Beranda blog Halaman 1071

Kasat Samapta Hadiri Simulasi Kebakaran di RSUD Taman Husada

0
Kegiatan ISPS code RSUD Taman Husada. (ist)

BONTANG – Kasat Samapta Polres Bontang, AKP Widodo menghadiri kegiatan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (ISPS) Code Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam rangka simulasi Kebakaran. Kegiatan berlangsung di halaman RSUD Taman Husada, Kamis (19/1/2023).

Kegiatan itu dihadiri Moch Hatta, Analis SDM RSUD Taman Husada, Roni Kuncoro, BPBD Bontang beserta anggota, Abdul Majid, PMK Bontang bersama anggota, karyawan dan Petugas Medis RSUDTaman Husada, dan Satpam RSUD Taman Husada.

Rangkaian kegiatan meliputi briefing petugas yang terlibat simulasi, dilanjutkan simulasi kebakaran di lantai 1 Dapur RSUD Taman Husada, kemudian evakuasi pasien RSUD Taman Husada di titik kumpul.

Kasat Samapta Polres Bontang sangat mendukung dan mengapresiasi ISPS Code Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bontang.

“Kegiatan ISPS bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas, dalam mengantisipasi kejadian kebakaran di lingkungan RSUD Taman Husada,” ujarnya.

Dengan Kegiatan ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan. baik petugas medis maupun pemadam kebakaran. Sehingga bila  benar-benar ada kejadian, petugas dapat segera bertindak cepat dalam  mengevakuasi pasien. Dapat meminimalisir terjadinya koban jiwa maupun materi. (hms)

25 Ribu Perokok Setiap Hari, Pemkot Tetapkan Area Tanpa Rokok

0
Rapat Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) Pemkot Bontang. (ist)

BONTANG – Presentasi perokok di Kota Bontang setiap harinya 25 ribu orang. Hal itu disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang dalam Rapat Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bersama Pemkot Bontang, Senin (16/01/2023) siang.

Dinkes Bontang dalam rapat yang bertempat di Ruang Rapat Utama Sekretariat Daerah tersebut memaparkan data terkait dengan presentasi perokok di Kota Bontang.

Penduduk di Kota Bontang usia sepuluh tahun ke atas berjumlah 142.332. Presentasi perokok di Kota Bontang setiap hari 18,05% atau 25 ribu orangnya.

Hal ini menjadi salah satu faktor terjadinya resiko Penyakit Tidak Menular (PTM). Data menunjukkan PTM akibat perokok di atas sepuluh tahun mencapai 18,1 di tahun 2018.

Asisten II Pemerintah Kota Bontang, Lukman dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa rapat tersebut menindaklanjuti perihal Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012.

“Rapat ini menindaklanjuti Perda Nomor 5 Tahun 2012 beserta Perwali (Peraturan Wali Kota) turunannya,” ungkapnya.

Menanggapi penyampaian Dinkes Bontang, Lukman menegaskan masing-masing instansi untuk segera menetapkan lokasi alternatif khusus untuk perokok di area kawasan terbatas perokok.

Sebelumnya, Dinkes Bontang bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja telah menerapkan dan menetapkan kawasan tanpa rokok pada area kesehatan dan pendidikan di Kota Taman. (hms)

Sosok Sumardi Syawal, Pecinta Seni yang Menomorsatukan Pendidikan

0
Sumardi Syawal. (ist)

BONTANG – Sumardi Syawal masih mengingat dengan jelas prinsip sang ayah. Menomorsatukan pendidikan dan selalu ingin pendidikan anaknya melebihi orangtuanya. Lantaran itu, pecinta seni dan budaya ini berjuang keras menempuh pendidikan S1 walaupun sudah berpindah-pindah pekerjaan.

“Bapak saya itu tekun sekali, dia keras sama anak-anaknya supaya kuat semua, beliau menomor satukan pendidikan dan pingin pendidikan anaknya lebih dari dia,” jelasnya.

Sumardi merupakan pribadi yang tekun serta pekerja keras. Lahir di Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, merupakan anak ke-5 dari 7 bersaudara.

Pria kelahiran 3 Februari 1965 ini menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Sragen. Ia mengaku didikan sang ayah membuat dia menjadi seorang pekerja keras.

Sumardi mengawali karirnya sejak lulus SMA. Pergi merantau ke Solo dengan tujuan awal masuk ke perguruan tinggi, namun beliau tidak menyelesaikannya. Kemudian memilih untuk bekerja.

“Alhamdulillah saya semuanya dari nol, mulai dari kuli, operator excavator, mekanik alat berat, pengawas sipil, dan masih banyak pekerjaan yang saya lakukan di tempat-tempat yang berbeda,” beber Sumardi mengisahkan perjalanan hidupnya.

Pernah bekerja di Bontang tahun 1986 di PT. Badak LNG. Lantaran mendapatkan pekerjaan di lain tempat membuatnya kembali berpindah pekerjaan.

“Setelah dari Kalimantan saya kembali kerja di luar, di Jakarta, Palembang muterin Jawa, Sulawesi, Lombok dan Sumatera sampai akhirnya 2001 saya balik lagi ke Bontang hingga sekarang,” tutur Sumardi.

Sempat tidak menyelesaikan kuliahnya dulu, Sumardi kembali mengambil pendidikan perguruan tinggi di Universitas Trunajaya Bontang. Menempuh jurusan hukum, lulus tahun 2012.

“Saya ingat selalu pesan ayah pendidikan nomor satu. Karenanya saya tetap berjuang untuk menyelesaikan kuliah,” imbuhnya.

Sejak 2001 ia bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta PT. Pal Marine Service Surabaya, yang bergerak di bidang pelayaran. Berkantor di Pelabuhan PT. Badak LNG, hingga saat ini ditunjuk sebagai pimpinan.

Disamping tekun bekerja, Sumardi tak pernah melepaskan kecintaannya pada seni dan budaya. Ia memiliki usaha campur sari Subur Makmur, serta aktif di Paguyuban Jawa Ika Pakarti. Di Ika Pakarti dirinya dipercaya sebagai penasehat. Sementara di paguyuban yang lain, Paguyuban Sukowati Sragen Bontang dimandatkan wakil ketua.

“Saya sangat suka berkesenian terutama untuk kesenian jawa. Berharap ke depannya dengan seni dan budaya yang beragam di Bontang semua warga dapat bersatu,” ungkapnya berharap.

Saat ini kesibukan Sumardi semakin bertambah. Memajukan diri sebagai calon legislatif dari partai Demokrat, ia ingin membantu sesama warrga Bontang.

“Saya siap untuk pemilihan tahun 2024 mendatang. Selain untuk beribadah, saya ingin meniadakan kesenjangan di antara suku yang ada di Bontang ini, agar semuanya bersatu. Kemudian semampu saya akan menciptakan lapangan kerja,” harapnya mengungkapkan keinginannya saat terpilih nanti. (sya)

Pemkot Bagikan Seragam, Tas, dan Sepatu di Tahun Ajaran Baru

0
Pembagian seragam, tas, dan sepatu pada tahun sebelumnya. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG –  Pemkot Bontang akan kembali membagikan sepatu, tas, dan seragam sekolah pada tahun ajaran baru Juli 2023 mendatang. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin.

Saparudin mengatakan, sistem pembagian akan dimulai dari menyiapkan ukuran sepatu dan seragam. Akan diukur pada siswa-siswi SD yang ingin masuk ke jenjang SMP.

“Selama ini kan kita dianggap lambat. Sebenarnya tidak lambat. Karena kita butuh ukuran sepatu dan seragam. Makanya tahun ini kelas 6 SD sudah kita data. Jadi saat tahun ajaran baru Juli 2023 masuk SMP sudah bisa dipakai,” kata Saparudin.

Dikatakannya, karena sepatu dan seragam memerlukan ukuran, sekira April mendatang akan dilaksanakan lelang.

Mengenai jumlah pemberian tas, seragam, dan sepatu akan disesuaikan dengan daya tampung sekolah. Saat ini daya tampung tersebut masih dalam proses pendataan.

“Sudah kami perhitungkan, pasti sesuai dengan daya tampungnya. Kalau tidak bisa di negeri (sekolah) pasti ke swasta,” pungkasnya. (yah)

Bontang Masa Tunggu Haji Terlama di Kaltim

0
Ilustrasi jamaah haji. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang membenarkan informasi bahwa masa tunggu haji di Bontang adalah yang terlama di Kaltim. Mencapai 40 tahunan. Hal ini disampaikan Kasi Penyelenggaran Haji dan Umroh, Najamuddin Tamini.

Dijelaskan Najamuddin, bahwa masa tunggu 40 tahun itu dalam kondisi normal. Sedangkan dalam kondisi pandemi covid-19 mencapai angka 80 tahun. Sementara itu masa tunggu daerah lain di Kaltim rata-rata 30 tahun.

Kemenag pusat sudah meminta tambahan kuota, tapi belum bisa diwujudkan. Karena demi kenyamanan jamaah.

“Insyaallah setelah ini kita akan kembali ke kuota normal. Sehingga berpengaruh pada masa tunggu yang akan kembali normal 40 tahun lagi,” ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi penyebab lamanya masa tunggu adalah jumlah pendaftar. Di Kota Taman, sebutan Kota Bontang jumlah pendaftar paling banyak di antara daerah-daerah lain se-Kaltim. Pendaftar di Bontang mencapai angka 400-500 pendaftar per tahunnya.

“Untuk haji khusus daftar tunggunya 10-20 tahun,” imbuhnya.

Ditambahkannya, minat pendaftar tidak tergantung isu yang beredar. Namun lebih kepada keyakinan akan kewajiban berhaji. Sehingga kondisi apapun pendaftar tetap banyak.

“Banyak yang berprinsip yang penting daftar dulu, masalah berangkat serahkan ke Allah,” ungkapnya.

Hal itu dibuktikkan dengan jumlah pendaftar di masa pandemi dan masa normal. Jumlahnya kurang lebih sama sekira 400-500 pendaftar. (al)

Kemenag Rencanakan Bangun Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh

0
Ilustrasi jemaah haji dan umroh. (ist)

BONTANG – Kementerian Agama (Kemenag) Bontang berencana akan membangun Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT). Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Bontang, H M Izzat Solihin beberapa waktu lalu.

Saat ini rencana pembangunan PLHUT itu sedang dalam proses pengajuan tanah ke Pemkot Bontang. Kemenag mencari lokasi tanah yang sesuai lalu mengajukan ke pemkot. Berikutnya, apabila Pemkot Bontang sudah menyetujui dan menghibahkan tanah tersebut, kemenag akan mengurus proses sertifikasi tanah itu.

“Kalau tanah sudah dapat dan sertifikat sudah atas nama Kemenag Bontang, baru kami ajukan dana pembangunan PLHUT,” ujar Izzat.

Lantaran untuk pengajuan bantuan baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, sertfikat tanah atas nama kemenag menjadi syarat utama yang harus ada.

Nantinya dengan berdirinya PLHUT ini, akan semakin memudahkan jamaah haji dan umroh. Masyarakat akan mendapatkan berbagai kemudahan fasilitas layanan haji dan umroh. Seperti misalnya pelayanan bank penerima setoran haji, kesehatan, dan ruang pertemuan yang bisa digunakan oleh Kemenag dan masyarakat.

“Gedung PLHUT itu nantinya terpisah dari kantor kemenag yang sekarang,” bebernya.

Dijelaskan Izzat, beberapa daerah di Kaltim sudah memiliki Gedung PLHUT. Ada juga yang masih dalam tahap perencanaan seperti Kemenag Bontang. Di Kutim sudah dibangun tahun 2021 lalu. Di Paser tahun 2022 ini direncanakan sudah selesai pembangunan. Sementara di Kubar rencananya tahun 2023 mendatang baru akan membangun. (al)

Bhabinkamtibmas Desa Batu–Batu Hadiri Rapat BLT UKM

0
Suasana rapat penyaluran BLT bagi pelaku UKM di Kecamatan Muara Badak.

BONTANG –  Bhabinkamtibmas Desa Batu – Batu, Briptu Muh. Yasin mewakili Kapolsek Muara Badak menghadiri rapat terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Muara Badak. Rapat berlangsung di Kantor Kecamatan Muara Badak, Rabu (18/1/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Muara Badak, Arpan, Danramil Muara Badak, Kapten Rukito, Sekcam Muara Badak, Hj.Ida, Pimpinan Bank Kaltim Kaltara Muara Badak serta kepala desa se-Kecamatan Muara Badak.

Adapun hasil rapat tersebut adalah BLT akan diterima 1771 pelaku UKM di Kecamatan Muara Badak. Masing-masing akan menerima Rp 600 ribu.

Dalam 2 hari ke depan, pemerintah desa akan menyaring data masyarakat yang diberikan kepada UKM di masing-masing desa. Diberikan kepada Kasi PMD Kecamatan Muara Badak, serta pengambilan BLT UKM akan disalurkan melalui Bank Kaltim Kaltara.

Bhabinkamtibmas Desa Batu-Batu, Muhammad Yasin mengatakan, tujuan rapat penyaluran BLT untuk menyamakan presepsi, terkait teknis penyaluran BLT untuk pelaku UKM. Sehingga saat penyaluran dapat berjalan aman dan tentunya benar-benar tepat sasaran.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfatkan BLT ini untuk mengembangkan usahanya, agar menjadi usaha yang berkembang menjadi pilar perekonomian di wilayah Kecamatan Muara Badak,” katanya.

“Kami juga mengiumbau masyarakat, untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban saat penerimaan BLT. Hal ini guna menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” imbuhnya lagi. (hms)

Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba

0
Kanit Provost Polsek Muara Badak, Aiptu Nasruddin saat mensosialisasikan bahay narkoba. (ist)

BONTANG – Polsek Muara Badak mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba serta kenakalan remaja di SMA Negeri (SMAN) 1 Muara Badak, Rabu (18/1/2023).

Pemateri sosisalisasi adalah Kanit Provost Polsek Muara Badak, Aiptu Nasruddin dan dihadiri sekira 100 siswa SMAN 1 Muara Badak.

Aiptu Nasruddin mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada siswa – siswi SMAN 1 Muara Badak.

”Kalangan pelajar sangat rentan untuk terjerumus pada penggunaan narkoba dan kenakalan remaja,” ujarnya.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan pelajar sangat menghawatirkan saat ini. Karenanya Polsek Muara Badak mendorong pihak-pihak terkait, utamanya sekolah untuk menjaga siswa -siswinya agar tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Lantaran mereka merupakan aset dan generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Kapolsek Muara Badak, Iptu Gatot Siswanto mengatakan, pihaknya rutin melakukan sosialisasi penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ke sekolah-sekolah. Tujuannya memahamkan pelajar terkait dampak buruk penyalahgunaan narkoba bagi kesehatan, dan aspek hukum bagi mereka yang menyalahgunakan narkoba.

”Kami berharap para siswa dapat memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba, sehingga dapat menjauhi narkoba. Membahayakan jiwa dan merusak masa depan,” kata Kapolsek Muara Badak. (hms)

Pergaulan Bebas Marak, Nikah Dini Kian Merebak

0

Emirza, M.Pd (Pemerhati Sosial)

Pengadilan Agama (PA) Bontang mencatat sebanyak 31 pengajuan dispensasi nikah selama tahun 2022. Humas PA Bontang, Ahmad Farih Shofi Muhtar menyampaikan, pengajuan disepensasi nikah tersebut diajukan oleh calon pasangan suami istri (pasutri) yang berstatus di bawah umur. Latar belakang pengajuan dispensasi nikah itu terbanyak karena hamil di luar nikah. (radarbontang.com, 31/12/2022)

Bukan hanya di Bontang, angka pernikahan dini di Kabupaten Sragen dalam kurun 2019—2021 juga meningkat signifikan. Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab, mulai perubahan regulasi hingga pergaulan bebas. Pada 2019, permohonan dispensasi perkawinan ini tercatat 151 pemohon. Angkanya meroket pada 2020 dengan 349 permohonan.

Hal ini menandakan kasus pernikahan dini mengalami kenaikan yang signifikan sejak 2020, sekira 90 kasus dispensasi. Rata-rata pengakuan pemohon adalah hamil di luar nikah dan pemicu utamanya adalah medsos.

Bukan prestasi, tetapi hal itu terjadi karena banyak remaja hamil di luar nikah. Dispensasi nikah menjadi solusi instan karena pergaulan bebas yang kebablasan. Siapakah yang dipersalahkan? Dispensasi nikah tidak akan terjadi jika pergaulan remaja terjaga.

Hal ini terjadi karena sekularisme yang menjauhkan remaja dari aturan Islam, sehingga melahirkan gaya hidup hedonis dan liberal/bebas. Hedonisme membentuk remaja menjadi generasi muda yang hanya bersenang-senang, mengejar materi, dan memuaskan syahwat sesukanya (pacaran hingga perzinaan).

Pandangan liberal menjadikan remaja bebas berbuat semaunya, tidak ada standar halal-haram dalam kehidupan. Sehingga, pergaulan laki-laki dan perempuan tidak ada batasan. Umbar aurat, ikhtilat (campur baur pria wanita), khalwat (berdua-duaan pria wanita) , dan tabaruj (berdandan berlebihan) menjadi kebiasaan di dunia remaja. Identitas hakiki mereka terkikis karena sekularisme. Maka, generasi muda harus diselamatkan dari kerusakan sistem hari ini.

Islam memiliki aturan sebagai pelindung dan penjaga generasi dari pengaruh sekularisme, liberalisme, dan hedonisme, yaitu pertama, negara menerapkan kurikulum berbasis akidah Islam. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam. Artinya pola pikir dan pola sikap harus sesuai aturan dalam Islam.

Kedua, menerapkan sistem sosial sesuai syariat Islam, yaitu (1) Allah menetapkan hubungan seksual yang haram dilakukan sebelum pernikahan (lihat QS Al-Isra: 32, An-Nuur: 2); (2) perintah menundukkan pandangan (lihat QS An-Nuur: 30—31); (3) kewajiban menutup aurat bagi perempuan (lihat QS An-Nuur: 31 dan Al-Ahzab: 59); (4) kewajiban menjaga kesucian diri (lihat QS An-Nuur: 33); (5) larangan khalwat; (6) larangan tabaruj bagi perempuan; (7) aturan safar bagi perempuan; dan (8) perintah menjauhi perkara syubhat.

Ketiga, mengkondisikan suasana amar makruf nahi mungkar di kehidupan bermasyarakat.

Keempat, negara mencegah hal-hal yang merangsang naluri seksual seperti konten pornografi-pornoaksi, tayangan TV, media sosial, dan lainnya.

Kelima, menerapkan sistem sanksi Islam. Jika Islam diterapkan secara kaffah.

Dengan bersenerginya keluarga, masyarakat, dan negara, akan melindungi remaja dari kerusakan.

Wallahualam.

Musrenbang Loktuan, Usulan Fisik dan Prasarana Masih Jadi Prioritas

0
Pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Loktuan, usulan didominasi pembangunan fisik dan prasarana. (Yahya Yabo/ Media Kaltim/jaringan Radarbontang.com)

BONTANG – Kelurahan Loktuan melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan tahun 2023. Berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Loktuan, Rabu (18/1/2023), dihadiri ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat Loktuan.

Lurah Loktuan, Hadi Jumianto mengatakan, tahun 2022 telah terlaksana beberapa program. Baik yang terealisasi dari musrenbang maupun aspirasi dewan. Program tanggung jawab sosial perusahaan di antaranya, pembangunan infrastruktur dan fisik seperti posyandu dan perbaikan pondasi, serta penimbunan badan jalan hingga penutupan parit dan semenisasi jalan.

Di Musrenbang tahun 2023 ini, setelah rembuk warga dan pra musrenbang bersama 52 RT di Kelurahan Loktuan, terdapat 321 usulan warga yang terdiri dari 24 usulan untuk bidang ekonomi, 8 usulan bidang sosial dan 289 bidang fisik dan prasarana.

“Beberapa usulan itu yang akan dibahas dalam musrenbang, yang akan difasilitasi Kelurahan Loktuan,” kata Hadi Jumianto, Rabu (18/1/2023).

Adapun usulan prioritas pada fisik dan prasarana, ada sebanyak 20 usulan dan 17 usulan dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang, Amiruddin mengatakan, proses pembangunan telah diatur dalam undang-undang. Dirinya menyebutkan ada beberapa pendekatan yang dilakukan dalam proses perencanaan pembangunan. Mulai dari penelitian secara akademis, pendekatan politis yang telah dibuat kepala daerah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 5 tahun, pendekatan partisipatif melibatkan masyarakat hingga peran serta perusahaan melalui tanggung jawab sosial ke masyarakat.

“Melibatkan semua masyarakat, melibatkan tokoh masyarakat, stakeholder, dan perusahaan-perusahaan dalam melaksanakan musrenbang,” kata Amiruddin.

Amiruddin menambahkan, dari semua usulan masyarakat Kelurahan Loktuan tidak dapat diakomodir semua. Namun dengan begitu, adanya musrenbang ini untuk menyusun secara bersama mengenai usulan-usulan warga.

“Dari 300 lebih usulan pasti tidak bisa diakomodir semua. Untuk itu peran perusahaan sekitar dalam perencanaan pembangunan di Loktuan melalui tanggung jawab sosial perusahaan,” ungkapnya. (yah)