daerah.

“Tiap daerah berbeda-beda. Ada kuda lumping berarti kuda yang terbuat dari kulit, kuda kepang yang dibuat dari anyaman bambu, dan dilengkapi dengan properti lainnya seperti, cambuk, selendang, parang, gelang kaki dan tangan, dan lain-lain, ” ucap Sudarmanto saat menjadi bintang tamu dalam program Podcast “Meja Tamu” alias Media Kaltim-Praja Tatap Muka dengan tema “Melestarikan Budaya Dengan Kesenian Jaranan”.

Program tersebut tayang di kanal Youtube Praja TV Bontang, Rabu (15/12/2021), hasil kerja sama mediakaltim.com bersama Radio Praja TV, serta didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.

Sudarmanto mengatakan, pementasan seni jaranan biasanya diawali dengan ritual untuk menghormati para leluhur yang telah mendahului. Namun hal tersebut seringkali diartikan masyarakat sebagai ritual pemanggil setan.

“Jaranan ini bukan ritual pemanggil setan. Kami melakukan ritual sebelum pementasan untuk meminta izin dan menghormati para leluhur kami. Tapi masih banyak masyarakat yang berpikir kami melakukan ritual untuk memanggil setan,” kata Sudarmanto.

Pementasan seni jaranan bukan sekadar permainan untuk menghibur, namun juga banyak nilai-nilai kebudayaan yang bisa masyarakat ambil dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Salah satunya yaitu saat makhluk barong tampil dengan liar dan terkena pecutan, itu mengingatkan kita bahwa seliar-liarnya hidup kita, masih ada yang mengingatkan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, seni jaranan terus mengikuti perkembangan zaman namun tidak mengurangi kekayaan seni dan ritual yang sudah dilakukan. “Semakin ke sini, kita perlu menyesuaikan zaman, dari mulai kostum sampai alunan musik, tapi tetap tidak meninggalkan nilai budaya dan ritual kepada leluhur,” ucapnya.

TGS berdiri sejak 8 tahun lalu, tepatnya pada 2013. Hingga saat ini TGS memiliki 100 lebih anggota. Dari mulai penari, pemusik, dan pawang. Pada 2015, TGS berhasil mewakili Kaltim dalam ajang “Seribu Barong” di Kota Kediri.

“Alhamdulillah tahun 2015 sangat berkesan bagi TGS, karena kami mewakili Kaltim dalam ajang Seribu Barong, dan sebagai pengisi acara pementasan sekaligus membawakan tarian dari Kaltim, ” pungkasnya. (ahr)

“Hantu Kacak” Diamankan FKPM, Pelakunya Ada Hubungan Keluarga, Mediasi Berakhir Damai

0

BONTANG – Teka-teki pelaku “hantu kacak” yang tengah viral di jagat media sosial (medsos) akhirnya terungkap. Berkat bantuan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), Polsek Bontang Selatan mengamakankan seorang pelaku “hantu kacak”. Namun kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam video rekaman CCTv yang tersebar dan viral, terlihat seorang pria mengendarai motor matic Scoopy melakukan pelecehan seksual terhadap korban yang saat itu baru pulang sekolah. Pelaku menyentuh payudara korban yang saat itu sedang berjalan sendirian, kemudian langsung kabur.

Kejadian tak senonoh itu terjadi Senin (13/12/2021) sekitar pukul 11.40 Wita di wilayah Lengkol, Jalan Selat Selayar 2, Kelurahan Tanjung Laut. Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil digelandang ke Mapolsek Bontang Selatan, Selasa (14/12/2021) pukul 03.00 Wita.

“Pelaku diamankan oleh FKPM (Forum Kemitraan Polisi Masyarakat, Red.) Kelurahan Tanjung Laut,” ujar Kapolsek Bontang Selatan, Iptu Suyoko.

Perwira berpangkat dua balok itu menjelaskan, berdasarkan hasil mediasi antara korban dan pelaku, diputuskan kasus tersebut berakhir damai alias tidak berlanjut ke ranah hukum. Kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. Antara pelaku dan korban ternyata juga masih memiliki hubungan keluarga.

“Kami imbau apabila ada masyarakat yang melihat atau mengalami kejadian serupa, segera melaporkan ke kepolisian agar bisa diproses secara hukum,” pintanya.

BUKAN KEJADIAN PERTAMA

Hantu kacak adalah sebutan untuk pria pengendara sepeda motor yang kerap melakukan aksi pelecehan seksual kepada perempuan. Pelaku memegang payudara perempuan dan dilakukan malam hari di lokasi yang sepi. Di Bontang, kasus ini bukan yang pertama kali.

Dari catatan redaksi, kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun silam. Pada 2016, Satreskrim Polres Bontang meringkus pelaku sodomi terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kelurahan Kanaan. Hasil pengembangan polisi, ternyata pelaku mengaku kerap kali menjadi “hantu kacak” di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo (Eks Pupuk Raya). Alasan pelaku melakukan perbuatan itu karena kecanduan menonton film pornografi sehingga tak kuat menahan nafsu bejatnya.

Fenomena itu kemudian viral kembali pada 2017. Saat itu, korbannya seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta di Bontang. Kejadiannya di Jalan eks Pupuk Raya yang terkenal dari dulu hingga kini minim penerangan jalan. Saat hendak berangkat menuju kampus dari arah Loktuan menuju kota, di tengah perjalanan korban dilecehkan. Namun kejadian itu tak dilaporkan korban ke Polres Bontang, sehingga polisi sedikit kesulitan dalam menindak.

Dari kejadian itu, Polres Bontang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, terutama kaum hawa, agar tidak berkendara sendirian. Khususnya saat malam hari atau kondisi jalan raya yang sepi. Personel Polres disebar ke beberapa titik rawan untuk mengawasi, sebagai salah satu langkah pencegahan. (bms)