Beranda blog Halaman 1037

Cek Sapras, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Kunjungi 2 Sekolah di Kukar 

0

SAMARINDA – Mengawali kegiatan pekan pertama di Oktober 2022 ini, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim H Akhmed Reza Fachlevi S.Sos melakukan kunjungan ke dua sekolah di Kutai Kartanegara. Masing-masing SMK Negeri 2 Tenggarong dan SMK Negeri 1 Tenggarong Seberang.

Di SMK Negeri 2 Tenggarong, Reza, sapaan akrab wakil rakyat dari dapil Kutai Kartanegara ini, disambut kepala sekolah, Sumiarsih.

Dalam kesempatan itu, Reza melihat langsung sarana prasarana (sapras) 108 set meja kursi untuk sekolah ini, yang merupakan hasil dana aspirasinya sebagai wakil rakyat dari Fraksi Partai Gerindra. “Alhamdulillah, meja kursi yang dikirim untuk sekolah ini sudah dimanfaatkan,” kata Reza. Tak hanya meja dan kursi untuk siswa, bantuan juga diberikan untuk meja dan kursi guru, lemari, hingga papan tulis.

Tak hanya melihat meja dan kursi kelas, Reza juga sempat diajak berkeliling di sekolah yang memiliki luas 2 hektare ini. Sekolah yang memiliki 10 program keahlian ini jelas sangat menarik untuk dikunjungi.

“Hasil karyanya bagus-bagus. Mudah-mudahan semua siswa sudah siap di dunia kerja begitu lulus,” kata Reza melihat hasil kerajinan gerabah dari siswa jurusan seni kriya. Saat berada di kelas desain komunikasi visual, Reza juga sempat menantang para siswa agar membuat gambar karikatur wajah dan logo. “Nanti serahkan hasil desainnya ke kepala sekolah. Yang terbaik nanti saya berikan hadiah,” kata Reza.

Sementara di kelas lain, misalnya di program keahlian musik, Reza juga sempat mengajak para siswa tanya jawab. Tentunya, hadiah hiburan pun diberikan kepada para siswa di sela kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan melalui pak Reza. Kami berharap, ke depan ada dukungan serupa lagi. Masih ada 6 kelas lagi yang meja dan kursinya perlu perbaikan,” sebut Sumiarsih, kepala SMK Negeri 2 Tenggarong.

Sumiarsih mengakui, sudah cukup lama tidak mendapatkan dukungan dari Pemprov Kaltim. “Dengan bantuan ini, siswa dan para guru pun senang. Semoga sama sama berkah,” sambungnya.

Ditambahkan Sumiarsih, sekolah yang dipimpinnya memiliki 1.227 siswa dengan jumlah guru lebih 70 orang dan 43 di antaranya adalah guru ASN. Guna mendukung siswa yang tidak mampu, sekolah ini bahkan memberikan voucher makan di kantin untuk 30 siswa. Masing-masing siswa mendapatkan voucher senilai Rp 200 ribu per bulan.

Usai dari SMK Negeri 2 Tenggarong, Reza langsung bergeser ke SMK Negeri 1 Tenggarong Seberang, tepatnya di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara. Di sekolah yang dipimpin Agus Purnama ini, Reza juga meninjau meja dan kursi siswa yang diberikan melalui dana aspirasinya.

“Alhamdulillah, meja dan kursi untuk siswa, serta untuk guru bisa dimanfaatkan dengan baik di sekolah ini,” sebut Reza. Di sela kunjungan itu, Reza juga menerima usulan dan masukan demi kemajuan pendidikan di desa ini.

Di sekolah yang memiliki program keahlian asisten keperawatan serta teknik dan bisnis sepeda motor ini, Reza sempat melihat ruang praktik untuk program asisten keperawatan. Ia pun mengakui, sekolah ini memerlukan dukungan lebih maksimal, karena masih terbatasnya ruang kelas, termasuk ruang guru.

“Sebagian siswa, menumpang di gedung SD 003 Tenggarong Seberang,” sebut Agus Purnama, kepala SMK Negeri 2 Tenggarong Seberang. Dengan jumlah 133 siswa, sekolah ini memiliki 5 rombongan belajar. Harapannya, ke depan sekolah ini memiliki tambahan ruang kelas, juga bisa memiliki lapangan untuk upacara bendera. Menanggapi berbagai usulan itu, Reza meminta pihak sekolah untuk segera menyampaikan usulan, agar bisa segera ditindaklanjuti.

Di sela kunjungan tersebut, Reza juga sempat berdialog dan tanya jawab dengan para siswa sekolah tersebut. Tak lupa, hadiah berupa cokelat sudah disiapkan bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat. (adv/dprdkaltim)

Seluruh OPD Pemprov Kaltim Diminta Arahkan Rekanan untuk Gunakan E-Katalog

0

SAMARINDA – Dalam rangka meningkatkan transaksi melalui elektronik, Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kaltim meminta seluruh OPD Pemprov Kaltim untuk mengarahkan pihak rekanan kerja sama menggunakan transaksi pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog atau toko daring.

Penggunaan e-katalog atau toko daring ini menurut Plt Karo Pengadaan Barang dan Jasa Setprov Kaltim Buyung Dodi Gunawan, bagian dari transparansi pemerintah dalam bertransaksi dengan rekanan.

“Jika memang OPD di lingkungan Pemprov Kaltim biasa melakukan kerja sama atau kontrak dengan rekanan, maka silahkan diajak rekanannya bertransaksi melalui e-katalog lokal maupun toko daring,” pesan Buyung Dodi Gunawan usai mendampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor menghadiri pertemuan pengarahan Presiden RI Joko Widodo, di Ruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis 29 September 2022.

Selanjutnya, apabila OPD di lingkungan Pemprov Kaltim menilai rekanan mereka merasa kesulitan, maka dipersilahkan berkonsultasi kepada Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

“Bahkan, Biro PBJ siap mendampingi hingga penyelesaian produk,” ujarnya.

Karena itu, komitmen Pemprov Kaltim dalam rangka meningkatkan pengembangan cinta produk dalam negara atau bangga buatan Indonesia (BBI) akan lebih mudah terlaksana dan sukses. Asalkan transaksi tersebut terus meningkat.

“Jadi, pelayanan melalui e-katalog maupun toko daring ini sangat memudahkan para rekanan untuk bertransaksi dengan pemerintah. Artinya, tidak perlu tatap muka lagi dalam bertransaksi,” jelasnya. (adv/diskominfokaltim)

Gubernur Isran Minta Dinkes Segera Antisipasi Penyebaran DBD

0
Gubernur Kaltim Isran Noor

SAMARINDA – Provinsi Kaltim saat ini menjadi daerah yang masuk terdaftar provinsi di luar Pulau Jawa yang masuk dalam zona merah kasus penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim untuk segera mengantisipasi penyebaran, sehingga tidak banyak warga yang menjadi korban kasus DBD harus dirawat.

“Kita prihatin atas kasus ini. Karena, Provinsi Kaltim sebagai salah satu daerah yang masuk zona merah kasus DBD di luar Pulau Jawa. Untuk itu, saya minta instansi terkait segera melakukan langkah antisipatif penyebaran DBD,” pinta Gubernur Isran Noor ketika Pelantikan Pengurus Wilayah PDGI Kaltim baru-baru ini di Hotel Aston Samarinda.

Menurut Gubernur, kasus ini harus segera diantisipasi. Karena, di Kaltim hanya satu kabupaten yang belum merah, yaitu Kabupaten Paser.

Untuk itu, lanjutnya, seluruh pihak diminta bersama-sama bekerja menangani kondisi kasus tersebut.

Bagi orang nomor satu Benua Etam ini, harus ada langkah-langkah antisipatif terhadap kasus tersebut. Sebab, kasus ini sangat berbahaya dari Covid-19.

“Jadi, kita harus segera antisipatif penyebaran kasus ini. Kalau di Pulau Jawa semua zona merah. Karena itu, saya berharap sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN) kasus ini jangan sampai meluas dan menyebar,” harapnya. (adv/diskominfokaltim)

Kapolres bersama Jajaran Ikuti World Walking Day

0

BONTANG – Ribuan warga Kota Bontang memperingati World Walking Day atau Hari Jalan Kaki Sedunia, Minggu (2/10/2022). Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya SH, SIK, MH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang ikut menghadiri kegiatan yang dipusatkan di lapangan Besai Berinta Lang-Lang ini.

Kegiatan dimulai dengan senam aerobik bersama. Lalu jalan sehat yang dilepas Wali Kota Bontang Basri Rasse bersama unsur Forkopimda. Rute yang ditempuh yaitu Lapangan Lang-lang, Jalan KS Tubun, Jalan Awang Long, Jalan AM Parikesit, Jalan DI Panjaitan, dan finish kembali di Lapangan Lang-Lang.

Wali Kota Basri Rasse dalam sambutannya mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin kembali menggelorakan semangat olahraga kepada masyarakat karena ada kekhawatiran bahwa olahraga dianggap bukan salah satu pilihan tradisi.

“Untuk itu Pemkot Bontang menyambut dan mengapresiasi pelaksanaaan World Walking Day pada hari ini, dimana menggelorakan semangat olahraga penting karena olahraga juga merupakan fondasi karakter bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang kuat,” kata Wali Kota.

Sementara Kapolres AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, Polres Bontang sangat mengapresiasi dan mendukung World Walking Day yang diselanggarakan Pemerintah Kota Bontang.

“Dengan kita menggelorakan semangat berolahraga kepada  masyarakat, khususnya masyarakat kota Bontang berati kita mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan melakukan olahraga,” ujar Kapolres disela kegiatan.

Saat peringatan World Walking Day juga ditampilkan atraksi polisi cilik (pocil) Polres Bontang. Kemudian dilanjutkan pengundian dan pemberian hadiah doorprize bagi peserta World Walking Day yang beruntung.

Dalam kegiatan tersebut juga hadir Wakil Wali Kota Bontang Najirah, Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Priyo Handoyo, Danden Arhanud Rudal 002 Bontang Kapten Arh Rudi Afrika, Kepala Pengadilan Negeri Bontang Sopyan Parerungan, Wakapolres Bontang Kompol Wisnu Dian Ristanto, beserta PJU Polres Bontang, Ketua TP PKK Kota Bontang Hapida Basri Rase, Kepala Kemenag Kota Bontang HM Idzat Solihin.

Juga hadir perwakilan dari perusahaan PT PKT SVP Umum Ardi Hartomulyo, para Asisten Sekkot Bontang, para Kepala OPD Kota Bontang, perwakilan pelajar se-Kota Bontang, perwakilan anggota Polres Bontang, Perwakilan anggota Kodim 0908 dan Den Arhanud Rudal 002 Bontang serta masyarakat umum. (hms)

Mau Jual Sabu, IRT Diciduk Anggota Polsek Muara Badak

0

BONTANG – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial H (35) ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Muara Badak karena mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu, Sabtu (1/10/2022) pukul 17.00 Wita. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat mengelabui polisi dengan menyimpan sabu dalam botol dan membuangnya.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Kapolsek Muara Badak Iptu Yoshimata membenarkan, penangkapan IRT warga Jalan Kapitan Toko Lima Desa Muara Badak Ilir, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara yang diduga mengedarkan sabu. Pengungkapan itu katanya, berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan di kawasan Gunung Haji Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak sering digunakan untuk transaksi narkotika.

Saat anggota Reskrim Polsek Muara Badak mendatangi lokasi yang dimaksud, terlihat pelaku H dengan gerak-gerik mencurigakan membuang sebuah buah botol plastik warna putih dengan tutup warna hijau. Anggota Reskrim lalu memeriksa botol itu dan didalamnya ditemukan satu bungkus plastik klip yang diduga sabu. Saat diinterogasi pelaku mengakui sabu itu miliknya.

”Jadi saat hendak ditangkap, pelaku sempat membuang barang bukti untuk mengelabui Petugas,” kata Kapolsek. Dari pelaku tambahnya, polisi menyita satu poket plastik klip diduga narkotika jenis sabu, satu botol plastik warna putih dengan tutup warna hijau bertuliskan Balsem Lang, satu handphone dan uang tunai Rp 950.000 hasil penjualan sabu.

“Saat ini pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek Muara  Badak. Pelaku dijerat Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” pungkasnya. (hms)

Festival 3 Danau Sukses Digelar, Benny: Tugas Bersama Lindungi dan Jaga Kelestariannya

0

KUKAR – Mewakili Gubernur Kaltim, Staf Ahli Gubernur bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian dan Kesra Christianus Benny, mengatakan di Provinsi Kaltim terdapat tiga danau yang sudah cukup dikenal, yaitu Danau Jempang seluas 15.000 hektar, Danau Semayang (13.000 hektar) dan Danau Melintang (11.000 hektar).

“Selain tiga danau besar, juga terdapat danau-danau kecil lainnya seperti Danau Bongan, Danau Belibis, Danau Tawar, Danau Kedang Murung serta beberapa danau lain di sekitarnya. Dan kesemua danau itu menjadi tugas bersama untuk menjaga kelestariannya, jangan sampai terjadi pencemaran dan kerusakan ekosistem akibat adanya kegiatan pembalakan hutan dan pertambangan di sekitar danau,” papar Christianus Benny saat menutup Festival Tiga Danau Tahun 2022, yang mengangkat Tema “The Lake and The Spirit of Arts In Appretiation of World Tourist Day (Danau Adalah Inspirasi Karya Seni Dalam Rangka Hari Pariwisata Dunia) di Desa Semayang, Kecamatan Kota Bangun, Minggu (2/10/2022).

Benny menambahkan ketiga danau itu sangat kaya akan potensi pariwisata, disamping potensi perikanan, karena itu menjadi perhatian para pemangku kepentingan, agar daya dukung dan daya tampung lingkungan tetap terjaga dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Dan danau Kaskade Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat tersebut juga merupakan danau yang sudah ditetapkan ke dalam Kawasan Strategis Provinsi Kaltim dan termasuk 15 Prioritas Nasional.

Ketiga danau itu, lanjutnya, sangat kaya akan potensi pariwisata, disamping potensi perikanan. Karena itu menjadi perhatian para pemangku kepentingan, agar daya dukung dan daya tampung lingkungan tetap terjaga dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

“Karena itu, jika ketiga danau dapat kita jadikan sebagai andalan untuk pariwisata, tinggal bagaimana masyarakat disekitar danau dapat mengelola potensinya, dan tugas kita bersama baik masyarakat dan pemerintah untuk tetap melindungi dan menjaga kelestariannya,” tandasnya.

Benny berharap penyelenggaraan Festival Tiga Danau ini akan menggugah perhatian, kepedulian dan meningatkan semangat bagi masyarakat dan pemerintah untuk mencintai Danau Jempang, Danau Semayang dan Danau Melintang, serta danau-danau lain di sekitarnya, agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sepanjang masa untuk pembangunan, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kedepan kita harapkan pembangunan infrastruktur akses jalan ke Desa Pela ataupun ke kawasan tiga danau kaskade Mahakam ini menjadi perhatian serius untuk dibenahi, karena menjadi kunci utama dari majunya sebuah objek wisata ataupun kawasan pariwisata di daerah. Dan ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, tetapi perlu sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain memang infrastruktur penunjang lainnya yang harus menjadi perhatian, seperti transprotasi, akomodasi, telekomunikasi, sanitasi dan lainnya,” papar Benny.

Festival 3 Danau digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada 30 September – 2 Oktober 2022, puncak acaranya diselenggarakan Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim di Desa Semayang.

Penutupan Festival Tiga Danau Tahun 2022, juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, perwakilan Bupati Kutai Kartanegara dan Bupati Kutai Barat, para pejabat/pimpinan perangkat daerah. Termasuk tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan, panitia dan para peserta festival. (adv/diskominfokaltim)

Bentuk Kepedulian Gubernur Kaltim, Mulai 4 Oktober, Pembebasan PKB Ojol dan Angkot

0

SAMARINDA – Menyikapi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan masih dimasa pandemi Covid-19, Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengambil satu kebijakan untuk memberikan pembebasan pajak kendaraan bermotor (PKB) untuk ojek online (ojol) dan angkutan umum jenis orang berpelat kuning atau biasa disebut angkutan kota (angkot) di wilayah Kalimantan Timur.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Hj Ismiati kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setdaprov Kaltim, Ahad (2/10/2022). Ismiati menjelaskan kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian gubernur yang ingin mencarikan jalan bagaimana meringankan beban masyarakat di masa kenaikan BBM dan masa pandemi.

“Meskipun ini kecil tetapi ini bagian daripada perhatian pemerintah untuk juga meringankan beban kepada pekerja sektor informal, khususnya ojek online,” kata Ismiati.

Ismiati menyebut ojek online (ojol) yang bisa mendapatkan program pembebasan PKB adalah pengemudi/driver untuk kendaraan roda dua/motor yang memiliki aplikasi tentunya. “Karena untuk nanti kami validasi dan verifikasi datanya sebagai ojol,” sebut Ismiati.

Kemudian, sama halnya dengan ojol, untuk kendaraan angkutan umum berpelat kuning atau angkot yang mendapatkan program pembebasan PKB, tentu akan divalidasi dan verifikasi.

Sebagai informasi, yang dibebaskan pada program ini hanya untuk pembayaran pokoknya (PKB) saja karena merupakan komponen pajak daerah. Sementara untuk komponen lainnya yang merupakan penerimaan negara bukan pajak tetap harus membayar.

“Mungkin pada saat membayar PKB yang bersamaan kendaraan itu misalnya harus ganti pelat karena sudah lima tahun. Jadi wajib pajak harus bayar pajak juga dan habis masa berlaku pelatnya juga. Kalau pelat itu tetap bayar, karena itukan penerimaan negara bukan pajak dari Satlantas atau Kepolisian. Kemudian jika wajib pajak yang telat membayar PKB tiga tahun, maka untuk PKB dua tahun lalu tetap membayar pokok, sedangkan tahun saat ini ketika membayar free (bebas) untuk PKB nya,” pungkasnya. (adv/diskominfokaltim)

Sukses Ikuti Parade Berkebaya Bersama Ibu Negara, Erni: Kita Harus Bangga Pakai Batik Indonesia

0

SAMARINDA – Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi sukses mengikuti parede berkebaya bersama ibu negara, Iriana Joko Widodo, beserta Wury Estu Handayani (istri Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin), Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, ibu-ibu OASE kabinet Indonesia Maju serta seluruh Ketua TP PKK provinsi dan kabupaten kota se Indonesia.

Erni mengharapkan sesuai arahan ibu negara Iriana Joko Widodo, mengatakan kebaya merupalan salah satu warisan budaya, termasuk batik, sehingga sudah sepatutnya untuk dilestarikan,

“Kebaya sebagai busana nasional harus terus dipertahankan. Upaya dan kegiatan untuk melestarikan pakaian adat di Indonesia dirasa perlu untuk terus dilakukan agar tidak hilang dari kebudayaan kita. Karena bagi bangsa Indonesia, pakaian kebaya dan batik merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang sudah terkenal di seantero dunia,” terang Erni Makmur Hadi Mulyadi kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setda Prov Kaltim, usai mengikuti parade berkebaya bersama ibu negara, yang merupakan rangkaian peringatan Hari Batik Nasional tahun 2022 di Solo, Minggu (2/10/2022).

Gerakan Berkebaya ini, secara otomatis, lanjut Erni, perempuan-perempuan di Indonesia dan Kaltim khususnya wajib mendukungnya, dan melestarikan budaya bangsa. “Hari ini 2 Oktober merupakan Hari Batik Nasional. Karena itu, sudah seharusnya kita bangga menggunakan batik, yang merupakan ikon bangsa Indonesia,” tegas istri orang nomor dua Benua Etam ini.

Iriana Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan Parade Berkebaya diharapkan mampu menginspirasi kaum perempuan dan generasi muda Indonesia untuk bangga dan semakin mencintai kain batik dan kebaya sebagai citra perempuan Indonesia.

“Saya mengajak seluruh perempuan di tanah air untuk terus melestarikan dan membudayakan kain batik dan kebaya, sebagai warisan budaya bangsa Indonesia. Kita harus bangga dengan batik dan kebaya kita, Selamat Hari Batik Nasional,” ungkap istri orang pertama di republik ini.

Penyelenggaraan Berkebaya bersama Ibu Negara dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2022 berjalan lancar dan sukses, bahkan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai kategori berkebaya dengan Jarik Wiron Solo dengan jumlah perempuan terbanyak, dan penyerahan piagam rekor Muri oleh Ketua Umum Muri Jaya Suprana kepada Ketua Himpunan Ratna Busana Surakarta dan disaksilan ibu Iriana Joko Widodo.

Ribuan peserta parade berkebaya diberangkatkan (flag off) oleh ibu negara Iriana Joko Widodo didampingi ibu Wury Ma’ruf Amin, menuju panggung kehormatan di depan Wuryadiningratan. (adv/diskominfokaltim)

World Walking Day di Stadion Lang-Lang Meriah

0

BONTANG – World walking day berlangsung meriah pada Minggu, 2 Oktober 2022 di Lapangan Lang-lang, Kota Bontang. Kegiatan ini dimulai dari pukul 6.30 Wita dalam rangka memperingati Hari Jalan Sedunia, sekaligus memperingati Hari Batik Nasional, HUT Lantas Polri, dan HUT TNI.

Acara ini diperingati serentak di seluruh Indonesia. Karena kegiatan ini digagas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi).

“Dengan adanya jalan sehat ini, saya berharap warga Bontang sadar dengan pentingnya menjaga badan untuk tetap bugar” ungkap Basri Rase, wali kota Bontang dalam sambutannya.

Acara ini dimulai dengan senam bersama, kemudian jalan sehat. Rute jalan dimulai dari Lang-lang, kantor wali kota lama, Jalan Pattimura dan kembali ke Lang-Lang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh warga Bontang, mulai dari anak-anak sekolah, ASN, hingga para petinggi Kota Bontang.

Acara ini dimeriahkan lagi dengan adanya doorprize berhadiah besar seperti sepeda, kulkas, dan TV. Selain kegiatan tersebut, terdapat juga beberapa stan UMKM, dan Bontang Ekonomi Kreatif yang menjual beberapa makanan dan minuman serta memamerkan barang-barang buatan lokal.

Warga serta para pegawai negeri juga dimanjakan dengan penampilan dari polisi cilik binaan Polres Bontang yang sempat mendapatkan Juara 1 Polisi Cilik tingkat Kalimantan Timur. Tidak lupa wali kota memberikan penghargaan kepada polisi cilik. Acara ditutup dengan pembagian doorprize dan hiburan musik. (sya)

Kadir Tappa Sosialisasikan Perda Nomor 5 Tahun 2022, Rencana Induk Kembangan Pariwisata di Daerah

0
Kadir Tappa saat sosialisasi Perda di Bontang. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim)  Abdul Kadir Tappa melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangun Kepariwisataan Kaltim tahun 2022-2037 di Hotel Tiara Surya, Minggu (2/10/2022).

Sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan pengelolaan pariwisata di tingkat provinsi.

Abdul Kadir Tappa menjelaskan, Perda Nomor 5 tahun 2022 merupakan master plan untuk pariwisata untuk 10 kabupaten/kota di Kaltim. Kedepannya, lanjut dia, keunggulan Kaltim terletak pada pariwisata yang harus didukung dengan pembiayaan.

“Tujuan wisata di Kalimantan Timur itu ‘kan luar biasa. Tapi karena baru disahkan perdanya, maka menunggu. Ini sudah disahkan, kita akan bisa menggali potensi masing-masing pariwisata, termasuk di Bontang,” jelas Kadir Tappa.

Kadir mengatakan, pariwisata dapat mengenalkan daerah dimana objek wisata itu berada. “Dan Indonesia bisa dikenal dari Kalimantan Timur, lewat pariwisatanya, sumber daya alamnya. Kalau bisa dikenal nanti karena Ibu Kota Negara (IKN),” kata Kadir.

Kadir mengharapkan, perda ini dapat memberikan porsi bagi Pemkot Bontang untuk membuat rencana pariwisata yang masuk dalam rencana induk pariwisata. Untuk itu, dia meminta Penkot Bontang dan Pemprov Kaltim terus berkolaborasi dalam menyukseskan Perda Rencana Induk Pariwisata.

Peserta menyimak  sosialisasi Perda Nomor 5 tahun 2022. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

“Karena setiap spot (tempat) itu dua kewenangan pasti ada dan pasti bersinggungan. Bagaimana Dinas Pariwisata Bontang melakukan komunikasi ke Dinas Pariwisata Kaltim, untuk saling berbagi kewenangan,” ungkap Kadir.

Dia menambahkan, objek tempat wisata atau spot pariwisata  adanya di daerah, namun kebijakannya ada di provinsi selaku pemilik wewenang. “Ini perda mengatur 10 kabupaten/kota mengenai peningkatan destinasi pariwisata,” ungkap Kadir.

Sementara itu, Kabid Pariwisata Dispopar Bontang, Ramli, mengatakan, tujuan lahirnya Perda No 5 tahun 2022, menunjukkan bahwa secara nasional, Kaltim memiliki kedudukan penting. Disebutkannya, tujuan Perda ini untuk mengembangkan wisata Kaltim dengan mengakomodasi dinamika global, nasional, dan lokal. “Pembangunan pariwisata berkelanjutan dan ekowisata sebagai tema utama,” kata Ramli.

Sedangkan pengamat sosial, Mukrim mengatakan, Perda No 5/2022  tidak membatasi Perda pariwisata yang telah ada di Bontang. Menurutnya, Pemprov Kaltim memiliki potensi wisata baik maritim maupun wilayah daratan.

“Potensi sangat luar biasa seperti wilayah Provinsi Kaltim dikelilingi lautan dan memiliki hutan yang eksotis. Harapannya dapat menjadi potensi (wisata)dan dikelola dengan baik yang dapat mendatangkan pariwisata yang dapat menyumbang devisa selain migas dan minerba,” kata Mukrim.

Menurutnya, Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kaltim sangat banyak. Namun saat SDA fosil habis, maka energi akan digantikan dengan energi terbarukan.

“Ketika itu dilakukan, maka Kalimantan akan berubah. Potensi pariwisata inilah yang disadari Pemerintah Provinsi yang akhirnya Perda ini lahir,” ungkap Mukrim.

Nantinya, tambah Mukrim daerahlah yang mengatur pengembangan destinasi wisata yang ada di 10 kabupaten/kota di Kaltim. (yah/adv)