Beranda blog Halaman 1004

Pelaku Utama Pembunuhan Safrijal Menyerahkan Diri, Badik Disita di Kutim, Status Tersangka Lewat Gelar Perkara

0

BONTANG – Pelaku utama pengeroyokan berujung terbunuhnya Safrijal (55) di Gang Granit 3 RT 19, Jalan Piere Tendean, Bontang Kuala, akhirnya menyerahkan diri.
Pria 35 tahun berinisial Y itu, menyerahkan diri ke Mapolsek Bontang Utara, Jumat (3/12/2021) pukul 19.40 Wita. “Saat (waktu) Salat Isya, dia (Y) menyerahkan diri,” ujar Kapolsek Bontang Utara, Iptu Ahmad Said.

Sebelumnya, lima pelaku lain telah diringkus polisi. Mereka adalah As (20), I (25), MH (17), MZ (19), dan AH (26). Tiga orang diantaranya diringkus di Bontang, sementara dua lainnya ditangkap di Samarinda saat berusaha kabur.

Kini Y menyusul lima rekannya diamankan di Mapolres Bontang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi menyebut, terkait status hukum terhadap keenam pelaku akan dipastikan lewat gelar perkara.

Yang pasti, lanjut dia, status mereka ditentukan dari barang bukti dan keterangan saksi yang didapat penyidik. “Kami akan gelar perkara dulu,” terangnya.

Sebelum Y menyerahkan diri, sambung Hamam, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah badik yang diduga digunakan menusuk korban dan istrinya, Indah. Barang bukti didapat di rumah kakak Y, yang beralamat di Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur sekitar pukul 13.00 Wita.

“Saat hendak melarikan diri, pelaku sempat mampir ke rumah kakaknya untuk mengganti baju sekaligus menitipkan badik,” jelas Kapolres.

Safrijal meninggal di RS Amalia, Kamis (02/12/2021) malam setelah dihujani 4 tikaman. Dia meninggal saat berusaha melerai pengeroyokan terhadap anaknya, Rayhan, di depan Gang Granit 3 RT 19, Jalan Piere Tendean, Bontang Kuala.
Sementara sang istri, Indah (54) yang juga berusaha melerai perkelahian, ikut kena tikam di punggung dan pinggang. (bms)

Ringankan Warga Terdampak Pandemi di Tanjung Laut, Ikapakarti Salurkan Bantuan

0

BONTANG – Kepedulian elemen masyarakat terhadap warga terdampak pandemi Covid-19, kembali ditunjukkan Ikatan Paguyuban Tanah Jawi (Ikapakarti) Bontang.
Bantuan sembako sebanyak 10 paket ditambah madu dan vitamin, didistribusikan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Tanjung Laut, Kamis (2/12/2021).

Bantuan ini merupakan lanjutan rangkaian kepedulian Ikapakarti, yang sebelumnya sudah diserahkan sebanyak 150 paket di wilayah Kelurahan Satimpo, Bontang Baru, Gunung Elai dilanjut Sidrap, Guntung, Berbas Tengah. “Kami ingin mengobarkan semangat untuk tetap bertahan di masa pandemi. Setidaknya bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga kurang mampu dan lansia yang terdampak pandemi,” tutur Sutrisno, ketua panitia Ikapakarti Peduli.

Sutrisno menambahkan, agar bantuan tepat sasaran, Ikapakarti menggandeng tokoh masyarakat setempat. “Ini jadi kunci utama kesuksesan gerakan peduli ini,” katanya. Ikapakarti Peduli, lanjut Sutrisno, sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu dan disambut antusias warga. Kegiatan kali ini dihadiri Bambang, Rochim dan Arlika, serta Farida, selaku anggota Ikapakarti. “Saya sangat mengapresiasi Ikapakarti, semoga kegiatan ini menjadikan berkah bagi kita semua,” jelasnya.

Ketua DPD Ikapakarti Bontang Dasuki, berharap kegiatan ini bisa menjadikan berkah dan barokah. Ia juga mengingatkan warga untuk berani mengikuti vaksinasi Covid-19, “Jangan takut dengan vaksin. Selain untuk mengurangi penyebaran Covid-19, vaksin bukan hanya melindungi diri tapi juga untuk melindungi keluarga kita,” sebutnya.

Mislan, Lestari, dan Suyitno mewakili penerima bantuan Ikapakarti Peduli, mengatakan sangat gembira karena Ikapakarti tidak lupa dengan warga sekitar yang sedang membutuhkan. Selama kegiatan berlangsung, mereka yang terlibat menerapkan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak satu sama lain dan diwajibkan mengenakan masker. (dar)

Anak Dikeroyok di Bontang Kuala, Ayah Tewas Ditikam dan Ibu Luka Parah, Begini Kronologisnya

0
Rekaman CCTV, saat korban lari menghampiri adu mulut sang anak. Kamis(02/12/2021)

BONTANG – Saat melerai pengeroyokan terhadap anaknya, pasangan suami istri diserang sekelompok pemuda di depan bengkel motor RPM RT 19, Jalan Piere Tendean, Bontang Kuala, Kamis (2/12/2021) pukul 17.00 Wita. Sang suami, Safrijal Sikumbang (55) tewas setelah ditikam seorang pengeroyok bernama Yusuf. Sementara istrinya, Indah (54) mengalami luka parah pada bagian perut.

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di tempat kejadian, terlihat insiden itu bermula saat korban Safrijal melihat anaknya Rayhan bertengkar dengan pemuda yang diperkirakan berjumlah 10 orang. Safrijal lalu mendatangi tempat kejadian untuk melerai. “Korban habis beli rokok, lalu dengar ada adu mulut, langsung keluar nyamperin anaknya,” kata Eni, saksi mata.

Sementara adik ipar korban, Indra Utama Damanik menuturkan, dia dan kakak iparnya, Safrijal, baru saja mau pulang jalan-jalan sekitar pukul 16.45 Wita. Saat singgah di sebuah warung untuk membeli rokok, dia bersama Safrijal melihat Rayhan dikeroyok sekelompok pemuda. Mereka berdua bergegas mendatangi untuk melerai keributan.

Dalam adu mulut itu katanya, pelaku menuding Rayhan terlibat perkelahian beberapa waktu lalu. Adu mulut kemudian mereda. Indra kemudian membawa keponakannya itu pulang ke rumah. Saat kembali ke lokasi perkelahian, Indra melihat kakak iparnya sudah ditikam pelaku dengan badik. Sementara istri korban yang juga berada di lokasi terkena sabetan badik di perut.

Menurut data Kodim 0908/Btg yang beredar di grup WhatsApp, Safrijal bersama istrinya mendatangi keributan untuk membantu anaknya Rayhan yang sedang dipukuli dan dikeroyok. Pelaku Yusuf langsung memukul korban dan menikam sebanyak 4 kali di perut kanan dan bawah. Sementara istri korban menderita luka tusuk di pinggang kiri. Setelah itu Yusuf bersama teman-temannya melarikan diri.

Korban Safrijal dan istrinya lalu dibawa ke RS Amalia. Namun Safrijal dinyatakan meninggal dunia. Sementara istri korban kritis dan langsung menjalani operasi. Kamis malam polisi sudah mengamankan 3 orang di Polres Bontang, sementara pelaku penikaman masih di dalam pengejaran. (ahr)

Jalani Kompetisi Liga 3 Zona Kutim, Ketua DPRD Berharap Bontang FC Melaju ke Tingkat Nasional

0
Skuad Bontang City FC (ist)

BONTANG – Kompetisi Liga 3 Zona Kaltim bakal bergulir dalam waktu dekat di Kutai Timur. Bontang City FC sebagai satu-satunya tim asal Kota Taman terus melakukan berbagai persiapan. Di antaranya peningkatan jumlah pemain hingga menjalani uji coba untuk mematangkan permainan.

Keikutsertaan tim yang diasuh Bagus Prabowo itu didukung penuh Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam. “Mudah-mudahan bisa memberikan hasil yang terbaik dan bisa lolos di fase awal (Kaltim) untuk melaju ke tingkat nasional,” ujarnya belum lama ini.

Pria yang juga ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang itu menyebut, dikirimnya satu tim Bontang untuk menjalani liga ini agar bisa fokus mengantarkan tim Bontang naik kasta. Dengan kombinasi pemain senior dan junior, diharapkan prestasi bisa lebih baik dari capaian sebelumnya. Pada 2019 lalu, skuad Bontang City FC mampu menembus hingga 32 besar liga 3 nasional.

Sementara Bagus menambahkan, sebanyak 21 pemain dipastikan sudah bergabung di Bontang City FC. Namun komposisi tersebut dinilai belum cukup. Sehingga masih membutuhkan tambahan pemain lagi sebanyak tiga orang.

Selain diperkuat pemain lokal Bontang, beberapa pemain luar juga ikut bergabung. Seperti dari Samarinda, Sulawesi, dan Jawa. “Harapannya seluruh pemain bisa memiliki semangat daya tanding yang tinggi untuk bisa mengharumkan nama Bontang,” tandasnya. (bms/adv)

Jelang Nataru, Sumaryono Dukung Pemkot Gelar Operasi Pasar

0
Anggota DPRD Bontang Sumaryono

BONTANG – Menjelang Natal dan tahun baru (Nataru), harga minyak goreng belum lama ini mengalami kenaikan di pasaran. Yang sebelumnya Rp 29 ribu-30 ribu per kemasan dua liter, menjadi Rp 40 ribu. Sumaryono, anggota Komisi II DPRD Bontang mendukung rencana pemkot menggelar operasi pasar.

“Yang kena dampak seperti penjual gorengan atau pedagang kecil lainnya. Kasihan mereka. Jadi harus segera dilaksanakan (operasi pasar, Red.),” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, upaya yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) itu tepat.

Jika kondisi harga minyak goreng semakin naik dan ketersediaannya makin minim, dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab. Seperti menjual penyediaan minyak goreng tanpa merek, dan disebarluaskan ke warga. “Takutnya minyak itu sudah tidak layak konsumsi dan bisa membahayakan tubuh,” bebernya.

DKP3 bakal menggandeng pemasok dari Toko Tani Indonesia dalam operasi pasar tersebut. Mereka menjual aneka sembako murah, termasuk minyak goreng. Kenaikan ini, kata Kabid Ketahanan Pangan Debora, terjadi akibat kenaikan bahan baku Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit. (bms/adv)

Danramil Anggana Dukung Organisasi Korpri, Sinergi dengan TNI

0
Apel gabungan HUT ke-50 Korpri di lapangan Makoramil, Senin (29/11/2021). (IST)

ANGGANA – Danramil 0908-03/Anggana, Kapten Inf Leonardo mengikuti apel gabungan dalam rangka memperingati HUT ke-50 Korpri di lapangan Makoramil, Senin (29/11/2021).  Bertemakan “ASN Bersatu, Korpri Tangguh dan Indonesia Tumbuh”, Camat Anggana Rendra Abadi, dalam amanatnya menyampaikan, seluruh anggota Korpri diharapkan dapat meningkatkan kontribusi dan upayanya untuk memajukan masyarakat dan negara, terutama di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini.

Adapun tujuan dari peringatan HUT Korpri kali ini yaitu memantapkan fungsi organisasi sebagai perekat persatuan bangsa, memantapkan netralitas seluruh anggota, dan meningkatkan semangat profesionalitas seluruh PNS.

“Kami selaku TNI akan terus mendukung organisasi Korpri, agar menjadi semakin lebih baik. Sehingga tercipta sinergitas dalam membangun bangsa Indonesia khususnya di Kecamatan Anggana,” ujar Kapten Inf Leonardo.

Tak lupa dirinya menghimbau kepada seluruh elemen Aparatur Sipil Negara (ASN), agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik sesuai kapasitasnya selaku anggota Korpri, sebagai abdi negara dan abdi bangsa.

“Lakukan terus pelayanan dengan baik. Tingkatkan disiplin serta tetap bersatu, membangun peradaban inklusif dan bermartabat demi indonesia tumbuh” pungkasnya. (pendim btg)

Perwira, Bintara hingga Personel Polsek Jalani Tes Urin, Negatif Narkotika

0
Tes urine dadakan kepada personel Polres Bontang, (ist)

BONTANG – Polres Bontang menggelar tes urine dadakan kepada 35 anggotanya, Senin (29/11/2021) di ruang Propam Mapolres Bontang. Mereka yang dites terdiri dari perwira baru, personel bintara, serta personel polsek dari tiga wiayah di Bontang.

Kegiatan ini dipantau Wakapolres Kompol Damus Asa, Kabag SDM Kompol Sekar Wijayanti, dan Kasi Propam Iptu Slamet. “Ini juga untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa anggota Polri bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ucap Iptu Slamet.

Bekerja sama dengan Seksi Dokkes Polres Bontang, tes urine dilaksanakan dengan cara mengambil sampel anggota, untuk mengetahui apakah ada anggota yang memakai narkoba atau tidak. Dari hasil tes urine, seluruhnya dinyatakan negatif. Nantinya, tes ini akan dilakukan secara rutin dan dadakan. (hms)

Gelar Car Free Day, Kerukunan Warga 7 Erte Salurkan Sembako untuk Korban Terdampak Banjir

0
Pemberian Bantuan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang kepada Ketua RT 18.

BONTANG – Kerukunan Warga 7 Erte Kelurahan Gunung Elai menggelar Car Free Day yang dirangkaikan dengan berbagi sembako bagi korban banjir, Minggu(28/11/2021), di depan Kantor Kelurahan Gunung Elai. Car Free Day bertujuan untuk membangun silaturahmi antara Kerukunan Warga 7 Erte yakni RT 12, 13, 14, 20, 43, 44, 45 dengan seluruh pejabat Kelurahan Gunung Elai yang baru.

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Bontang Basri Rase yang secara simbolis menyerahkan bantuan bagi korban banjir. “InsyaAllah kami inventarisir banjir seluruh Bontang dan Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, lakukan kerja bakti, dan bersihkan parit,” pesan Basri

Menurut Basri, Pemkot Bontang khususnya Kelurahan Gunung Elai beserta sumbangsih warga yang rutin mengagendakan ‘Gunung Elai Berbagi’, akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat Kelurahan Gunung Elai yang terdampak banjir. “Dengan penyerahan bantuan ini, diharapkan dapat sedikit membantu meringankan beban hidup yang masih membutuhkan uluran tangan,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Basri juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Car Free Day yang digelar Kerukunan Warga 7 Erte. “Semoga antara warga dengan lurah semakin solid, dan bagi yang menerima bantuan bisa memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” harap Basri.

Sementara itu, Lurah Gunung Elai Sulistyo mengapresiasi kegiatan yang membawa banyak manfaat ini, dan berharap kedepannya bisa menjadi agenda rutin. “Apresiasi setinggi tingginya untuk Kerukunan Warga 7 Erte, semoga bisa menjadi contoh RT lain. Kami akan support terus kegiatan positif seperti ini,” ucapnya.

Dikatakan pula, bantuan yang diberikan kepada korban banjir merupakan hasil urunan antar kelurahan juga dari warga sekitar. “Ada 50 paket sembako yang kami salurkan, untuk korban banjir dan warga yang membutuhkan. Bantuan terkumpul berkat kerjasama antara kelurahan juga warga,” jelasnya.

Sebagai lurah baru, Sulistyo berharap warganya dapat terus memberikan dukungan dalam hal apapun untuk mewujudkan visi serta misinya. “Mohon doa dan dukungan untuk kami, pejabat Kelurahan Gunung Elai, mari besama bergandeng tangan untuk membangun kelurahan yang lebih baik lagi. Seperti motto kami yaitu pelayanan yang hebat, humanis, energik, berkarya, amanah dan totalitas,” tegasnya. Car Free Day dihadiri warga dari Kerukunan Warga 7 Erte serta dimeriahkan berbagai doorprize menarik. (ahr)

Lagi, Bontang Sabet Peserta Terbaik Pertama Pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas 

0

BONTANG – Sebanyak 4  pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Bontang telah selesai dan dinyatakan lulus setelah kurang lebih 3 bulan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2021 yang digelar melalui pola blended learning yang dilaksanakan Pusat Pelatihan dan Pengembangan  dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KDOD LAN), ditandai pelepasan secara tatap muka peserta pelatihan Jumat, 26 Nopember 2021.

Hal yang cukup membahagiakan sekaligus membanggakan adalah seluruh peserta tersebut dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan. Bahkan peserta atas nama Ade Darmawan, S.Kom (Kepala Seksi pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi E-Government pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bontang) ditetapkan sebagai Peserta Terbaik Pertama dengan nilai capaian Istimewa tertinggi.

Peserta lain dari Kota Bontang atas nama Kisto, S.ST.Pi, M,Si (Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar) juga masuk sebagai 10 peserta terbaik.

Ini menyusul setelah sebelumnya Syahruddin, SE, M.A,M.Eng (Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan, Perencanaan Dan Evaluasi Pembangunan Bapelitbang Kota Bontang) dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Pertama pada PKA (Pelatihan Kepemimpinan Administrator) yang dilaksanakan oleh penyelenggara yang sama.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang Sudi Priyanto memberikan ucapan selamat kepada seluruh peserta PKP yang telah dinyatakan lulus.

Ia juga memberikan apresiasi dan terimakasih atas sumbangsih pemikiran berupa inovasi aksi perubahan dari setiap peserta sesuai dengan tugas fungsi yang melekat pada jabatannya masing-masing.

“Ini juga sekali lagi menjadi bukti bahwa ASN Bontang memiliki kompetensi handal dengan daya saing yang tinggi, yang merupakan modal kuat dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kota Bontang,” bebernya.

Sudi menyampaikan bahwa saat ini seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan telah diwajibkan untuk menyusun aksi perubahan berupa inovasi dalam menyelesaikan permasalahan yang menjadi kewenangan dan tugasnya.

Aksi perubahan ini juga memberi manfaat yang sangat besar dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan peserta selaku Aparatur Sipil Negara, baik secara individu maupun kolektif pada Perangkat Daerahnya.

Ke-4 Aksi perubahan dari ke 4 perserta PKP ini adalah:

  1. ENTE JUAL ANE BELI (Interkoneksi Terpadu Jaringan Pemantauan Lingkungan Kelurahan Belimbing): oleh Ade Darmawan, S.Kom (Kepala Seksi pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi E-Government);
  2. SI POPPY CANTIK (Sistem informasi Pemetaan, Penataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan): oleh Kisto, S.ST.Pi, M,Si (Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar);
  3. SIPEMDA (Sistem Informasi Pemeliharaan Kendaraan Dinas): oleh Paisal, ST (Kasubbag Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD);
  4. PENGAWAS JAKON (Pelaksanaan Pengawasan tertib Usaha, Tertib Penyelenggaraan dan Tertib Pemanfaatan Jasa Kontruksi): oleh Hj. Ade Ratna Sari, SST (Kasubbid Pengaturan dan Pengawasan Jasa Kontruksi).

Sudi menambahkan bahwa hal yang paling penting dari aksi atau proyek perubahan tersebut adalah konsistensi pelaksanaan dan pengembangannya. Sehingga perlu ada komitmen dan evaluasi bersama dalam internal perangkat daerah untuk terus menumbuhkembangkan seluruh inovasi-inovasi yang telah dilahirkan sehingga semakin berdaya guna dan berhasil guna.

Terlebih inovasi yang dilahirkan ini telah melalui proses uji dan implementasi yang pelaksanaannya melalui mailstone jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. (adv)

Desak Perbaikan Jalan Bonles, Bakhtiar Wakkang: Jangan Sampai Warga Keburu Menuntut

0
Bakhtiar Wakkang, Anggota Komisi II DPRD Bontang.

BONTANG – Desakan perbaikan jalan di kawasan Bontang Lestari (Bonles) juga disuarakan anggota DPRD lainnya. Kali ini diutarakan Bakhtiar Wakkang, anggota Komisi II DPRD Bontang. Politisi Nasdem itu menyampaikan, jangan sampai masyarakat keburu menggugat pemkot.

Ketika ada masyarakat yang menuntut, maka pemkot tidak memiliki alasan untuk berdalih. Sebab di lokasi tersebut sudah sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas), bahkan memakan korban jiwa. “Seharusnya pemerintah malu kalau dituntut warganya. Itu artinya pemkot gagal melayani masyarakatnya,” tegas legislator yang akrab disapa BW itu.

Pemkot bisa dituntut penjara 6 bulan atau denda paling banyak Rp 12 juta. Hal itu sesuai yang ada di poin 1 Undang-undang nomor 22 Tahun 2009 Pasal 273 Ketentuan Pidana. Apabila sampai meninggal dunia, sambung BW, sesuai poin ketiga, maka tuntutannya bisa dipenjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 120 juta. “Daripada membayar denda, sebaiknya pemkot segera memperbaiki jalan yang rusak itu,” pungkasnya.

Proses olah TKP oleh personel Satlantas Polres Bontang. (Bams/Media Kaltim)
Sebelumnya sejumlah pihak ikut menyorot terjadinya lakalantas di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Bontang Lestari pada Kamis (25/11/2021) malam, yang telah menewaskan pengendara. Termasuk kalangan pengusaha lokal dan legislator Bontang.

Kondisi jalan yang rusak, diduga kuat menjadi penyebab tewasnya seorang pengendara.
Kahar Kalam, pimpinan PT Graha Mandala Sakti, meminta pihak yang berwenang untuk memerhatikan masalah tersebut dan tidak menganggap masa bodoh. “Seharusnya dinas terkait turun ke lapangan. Jangan hanya rapat. Selalu wacana, aksi nol,” ujar salah satu pengusaha lokal ini.

Bahkan dirinya mengingatkan, pemerintah bisa mendapat sanksi hukum jika membiarkan jalan rusak. Jangankan hal itu, sambung Kahar, pekerjaan penggalian jalan saja, jika tidak ada rambu-rambu yang dipasang kemudian terjadi kecelakaan, maka hal itu bisa masuk ranah hukum pidana.

Pernyataan itu juga dipertegas anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. Katanya, keluarga korban bisa menuntut pemerintah. “Apa pemerintah kita masih nunggu korban lain baru bertindak ?” tanyanya.

Politisi Golkar itu pun mengaku sudah berulang kali menyampaikan kritikan jalan rusak tersebut akibat aktivitas kendaraan pengangkut Crude Palm Oil (CPO) yang melebihi kemampuan badan jalan. Namun hingga kini, tidak ada perhatian sama sekali. Nursalam menduga, pemkot lebih berpihak kepada pengusaha yang hanya ingin mengejar keuntungan bisnis semata, tanpa peduli dengan kerusakan infrastruktur kota.

“Kita lihat saja, apa pemerintah masih diam dengan adanya korban nyawa ? Satu nyawa melayang sia-sia karena jalan rusak. Apa masih mau berkilah soal investasi?” pungkasnya. (bms/adv)