Beranda blog Halaman 1056

Dua Jam Tenggelam di Dasar Kolam, Jasad Tomi, Remaja Asal Bontang Ditemukan Meninggal Dunia

0

SAMARINDA – Setelah sekitar 2 jam dilaporkan tenggelam di kolam Taman Sejati, Jalan MT Hariono, Samarinda, tubuh Tomi (15) asal Kota Bontang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (13/9/2022). Jasad Tomi berhasil diangkat oleh anggota Unit Siaga SAR Samarinda dari dalam air sekitar pukul 14.09 Wita.

Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Dwi Adi Wibowo mengatakan, awalnya salah satu anggotanya melakukan pencarian dengan cara menyelam mengitari area kolam.

Setelah selama dua jam melakukan pencarian, jasad Tomi akhirnya ditemukan. “Ada penyelaman mengitari area kolam. Korban ditemukan tepat di tengah kolam,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media.

Unit Siaga SAR Samarinda dibantu dengan warga dan relawan kemudian mengevakuasi tubuh korban ke darat, kemudian dibawa  ambulans PMI langsung menuju rumah duka. “Jadi tadi korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke rumah duka, di Jalan Cendana,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tomi dilaporkan tenggelam saat tengah asyik berenang bersama rekan-rekannya di Kolam Taman Sejati, Jalan MT Hariono, Kecamatan Samarinda Ulu, pada Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 12.30 Wita. (Vic)

Gelar Trail Run 15K, Pupuk Kaltim Kenalkan Potensi Wisata Kelurahan Guntung

0

Kembangkan potensi wisata alam Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pengembangan Pariwisata (FKPP) Guntung dan Bekantan Run, gelar Guntung Trail Run 15K yang diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Kaltim. Kegiatan mengambil rute lari di kawasan wisata Guntung Eco Culture Sport Tourism (GECST) sepanjang 15 Kilometer, dan berpusat di Lamin Adat Kelurahan Guntung Bontang Utara, Minggu (11/9/2022).

Ketua FKPP Guntung Darmawi, mengatakan kegiatan ini dalam upaya mempromosikan potensi Kelurahan Guntung sebagai desa wisata Kota Bontang, agar lebih dikenal masyarakat Kaltim sehingga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun nasional. Terlebih dengan pembinaan Pupuk Kaltim pada program GECST, diharap konsep wisata budaya dan olahraga yang diusung mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di Kaltim.

Kegiatan diikuti 530 peserta dari berbagai komunitas lari se-Kaltim. Diantaranya Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Bontang selaku tuan rumah. “Semoga Trail Run 15K ini bisa menjadi agenda tahunan Pupuk Kaltim untuk pengembangan potensi wisata Guntung dari pembinaan yang dilakukan,” harap Darmawi.

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta, mengungkapkan kegiatan ini sebagai kesinambungan upaya perusahaan dalam mengenalkan potensi alam dan wisata daerah, khususnya di Kelurahan Guntung sebagai salah satu desa wisata binaan Pupuk Kaltim berbasis budaya dan olahraga di Kota Bontang. Dari kegiatan ini diharap Kelurahan Guntung makin dikenal oleh masyarakat Kaltim dengan berbagai potensi yang bisa dikembangkan.

“Trail Run 15K ini juga langkah Pupuk Kaltim memfasilitasi para pecinta olahraga lari di Bontang dan Kaltim, dengan menyediakan wadah untuk menyalurkan hobi serta bakat disamping mendorong potensi wisata Guntung yang dikemas pada program GECST,” ujar Hanggara.

Melihat antusias peserta yang terbilang tinggi, Pupuk Kaltim pun mengupayakan kegiatan ini menjadi agenda tahunan, sehingga daya tarik wisata budaya dan olahraga pada program GECST dapat semakin dioptimalkan. Begitu juga dampaknya terhadap kemajuan pariwisata Bontang, bisa menjadi salah satu daya tawar bagi wisatawan dan warga Kaltim secara umum untuk datang ke Guntung menikmati beragam fasilitas yang tersedia.

“Dari upaya ini diharap potensi kekayaan alam dan kawasan wisata di Kelurahan Guntung semakin berkembang optimal, hingga dikenal seluruh masyarakat Kaltim maupun Nasional,” tambah Hanggara.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Ahmad Aznem, turut mendukung kegiatan ini terlaksana berkesinambungan sebagai agenda tahunan Pupuk Kaltim, khususnya dalam mendorong geliat pariwisata dan olahraga dari potensi kekayaan alam yang dimiliki Bontang. Dirinya meyakini, pengembangan kawasan wisata yang didukung sarana olahraga dan budaya di Kelurahan Guntung akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga sektor pariwisata kedepan mampu menjadi salah satu faktor pendorong perekonomian masyarakat.

“Untuk itulah pentingnya kolaborasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Dan sejauh ini, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan paling aktif yang mendukung Pemkot Bontang untuk pengembangan potensi wisata yang kita miliki,” ucap Aznem.

Dijelaskannya, Pemkot Bontang telah menyiapkan 77 event berskala lokal, regional hingga nasional dalam mendorong potensi pariwisata daerah yang akan dilaksanakan bertahap. Seluruh agenda ini pun akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait, termasuk Pupuk Kaltim dan perusahaan lain di Kota Bontang. Dari seluruh upaya tersebut, diharap Bontang mampu menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan olahraga di Kalimantan Timur.

“Salah satu agenda terdekat, Bontang International Trail Run yang juga akan terselenggara dengan dukungan Pupuk Kaltim. Ini bentuk kolaborasi aktif yang dilakukan, sehingga daya tarik Kota Bontang makin berkembang seiring banyaknya event yang dilaksanakan,” terang Aznem. (*)

Saat Beroperasi, Nursalam Minta BCM Taat Pajak dan Utamakan Pekerja Lokal

0
Bangunan Bontang City Mall (ist)

BONTANG – Nursalam, anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, mewanti-wanti manajemen Bontang City Mall (BCM), ketika pusat perbelanjaan modern itu mulai beroperasi agar taat pajak dan peraturan daerah (perda).

Apalagi nantinya sebagian besar yang mengisi gerai atau tenant merupakan brand-brand ternama asal luar daerah. Jangan sampai mereka justru membayar pajak bukan di Kota Bontang. Padahal pelanggan mereka mayoritas warga Kota Taman.

“Jangan sampai Bontang tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Politisi Golkar itu juga mewanti-wanti, agar manajemen BCM taat terhadap Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. Yang mana tercantum bahwa harus memberdayakan tenaga kerja lokal sebagai prioritas minimal 75 persen.

“Tenant-tenant yang beroperasi juga harus diimbau agar memprioritaskan warga Bontang jadi karyawan,” pintanya.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Komisi II bakal mengundang manajemen BCM untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Bontang, sehingga permintaan mereka tersebut bisa ditaati oleh seluruh pihak yang terkait.

Sebagai informasi, saat ini pengerjaan BCM sudah rampung sekitar 85 persen. Ditargetkan, bangunan yang berlokasi di Jalan jenderal Sudirman Kelurahan Tanjung Laut itu bisa beroperasi akhir 2022.

Para Wakil rakyat juga mendorong agar di BCM nantinya dapat mengakomodasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal. Sehingga ketika beroperasi, UMKM lokal ikut terdampak.

Sejauh ini sudah ada sejumlah brand ternama yang mendaftar. Seperti Matahari, Cinema 21, Ace Hardware, Janji Jiwa, Bata, Exelso, Ichiban, hingga berbagai wahana permainan. (adv/mk)

Aksi Perubahan RINGBAJA Kota Bontang, Upayakan Infrastruktur yang Terintegrasi

0

BONTANG – Jalan sebagai salah satu prasarana utama sektor perhubungan mempunyai peranan dalam mendukung terwujudnya sarana pembangunan. Terutama dalam mendukung pembangunan sektor produksi dan jasa pada suatu wilayah, sehingga terwujud keselarasan pembagian dan kesesuaian pertumbuhan wilayah regional, perkotaan, dan pedesaan yang diselenggarakan secara holistis, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan memberdayakan masyarakat.

Demi mewujudkan jaringan jalan yang terintegrasi, Anwar Nurdin yang mejabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kota Bontang, menggagas sebuah aksi perubahan bertajuk RINGBAJA, Rencana Induk Pengembangan Jalan Kota Bontang.

Melalui rencana induk pengembangan jalan yang komprehensif, terintegrasi dan sustainable atau berkelanjutan serta diikuti dengan penyediaan fisik yang andal juga merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan fungsi struktur ruang dan konektivitas antar daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur transportasi dapat meningkatkan produktivitas, meningkatkan daya saing global dalam penyerapan tenaga kerja, membangkitkan sektor riil, serta membantu mengurangi angka kemiskinan.

Diharapkan dengan adanya RINGBAJA, dapat terlaksananya penetapan Peraturan Kepala Daerah tentang rencana induk pengembangan jalan serta tersedianya infrastruktur jalan yang andal, komprehensif, terintegrasi dan sustainable. (kmf/rose)

DPRD Soroti Traffic Light di Simpang Yabis, Dishub Akan Evaluasi

0
Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam / ist

BONTANG – Anggota Komisi II DPRD Bontang Nursalam menyoroti lampu lalu lintas (traffic light) di Simpang 3 Yabis, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Bontang Baru. Menurutnya, waktu menyala lampu hijau di jalan tersebut sangat singkat sehingga kerap menimbulkan kemacetan.

“Itu waktu nyala lampu hijaunya tidak berimbang dengan lampu lainnya yang terpasang di pertigaan itu, apalagi pas penurunan arah HOP. Jadi sering sekali saya kena macet di situ, pas baru mau jalan beberapa detik, sudah langsung merah lagi,” ujarnya saat menyampaikan interupsi di sidang Paripurna bersama Pemkot Bontang, Senin (12/9/2022).

Ia pun meminta Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) agar segera memperbaiki dan mengatur waktu jalan lampu lalu lintas di wilayah tersebut. Apalagi posisi tersebut dekat dengan sekolah yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan.

“Apalagi di situ dekat sekolah Yabis, jadi tolong Dishub bisa segera benahi itu. Kalau bisa diatur waktu lampu hijaunya jangan terlalu cepat, takutnya pas kita jalan sudah merah lagi lampunya kita ditabrak dari arah lain,” timpalnya.

Menanggapi itu, Kasi Lalu Lintas Agus Sugiyanto mengatakan, waktu jeda lampu lalu lintas memiliki waktu yang berbeda-beda, tergantung dari situasi arus lalu lintas.

“Kalau siang sampai malam lampu hijaunya kami kasih 15 detik karena relatif sepi yang arah dari HOP. Tapi kalau pagi kita kasih waktu 20 detik,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pengaturan waktu itu dijelaskan Agus lebih mengutamakan daerah-daerah yang arus lalu lintasnya padat, baik dari arah luar Kota Bontang maupun dari arah SPBU. Meski demikian, jika diperlukan penambahan waktu lampu hijau pihaknya akan segera melakukan pengaturan kembali.

“Karena kami utamakan yang padat arus lalu lintasnya. Namun, jika diperlukan akan kami evaluasi kembali,” tandasnya.

Diketahui, berdasarkan data Dishub Bontang setidaknya ada 16 titik traffic light dan 11 warning light yang dipasang di seluruh Kota Bontang. Lampu tersebut rutin dilakukan pengecekan setiap hari untuk memastikan kondisi lampu berfungsi dengan baik. (mk)

Ketua DPRD Bontang Minta Pemkot Bikin Terobosan Urai Antrean di SPBU

0
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam

BONTANG – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan pemerintah pusat pada 3 September 2022 lalu, seharusnya diimbangi dengan peningkatan pelayanan di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di Bontang, sebagai upaya mengurai antrean panjang. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sebagai lembaga eksekutif agar membuat langkah strategis sehingga antrean panjang di SPBU tidak semakin mengular, akibat kelangkaan solar dan pertalite. “Harusnya pemerintah bisa punya terobosan dan keberanian untuk memastikan siapa yang layak dapat BBM subsidi dan tidak,” ujar Andi Faiz.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, perlu ketegasan pemerintah dalam mengatur jenis kendaraan apa saja yang layak mendapat BBM subsidi atau non-subsidi. Begitupun dalam mengatur kendaraan berdasarkan pendapatan atau gaji. “Jadi untuk menentukan siapa yang layak dapat BBM subsidi, diatur sesuai dengan penghasilan atau gaji,” timpalnya.

Sehingga, hal ini dinilai Faiz sebagai solusi mengurai kelangkaan BBM dan mengurai kemacetan. “Minimal pemerintah mampu tegas di lapangan. Saya rasa itu cukup membantu sebagai jalan keluar. Tapi kalau belum ada langkah tegas dari Pemerintah Kota Bontang maka selama itu juga hasilnya tetap akan sama, tidak ada solusi,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat menaikkan harga BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar pada 3 September 2022. Kenaikan harga BBM ini sejatinya untuk menekan subsidi energi pemerintah yang saat ini membengkak hingga Rp 650 triliun dari yang ditetapkan dalam APBN 2022 mencapai Rp 502,4 triliun.

Kenaikan harga BBM Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kemudian, Solar subsidi naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Sementara Pertamax mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (mk/adv)

Abdul Malik Pertanyakan Ketidakseriusan Dinas PUPRK Tangani Jalan Rusak

0
Wakil Ketua Komisi III DPRD Bontang Abdul Malik

BONTANG – Badan jalan banyak yang rusak di Kota Bontang, terutama di kawasan Bontang Lestari (Bonles). DPRD Kota Bontang pun menganggap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) tidak serius menangani jalan yang rusak.

Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Bontang bersama Dinas PUPRK dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang, belum lama ini.

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Abdul Malik mencecar dengan mempertanyakan mengapa masih banyak jalan yang rusak dengan menanyakan soal anggaran serta kualitas perbaikan jalan pada Dinas PUPRK .

Dengan penuh selidik Abdul Malik menanyakan ke Dinas PUPRK terkait apakah sudah memiliki program perencanaan pembangunan untuk peningkatan kelas badan jalan di Bonles yang dulunya kawasan pemerintahan saat ini telah bercampur menjadi jalan industri.

”Apakah PUPRK sudah ada perencanaan program, jika tidak ada program itu sayang sekali,” sindir Abdul Malik.

Tak ingin dipojokkan soal jalan rusak, Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurddin mengatakan, sejauh ini titik kerusakan di Jalan Soekarno-Hatta ada 73 titik dan yang bisa ditangani Dinas PUPRK hanya 58 titik, menggunakan desain lama dengan sistem rehab.

”Anggarannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp, 4 miliar dan dalam kontrak yang disetujui Rp 3,6 miliar dengan konstruksi yang ada di lokasi,” ungkap Anwar.

Abdul Malik mengatakan, DPRD ingin permasalahan jalan di Bonles jadi perhatian semua pihak yang terkait, dimana hambatan anggaran harusnya tidak lagi menjadi alasan. Bahkan Komisi III siap mengajukan Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Kementerian PUPR jika dikatakan anggarannya kurang.

Abdul Malik mengaku ingin mempertegas dan memastikan review redesain itu nyata adanya, dan jika benar seharusnya jalan akan mulus kedepannya. ”Tapi kalau belum ada bukti perencanaan review redesain kami di Dewan masih ragu,” ucapnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurddin mengatakan untuk Bontang Lestari ada dua rancang review desain jalan yang sudah dianggarkan dan untuk kendala teknis di lapangan tidak ada.

Anwar juga mengaku PUPRK tengah memerintahkan tim ahli melakukan proses pengambilan data jalan di Bonles dan kedepan kata dia ruas jalan di Bonles akan ditingkatkan kelasnya dengan mengutamakan kualitas beban, sehingga kapasitas jalannya lebih layak dilalui kendaraan.

Untuk membuktikan keterangan Dinas PUPRK tersebut Abdul Malik akan meminta jadwal presentasi perencanaan redesain review itu seperti apa. “Ini tanggung jawab kita bersama, saya minta dijadwalkan kembali presentasinya dan pastikan review redesain itu nyata, ” pungkasnya.  (mk/adv)

APBD Terbatas, Komisi III Minta Pemkot Kejar Anggaran Pusat untuk Tangani Banjir

0
Komisi III DPRD Bontang. (ist)

BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang, Faisal, meminta Pemkot bisa menangkap peluang anggaran dari Pemerintah Pusat, dalam hal penuntasan banjir di Kota Taman. Jika hanya mengharapkan APBD Kota Bontang katanya, anggaran akan sangat terbatas.

Dia mencontohkan pembangunan satu polder, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 300 miliar. Bontang tercatat memiliki rencana membangun dua polder, yakni di Kelurahan Kanaan dan Bontang Kuala.

“Polder ini pembangunan berskala besar, kita harus bisa membuat agar ini menjadi kewenangan pusat. Itu harus dipersiapkan dari sekarang,” pintanya saat rapat kerja belum lama ini.

Tahun depan, sambung Faisal, Pemkot menggelontorkan anggaran penanganan banjir hanya sekitar Rp 40 miliar. Sehingga peluang untuk merealisasikan pembangunan polder sangatlah kecil.

Untuk itu, Politisi Nasdem ini juga mendorong agar Pemkot bisa menyuarakan aspirasinya melalui perwakilan Kaltim di DPR RI. Sehingga mereka bisa memperjuangkan usulan itu di Pemerintah Pusat.

“Ada beberapa program dari pusat harus kita desak untuk segera direalisasikan. Sebab beberapa sudah ada perencanaannya,” pungkas Faisal.

Saat ini, permasalahan banjir masih menjadi momok bagi Kota Bontang. Sejumlah program telah dijalankan, namun belum membuahkan hasil yang maksimal. Setiap Jumat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dikerahkan secara bergantian melaksanakan kerja bakti sebagai langkah pencegahan. Untuk jangka panjang, akan disusun master plan penanganan banjir yang memuat solusi banjir, baik jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. (adv/mk)

DPRD Minta Pemkot Gerak Cepat Atasi Krisis Air Bersih di Bontang

0
Amir Tosina (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang meminta Tim Percepatan Pemanfaatan Air Permukaan Bontang bergerak cepat dalam menyelesaikan permasalahan krisis air bawah tanah. Sebab semakin tahun, kondisi air baku di Kota Bontang semakin terancam habis, sehingga perlu ada alternatif pengganti.

Alternatif yang paling cepat dan memungkinkan, kata dia, yakni pemanfaatan air bekas lubang tambang (eks void). Alasannya,  pemanfaatan air waduk Marang Kayu masih terganjal permasalahan lahan. Begitu juga dengan alternatif yang lain.

“Kami minta agar tim percepatan ini bisa lebih serius lagi. Kami akan rutin undang RDP (Rapat Dengar Pendapat) untuk mengetahui progres mereka seperti apa,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang, Amir Tosina, belum lama ini.

Berdasarkan penelitian dari Institut Teknologi Bogor (ITB) pada 2006 silam, Bontang 20 tahun mendatang akan mengalami krisis air. Itu artinya, pada 2026 nanti hal itu bisa saja terjadi. Sehingga diharapkan, pemanfaatan eks void bisa terealisasi sebelum memasuki tahun tersebut.

Pihaknya juga bakal mendorong pihak terkait, terutama Pemprov Kaltim, agar ikut mempercepat berbagai regulasi yang menghambat. Sebab dalam hal ini, pemprov merupakan pucuk sektoral karena pemanfaatan air bekas tambang ini meliputi antar-wilayah di Kaltim.

“Kalau PDAM (Tirta Taman Bontang) sudah siap. Tinggal dari provinsi aja lagi. Ini yang harus dikawal juga oleh tim kota,” tandasnya. (adv/mk)

Anggota Koramil 0908-03/Anggana Jadi Inspektur Upacara di SMA Negeri 1 Anggana

0

BONTANG – Anggota Koramil 0908-03/Anggana Pelda Suryadi menjadi inspektur upacara pada pelaksanaan upacara pengibaran bendera Marah Putih di SMA Negeri 1 Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (12/9/2022).

Dalam sambutannya Pelda Suryadi  menyampaikan, upacara bendera dilaksaanakan untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan bagi generasi muda. Ia juga mengajak peserta upacara untuk tetap bersemangat dalam membela negara supaya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap berdiri.

Pelda Suryadi menyampaikan dalam amanatnya kepada seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Anggana agar selalu rajin belajar, menaati aturan sekolah mematuhi protokol kesehatan karena masih ada covid 19, tidak brutal dan menjauhi narkoba karena masa depan bangsa ini ada di tangan para generasi muda yang kokoh dan kuat.

Dia juga berpesan berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos). Waspadai berita-berita hoaks yang beredar di medsos. Pelda Suryadi berharap siswa-siswi SMA Negeri 1 Anggana lebih rajin belajar untuk meraih cita-cita. “Para siswa harus tekun dan rajin belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah,” ucap Pelda Suryadi. (Pendim Btg)